Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

SEMINAR MANAJEMEN

Review Jurnal
"Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola
Koperasi Terhadap Perkembangan Koperasi Unit Desa Di
Kabupaten Nias"

DISUSUN OLEH :

Agus Kurniawan (14210177)


Bambang Istiyanto (14210170)

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS JANABADRA

YOGYAKARTA

Review Jurnal
"Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola
Koperasi Terhadap Perkembangan Koperasi Unit Desa
Di Kabupaten Nias"

Judul Jurnal:
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi Terhadap Perkembangan
Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias

Abstract
The study on the development of cooperation is done not only in Indonesia but also other
developing countries in the world. For example which is carried out by Pollnac, it
discussed about the various disadvantages and advantages of cooperation in countries
such as Africa, Asia, and South America. There are still a lot of problems on how the
cooperation that is the supporting economy part of a country can face low tide, that all of
these are influenced by a lot of factors such as human resources, political will of a country,
unbalanced economy sector, etc. These were the reason why the study was carried out.
In this research, all the problems connecting with the development of the cooperation
concerned with the development of the Nias district was part of the study that was carried
out in this research. As the problems that are put forward, that is, how far is the influence
of the human resource quality in maintaining the cooperation towards the development of
Village Cooperation Unit in Nias district. The research carried out, proved that some
interesting things are worth studied further. Such as there are some discoveries on factors
significantly proven as a factor from the development of Village Cooperation Unit and they
are: theoretically these research discoveries strengthen the support on the power of the
governments role in determining the development of the cooperation, especially the
Village Cooperation Unit. These discoveries, overall, gives a conclusion that the
conditions that is expected by Mohammad Hatta which is, the cooperation can develop
with its independence is far from reality and hope, because the quality of a human
resources cooperation managing has an ability as a tool for catching chances that is
provided by the government through various assistance and training programs.

Sumber Jurnal:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15381/1/stp-apr2006-%20(1).pdf
Analisis
Pendahuluan
Penelitian ini berbentuk eksplanasi atau penjelasan yang akan meneliti hubungan
kausal antara kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi dan perkembangan
Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejauhmana pengaruh kualitas
sumber daya manusia pengelola koperasi terhadap perkembangan Koperasi Unit Desa
di Kabupaten Nias.

Metode
Lokasi penelitian ini adalah di Kabupaten Nias, sedangkan populasinya dalam
adalah seluruh institusi Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih aktif di Kabupaten Nias.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dengan instrumen
kuesioner.

Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada pengujian terhadap hubungan antara
variabel kualitas sumber daya manusia terhadap variabel perkembangan koperasi yang
dikontrol dengan variabel institusi pemerintah, institusi swasta, perusahaan pribadi dan
dukungan anggota KUD. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
korelasi bivariat dan parsial dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 atau pada tingkat
kepercayaan 95%.

Hasil dan Pembahasan


Hasil analisis korelasi bivariat dan parsial dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil analisis korelasi bivariat


Berdasarkan analisis korelasi bivariat terbukti ada tiga variabel yang secara signifikan
memiliki hubungan yang positif dengan perkembangan koperasi unit desa, yaitu variabel
kualitas sumber daya manusia, variabel dukungan pemerintah, variabel dukungan
swasta.

2. Hasil analisis korelasi parsial


Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial, terbukti bahwa masing-masing variabel yang
sebelumnya secara bivariat memiliki hubungan positif yang signifikan, setelah dikontrol
oleh variabel lainnya derajat hubungan dan signifikansinya jauh berkurang. Artinya tidak
ada satu variabel pun yang memiliki hubungan langsung dengan variabel perkembangan
koperasi unit desa.
Dalam hal ini model hubungan teoretis yang telah diajukan sebelumnya yang
menempatkan variabel kualitas sumber daya manusia pengelola sebagai variabel bebas
dan variabel dukungan pemerintah, dukungan institusi swasta, dukungan perusahaan
pribadi dan dukungan anggota sebagai variabel antara terhadap variabel perkembangan
koperasi unit desa menjadi jelas atau terbukti. Namun, dari empat variabel antara, hanya
dua variabel yang terbukti sebagai variabel antara, yakni dukungan pemerintah dan
dukungan institusi swasta.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah dan dukungan
swasta memiliki hubungan positif dengan perkembangan koperasi unit desa.

2. Varibel dukungan pemerintah dan dukungan institusi swasta terbukti menjadi


variabel antara kualitas sumber daya manusia pengelola dengan perkembangan
koperasi unit desa.

Critical Review

1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah memiliki hubungan


positif terhadap perkembangan suatu koperasi. Apabila dukungan pemerintah kuat
maka koperasi di Indonesia juga akan berkembang. Namun, realita di Indonesia
sekarang bahwa dari 188.181 koperasi di Indonesia, sebanyak 25 persen atau
47.000 unit tidak aktif atau mati suri (Kompas, 17 April 2012). Menteri Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan mengatakan Jangan salahkan
anggotanya jika ada koperasi tidak aktif, tetapi salahkan pemerintah. Sudah menjadi
tugas kita selaku pemerintah untuk mendampingi dan membina koperasi serta
mempertahankannya agar tetap aktif. Syarifuddin mengatakan bahwa salah satu
faktor yang menyebabkan tidak aktifnya koperasi di Indonesia adalah karena
kurangnya dukungan dari pemerintah. Sehingga hendaknya pemerintah
meningkatkan pemantauan, pembinaan, hingga pendampingan terhadap koperasi,
termasuk fasilitasi akses pembiayaan. Selain pemerintah, sektor swasta juga
berpengaruh terhadap perkembangan koperasi. Namun,belum tercipta kerja sama
yang serasi antara sektor swasta dengan koperasi.

2. Berdasarkan hasil penelitian ini juga diketahui bahwa kualitas SDM pengelola
koperasi berpengaruh positif terhadap perkembangan koperasi. Semakin tinggi
kualitas SDM pengelola koperasi maka akan semakin perkembangan koperasi juga
akan meningkat. Namun, lagi-lagi kenyataan di Indonesia kualitas SDM pengelola
koperasinya masih tergolong rendah. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) dan Perdagangan DKI Jakarta Ade Soeharsono mengakui saat
ini kualitas SDM pengelola koperasi umumnya masih rendah. Apabila hal ini terus
berkelanjutan di era globalisasi ini, bisa-bisa kondisi koperasi di Indonesia akan
semakin terpuruk. Solusi dari masalah ini adalah dengan meningkatkan keahlian
pengurus sesuai yang dibutuhkan, misalnya dengan meningkatkan keterampilan
melalui pendidikan dan pelatihan.