Anda di halaman 1dari 11

TUGAS REKAYASA SUNGAI

PERMASALAHAN SUNGAI

OLEH :

ILHAM AKBAR (1407122941)

KELAS A

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU

2017
Pendahuluan

Sebagai salah satu negara maritim, Indonesia memiliki perairan yang sangat
luas dan bahkan melebihi luas daratan. Perairan di Indonesia terbagi ke dalam
beberapa golongan, yakni : selat, tanjung, teluk, sungai, danau, laut, dan
sebagainya. Namun, yang memiliki peran paling dominan dalam keberlang-sungan
hidup manusia adalah sungai.
Sungai adalah sistem pengairan air dari mulai mata air sampai ke muara
dengan dibatasi kanan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh sempadan sungai
(Sudaryoko, 1986). Sungai adalah fitur alami dan integritas ekologis, yang berguna
bagi ketahanan hidup (Brierly, 2005). Menurut Dinas PU, sungai sebagai salah satu
sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan
penghidupan masyarakat, sedangkan PP No. 35 Tahun 1991 tentang Sungai, sungai
merupakan tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai
mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan kirinya serta sepanjang
pengalirannya oleh garis sempadan.
Namun, dewasa ini, sungai tak mampu lagi memberikan pelayanan secara
penuh kepada manusia. Hal ini tak lain disebabkan oleh pencemaran- pencemaran
yang terjadi pada sungai. Pencemaran tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal.
Namun, pada umumnya, 90% pencemaran sungai di Indonesia diakibatkan oleh
ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dan mengakibat-kan fungsi sungai
menurun.

Permasalahan Sungai di Indonesia

Permasalahan sungai di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis yakni


berdasarkan segi kuantitas dan segi kualitas

Segi Kuantitas

Dari segi kuantitas, permasalahan yang umum dijumpai pada sungai-sungai


di Indonesia adalah masalah jumlah air yang tidak sesuai dengan kapasitas sungai.
Pada musim kemarau, debit air cenderung turun dan bahkan berada di bawah level
debit andalan sungai. Kondisi inilah yang disebut sebagai fenomena kekeringan.

Sebaliknya, pada musim hujan, hal yang terjadi adalah justru sebaliknya.
Yakni jumlah air yang berada dalam sungai melebihi kapasitas sungai. Hal ini
dipicu oleh hujan yang turun secara terus menerus sehingga sungai tidak mampu
lagi menampung lebih banyak air. Fenomena ini disebut banjir.

Sumber : Google.com

Gambar 1. Kuantitas Air Terlalu Sedikit / Terlalu Banyak dapat Menimbulkan


Masalah

Segi Kualitas

Apabila ditinjau dari segi kualitas, permasalahan yang banyak dijumpai


pada sungai-sungai di Indonesia adalah masalah kualitas air sungai yang masih
berada di bawah standar air layak pakai (belum layak digunakan). Hal ini dapat
terjadi oleh beberapa penyebab, yakni :

1. Terlalu banyaknya bahan polutan (pencemar) yang ikut bercampur


dalam air sungai. Tambahan lagi, bila masya-rakat di sekitar sungai
yang membuang limbah rumah tangga ke sungai dalam jumlah yang
masif.
2. Banyaknya bakteri / tumbuhan air yang hidup di kawasan sungai.

Untuk memenuhi kualitas air yang dikatakan baik, setidaknya terdapat 3


(tiga) buah syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

1. Air tidak memiliki bau


2. Air tidak memiliki rasa
3. Air tidak memiliki warna (bening / transparan)

Sumber : Google.com

Gambar 2. Contoh Permasalahan Kualitas Air Sungai

Adapun permasalahan lain sungai di Indonesia antara lain:

1. Pencemaran Sungai
Pencemaran air sungai merupakan salah satu permasalahan sungai
di Indonesia yang sering dijumpai. Pencemaran air sungai terjadi apabila
dalam air sungai terdapat berbagai macam zat atau kondisi yang dapat
menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat
digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar
tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila
air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, sebagai contoh suatu
sungai yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit
masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit
tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah
tangga.
Adapun penyebab dari pencemaran sungai yang disebabkan oleh
ulah manusia adalah:
a. Limbah Domestik atau Rumah Tangga
Sumber utama pencemar air sungai di Indonesia sebagian besar
berasal dari limbah domestik atau rumah tangga. Selama ini
banyak masyarakat yang salah mengira bahwa sumber utama
pencemaran sungai adalah limbah industri, padahal limbah
domestik lah yang paling berperan sebagai pencemar sungai.
Limbah domestik ini berupa sampah organik dan sampah
anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang
dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-
sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan
sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain,
kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak
dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik
yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah
oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk
proses pembusukannya.

b. Limbah Industri
Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab
terjadinya pencemaran air sungai. Pada umumnya limbah
industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan
beracun. Karakteristik limbah B3 adalah korosif/ menyebabkan
karat, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan
menyebabkan infeksi/ penyakit. Limbah ini bersifat korosif,
dapat mematikan tumbuhan dan hewan air. Pada manusia
menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu
pernafasan dan menyebabkan kanker.

c. Limbah Pertanian
Pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan oleh para
petani dapat mencemari air. Limbah pertanian dapat
mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida
dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati
kemudian dimakan hewan atau manusia, orang yang
memakannya akan keracunan.
d. Penangkapan Ikan Menggunakan Racun
Sebagian penduduk dan nelayan ada yang menggunakan
tuba (racun dari tumbuhan), potas (racun kimia), atau aliran
listrik untuk menangkap ikan. Akibatnya, yang mati tidak hanya
ikan tangkapan melainkan juga biota air lainnya.

Selain disebabkan oleh limbah manusia, pencemaran sungai pun


dapat disebabkan oleh alam, antara lain karena deposisi asam pada sungai
yang mengakibatkan kelebihan zat asam pada sungai sehingga banyak
spesies sungai yang mati; kebakaran hutan yang memang tidak secara
signifikan dapat menyebabkan perubahan kualitas air sungai, namun dapat
menyebabkan terganggunya ekosistem makhluk hidup yang ada disungai
yang disebabkan faktor asap; letusan gunung berapi yang menyebabkan
sungai atau danau tercemar material-material dari letusan gunung; serta
endapan hasil erosi yang menyebabkan pengendapan di bagian hilir sungai.

2. Erosi Sungai
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan,
dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik
hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau
oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini
disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang
mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses
kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya. Dampak dari erosi adalah
menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan
menurunnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi
adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi).
Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan
meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di
sungai
3. Sedimentasi
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang
ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan.
Pendangkalan sungai dapat terjadi karena terjadinya pengendapan partikel
padatan yang terbawa oleh arus sungai, misal di kelokan sungai, waduk atau
dam atau di muara sungai. Partikel ini bisa berupa padatan besar seperti
sampah, ranting tanaman atau sampah lainnya, tetapi yang terutama adalah
karena partikel tanah akibat erosi yang berlebihan di daerah hulu sungai. Air
hujan akan membawa dan menggerus tanah subur di permukaan dan
melarutkannya untuk terbawa ke sungai, partikel tanah inilah yang akan
menyebabkan proses pendangkalan ini. Penyebab kedangkalan sungai
adalah adanya abrasi di sekitar bibir sungai dan pembuangan limbah. Abrasi
terjadi karena di sepanjang bibir selalu runtuh karena tidak ada lagi
tanaman.

4. Banjir
Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian
banjir adalah berair banyak dan juga deras, kadang-kadang meluap. Hal itu
dapat terjadi sebab jumlah air yang ada di danau, sungai, ataupun daerah
aliran air lainnya yang melebihi kapasitas normal akibat adanya akumulasi
air hujan atau pemampatan sehingga menjadi meluber. Banjir adalah
peristiwa terbenamnya daratan oleh air. Peristiwa banjir timbul jika air
menggenangi daratan yang biasanya kering.
Adapun beberapa penyebab banjir antara lain:
1. Penebangan hutan secara liar, karena akar pohon memiliki
fungsi untuk menyerap air sehingga jika banyak pohon ditebang,
maka akan mudah terjadi banjir.
2. Membuang sampah sembarangan di sungai, sehingga terjadi
penyumbatan pada aliran sungai yang menyebabkan banjir.
3. Pemukiman di bantaran sungai atau aliran air, pemukiman
yang didirikan di bantaran sungai mengakibatkan sungai
tersebut rentan terjadi pendangkalan.
4. Curah hujan yang tinggi, apabila terdapat daerah yang memiliki
curah hujan tinggi dan terjadi berlarut-larut dalam jangka waktu
lama, memiliki resiko yang besar untuk terjadi banjir terlebih
jika berada di dataran rendah.
5. Tanah yang sudah tidak dapat menyerap air, dapat
menyebabkan air tidak terserap ke dalam tanah melainkan
langsung masuk ke sungai, danau, selokan, atau saluran air yang
lainnya. Air yang ada dalam jumlah banyak apabila sudah tidak
dapat tertampung oleh saluran air tersebut dapat menggenang
serta menyebabkan banjir.

Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu pondasinya.


Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya
setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin, yang setiap tahunnya datang.
Banjir sangat sering terjadi di Indonesia. Banjir sudah termasuk dalam
bencana besar karena menelan banyak korban.
Berbagai permasalahan sungai ini perlu mendapat perhatian dari
pemerintah. Keberadaan sungai perlu dijaga kelestariannya. Caranya antara
lain dengan menjaga dari timbunan sampah, menjaga fungsi sempadan
sungai sebagai daerah lindung, menjaga dari aliran limbah dan zat
berbahaya lainnya yang akan merusak ekosistem air sungai, dan sebagainya.

Dampak Permasalahan Sungai di Indonesia

Terdapat banyak dampak yang ditimbulkan oleh sungai yang bermasalah


bagi masyarakat setempat, yaitu :
1. Dari segi kuantitas, jumlah air yang terlalu sedikit tidak mampu
memenuhi kebutuhan masyarakat akan air. Hal ini akan mengakibatkan
kelangkaan air. Bila air langka, maka dampaknya akan berimbas pada
sektor sektor lainnya seperti mengganggu pola penanaman sawah /
lahan, mengakibatkan penu-runan hasil perikanan, dan sebagainya. Pada
kasus jumlah air yang terlalu banyak, akan mengakibatkan timbulnya
genangan air di sekitar sungai dan bahkan dapat memasuki wilayah
perumahan penduduk.
2. Dari segi kualitas, bila air yang tersedia tidak memenuhi kualitasnya
sebagai air bersih, maka dampak yang ditimbulkan adalah berhubungan
dengan sektor kesehatan dan lingkungan.

Sumber : Google.com

Gambar 3. Contoh Permasalahan Akibat Kualitas Air Sungai Tidak Bersih

Contoh Kasus Permasalahan Sungai di Indonesia

1. Sungai Barito (Kalimantan Selatan)


Sungai Barito merupakan induk sungai di provinsi Kalimantan
Tengah dan Kalimantan Selatan. Sungai ini memiliki lebar 400 500
meter dengan panjang sekitar 900 kilometer. Sungai tersebut tercemar
oleh limbah batubara pada sekitar Februari tahun 2014 sehingga
mengakibatkan sebagian besar penduduk di daerah tersebut kekurangan
air bersih dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh
air minum yang layak.
Sumber : Google.com

Gambar 4. Sungai Barito tercemar oleh limbah pada akhir tahun 2014

2. Sungai Siak (Riau)


Sungai ini terletak di provinsi Riau dan merupakan salah satu ikon
masyarakat Riau. Namun, sejak tahun 2012, sungai ini telah tercemar
oleh berbagai jenis limbah pabrik dan juga limbah rumah tangga yang
diakibatkan oleh ulah manusia. di saat musim penghujan tiba.

Sumber : Google.com

Gambar 5. Sungai Siak tercemar (kiri) dan banjir (kanan)

3. Sungai Bengawan Solo (Pulau Jawa)


Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang terbesar dan juga
sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini memiliki panjang sekitar
549 kilometer. Dengan lebar sungai sekitar 300-350 meter. Namun, di
masa kini sungai tersebut mengalami penyempitan. Daerah sempadan
sungai yang memiliki kisaran luas sekitar 1,9 juta hektar kini telah
mengalami pengalihan fungsi lahan hampir mencapai 60% nya. Daerah
sempadan sungai tersebut dimanfa-atkan sebagai tempat pembangunan
daerah tempat tinggal. Dikhawatirkan bila pembangunan tersebut terus
berlanjut, daerah sempadan sungai akan semakin menyempit dan
berimbas pada berkurangnya volume air sungai. Selain itu, bila terjadi
hujan yang deras sewaktu-waktu, sungai ini dapat meluap dengan
mudahnya dan menggenangi daerah sekitarnya.

Sumber : Google.com

Gambar 6. Pembangunan di sempadan Sungai Bengawan Solo