Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

RULE OF LAW DAN HAK ASASI MANUSIA

Pengertian Rule of Law Dan Negara Hukum

Pengertian rule of law dan Negara hukum pada hakikatnya sulit dipisahkan.
Ada sementara pakar mendeskripsikan bahwa pengertian Negara hukun dan
rule of law itu hamper dikatakan sama, namun terdapat pula sementara
pakar menjelaskan bahwa meskipin antara Negara hokum dan rule of law
tidak dapat dipisahkan namun masing-masing memiliki penekanan masing-
masing. Menurut philipus m hadjon misalnya bahwa Negara hokum yang
menurut istilah bahasa belanda rechstaat lahir dari suatu perjuangan
menentang absolutism, yaitu dari kekuasaan raja yangb sewenang-wenang
untuk mewujudkan Negara yang didasarkan pada suatu peraturan
perundang undangan. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya
rechstaat itu lebih memiliki cirri-ciri yang revolusioner. Gerakan masyarakat
yang mengkhendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara Negara
harus dibatasi dan diatur melalui suatu perundang undangan, dan
pelaksanaan dalam hubungannya dengan segala peraturan itulah yang
sering diistilahkan dengan rule of law, menurut hadjon rule of law lebih
memiliki cirri-ciri yang evolusioner, sedangkan upaya untuk
mewujudkannegara hokum lebih memiliki ciri yang revolusioner misalnya
gerakan revolusi prancis serta gerakan melawan absolutism di eropa
lainnya, abik dalam melawan kekuasaan raja, bangsawan maupun golongan
teologis.

Oleh karena itu menurut friedman, antara pengertian Negara hokum dan
rule of law saling mengisi, berdasarkan bentuknya sebenarnya rule of law
kekuasaan politik yang diatur secara legal, setiap organisasi hidup dalam
amsyarakat termasuk Negara berdasarkan rule of law pengertian rule of law
berdasarkan substansinya atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan
perundang undangan yang berlaku dalam suatu Negara konsekuensinya
setiap Negara akan mengatakan mendasarkan pada rule of law dalam
kehidupan bernegaranya, meskipun Negara itu otoriter. Atas dasar alas an
ini maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian rule of law secara
universal karena setiap masyarakat melahirkan pengertian secara berbeda
dalam hubungan ini rule of law bersifat endogen , muncul dan berkembang
dari suatu masyarakat tertentu

Munculnya keinginan untuk melakukan pembatasan yurudis terhadap


kekuasaan pada dasarnya disebabkan politik kekuasaan cendrung korup hal
ini dikhawatirkan akan menjauhkan fungsi dan peran Negara bagi kehidupan
individu dan masyarakat, kontitusi dalam hubungan inidijadikan wujud
tertinggi hokum yang harus dipatuhi oleh Negara dan pejabat pejabat
pemerintah
Carl j friedrich dalam bukunya constitutional government and democracy:
theory and practice in Europe and America mempekenalkan istilah Negara
hokum dengan istilah rehtsstaat atau constitutional state. Demikian juga
tokoh lain yang membahas rechstaat adalah friederich j sthal yang
menurutnya terdapat empat unsure pokok untuk berdirinya rechsstaat yaitu
(1) hak asasi manusia (2) pemisahan (3) pemerintahan berdasarkan
peraturan-peraturan dan: dan (4) peradilan administrasi dalam perselisihan
(muhtaj, 2005: 23)
Bagi Negara Indonesia ditentukan secara yuridis formal bahwa Negara
indonnesia ditentukan secara yuridis formal bahwa antar Negara Indonesia
adalah Negara yang berdasarkan atas hukum. Hal itu tercantum dalam
pembukaan UUD 1945 alinea IV yang secara eksplisit dijelaskan
bahwa..maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam
suatu undang-undang dasar Negara Indonesia,,, hal ini mengandung arti
bahwa suatu keharusan Negara Indonesia yang didirikan itu berdasarkan
atas undang undang dasar Negara Indonesia

Prinsip-prinsip Rule of Law


Pengertian rule of law tidak bias dipisahkan dengan pengertian Negara
hokum atau rechsstaat, meskipun demikian Negara yang mengnut system
rule of law haris memiliki prinsip prinsip yang jelas, terutama dalam
hubungannya dengan merealisasikan rule of law itu sendiri,menurut dicey
terdapat tiga unsur yang funadamental (1) supremasi aturan-aturan hokum,
tidak adanya kekuasaan sewenang-wenang dalam arti seseorang harusnya
boleh dihukum jikalau memang melanggar hokum (2) kedudukan yang sama
di muka hokum hal ini berlaku bagi masyarakat biasa maupun pejabat
Negara dan (3) terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang serta
keputusan-keputusan pengadilan.
Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa jika dalam hubungan dengan
Negara hanya berdasarkan prinsip tersebut, maka Negara terbatas dalam
pengertian Negara hokum formal, yaitu Negara tidak bersifat proaktif
melainkan pasif. Sikap Negara yang demikian ini dikarenakannegara hanya
menjalankan dan taat pada apa yang termaktub dalam konstitusi semata
Oleh karena itu terlepas dari adanya pemikiran dan praktek konsep Negara
hokum berbeda, konsep Negara hokum dan rule of lawadalah suatu relitas
dari cita cita sebuah Negara bangsa termasuk Negara Indonesia
Hak asasi manusia
Hak asasi manusia sebagai gagasan paradigm serta kerangka konseptual
tidak lahir secara tiba-tiba sebagaimana kita lihat dalam universal
declaration of human right 10 desember 1948 namun melalui proses yang
cukup panjang dalam sejarah peradaban manusia. Dari perspektif sejarah
deklarasi yang ditanda tangani oleh majlis umum pbb dihayati sebagai suatu
pengakuan yuridis formal dan merupakan titik kulminasi perjuangan
sebagian besar umat manusia di belahan dunia.
Pada zaman yunanu kuno plato telah memaklumkan kepada warga polisnya.
Bahwa kesejahteraan bersama akan tercapai manakala setiap warganya
melaksanakan hak dan kewajiba masing-masing
Awal perkembanga hak asasi manusia dimulai tatkala ditanda tangani
magna charta oleh raja jhon lackland. Kemudia juga penandatanganan
petition of right pada tahun 1928 oleh raja Charles 1.

Penjabaran hak hak asasi manusia dalam uud 1945


Hak hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat diganggu gugat dari
pandangan filosofi tentang hakikatmanusia yang melatarbelakanginya.
Menurut pandangan filsafat bangsa Indonesia yang terkandung dalam
pancasila hakikatnya manusia adalah monopluralis susunan kodrat manusia
adlah makhluk individu
Tujuan Negara Indonesia sebagai Negara huku yang bersifal normaltersebut
mengandung konsekuansi bahwa Negara hokum yang bersifat formal
Berdasarkan pada tujuan Negara sebagaimana terkandung dalam
pembukaan UUD 1945 tersebut maka Negara Indonesia menjamin dan
melindungi hak hak asasi manusia para warganya, terutama dalam
kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun
rohannian antara lain berkaitan dengan hak hak asasi bidang social,politik
ekonomi, kebudayaan dan agama. Adapu rincian hak-hak asasi
manusiandalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut