Anda di halaman 1dari 10

ALJABAR, MATRIKS DAN VEKTOR

LK 12
Pengertian Fungsi dalam Matematika

Fungsi dalam matematika adalah suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota x dalam suatu
himpunan yang disebut daerah asal (Domain) dengan suatu nilai tunggal f(x) dari suatu
himpunan kedua yang disebut daerah kawan (Kodomain). Himpunan nilai yang diperoleh dari
relasi tersebut disebut daerah hasil ( Range).

Pada fungsi, terdapat beberapa istilah penting, di antaranya:


Domain yaitu daerah asal fungsi f dilambangkan dengan Df.
Kodomain yaitu daerah kawan fungsi f dilambangkan dengan Kf.
Range yaitu daerah hasil yang merupakan himpunan bagian dari kodomain. Range fungsi
f dilambangkan dengan Rf.

SIFAT-SIFAT FUNGSI
1. FUNGSI INJEKTIF
Disebut fungsi satu-satu . Misalkan fungsi f menyatakan A ke B maka fungsi f disebut suatu
fungsi satu-satu (injektif), apabila setiap dua elemen yang berlainan di A akan dipetakan pada
dua elemen yang berbeda di B. Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:AB adalah
fungsi injektif apabila a b berakibat f(a) f(b) atau ekuivalen, jika f(a) = f(b) maka akibatnya a
= b.

2. FUNGSI SURJEKTIF
Fungsi f: A B disebut fungsi kepada atau fungsi surjektif jika dan hanya jika untuk
sembarang b dalam kodomain Bterdapat paling tidak satu a dalam domain A sehingga
berlaku f(a) = b. Dengan kata lain, suatu kodomain fungsi surjektif sama dengan kisarannya
(range).

3. FUNGSI BIJEKTIF
Suatu pemetaan f: AB sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang injektif dan
surjektif sekaligus, maka dikatakan f adalah fungsi yang bijektif atau A dan B berada dalam
korespondensi satu-satu.

JENIS-JENIS FUNGSI
1. FUNGSI LINEAR
Fungsi pada bilangan real yang didefinisikan : f(x) = ax + b, a dan b konstan dengan a 0
disebut fungsi linear
2. FUNGSI KONSTAN
Misalkan f:AB adalah fungsi di dalam A maka fungsi f disebut fugsi konstan jika dan hanya
jika jangkauan dari f hanya terdiri dari satu anggota.

3. FUNGSI IDENTITAS
Misalkan f:AB adalah fungsi dari A ke B maka f disebut fungsi identitas jika dan hanya jika
range f = kodomain atau f(A)=B.

4. FUNGSI KUADRAT
Fungsi f: RR yang ditentukan oleh rumus f(x) = ax2 + bx + c dengan a,b,c R dan a 0
disebut fungsi kuadrat.

SOAL DAN PEMBAHASAN

1. Mana dari himpunan A, B dan C berikut ini yang merupakan fungsi ?


A = {(1, 1), (2, 3), (3, 5), (4, 7), (5, 8)}
B ={(1, 6), (1, 7), (2, 8), (3, 9), (4, 10)}
C ={(2, 5), (3, 6), (4, 7)}

Jawab:
Yang merupakan pemetaan atau fungsi adalah himpunan A dan C. B bukan fungsi
sebab pada himpunan B domain 1 muncul dua kali (berelasi dengan nilai 6 dan 7 pada
kodomain).

2. Diketahui f(x) = ax + b. dengan f(-4 ) = -3 dan f(2) = 9 Tentukan nilai a dan b kemudian
tuliskan fungsinya.

Jawab:
f(x) = ax + b
f(-4 ) = a(-4) + b = -3
-4a + b = -3 . (1)
f( 2 ) = a . 2 + b = 9
2a + b = 9 . (2)
Eliminasikan 1 dan 2 diperoleh:
-4a + b = -3
2a + b = 9 -
-6a = 12
a = 2,
substitusi nilai a = 2 ke 2a + b = 9
2.(2) + b = 9
4+b=9
b=5
Jadi fungsinya f(x) = 2x + 5

3. Diketahui, jika :
A = {2, 3, 6}
B = {2, 4, 6, 8, 10, 11}
Tuliskan domain, kodomain, range dari relasi diatas?

jawab :
Domain = {2, 4, 6}
Kodomain = {2, 4, 6, 8, 10, 11}
Range = { 2, 4, 6, 8, 10}

Fungsi (Pemetaan)
Fungsi atau pemetaan adalah suatu relasi khusus antara dua himpunan, setiap anggota himpunan
pertama dipasangkan tepat satu anggota himpunan kedua.

Ciri-ciri Fungsi (Pemetaan)

Pemetaan dari himpunan A ke himpunan B berlaku ketentuan berikut:

1. Himpunan A dan himpunan B bukan himpunan kosong


2. Pasangan setiap anggota himpunan A tidak boleh lebih dari satu.
3. Setiap anggota himpunan A harus mempunyai pasangan di himpunan B.
4. Anggota himpunan B boleh tidak mempunyai pasangan di A atau mempunyai pasangan
lebih dari satu.
Suatu fungsi dapat dinyatakan dengan cara diagram panah, diagram Cartesius dan himpunan
pasangan berurutan.
Cara Menyajikan Suatu Fungsi

Masih ingatkah Anda cara menyajikan suatu relasi? Untuk menyajikan suatu fungsi caranya
sama seperti menyajikan suatu relasi, karena fungsi merupakan bentuk khusus dari suatu relasi.
Anda harus ingat juga perbedaan relasi dengan fungsi. Ada tiga cara dalam menyajikan suatu
fungsi yaitu dengan diagram panah, diagram Cartesius, dan himpuan pasangan berurutan.

Untuk menyajikan suatu fungsi Anda harus paham cara menentukan nilai suatu fungsi (Silahkan
baca: cara menentukan notasi dan nilai suatu fungsi). Untuk memantapkan pemahaman Anda
tentang cara menyajikan suatu fungsi silahkan simak contoh berikut ini. Misalkan P = {0, 2, 4}
dan Q = {3, 2, 1, 0, 1, 2, 3}. Jika fungsi f: P Q ditentukan dengan f(x) = x 2 maka:
f(0) = 0 2 = 2
f(2) = 2 2 = 0
f(4) = 4 2 = 2

Dari soal tersebut diketahui bahwa himpunan P = {0, 2, 4} merupakan domain (daerah asal),
himpunan Q = {3, 2, 1, 0, 1, 2, 3} merupakan kodomain (daerah kawan) dan range (daerah
hasil) yaitu {(2, 0, 2)}. Nah sekarang dari hal tersebut kita sajikan ke dalam bentuk:

a. Diagram Panah
Diagram panah yang menggambarkan fungsi f tersebut seperti gambar di bawah berikut ini.

b. Diagram Cartesius
Diagram Cartesius dari fungsi f tersebut seperti gambar di bawah berikut ini.
c. Himpunan Pasangan Berurutan
Himpunan pasangan berurutan dari fungsi f tersebut adalah {(0, 2), (2, 0), (4, 2)}.

Perhatikan bahwa setiap anggota A muncul tepat satu kali pada komponen pertama pada
pasangan berurutan. Nah untuk memantapkan pemahaman Anda tentang cara menyajikan suatu
fungsi berikut Mafia Online berikan tambahan contoh soal dan pembahasannya.

Contoh Soal
Suatu fungsi dari A ke B didefinisikan sebagai f(x) = 2x + 7. Jika A = {x | 1 < x 5} dan B
adalah himpunan bilangan bulat maka: a). tentukan f(x) untuk setiap x anggota himpunan A; b).
gambarlah fungsi f(x) dalam diagram panah, diagram Cartesius, dan himpunan pasangan
berurutan.

Penyelesaian:
A = {x | 1 < x 5} = {0, 1, 2, 3, 4, 5}, B = Bilangan bulat, dan f(x) = 2x + 7, maka:
a) nilai f(x) untuk setiap x anggota himpunan A yakni:
f(0) = 2.0 + 7 = 7
f(1) = 2. 1 + 7 = 5
f(2) = 2.2 + 7 = 3
f(3) = 2.3 + 7 = 1
f(4) = 2.4 + 7 = 1
f(5) = 2.5 + 7 = 3
b). fungsi f(x) dalam diagram panah seperti gambar berikut di bawah ini

fungsi f(x) dalam diagram Cartesius seperti gambar berikut di bawah ini.

fungsi f(x) dalam himpunan pasangan berurutan yakni {(0, 7), (1, 5), (2, 3), (3, 1), (4, 1), (5,
2)}.
LK 15
Contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang penyelesaiannya dengan operasi matriks

Contoh 1: Perusahaan Pakaian

Suatu perusahaan pakaian, JCloth, memiliki dua pabrik yang terletak di Surabaya dan Malang.
Di dua pabrik tersebut, JCloth memproduksi dua jenis pakaian, yaitu kaos dan jaket. Perusahaan
tersebut memproduksi pakaian yang kualitasnya dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
standard, deluxe, dan premium. Tahun kemarin, pabrik di Surabaya dapat memproduksi kaos
sebanyak 3.820 kualitas standard, 2.460 kualitas deluxe, dan 1.540 kualitas premium, serta jaket
sebanyak 1.960 kualitas standard, 1.240 kualitas deluxe, dan 920 kualitas premium. Sedangkan
pabrik yang terletak di Malang dapat memproduksi kaos sebanyak 4.220 kualitas standard, 2.960
kualitas deluxe, dan 1.640 kualitas premium, serta jaket sebanyak 2.960 kualitas standard, 3.240
kualitas deluxe, dan 820 kualitas premium dalam periode yang sama.

1. Tulislah matriks produksi dengan ordo 3 2 untuk masing-masing pabrik (S untuk


Surabaya dan M untuk Malang), dengan kolom kaos, kolom jaket, dan tiga baris yang
menunjukkan banyaknya jenis-jenis pakaian yang diproduksi.
2. Gunakan matriks dari poin 1 untuk menentukan banyaknya pakaian yang telah diproduksi
oleh pabrik di Surabaya dan Malang.
3. Gunakan perkalian skalar untuk menentukan berapa banyak pakaian dari masing-masing
jenis yang akan diproduksi di Surabaya dan Malang, jika perkiraan peningkatan
produksinya adalah 4%.
4. Berapa total banyak pakaian yang diproduksi oleh JCloth (di kedua pabrik) pada tahun
depan, untuk setiap jenis pakaian?

Pembahasan

1. Agar lebih mudah dalam membuat matriks produksi, pertama kita akan membuat tabel
produksi untuk masing-masing pabrik sebagai berikut.
Sehingga, kita mendapatkan matriks-matriks produksi S dan M sebagai berikut.

2. Dari matriks yang diperoleh dari poin 1, kita dapat menghitung banyaknya pakaian yang
telah diproduksi oleh pabrik di Surabaya. Banyaknya kaos yang telah diproduksi adalah
7.820, sedangkan banyaknya jaket yang sudah diproduksi adalah 4.120. Selanjutnya,
banyaknya kaos yang diproduksi oleh pabrik di Malang adalah 8.820, sedangkan
banyaknya jaket yang telah diproduksi adalah 7.020.
3. Diketahui perkiraan peningkatan produksinya adalah 4% = 0,04. Artinya, jika n adalah
banyaknya produksi pakaian tahun kemarin, maka banyaknya produksi pada tahun ini
adalah n + 0,04n = 1,04n. Sehingga, matriks produksi pada tahun depan dapat ditentukan
dengan menggunakan perkalian skalar sebagai berikut.

Sehingga dari matriks di atas kita mendapatkan perkiraan banyaknya pakaian yang akan
diproduksi oleh JCloth di pabrik Surabaya ataupun Malang. Pabrik di Surabaya akan
memproduksi kaos kurang lebih 3.973 kualitas standard, 2.558 kualitas deluxe, dan 1.602
kualitas premium serta memproduksi jaket sebanyak 2.038 kualitas standard, 1.290
kualitas deluxe, dan 956,8 kualitas premium. Sedangkan pada, pabrik di Malang akan
memproduksi kaos sebanyak 4.389 kualitas standard, 3.078 kualitas deluxe, 1.706
kualitas premium serta meproduksi jaket sebanyak 3.078 kualitas standard, 3.370 kualitas
deluxe, dan 852,8 kualitas premium pada periode yang sama.
4. Untuk menentukan banyaknya total pakaian yang diproduksi oleh JCloth, kita jumlahkan
matriks S dengan M seperti berikut.

Dari penjumlahan matriks di atas, kita memperoleh informasi banyaknya pakaian yang
akan diproduksi oleh JCloth. Dengan menjumlahkan semua elemen-elemen matriks
penjumlahan tersebut, kita peroleh bahwa banyaknya pakaian yang akan diproduksi oleh
JCloth kurang lebih 28.142.