Anda di halaman 1dari 8

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

UKGS
UPTD PUSKESMAS BANJAR III
NOMOR : ........./......../......... REVISI KE : 1 HALAMAN : 1/1

PUSKESMAS BANJAR III


TANGGAL TERBIT: DITETAPKAN OLEH :
2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Banjar III
PROSEDUR TETAP

UKGS
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016
1. Pengertian UKGS adalah bagian internal dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana, pada para siswa terutama siswa
Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu,diselenggarakan secara
berkesinambungan melalui paket UKS yaitu, paket Minimal, paket Standar dan paket
Optimal.
2. Tujuan 1. Terpenuhinya kebutuhan perawatan gigi dan mulut sederhana pada anak sekolah
2. Adanya rujukan dari sekolah pada anak kelas III dan IV selektif
3. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan anak SD tentang kesehatan gigi
dan mulut.
3. Kebijakan Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan di sekolah oleh semua perawat gigi pada
anak sekolah.
4. Prosedur Sarana : - Diagnostik set
- Alat pencabutan
- Bahan : Tampon, Betadine, Alkohol, Chloretyl
- Alat umum : Gelas kumur, Beken, Deppen Glass, Tempat sampah
pencatatan dan motivasi, DHE.
Proses : - Perencanaan: Tahap persiapan,Tahap analisa situasi,Tahap penyusunan
Rencana Usulan Kegiatan ( RUK ),Tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
( RPK )
- Pelaksanaan: Sesuai rencana kegiatan
- Penjelasan kegiatan kepada kepala sekolah dan guru
- Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada murid sekolah
- Sikat gigi masal
- Anamnesa Identitas Pasien: Nama,Kelas,Umur,Alamat
- Pemeriksaan: Intra oral,ekstra oral,diagnosis
- Tindakan: Pencabutan Gigi Susu,Penambalan Gigi Susu,Pembersihan karang Gigi
- Instruksi: Tambal dan cabut Gigi Tetap rujuk ke Puskesmas kls 3 dan 5 UKGS Selektif
- Hasil pemeriksaan dicatat pada catatan medic UKGS
- Rekap dibuku register UKGS, laporan bulanan UKGS, laporan triwulan UKGS
5 . Unit Terkait - Petugas UKS Dinas Pendidikan,Dinas Pendais

6 . Referensi - Pedoman Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Gigi di Sekolah.Direktorat


Kesehatan Gigi,Depkes RI Jakarta 1995

PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NOMOR : ........./......../......... REVISI ke-1 HALAMAN : 1/1

TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH :


2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Banjar III
PUSKESMAS BANJAR III

PROSEDUR TETAP
PELAYANAN POLI Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
GIGI Nip. 19690816 200701 2 016

1 . Pengertian Pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat/penderita yang berkunjung ke puskesmas

2 . Tujuan - Untuk memperlancar pelayanan kesehatan gigi


- Untuk mempermudah petugas memberikan pelayanan gigi
3 . Kebijakan Terpenuhinya kebutuhan pelayanan medik dasar kedokteran gigi bagi masyarakat
yang datang berobat maupun yang dirujuk,dan meningkatnya pengetahuan tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada individu yang berkunjung

4 . Prosedur - Pasien mendaftar di tempat pendaftaran


- Petugas memanggil pasien berdasarkan nomor pendaftaran
- Pasien disuruh duduk dan dianamnesa
- Dilakukan pemeriksaan klimis terhadap pasien di kursi gigi
- Petugas menetapkan diagnose berdasarkan anamnesa dan hasil pemeriksaan
klinis
- Menentukan rencana perawatan :
a. Untuk pencabutan lihat protap pencabutan
b. Untuk penambalan lihat protap penambalan
c. Untuk scalling lihat protap scalling
d. Untuk perawatan jaringan periodontal lihat protap perawatan jaringan
periodontal
- Pasien diberi informasi biaya perawatan untuk setiap jenis perawatan / tindakan
- Pasien disuruh mengisi inform concent
- Bila setuju pasien membayar biaya tindakan di apotik
- Setelah dilakukan perawatan/tindakan, diberi penjelasan mengenai tindakan
yang telah dilakukan/ dan resep, serta penjelasan kapan harus control ulang
- Pasien disuruh menyerahkan resep di apotik
- Petugas mengisi buku kegiatan harian dan mengembalikan kartu ke loket
- Protap dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

5 . Unit Terkait Posyandu, Pustu, Sekolah, KIA, BP, Laboratorium

6 . Referensi Pedoman Penyelenggaraan Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi Di


Puskesmas.Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan
Republik Indonesia,Jakarta 1995

PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT

NOMOR: ........./......../......... REVISI ke-1 HALAMAN : 1/2


PUSKESMAS BANJAR III TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH :
2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Banjar III

PROSEDUR TETAP
EXTRAKSI GIGI
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016

1 . Pengertian Proses pengeluaran gigi dari alveolus

2 . Tujuan Untuk meningkatkan mutu pelayanan pencabutan gigi di poli gigi


3 . Kebijakan - Pasien mendapatkan pelayanan gigi dan mulut yang optimal
- Pasien merasa puas
4 . Prosedur I. Pasien mendaftar di loket pendaftaran dengan kriteria
A. Askes
B. Umum
C. Rujukan
1. Pustu
2. Puskesling
3. Poli KIA
4. UKGS
5. Kader
6. UKGM

II. Dilakukan pemeriksaan


a. Anamnesa :
Identitas pasien :
Nama
Alamat
Umur
Pekerjaan
b. Pemeriksaan
Ektra Oral : Pipi,Bibir,Kelj Limfe ada pembesaran atau tidak
Intra Oral : Gigi, Gingiva
Gigi:
Sondasi +/-
Perkusi +/-
Palpasi +/-
c. Diagnosa

III.Tindakan
A. Pencabutan gigi tetap
- Mengolesi sekitar gusi /mukosa yang akan dianestesi, dengan betadine
- Mengolesi sekitar gusi/mukosa yang akan dianestesi, dengan topical anestesi
- Setelah mukosa mati rasa dilakukan pemisahan gigi dengan gingiva
menggunakan sonde kemudian pakai bein
- Dilakukan tindakan pencabutan
- Diberi obat anti perdarahan dalam sokcet bekas pencabutan
- Pemberian tampon
- Pemberian obat, analgetik, antibiotik, Antiinflamasi

PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT

NOMOR: ........./......../......... REVISI ke- 1 HALAMAN: 2/2


PUSKESMAS BANJAR III TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH :
2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Banjar III

PROSEDUR TETAP
EXTRAKSI GIGI
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016

B. Instruksi
- Tampon digigit 1/4-1/2 jam
- Jangan sering kumur, untuk mencegah perdarahan
- Socket bekas pencabutan jangan di isap isap
- Socket bekas pencabutan jangan disentuh untuk mencegah infeksi
- Socket bekas pencabutan jangan dulu dipakai untuk mengunyah
- Minum obat sesuai dengan anjuran
- Bila terjadi perdarahan kompres dingin, bila ada keluhan segera kontrol
Ke puskesmas
B. Pencabutan Gigi Susu
- Topikal anestesi
- Pencabutan Gigi
- Pemberian tampon
C. Intruksi
- Tampon di gigit
- Pemberian motivasi, edukasi dan instruksi pada orang tua pasien
- Pengambilan obat
- Pasien pulang
IV. Bila tidak bisa ditangani di puskesmas di rujuk ke RSU atau Dokter Praktek
V. Pencatatan dan pelaporan register rawat jalan gigi, SP3 format laporan
bulanan

5 . Unit terkait Bp, Pustu, Poskesdes,Laboratorium, Posyandu, Sekolah

6 . Referensi Pedoman Penyelenggaraan Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi Di


Puskesmas.Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan
Republik Indonesia,Jakarta 1995.
Kamus Kedokteran Gigi, Fj Harti & R.Ogston alih bahasa drg. Narlan
Sumawinata

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


SCALLING GIGI

UPTD PUSKESMAS BANJAR III


NOMOR: ........./........./........ REVISI ke: HALAMAN :

01 1/2
PUSKESMAS BANJAR III
DI TETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Banjar III
PROSEDUR TETAP
SCALLING GIGI TANGGAL TERBIT
2 Mei 2011

Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes


Nip. 19690816 200701 2 016
1 . Pengertian Pelayanan Poliklinik Gigi berupa tindakan pengambilan karang gigi baik supra
gingival maupun sub gingival pada gigi sulung atau gigi tetap sesuai dengan
diagnosa yang di tetapkan.
2 . Tujuan Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam melaksanakan pelayanan
pengambilan karang gigi baik pada gigi sulung atau gigi tetap Poliklinik Gigi
sesuai dengan diagnosa yang di tetapkan.
3 . Kebijakan Terpenuhinya kebutuhan pelayanan medik dasar kedokteran gigi bagi masyarakat
yang datang berobat maupun yang dirujuk,dan meningkatnya pengetahuan
tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada individu yang berkunjung
ke puskesmas.

4 . Prosedur 1. Pasien datang mendaftar di tempat pendaftaran dengan kriteria:


a. Askes
b. Umum
c. Rujukan
- Pustu
- Puskesling
- Poli KIA
- UKGS
- UKGM
2. a. Petugas menyiapkan Ruangan dan Alat, membersihkan meja, kursi dan
dental unit, menyiapkan alat-alat scalling (scaler atau ultrasonic scaler),
bahan-bahan scalling/ obat-obatan untuk scalling, menghidupkan
kompresor, memeriksa apakah bor dapat berfungsi dengan baik.
b. Petugas memakai alat perlindungan diri seperlunya.misalnya : Lab Jas,
masker dan sarung tangan.
c. Petugas melakukan pemeriksaan
1. Anamnesa :
Identitas pasien
Nama
Alamat
Umur
Pekerjaan
2. Pemeriksaan
Intra Oral : Gigi, Gingiva
Diagnosis : Gigi indikasi
3. Tindakan
- desinfeksi
- pengangkatan karang gigi supra dan sub gingiva
- desinfeksi
- instruksi
d. Kasus-kasus yang tidak bisa ditangani di puskesmas dirujuk ke RSU atau
dokter praktek

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


SCALLING GIGI

UPTD PUSKESMAS BANJAR III


NOMOR: ........../........../....... REVISI ke : HALAMAN :

01 2/2

PUSKESMAS BANJAR III


DI TETAPKAN OLEH :
Kepala Puskesmas Banjar III

TANGGAL TERBIT
PROSEDUR TETAP 2 Mei 2011
SCALLING GIGI
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016

4. Prosedur e. Setelah tindakan pembersihan karang gigi, pasien mengambil obat di


loket obat
f. Pasien pulang
g. Pencatatan dan pelaporan register rawat jalan gigi, SP3 format laporan
bulanan.

5 . Unit terkait Bp umum, KIA, MTBS, Laboratorium, Posyandu, Pustu, Sekolah

6 . Referensi - Pedoman Penyelenggaraan Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi Di Puskesmas.


- Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik
Indonesia,Jakarta 1995
- Kamus Kedokteran Gigi, Fj Harti & R.Ogston alih bahasa drg. Narlan
Sumawinata.

PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT

NOMOR: ......../........./......... REVISI ke-1 HALAMAN : 1/2


PUSKESMAS BANJAR III TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH :
2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Banjar III

PROSEDUR TETAP
PENAMBALAN GIGI
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016

1 . Pengertian Istilah umum untuk restorasi gigi; bahan yang diletakkan dalam kavitas yang
dimaksudkan sebagai penambalnya.

2 . Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan penambalan gigi.


3 . Kebijakan Terpenuhinya kebutuhan pelayanan medik dasar kedokteran gigi bagi masyarakat
yang datang berobat maupun yang dirujuk,dan meningkatnya pengetahuan
tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada individu yang berkunjung

4 . Prosedur 1. Pasien datang mendaftar di tempat pendaftaran dengan kriteria:


a. Askes
b. Umum
c. Rujukan
- Pustu
- Puskesling
- Poli KIA
- UKGS
- Kader
- UKGM

2.Dilakukan pemeriksaan
a. Anamnesa :
Identitas pasien
Nama
Alamat
Umur
Pekerjaan
b. Pemeriksaan
Ekstra oral : pipi, bibir, kelj. Limfe ada pembesaran atau tidak
Intra Oral : Gigi, Gingiva
Gigi :
Sondasi +/-
Perkusi +/-
Palpasi +/-
c. Diagnosis
Indikasi penambalan

PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT

NOMOR: ........../........../......... REVISI ke-1 HALAMAN : 2/2

PUSKESMAS BANJAR III TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH :


2 Mei 2011 Kepala Puskesmas Patarauman I
PROSEDUR TETAP
PENAMBALAN GIGI
Hj. Wiwik Nursanti, dr.M.MKes
Nip. 19690816 200701 2 016

3. Tindakan
a. Penambalan sementara
- Pembuangan jaringan karies
- Preparasi kavitas
- Pemberian obat gigi untuk menghilangkan rasa sakit
- Pemberian obat untuk jaringan pulpa
- Sterilisasi kavitas
- Penambalan sementara
Instruksi
- jika ada keluhan sakit, segera kembali ke Puskesmas
- Kembali satu minggu kemudian untuk tumpatan tetap
b. Penambalan tetap
- Pembuangan jaringan karies
- Preparasi kavitas
- Sterilisasi kavitas
- Perlindungan pulpa
- Tumpatan tetap ( amalgam/silikat )
Instruksi
- Jangan dulu dipakai mengunyah selama 1 jam
- Mengunyah menggunakan gigi sebelahnya

4. kasus- kasus yang tidak bisa ditangani Puskesmas dirujuk ke RSU atau
dokter praktek
5. Pasien mengambil obat
6. Pasien pulang
7. Pencatatan dan pelaporan register rawat jalan gigi, SP3 format laporan
bulanan
5 . Unit terkait Bp, Pustu, Poskesdes,Laboratorium, Posyandu, Sekolah

6 . Referensi Pedoman Penyelenggaraan Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas.


Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta 1995
Kamus Kedokteran Gigi, Fj Harti & R.Ogston alih bahasa drg. Narlan
Sumawinata.