Anda di halaman 1dari 13

PENGAHAWAAN BUATAN

AC CENTRAL
GRAHA PENA RIAU

Disusun oleh:

Aldo Afyar 1607112559


Ranti Osli 1607115947
Rut Maya Sari 1607123425
Mahya Fiddini Kaffah 1607123891

Dosen Pembimbing:

Mashuri,S.T.,M.Sc
Mira Dharma S.,S.T.,M.Sc

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR S1


JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
KATA PENGANTAR

Ucapan puja-puji dan syukur hanya semata milik Allah SWT. Hanya Kepadanya lah kami memuji
dan bersyukur, meminta ampunan dan pertolongan. Kepadanya juga lah kita meminta perlindungan
dari kejelekan diri dari syetan yang senantiasa membisikkan kebatilan kepada hati kita.
Dengan rohmat serta pertolongan-Nya, puji syukur, akhirnya makalah tentang Sistem
Penghawaan Buatan pada Gedung Graha Pena Riau ini bisa terselesaikan dengan lancar. Kami
menyadari sepenuh hati bahwa tetap terdapat kekurangan yang ada pada makalah ini.
Kami menantikan kritik dan saran yang membangun dari setiap pembaca untuk materi evaluasi
kami mengenai penulisan makalah selanjutnya. Kami berharap hal itu semua dapat dijadikan cambuk
buat kami supaya lebih mengutamakan kualitas makalah ini di masa yang selanjutnya.

Pekanbaru, November 2017

Tim Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG

Penggunaan energi pada bangunan merupakan sumber konsumsi energi terbesar di Indonesia.
Jika konsep Green Building dapat diterapkan dengan tepat , maka penghematan energi nasional
dapat tercapai, dengan parameter konsep yang telah dirumuskan GBCI (Green Building Council
Indonesia) berupa Greenship Rating tools dengan penyesuaian pada peraturan pemerintah
Indonesia dan Standar Nasional Indonesia.
Analisa efisiensi energi adalah langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui konsumsi
energi bangunan eksisting dan menentukan konservasi energi yang dapat diterapkan, salah satunya
dengan audit energi.
Hotel adalah bangunan yang mengutamakan kenyamanan bagi penghuninya. Bangunan ini
menghabiskan energi terbanyak untuk menciptakan kenyamanan termal, karena temperatur dalam
bangunan dijaga konstan sepanjang waktu. Untuk itu, dibutuhkan sistem VAC (Ventilations and Air
Conditioning) yang efisien, agar penggunaan energi pada bangunan hotel dapat dihemat. Sistem
VAV (Variable Air Volume) adalah salah satu tipe VAC yang bekerja mendistribusikan volume udara
yang dapat divariasikan disesuaikan dengan beban pendinginan di dalam ruangan hingga tercapai
temperatur setpoint.
Sistem VAV ini lebih efisien dibanding dengan sistem VAC yang banyak digunakan pada
umumnya, yang bekerja dengan mendistribusikan volume udara yang konstan sehingga temperatur
yang tercipta di ruangan bervariasi (temperatur tidak dapat dijaga konstan pada temperatur
setpoint). Sistem VAV sebagai sistem VAC yang lebih efisien, perlu diterapkan agar konsep Green
Building dapat tercapai.

1.2. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan Survey ini telah diselenggarkan pada :

Hari/tanggal : Selasa, 7 November 2017

Tempat : Gedung Graha Pena Riau, Kota Pekanbaru, Riau

Pukul : 13.00 WIB - Selesai

1.3. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan Masalah dalam pengamatan ini adalah :

1.4. TUJUAN PENGAMATAN

Adapun tujuan dari pengamatan ini adalah:


1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa.
2. Mahasiswa mampu memahami, mengerti dan membandingkan ilmu tentang Sistem
Penghawaan Buatan pada Gedung Graha Pena Riau
3. Menambah pengalaman mahasiswa dalam dunia kerja, khususnya aplikasi Sistem
Penghawaan Buatan pada Gedung Graha Pena Riau.
4. Menyelesaikan tanggung jawab tugas mata kuliah Utilitas.

1.5. METODE PENGUMPULAN DATA

Laporan Praktik Kerja ini menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data data yang
dibutuhkan dalam penyusunannya. Adapun metode-metode yang digunakan untuk memperoleh data
antara lain adalah :

1. Metode observasi (pengamatan) Dalam metode observasi ini pelaksanaan yang dilakukan
adalah dengan mengamati proses pekerjaan yang berlangsung di Lokasi Perpustakaan
Universitas Riau.
2. Metode interview (wawancara langsung) Dalam metode interview ini pelaksanaan yang
dilakukan adalah dengan melakukan wawancara secara langsung kepada semua pihak yang
terlibat dalam proses.
3. Metode pustaka (Literatur) dalam metode pustaka, mencari informasi dengan mengumpulkan
data dalam penyelesaiannya.
4. Metode instrumen dalam metode instrumen pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan alat
bantu seperti kamera ataupun alat tulis, guna untuk mendapatkan data-data ataupun informasi
mengenai pengunjung perpustakaan Universitas Riau.
BAB 2
PENGAMATAN
2.1. PENGHAWAAN GEDUNG

Pada bangunan tinggi, ventilasi dan orientasi matahari adalah dua faktor utama yang terkait dengan
kepedulian perancang terhadap lingkungan, karena secara langsung berhubungan dengan tingkat
kenyamanan, kesehatan dan kenikmatan penghuni atau pengguna bangunan (Jimmy S. Juwana, 2005).
Ventilasi udara sebagai kebutuhan mutlak untuk mencapai suatu kondisi ruang yang sesuai dengan
tuntutan fungsi. Ventilasi udara diperlukan untuk mendapatkan temperatur, kelembaban serta
distribusi udara sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh proses, termasuk peralatan yang dipergunakan
di dalam ruang yang bersangkutan. Dalam hal tersebut juga tercakup persyaratan yang diperlukan
untuk mendapatkan kenyamnan lingkungan beraktivitas bagi civitasnya. Jika pertukaran udara cukup
baik maka penghawaaan dan pengkondisian udara dalam bangunan tidak begitu diperlukan.

Gambar 1. Prinsip Kerja AC


Orientasi matahari berhubungan dengan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan dalam ruang
agar tidak diperlukan pencahayaan buatan. Diperlukan pertimbangan sedemikian rupa sehingga radiasi
panas dapat dikurangi agar suhu tidak meningkat yang berakibat diperlukannya pengkondisian/tata
udara buatan ataupun ventilasi mekanik. Hasil-hasil penelitaian tentang lingkungan kerja menunjukkan
bahwa di dalam ruang berudara segar civitas/karyawan dapat bekerja lebih baik dan jumlah kesalahan
dapat dikurangi sehingga efisiensi kerja dapat ditingkatkan (Arismunanandar W & Saito H, 1981).

Gambar 2. Skema Ac
Faktor ventilasi dan orientasi matahari sebagai dua faktor yang terkait dalam perancangan
bangunan. Keputusan rancangan dengan pertimbangan sedemikian rupa sehingga dapat
meminimalkan pemanfaatan energi untuk pengkondisian/penghawaan udara dan pencahyaaan
buatan.Ventilasi udara buatan (Air Conditioner/AC) memerlukan biaya awal dan perawatan tinggi, serta
dengan memanfaatkan pendingin Freon berdampak tidak baik terhadap lapisan ozon di atmosfir.
Perancangan bangunan tinggi dilaksanakan dengan pendekatan teknologi modern untuk menghasilkan
tingkat kenyamanan dan kenikmatan yang tinggi bagi pengguna dan penghuni bangunan. Namun tanpa
disadari bangunan modern juga dapat mendatangkan permasalahan yang terkait dengan menurunnya
kwalitas lingkungan.

Penghawaan pada bangunan berfungsi untuk mencapai kenyamanan termal. Hal- hal yang
mempengaruhi kenyaman termal :

Radiasi Matahari
Temperatur Udara
Humidity
Angin
Lain lain (topografi, vegetasi, udara, kepadatan banguan)

2.2. PRINSIP & CARA KERJA AC

Untuk lebih mudah dipahami saya akan membagi sistem cara kerja AC ini kedalam 3 proses. Yaitu
Proses Evaporasi, proses kondensasi dan proses pengembalian.

A. Proses cara kerja ac pertama Proses Evaporasi

Seketika AC anda hidupkan, Blower indoor akan langsung berputar untuk mensirkulasikan
udara yang ada didalam ruangan. Blower ini akan menghisap udara yang ada didalam ruangan
kemudian mengalirkannya kedalam evaporator. Seperti yang telah dijelaskan, evaporator terdiri
dari banyak sekali pipa tembaga micro yang berisi bahan refrigant (fasa cair) yang bersiap untuk
menyerap panas udara ruangan. Refrigant ini bisa menyerap panas udara dengan mudah karena
ketika udara memasuki pipa micro di evaporator maka luas permukaanya menjadi lebih tinggi
sehingga refrigant dengan mudah menyerap kalor dari udara yang yang melewatinya. Selain itu,
refrigant saat berada di evaporator mempunyai titik didih dibawah 0 C, jauh lebih rendah jika
dibandingkan dengan temperatur udara didalam ruangan yang disirkulasikan oleh blower indoor.
Nah karena hal inilah yang membuat ia berubah fasa dari cair menjadi uap / gas.

B. Proses cara kerja ac Kedua Proses Kondensasi

Setelah proses evaporasi selesai, maka zat refrigant sisa proses evaporasi akan memiliki tingkat
kalor yang tinggi dan berfasa gas. Kemudian gas refrigant ini akan di pompakan melalui compressor
sehingga ia memiliki tekanan yang tinggi dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Hal inilah yang
juga membuat titik didih gas refrigant tadi berubah drastis menjadi 70 derajat celcius.
Setelah dikompres oleh kompressor, zat pendingin (refrigant uap) tadi akan dialirkan ke
kondensor. Di kondensor inilah tempat dimana panas/kalor yang diserap refrigant pada proses
evaporasi tadi dibuang (heat excange) dengan bantuan fan outdoor, selain itu tekanan yang tinggi
yang dihasilkan oleh kompressor tadi dapat diturunkan setelah gas tersebut memasuki jaringan
pipa micro kondensor yang merubah luas permukaannya menjadi lebih besar sehingga fasa gas
refrigant tadi kembali berubah bentuk kedalam fasa cair.

C. Proses cara kerja ac ketiga Proses Pengembalian

Setelah proses kondensasi selesai, maka bahan refrigant fasa cair akan dialirkan kembali
melalui pipa kapiler ( ofifice tube) kemudian ia akan melewati valve expansion yang berperan dalam
menurunkan kembali titik didih refrigant cair tersebut sampai dibawah 0 Derajat celcius. Setelah
itu ia akan kembali ke evaporator untuk kembali melakukan proses pertama yaitu proses evaporasi.
Proses cara kerja ac ini akan terus berulang ulang sampai thermistor ac menemukan suhu yang
anda kehendaki sesuai dengan setelan di remote ac anda. Itulah sebabnya mengapa suhu ac yang
lebih kecil akan menyebabkan pemakaian listrik yang tinggi. hal tersebut dikarenakan sistem ac
akan bekerja lebih kuat dan berulang ulang untuk mendapatkan suhu ruangan yang lebih kecil.

2.3. SISTEM AC PADA BANGUNAN

Penyejuk udara atau pengkondisi udara atau penyaman udara atau erkon atau AC (bahasa inggris) :
air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara dan
kelembaban suatu area (yang digunakan untuk pendinginan maupun pemanasan tergantung pada sifat
udara pada waktu tertentu). Konsep pendingin udara diketahui telah diterapkan di Romawi Kuno dan
Persia abad pertengahan. Pendingin modern muncul dari kemajuan dalam ilmu kimia selama abad 19,
dan pendingin udara skala besar listrik pertama ditemukan dan digunakan pada tahun 1902 oleh Willis
Haviland Carrier.

Kebutuhan AC saat ini memang harus untuk menunjang kinerja diperkantoran agar lebih nyaman.
Diperumahan pun demikian, keberadaan AC sangat dibutuhkan yang ujung-ujungnya adalah demi
kenyaman

Jenis Ac yang sering digunakan di gedung biasanya adalah

1. AC split wall
2. AC cassette
3. AC Floor standing
4. AC VRV
5. AC AHU
a. AC Split Wall
Jenis AC ini biasa digunakan untuk hotel budget. kelebihan dari jenis AC ini adalah bisa
dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar misalnya pada ruangan yang
posisinya ditengah bangunan karena kondenser yang terpasang pada outdoor bisa ditempatkan
pada tempat yang berhubungan dengan udara luar. Selain itu kelebihan dari jenis AC ini adalah
suara di dalam ruangan tidak berisik.

Adapun bagian-bagian dari AC split wall adalah sebagai berikut

1. Unit indoor yang terdiri dari filter udara, evaporator blower, expansion valve dan controll unit
2. Unit outdoor yang terdiri dari compressor, condenser, condenser blower dan refrigerant filter
3. Pipa refrigeran yang menghubungkan antara unit indoor dan unit outdoor. Pipa ini terdapat
dua jenis saluran yaitu untuk menghubungkan evaporator dengan compressor dan untuk
menghubungkan refrigerant filter dengan expansion valve.
4. kabel power untuk mengalirkan arus listrik untuk compressor dan condenser blower.

indoor. sumber www.linkedin.com

Outdoor. sumber: www.currentforce.com

b. AC Cassete
Jenis AC ini biasanya unit indoornya menempel di plafon. Jenis AC cassete terdiri dari
berbagai ukuran mulai dari 1.5 pk sampai dengan 6 pk. Tidak seperti jenis AC lainnya, AC cassete
memerlukan keahlian khusus dalam memasang.

Indoor. sumber: www.crossaircon.com


Unit Outdoor. sumber: www.cooleasy.co.uk
c. AC Split Duct
Jenis AC ini adalah AC dengan pendistribusian hawa dinginnya menggunakan sistem
ducting. AC split duct tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri melainkan dikontrol pada satu
titik. Jenis AC ini biasa digunakan pada gedung-gedung yang memiliki ruangan luas.
Jenis AC ini tidak pernah terlepas dari sistem ducting yang merupakan bagian penting
dalam sistem AC sebagai alat penghantar udara yang telah dikondisikan dari sumber dingin ataupun
panas ke ruang yang akan dikondisikan. Perkembangan desain ducting untuk AC hingga saat ini
sangat dipengaruhi oleh tuntutan efisiensi energi, material, pemakaian ruang, dan perawatan.

Kelebihan dari jenis AC ini adalah

1. AC split duct tidak berisik di dalam ruangan


2. Estetika ruangan terjaga karena tidak ada unit indoor

kekurangan dari jenis AC ini adalah

1. Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang betul-betul


terlatih
2. Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, dampaknya dapat dirasakan pada seluruh
ruangan.
3. Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling plant
4. Biaya investasi awal, biaya operasi dan pemeliharaan tinggi pada jenis AC ini.
Unit Indoor AC duct sistem ducting

d. AC Floor Standing
AC floor Standing adalah jenis AC yang memiliki unit indoor berdiri /duduk dan bisa
dipindah-pindah sesuai dengan keperluan. Jenis AC ini memiliki daya 3 pk - 5 pk. Jenis AC ini bisa
dibawa kemana-mana dan di sewakan.

AC floor standing. sumber: www.tendacondet.com

e. AC VRV
AC VRV memilik satu outdoor dan beberapa unit indoor dengan berbagai tipe seperti split
wall, cassete, floor standing dan sebagainya. VRV atau Variable Refrigerant Volume adalah sebuah
teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbuktu handal,
efisiensi energi, melampui banyak sistem AC lama seperti AC central, AC split, dan sebagainya. Jenis
AC ini bisa menggunakan satu outdoor untuk lebih dari 2 indoor AC. Kelebihan lain dari VRV adalah
dapat diatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi, Jenis AC ini lebih
hemat energi, hemat listrik dan hemat tempat.

Sistem VRV.
sumber: www.climatecontrolindia.com

unit outdoor VRV

f. AC AHU
AHU atau Air Handling Unit merupakan jenis AC yang digunakan untuk ruangan yang lebih
besar seperti bandara, ruang rapat, mall dan perkantoran.
outdoor sistem AHU

Itu jenis-jenis AC yang sering digunakan pada bangunan gedung seperti hotel, apartemen,
rumah sakit dan sebagainya. Penggunaan jenis AC pada proyek gedung memerlukan perencanaan yang
bagus agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam penggunaan jenis-jenis AC. Tidak jarang beberapa
AC sering mengalami gangguan sehingga memerlukan biaya maintenance yang tinggi. Sehingga perlu
dicarikan alternatif perencanaan agar jika salah satu mengalami gangguan tidak mempengaruhi yang
lain, Demikian info seputar tipe dan jenis AC yang digunakan di bangunan gedung.

2.4. STUDI KASUS BANGUNAN GRAHA PENA RIAU

Nama Gedung : Graha Pena Riau

Alamat : Jl. HR Soebrantas KM 10,5, Tampan, Sidomulyo Bar., Tampan, Kota


Pekanbaru, Riau 28294

Jumlah Lantai : 11 Lantai + Ground floor

Graha Pena Pekanbaru didesain mirip pena yang ujungnya menunjuk ke langit. Bagian depan
gedung membentuk sudut lancip di mana salah satu sisi terdapat gerbang utama. Posisi gedung yang
akan dibangun berada tepat di tengah-tengah komplek perkantoran RMPG di Jalan HR Soebrantas
Panam. Tepatnya di belakang gedung utama yang kini ditempati Riau Pos.

PENGHAWAAN BANGUNAN
DokumentasiPribadi November 2017

Sistem penghawaan bangunan Graha Pena Riau adalah Split Duct / Ac Centre.

Skema Ac Split Duct Gedung Graha Pena Riau

Outdoor Unit Flexible Duct


Indoor Unit

Skema Indoor Unit Ac Split Duct


Outdoor Unit

Motor Fan Kondensor

or or
Return Air Diffuser

or or

Udara Udara
Panas Dingin

Skema Outdoor Unit Ac Split Duct

Angin Kompressor Kondensor Fan

or or or
Indoor Unit

BAB 3
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN

3.2. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/6849916/SISTEM_TATA_UDARA_HVAC_DIGEDUNG_BERTINGKAT

http://audit-energi.blogspot.co.id/2011/06/chiler-basic.html

http://www.riaupos.co/12582-berita-graha-pena-pekanbaru-dibangun-11-
lantai.html#ixzz4xyntXVv2

http://www.jasasipil.com/2015/11/tipe-dan-jenis-ac-yang-digunakan-di.html

Dokumentasi Pribadi November 2017

Anda mungkin juga menyukai