Anda di halaman 1dari 9

POSTULAT KOCH

LAPORAN PRAKTIKUM VIROLOGI

Nama : Finna Fernanda Hapsari


NIM : B1A015122
Kelompok :4
Rombongan : II
Asisten : Mufti Rahayu

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Virus tumbuhan dalam beberapa hal berbeda dengan virus yang menyerang
hewan atau bakteri. Perbedaan tersebut, salah satunya adalah mekanisme penetrasi
virus ke dalam sel inang. Virus tumbuhan hanya dapat masuk ke dalam sel tumbuhan
melalui luka yang terjadi secara mekanis atau yang disebabkan oleh serangga vektor.
Hal ini disebabkan karena virus tumbuhan tidak mempunyai alat penetrasi untuk
menembus dinding sel tumbuhan (Bos, 1990). Pengelompokan virus tumbuhan
didasarkan pada susunan genom virus, homologi runutan nukleotida, hubungan
serologi, hubungan dengan vektor, kisaran inang, patogenisitas, gejala penyakit, serta
penyebaran geografi. Berdasarkan hubungan dengan vektornya misalnya pada virus
yang secara alami menyerang kedelai yaitu Soybean Stunt Virus (SSV), Indonesian
Soybean Swarf Virus (I-SDV), dan Soybean Mosaic Virus (SMV). Virus tumbuhan
diperlukan dalam konsentrasi tinggi (105 virion) untuk dapat menginfeksi tanaman.
Virus hewan hanya memerlukan 10-100 virion dan virus bakteri memerlukan 1-10
virion saja. Tumbuhan yang sakit akan selalu mengandung virus selama hidupnya,
sehingga akan selalu terbawa pada tanaman hasil pembiakan terutama pembiakan
vegetatif (Akin, 2006).
Kriteria Koch untuk penyebab penyakit, yang biasa disebut "Postulat Koch",
sering dianggap sebagai metode terpercaya pertama untuk menetapkan bahwa
mikroorganisme penyebab penyakit adalah penyebab penyakit. Sementara Koch
mengembangkan kriteria ini pada pertengahan abad ke-19, mereka terus mendapat
perhatian yang signifikan. Postulat Koch disebutkan di hampir semua buku teks
mikrobiologi awal dan mereka tetap dipandang sebagai standar penting untuk
membangun hubungan kausal di bidang biomedis (Ross & Woodward, 2016).
Menurut Purnomo (2013), Koch memanfaatkan kemajuan metode laboratorium dan
menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik
merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch
yaitu:
1. Mikroorganisme tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang
ditimbulkan.
2. Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di
laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada tanaman yang sesuai dapat
menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari tanaman yang telah
terinfeksi tersebut.
Postulat Koch adalah metode yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya
virus yang menginfeksi suatu tumbuhan. Postulat Koch berkembang pada abad ke-19
sebagai panduan umum untuk mengidentifikasi patogen yang dapat diisolasikan
dengan teknik tertentu. Postulat Koch tetap dianggap esensial untuk menentukan
diagnosis yang handal mengenai penyakit infeksi. Penerapan postulat tersebut telah
memberi keterangan tentang sifat berbagai macam penyakit dan sangat membantu
untuk membeda-bedakannya. Postulat Koch dapat diaplikasikan terhadap penyakit
virus untuk menunjukkan bahwa patogennya adalah virus, jika:
1. Virus harus menyertai penyakit
2. Virus harus dapat diisolasi dari tumbuhan yang sakit
3. Jika diinokulasikan ke dalam tumbuhan inang yang sehat, harus dapat
menghasilkan kembali penyakit yang serupa
4. Virus yang sama harus dapat ditunjukkan ada di dalam tumbuhan percobaan dan
harus dapat diisolasi kembali (Bos, 1990).

B. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memberikan pemahaman praktek


Postulat Koch dalam penularan penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus
tumbuhan.
II. MATERI DAN CARA KERJA

A. Materi

Alat yang digunakan pada acara praktikum ini adalah pembakar spirtus, korek
api, mortar, pestle, plastik transparan, akuades steril, kertas label, kertas saring,
milipore filter, vakum, gelas beaker, botol semprotan, polybag, dan arang steril.
Bahan yang digunakan pada acara praktikum ini adalah tanaman kacang
panjang (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis) berumur 2 minggu, tanah untuk
media penanaman, akuades steril, dan beberapa lembar daun kacang-kacangan yang
terinfeksi penyakit karat daun.

B. Cara Kerja
Pengamatan langsung pada daun yang berpenyakit
Daun kacang-kacangan yang terkena penyakit karat daun disediakan. Daun yang
diduga terinfeksi virus diamati gejala dengan tanda-tanda yang nampak. Asosiasi ini
ditandai dengan adanya patogen pada tanaman yang sakit.
Pembuatan ekstrak atau sap dari daun yang berpenyakit
1. Beberapa helai daun kacang-kacangan yang terkena penyakit disediakan.
2. Daun yang sakit dan akuades dimasukkan dalam mortar kemudian dilumatkan
dengan pestle.
3. Daun yang telah dilumatkan disaring dengan milipore filter dan vakum sampai
sap yang diperoleh hanya berupa cairan atau ekstrak
Pengujian
1. Pengujian dilakukan pada tanaman kacang panjang yang berumur 2 minggu
yang diinokulasi dengan patogen penyebab penyakit karat pada tanaman kacang-
kacangan.
2. Tahapan inokulasi patogen dilakukan dengan melukai daun yang sehat dengan
menggunakan carbonundum (arang) terlebih dahulu.
3. Cotton bud steril dicelupkan ke dalam sap tanaman yang memiliki tanda-tanda
penyakit virus yang telah disaring. Kemudian sap tanaman tersebut
diinokulasikan pada daun yang telah dilukai.
4. Daun yang telah diberi sap ditutup dengan plastik transparan agar daun dan
organ tanaman lain tidak ikut terinfeksi serta untuk menjaga kondisi tetap
lembab sehingga virus dapat berkembang pada tanaman inangnya.
5. Tanaman diamati setelah 7 hari dan gejala yang muncul dicatat.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Pengamatan Postulat Koch Rombongan II


Kelompok Gejala yang timbul
1 Klorosis dan layu
2 Klorosis dan nekrosis
3 Klorosis
4 Klorosis, nekrosis, dan layu
5 Klorosis dan layu

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, gejala yang timbul pada daun
tanaman kacang panjang kelompok 4 yang telah diinokulasi sap dari daun yang
berpenyakit menunjukkan perubahan berupa klorosis, nekrosis, dan layu. Hal ini
sesuai dengan pernyataan Semangun (2004), tanaman yang terserang virus
menunjukkan adanya perubahan bentuk atau morfologi tanaman dan nekrosis
(kerusakan jaringan). Keadaan fisiologis tanaman juga terganggu seperti
berkurangnya kegiatan fotosintesa, kecepatan respirasi bertambah, terjadinya
akumulasi senyawa nitrogen seperti senyawa amida, dan penurunan aktivitas zat
pengatur pertumbuhan dan sebagainya. Gejala penyakit yang tampak terjadi pada
daun, dengan berbagai tipe gejala penyakit tergantung dari macam virus yang
menyerang dan tanaman inangnya. Gejala penyakit yang umum dari infeksi virus
ialah terhambatnya pertumbuhan yang mengakibatkan menurunnya hasil dan
tanaman lebih cepat mati. Damayanti et al. (2009) menyatakan bahwa keberhasilan
inokulasi secara mekanis tergantung pada konsentrasi virus dalam sap, sumber
inokulum, metode penyiapan inokulum, ketahanan virus terhadap sap, dan tanaman
inang. Kondisi lingkungan sebelum dan sesudah inokulasi, seperti cahaya dan suhu
juga mempengaruhi keberhasilan inokulasi. Daun yang terinfeksi virus umumnya
memiliki kenampakan daun yang permukaannya halus, berbercak dan tidak
berlubang.

Gambar 1. Daun yang Gambar 2. Daun yang


terinfeksi virus tidak terinfeksi virus
Pengamatan dilakukan seminggu setelah penginokulasian, hal ini sesuai
dengan pernyataan Purwaningsih et al. (2016), bahwa sebagian besar virus
membutuhkan dua sampai lima hari atau lebih untuk mengekspresikan gejala dari
daun yang terinfeksi. Gejala yang ditimbulkan pada daun kacang panjang milik
kelompok 4 berupa klorosis, nekrosis, dan layu. Menurut Agrios (2005), klorosis
merupakan gejala berupa menguningnya bagian-bagian tanaman dari warna hijau
karena rusaknya klorofil. Sedangkan nekrosis merupakan gejala nekrotik (kematian
sel) berupa bercak warna dan bentuk tergantung jenis penyakit, nekrosis terbagi
menjadi tiga bagian yaitu blight, spot, dan target broad spot. Layu merupakan gejala
yang timbul akibat hilangnya turgor pada daun atau tunas karena gangguan pada
jaringan pengangkut atau akar, sehingga proses penguapan terjadi lebih besar dari
pada pengangkutan air.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Postulat Koch adalah salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi
penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh virus.
2. Virus pada tumbuhan disebarkan oleh vektor serangga, tungau, pelukaan
mekanis pada daun, biji, dan benang sari.
3. Tanaman yang terserang virus dapat dikenali dengan adanya bercak berwarna
putih atau kekuningan pada daun, serta daun dapat menjadi layu dan mengkerut.

B. Saran

Sebaiknya penginokulasian virus dilakukan dengan lebih hati-hati karena


tangkai daun bisa saja patah saat perlakuan pelukaan dan inokulasi.
DAFTAR REFERENSI

Agrios, G. N. 2005. Plant Pathology 5th Edition. New York: Academic Press.
Akin, H. M. 2006. Virologi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Bos, L. 1990. Pengantar Virologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Damayanti, T. A., Olufemi, J. A., Rayapati, A. N., & Aunu, R. 2009. Severe Outbreak
of a Yellow Mosaic Disease on the Yard Long Bean in Bogor, West Java.
Hayati Journal of Biosciences, 16, pp. 78-82.
Purnomo, B. 2013. Penuntun Praktikum Penyakit Tanaman. Bengkulu: Laboratorium
IHPT, Fakultas Pertanian UNIB.
Purwaningsih, N. N. A., Puspawati, N. M., & Nyana, I. D. N. 2016. Pengaruh
Penyakit Virus Mosaik dan Kuning Terhadap Hasil Panen Tanaman Kacang
Panjang (Vigna sinensis L.) di Desa Perean, Baturiti, Tabanan. E-Jurnal
Agroekoteknologi Tropika, 5(3), pp. 212-221.
Ross, L. N., & Woodward, J. F. 2016. Kochs postulates: An interventionist
perspective. Studies in History and Philosophy of Biological and Biomedical
Sciences, 59, pp. 35-46.
Semangun, H. 2004. Penyakit-Penyakit Hortikultura di Indonesia. Yogyakarta: Gajah
Mada University Press.
PORTOFOLIO

Transmisi virus tanaman dapat dilakukan melalui:


1. Perbanyakan generatif misalnya melalui biji dan serbuk sari..
2. Perbanyakan vegetatif seperti stek dan cangkok.
3. Melalui vektor misalnya serangga, nematoda, cendawan, tungau, tali putri.
4. Melalui perusakan mekanik pada bagian tertentu pada tanaman.

Anda mungkin juga menyukai