Anda di halaman 1dari 3

Tinjauan bakteri Escherichia coli

Escherichia coli atau sering disebut dengan nama E. coli adalah sejenis bakteri yang umum
ditemukan di dalam usus manusia yang sehat. Bakteri Escherichia coli sendiri terdapat beberapa jenis.
dan kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya. merupakan merupakan bakteri Gram negatif, bentuk
basil, memilki ukuran 2,4 m, lebar 0,4-0,7 m, diameter 0,7 m, bergerak, tidak berspora, bersifar
anaerob fakultatif, positif pada tes indol, glukosa, laktosa, sukrosa (Greenwood et al., 2007).

E.coli berkembangbiak dengan cara membelah diri. Sel membelah menjadi 2 yang saling
terpisah sehingga membentuk sel-sel tunggal, pada beberapa generasi sel-sel membelah searah dan
tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang
disebut trikom. Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara, contohnya pada Gleocapsa.
Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop
cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel
vegetatif, sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh
dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penebalan eksternal oleh tambahan
zat yang kompleks.

Bakteri ini dapat tumbuh baik pada suhu antara 8oC- 46oC, dengan suhu optimum37oC. Bakteri
ini dapat tumbuh pada pH optimum berkisar 7,0-7,5 (Fatah, 2011).

Escherichia coli enteropatogenik : 1 - 6 hari ; sesingkat 12 36 jam


Escherichia coli enterotoksigenik : 1- 3 hari , sesingkat 10 12 jam
Escherichia coli enteroinvasif : 1 3 hari , sesingkat 10 18 jam
Escherichia coli enterohemoragik : 3 8 hari dengan median 4 hari .

Pembenihan dan Identifikasi Bakteri Escherichia coli

1. Media Pemupuk
Spesimen ditanam pada media Bouillon broth untuk memperbanyak jumlah sel bakteri.
2. Media Differensial dan media Selektif

Mac Conkey : Koloni sedang, merah bata atau merah tua, smooth, keping atau sedikit cembung.

EMB agar : Koloni sedang, smooth, keping, kehijau-hijauan, metalic.

3. Uji fermentasi gula-gula

Uji fermentasi gula-gula bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam memfermentasi
gula-gula spesifik yang mencerminkan sifat bakteri tersebut dan dapat dijadikan sebagai salah satu
cara identifikasi bakteri. Setiap bakteri memiliki kemampuan yang berbeda dalam memfermentasi
karbohidrat. Bakteri Escherichia coli mampu memfermentasi semua gula-gula spesifik (Glukosa,
laktosa, maltosa, manosa, dan sukrosa).

4. Uji Sulfur Indol Motility (SIM)

Uji sulfur ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam menguraikan asam amino
menjadi sulfur. Hasil positif apabila H2S bereaksi dengan senyawa-senyawa ini ditandai dengan
terbentuknya logam sulfit berwarna hitam. Sedangkan uji motilitas dilakukan untuk mengidentifikasi
bakteri Escherichia coli terhadap bakteri lain berdasarkan penyebaran koloni karena Escherichia coli
memiliki kemampuan bergerak (motil) dalam media SIM. Kandungan NA semisolid pada media SIM
memungkinkan bakteri yang memiliki flagel dapat melakukan pergerakan pada media tersebut.
Apabila pada uji motility ini terdapat penyebaran koloni, maka bakteri yang diidentifikasi dinyatakan
dalam golongan Enterobacteriaceae.

5. Uji IMVIC
a. Uji indol : menggunakan asam amino triptofan. Bakteri menggunakan triptofan sebagai
sumber karbon dan menghasilkan enzim triptofanase yang mengkatalisasikan penguraian
gugus indol dari triptofan. Reagen kovac akan bereaksi dengan indol membentuk cincin
berwarna merah.
b. Uji Methyl Red (MR) : digunakan untuk menentukan adanya fermentasi asam campuran.
Beberapa bakteri memfermentasikan glukosa dan menghasilkan berbagai produk yang
bersifat asam sehingga akan menurunkan pH media pertumbuhannya menjadi 5,0 atau lebih
rendah. Penambahan indikator pH merah metil dapat menunjukkan adanya perubahan pH
menjadi asam atau ditandai dengan cincin merah.
c. Uji Voges-Proskauer (VP) : digunakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang
memfermentasi karbohidrat menjadi 2,3-butanadiol sebagai produk utama. Pada
penambahan KOH, adanya asetoin ditunjukan adanya cincin berwarna merah muda.
Perubahan warna ini diperjelas dengan penambahan larutan alfa-naftol.
d. Uji sitrat : digunakan untuk melihat kemampuan mikroorganisme menggunakan sitrat
sebagai sumber karbon dan energi. Simmon citrate agar merupakan medium sintetik dengan
Na sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon, NH4+ sebagai sumber N dan Brom Thymol
Blue sebagai indikator pH. Bila mikroorganisme mampu menggunakan sitrat, maka asam
akan dihilangkan dari medium biakan, sehingga menyebabkan peningkatan pH dan
mengubah warna medium dari hijau menjadi biru. Terjadinya perubahan warna dari hijau
menjadi biru menunjukan bahwa mikroorganisme mampu menggunakan sitrat sebagai satu-
satunya sumber karbon. (Widyawati, 2012).
e. Uji Urea : digunakan untuk mengetahui apakah bakteri menghasilkan enzim urease atau
tidak. Urea dihidrolisis menjadi karbon dioksida dan amonium oleh enzim urease. Amoniak
yang dihasilkan membuat media menjadi alkali, sehingga dengan indikatol phenol red
mengubah media dari kuning menjadi pink.

Patogenenis Bakteri Escherichia coli


Bakteri Escherichia coli merupakan flora normal yang ada di dalam kolon manusia.
Umumnya Escherichia coli tidak menyebabkan suatu penyakit pada manusia tetapi pada beberapa
kondisi tertentu, bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan penyakit yaitu bila jumlah koloni terlalu
banyak, Escherichia coli hidup di luar habitatnya atau keadaan manusia sebagai pejamu yang lemah
karena suatu kondisi seperti mengalami penyakit imunosupresan. Manifestasi Escherichia coli pada
manusia bergantung dari tempat infeksi tarjadi, oleh sebab itu patogenesis Escherichia coli dibedakan
berdasarkan letak organnya yaitu menjadi infeksi ekstraintestinal dan intraintestinal. (Zakki 2015).
Diare
Diare adalah penyakit infeksi akut dan menular, menyerang pada lambung dan usus yang
ditandai berak-berak encer 5 kali atau lebih (Murwani, 2011). Diare adalah penyakit saluran
pencernaan, dalam kasus ini ditandai dengan mules, buang air besar terus-menerus, lemas, rasa melilit
pada perut, feses encer dan gejala lainnya. Diare berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan dan
pola hidup penderita, penyakit ini dapat menyebakan kematian karena kekurangan cairan dalam tubuh
atau terjadi dehidrasi tinggi, bersifat mendadak dan kurang dari 2 minggu. Penyebab diare salah
satunya dikarenakan adanya aktivitas bakteri Escherichia coli dalam tubuh (Amir, 2014).
Macam-macam diare
Diare dapat dibagi menjadi tiga yaitu diare akut, diare persiten dan diare
kronik (Nurstyanto, 2013).
1. Diare akut : diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.
2. Diare persisten (berkelanjutan) : diare yang berlangsung lebih dari 14 hari.
3. Diare kronik : diare berlangsung lebih dari 14 hari dan tidak disebabkan infeksi.
Penyebab dan komplikasi diare
Penyebab diare dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor kesehatan lingkungan
yang belum memadai, faktor gizi yang belum memuaskan, faktor keadaan sosial ekonomi dan
perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya diare. Diare
juga bisa disebabkan karena alergi, sindrom malabsorbsi, makanan yang tidak sehat atau makanan
yang diproses dengan cara yang tidak bersih sehingga terkontaminasi bakteri penyebab diare seperti
Salmonella, Shigella, Escherichia coli dan Campylobacter jejuni (Purwaningdyah dkk, 2015).