Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Valve (katup)

Valve atau katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem perpipaan,
yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan
cara membuka, menutup atau menutup sebagian aliran fluida. Katup/valve memiliki peran
penting dalam suatu industri seperti industri migas yang meliputi pengaliran kedalam kolom
distilasi dan mengontrol pengapian pada furnace (tungku).
Valve dapat dioperasikan secara manual, baik dengan menggunakan pegangan, tuas
pedal dan sebagainya. Selain dioperasikan secara manual, ada juga jenis valve yang
dioperasikan secara otomatis, yakni pengendaliannya dilakukan dengan menggunakan
prinsip perubahan aliran, tekanan dan suhu di dalam pipa. Ketiga perubahan tersebut akan
mempengaruhi diafragma, pegas ataupun piston sehingga secara otomatis akan
menggerakkan katup dengan sistem buka tutup.

Fungsi valve
Terdapat berbagai macam jenis valve yang digunakan pada kilang minyak maupun
di pabrik-pabrik lain. Setiap jenis katup memiliki fungsi dan prinsip kerja masing-masing,
seperti berikut:
1. Untuk menutup dan membuka aliran dengan syarat, ketika terbuka memiliki
hambatan aliran dan pressure loss yang minimum. Contohnya: gate valve, ball, plug
dan butterfly valve.

2. Untuk keperluan mengatur aliran, dengan cara menahan aliran dengan perubahan
arah atau menggunakan suatu hambatan, bisa juga dengan kombinasi keduanya.

3. Untuk mencegah aliran balik (back flow), biasanya menggunakan check valve (lift
check dan swing check). Valve ini akan tetap terbuka dan akan tertutup apabila
terdapat aliran yang berlawanan arah.

4. Untuk keperluan mengatur tekanan, beberapa pengaplikasian valve di lapangan,


tekanan yang masuk (line pressure) harus dikurangi untuk mencapai tekanan yang
diinginkan. Biasanya menggunakan pressure-reducing valve atau regulator.
5. Untuk pressure relief (pelepasan tekanan) dengan menggunakan relief valve dan
safety valve. Relief valve digunakan untuk mengatasi bila adanya tekanan yang
berlebihan yang dapat mengganggu proses pengaliran atau bahkan kegagalan
proses pengaliran. Sedangkan safety valve mengunakan per (spring loaded), valve
ini akan membuka jika tekanan melebihi batas yang sudah ditentukan.

Control Valve
Control Valve adalah suatu jenis elemen
pengendali akhir atau final control elemen yang
paling umum digunakan untuk memanipulasi
proses laju aliran fluida. Kata control Valve dapat
juga diartikan bahwa prinsip kerjanya bias secara
otomatis maupun manual. Suatu proses aliran
fluida pada control valve bekerja tidak hanya
pada posisi menutup secara penuh (fully closed)
atau membuka secara penuh (fully opened)
tetapi dapat juga dikendalikan melalui
manipulated variable atau input dari suatu
proses yang dapat dimanipulasi atau diubah-ubah untuk mengatur besaran bukaan valve
agar proses variable selalu sama dengan set point yang dikehendaki.
Pada umumnya Control Valve terdiri dari tiga bagian utama yaitu bodi valve,
actuator, serta positioner. Bodi Valve adalah tempat dimana fluida yang mengalir akan
dikondisikan sesuai kebutuhan perancang baik dari segi aliran, temperature, maupun
tekanan. Sedangkan actuator berfungsi sebagai penggerak dari komponen bodi valve
setelah merubah sinyal pneumatic maupun elektrik dari positioner menjadi energi mekanik
untuk mengatur pembukaan valve tersebut. Positioner berperan sebagai pemberi sinyal
pengatur kepada actuator setelah mendapat data-data kondisi kerja dari sensor serta
berdasarkan penyetelan awal yang dikondisikian sesuai kebutuhan penggunaanya.
Jenis-Jenis Valve
Berikut berbagai macam jenis valve dengan dengan karakteristik dan cara kerjanya masing-
masing:
1. Gate Valve

Jenis ini didesain untuk membuka dan menutup aliran dengan cara
tertutup rapat dan terbuka penuh. Karena sistem kerjanya hanya
membuka dan menutup, maka valve ini tidak cocok untuk mengatur debit
aliran karena kurang akurat dalam hal mengontrol volume aliran di dalam
pipa.

2. Plug Valve

Memiliki fungsi yang sama dengan gate valve yaitu dengan menutup atau membuka
aliran secara keseluruhan. Namun, beberapa pengaplikasian jenis valve ini hanya
digunakan untuk mengontrol aliran gas, seperti transportasi gas melalui pipa.

3. Ball Valve

Jenis ini dapat dioperasikan pada fluida bertemperatur -450F


hingga -500F. Ball valve merupakan tipe quick opening valve
yang ha nya memerlukan 1/4 putaran dari posisi tertutup
penuh ke terbuka penuh.

4. Globe valve

Aliran dalam valve berubah arah sehingga


menghasilkan friksi yang cukup besar
meskipun dalam keadaan terbuka lebar.
Jenis valve ini cukup penting bila digunakan
untuk penutupan yang rapat terutama
pada aliran gas.
5. Needle Valve

Pada dasarnya, jenis ini digunakan pada instrument, gage dan meter line service. Valve
ini dapat digunakan untuk keperluan proses throttling karena sangat akurat, serta dapat
juga digunakan pada tekanan tinggi dan temperatur tinggi.

6. Diaphragm Valve

Valve ini memiliki kelebihan yaitu memiliki aliran yang tenang dan fluida akan mengalir
tanpa hambatan, jenis ini sangat baik untuk flow control dan penutupan aliran yang
sangat rapat walaupun di dalam jalur pipa terkandung suspended solid. Diaphragm valve
cocok digunakan untuk fluida yang korosif, viscous material, fibrous materials, sludges,
solids in suspension, gas dan udara bertekanan.

7. Butterfly Valve

Merupakan jenis valve dengan desain


sederhana dan umumnya hanya
digunakan untuk aliran bertekanan
rendah. Desainnya yang sangat
sederhana tersebut, sehingga dalam mengontrol aliran, untuk membuka penuh dan
menutup penuh hanya diperlukan 1/4 putaran.

8. Check valve

Jenis ini didesain untuk mencegah terjadinya aliran balik di dalam pipa. Check valve
terdiri dari beberapa jenis, seperti lift check, swing check dan ball check. Untuk lebih
jelasnya.
9. Pressure Relief Device

Jenis ini digolongkan sebagai safety valve, digunakan


untuk mencegah terjadinya tekanan berlebihan pada
sistem proses piping dan mencegah terjadinya
kerusakan peralatan. Ada dua jenis safety valve, yaitu
relief valve dan pop valve, kedua jenis ini dapat
membuka secara cepat. Relief valve digunakan untuk
membebaskan tekanan yang berlebih sedangkan pop valve digunakan untuk aliran
bertekanan tinggi. Namun ke dua jenis ini sebaiknya tidak digunakan bila fluida bersifat
korosif, melibatkan back-pressure, melibatkan pressure control atau bypass valve.

10. Pressure Reducing Valve

Fungsi utama dari jenis ini adalah untuk menjaga agar tekanan dalam sistem perpipaan
selalu konstan, cara kerjanya yakni dengan menurunkan tekanan dari sumber yang
memiliki tekanan lebih tinggi.

11. Traps Valve

Fungsi dari trap valve adalah untuk membuang kondensat yang berasal dari perpipaan
steam (uap) tanpa adanya steam yang ikut terbuang. Trap valve terdiri dari tiga jenis,
yaitu float trap, bucket trap dan inverted bucket trap. Ukuran trap disesuaikan dengan
kapasitas discharge aktual atau effective valve area bukan berdasarkan dengan ukuran
inlet dan outlet pada sambungan pipa.
DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi2739954657538.pdf

http://www.prosesindustri.com/2015/02/pengertian-valve-dan-jenis-jenisnya.html

http://weshewes.blogspot.co.id/2012/06/jenis-valve-dan-fungsinya.html