Anda di halaman 1dari 7

Nama Rival Mapulusikau

NIM 175100201111024
Jurusan TEP
Kelas E
Kelompok E4

7 PENGAMATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA


EKOSISTEM PERAIRAN
PRE-LAB

1. Jelaskan pengertian keanekaragaman hayati ekosistem perairan!


keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua
sumber, termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya,
serta komplek-komplek Ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya,
mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem. Ekosistem air
sendiri adalah sebuah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air.
(Waluyo, 2007).

2. Makhluk hidup dalam ekosistem perairan dibagi ke dalam beberapa kelompok, sebut dan
jelaskan !
1. Ekosistem air tawar
Ekosistem air tawar mempunyai ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
- Memiliki tingkat kadar garam yang rendah, bahkan lebih rendah dibanding cairan sel
makhluk hidup.
- Dipengaruhi oleh cuaca dan iklim.
- Cahaya matahari yang kurang
2. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut memiliki karakteristik atau ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
- Tingkat kadar garam yang tinggi.
- Tidak berpengaruh pada iklim dan cuaca.
- Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut lainnya.
- Terdapat perbedaan suhu yang ada dipermukaan dengan dikedalaman laut.
- Arus lautnya dapat dipengaruhi oleh arah angin, perbedaan massa jenis air, suhu tekanan
air, gravitasi, dan gaya tektonik batuan bumi.
3. Ekosistem Estuari
Ekosistem estuari ada didaerah percampuran air laut dengan air sungai. Salinitas air di
estuari lebih rendah dibanding air laut, tetapi lebih tinggi dibanding air tawar, yaitu sekitar
5-25 ppm. Di ekosistem estuari dapat ditemukan tipe ekosistem yang khas, yaitu padang
lamun dan hutan mangrove.

4. Ekosistem Pantai Pasir

Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena deburan ombak. Di
Nama Rival Mapulusikau
NIM 175100201111024
Jurusan TEP
Kelas E
Kelompok E4

tempat ini selalu angin bertiup kencang dan cahaya matahari yang selalu bersinar kuat di
siang hari. Kemudian tumbuhan atau vegetasi yang dominan diekosistem pantai pasir ini
yaitu formasi pes-caprae, vigna marina dan spinifex littoreus. Formasi Barringtonia, terdiri
atas pohon dan perdu, semisal Barringtonia asiativa, erythrina, hibiscus tiliaceus,
terminalia catappa dan hernandia. Hewan yang hidup di pantai pasir seperti burung dan
kepiting. Pantai pasir terdapat di Lombok, papua, bengkulu, bantul dan bali.
5. Ekosistem Pantai Batu
Ekosistem pantai batu memiliki banyak bongkahan batu besar maupun kecil. Organisme
yang paling dominan di ekosistem pantai batu yaitu ganggang merah, siput, ganggang
cokelat, burung dan kepiting. Ekosistem pantai batu banyak terdapat di pantai selatan
jawa, Bali, Nusa tenggara, maluku dan Sumatra.
(Fried, 2007).

3. Sebut dan jelaskan parameter apa saja yang digunakan dalam keanekaragaman hayati
ekosistem perairan!
Parameter yang dapat mempengaruhi viabilitas/kemampuan hidup dari organisme yang
terdapat pada sampel perairan adalah sebagai berikut (Waluyo, 2006) :

a. Derajat Keasaman (pH)


Pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri memiliki pH optimum antara 6,5 dan 7,5. Bagi
kebanyakan spesies, nilai pH minimum dan maksimum ialah antara 4 dan 9 walaupun
beberapa spesies dapat tumbuh dalam keadaan sangat masam atau sangat alkalin.
b. Suhu/Temperatur
Pola pertumbuhan bakteri sangat dipengaruhi oleh suhu. Selain itu suhu juga
mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan mikroba. Keragaman
suhu dapat mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel.
c. Gas Atmosfer
Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen (O2) dan
karbondioksida (CO2). Bakteri mamperlihatkan keragaman yang luas dalam hal respons
terhadap oksigen bebas. Atas dasar ini maka mudah sekali membagi mereka menjadi
empat kelompok yaitu aerobik, anaerobik, anaerobik fakultatif, dan mikroaerofilik.
d. Lain-lain
Beberapa kelompok bakteri mempunyai persyaratan tambahan. Sebagai contoh,
organisme fotoautotrofik (fotosintetik) harus diberi pencahayaan, karena cahaya adalah
sumber energinya. Pertumbuhan bakteri dapat dipengaruhi oleh keadaan tekanan
osmotik (tenaga atau tegangan yang terhimpun ketika air berdifusi melewati membran)
atau tekanan hidrostatik (tegangan zat alir). Bakteri tertentu, yang disebutbakteri
halofilik dan dijumpai di air asin, hanya tumbuh bila mediumnya mengandung
konsentrasi garam yang tinggi.
(Aulia, 2010).
Nama Rival Mapulusikau
NIM 175100201111024
Jurusan TEP
Kelas E
Kelompok E4

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan PH meter dan bagaimana penggunaannya? Disertai
gambar PH meter.

Ph meter adalah jenis alat ukur untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan suatu
cairan, pada Ph meter digital terdapat elektroda khusus yang berfungsi untuk mengukur
pH bahan-bahan semi padat , elektroda (probe pengukur) terhubung sebuah alat
elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Probe atau Elektroda merupakan
bagian penting dari pH meter, Elektroda adalah batang seperti struktur biasanya terbuat
dari kaca. Pada bagian bawah elektroda ada bohlam, bohlam merupakan bagian sensitif
dari probe yang berisi sensor. Jangan pernah menyentuh bola dengan tangan dan
bersihkan dengan bantuan kertas tisu dengan tangan sangat lembut. Untuk mengukur pH
larutan, probe dicelupkan ke dalam larutan. Probe dipasang di lengan dikenal sebagai
probe lengan.

Prinsip kerja utama pH meter adalah terletak pada sensor probe berupa elektrode kaca
(glass electrode) dengan jalan mengukur jumlah ion H3O+ di dalam larutan. Ujung
elektrode kaca adalah lapisan kaca setebal 0,1 mm yang berbentuk bulat (bulb). Bulb ini
dipasangkan dengan silinder kaca non-konduktor atau plastik memanjang, yang
selanjutnya diisi dengan larutan HCl (0,1 mol/dm3). Di dalam larutan HCl, terendam
sebuah kawat elektrode panjang berbahan perak yang pada permukaannya terbentuk
senyawa setimbang AgCl. Konstannya jumlah larutan HCl pada sistem ini membuat
elektrode Ag/AgCl memiliki nilai potensial stabil.
(Fried,2007).
Nama Rival Mapulusikau
NIM 175100201111024
Jurusan TEP
Kelas E
Kelompok E4

DIAGRAM ALIR
A. Pengujian Parameter Fisik
Sampel

Dimasukkan dalam gelas beker

Diamati

Warna Bau Suhu Kekeruhan

Dicatat hasil pengamatan

Hasil
B. Pengujian Parameter Kimia
Sampel

Dituang dalam gelas beker

Disiapkan rangkaian pH meter

Dikalibrasi pH meter dengan larutan buffer

Dimasukkan Probe dalam sampel

Dicatat hasil pada layar pH met

Hasil
Sampel
C. Pengujian Parameter Biologi
Nama Rival Mapulusikau
NIM 175100201111024
Jurusan TEP
Kelas E
Kelompok E4

Diteteskan diatas gelas ogjek sebanyak 1 tetes

Ditutup dengan gelas penutup

Diamati dibawah mikroskop perbesaran 100x dan 400x

Digambar

Hasil
DAFTAR PUSTAKA

Aulia. 2010. Biologi Umum. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Fried, G. H. 2007. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga

Waluyo, Joko. 2007. Biologi Dasar. Jember: Universitu press

Yuwono, T. 2007. Biologi Molekuler. Jakarta: Penerbit Erlangga