Anda di halaman 1dari 36

Pengujian Hipotesis

1. Konsep Dasar Pengujian Hipotesis


Hipotesis statistik : suatu anggapan atau per-
nyataan, yang mungkin benar atau tidak,
mengenai satu populasi atau lebih.
Hipotesis nol = H0 : setiap hipotesis yang akan
diuji dinyatakan dengan hipotesis nol.
Penolakan H0 menjurus, pada penerimaan
suatu hipotesis tandingan = H1
Galat jenis I : penolakan H0 padahal hipotesis itu
benar.
Galat jenis II : penerimaan H0 padahal hipotesis
itu salah.
Tindakan H0 benar H0 salah
Terima H0 Keputusan benar Galat jenis II

Tolak H0 Galat jenis I Keputusan benar

Kuasa suatu uji : peluang menolak H0 bila suatu


tandingan tertentu benar
Uji eka arah : uji hipotesis dengan wilayah
penolakan H0 ada di satu sisi saja
Uji dwi arah : Uji hipotesis dengan wilayah
penolakan H0 ada di dua sisi (kiri dan kanan)
sebesar 0,5
Nilai -p: taraf (keberartian) terkecil sehingga nilai
uji statistik yang diamati masih berarti (nyata).

2. a. Uji Hipotesis suatu rataan (varians diketahui)


H0 : = 0
H1 : = 0
= 0,05
Wilayah kritik z > 1,96 atau z < -1,96
Statistik uji Z X 0
/ n
Keputusan tolak H0 bila statistik uji z jatuh di
wilayah kritik

b. Uji hipotesis satu rataan ( varians tidak


diketahui)
H0 : = 0
H1 : 0
= 0,05
Wilayah kritik : ditentukan dengan meng-
gunakan tabel t
X 0
Statitik uji t , wilayah kritik kecil dari -t/2
S/ n
atau besar dari t/2
X 0
Statistik uji z ; bila n 30 dan wilayah
S/ n
kritiknya z > z/2 atau z < z1-/2
Keputusan tolak H0 bila statistik uji z jatuh di
wilayah kritik

c. Hipotesis H1 dan wilayah kritik

H0 Statistik uji H1 Wilayah kritik


0 x 0 0 z z
z ;
/ n 0 z z
diketahui 0 z z1/2 atau
z z1/2
0 x 0 0 t -t(v)
t ; v n 1
s/ n 0 t t (v)
tidak diketahui 0 t t1/2 (v) atau
t t1/2 (v)
x 0 z z
z ; n 30 0
s/ n
0 z z
tidak diketahui
0 z z1/2 atau
z z1/2

3. Uji Hipotesis dua rataan


a. Varian 1 dan 2 diketahui
2 2

H0 : 1 - 2 = d0
H1 : 1 - 2 d0
Taraf uji = 0,05
Wilayah kritik z > 1,96 atau z < -1,96
Statistik uji: (x1 x 2 ) d0
z
12 22

n1 n2

Keputusan: tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik.

b. Varian 12 22 tetapi tidak diketahui

H0 : 1 - 2 = d0
H0 : 1 - 2 d0
Taraf uji =
Wilayah kritik t > t1/2() atau t < - t1/2() (lihat
pada tabel t) dengan derajat bebas = n1 +
n2 2

Statistik uji
x 1 x 2 d0 (n1 1)S12 (n2 1)S22
t
2
;Sp
1 1 n1 n 2 2
Sp
n1 n 2

Keputusan : tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik.

c. Varians 12 dan 22 tidak diketahui dan 12


22
H0 : 0 - 2 = d0
H1 : 1 - 2 d0
Taraf uji =
Wilayah kritik : t t -1/2 (v) atau t t1/2 (v)
' '

Statistik uji :

t'
x x d
1 2 0
dengan
2 2
S1 S 2

n1 n2
2
S12 S2
2


n1 n 2
V 2 2
S1
2
S 2

n1 1 2 n2 1
n1 n 2

Keputusan : tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik
d. Uji Pengamatan Berpasangan
Pengamatan ( xi, yi ) dan di = yi - xi
Peubah acak d1 = {d1,d2, , dn}
2
n
n
n d i d i
2

Sd
2
i1 i1
nn 1
n

d i
d i 1
, d penduga D
n

H0 : D = d0
H0 : D d0
Taraf uji =
Wilayah kritik t t1/2 (v n -1) atau t - t1/2 (v n -1)
Statistik Uji :
d d0
t
Sd n

Keputusan : tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik

e. Hipotesis H1 dan wilayah kritik untuk Uji Beda


Rataan
H0 Statistik Uji H1 Wilayah kritik

1 2 d 0 x x 2 d 0
Z 1
1 2 d 0 Z Z
1 2 d 0 Z Z
1
2 2
2 1 2 d 0 Z Z1 2 atau
n1 n2
Z Z1 2
1 dan 2 diketahui
2 2

1 2 d 0 t t ( v )
1 2 d 0
t
x x 2 d0
1 1 2 d 0
1 1 t t ( v )
Sp 1 2 d 0
n1 n 2 t t1 2 ( v ) atau
1 2 tetapi tidak diketahui t t1 2 ( v )
2 2

v n1 n 2 2

Sp
2

n1 1S1 n 2 1S2
2 2

n1 n 2 2

1 2 d 0 x
x 2 d0 1 2 d 0 t ' t ( v )
t
' 1
2 2 1 2 d 0
S1 S2
t ' t ( v )
n1 n 2 1 2 d 0
S1 S2 2 2 2 t ' t1 2 ( v ) atau
n1 n
V 2
t ' t1 2 ( v )
2 2
S12 S2 2
n1 1 n 2 1
n1 n2
1 2 dan tidak diketahui
2 2

H0 Statistik Uji H1 Wilayah kritik


D d0 d d0 D d0 t t ( v )
t v n 1 D d0
Sd n t t ( v )
D d0
pengamatan berpasangan t t1 2 ( v ) atau
t t1 2 ( v )

4. Uji Hipotesis Tentang Proporsi

a. Uji satu proporsi untuk n besar


Bila n besar dan p0 yang dihipotesiskan tidak
terlalu dekat kepada nol atau satu maka
sebaran binom dapat didekati dengan sebaran
normal dengan = n p0 dan 2 = n p0 (1-p0)
sehingga
x n p0
Z
n p0 (1 p0 )

Langkah penguji
H0 : p = p0
H1 : p p0
Taraf uji =
Wilayah kritik = Z < - Z atau Z > Z
Statistik uji
x n p0
Z
n p0 (1 p0 )
Keputusan tolak H0 bila statistik uji jatuh di
wilayah kritik.

b. Uji beda proporsi untuk sample besar


H0 : p1 = p2
H1 : p1 p2
Taraf uji =
Wilayah kritik = Z < - Z atau Z > Z
Statistik uji =
p1 p 2
Z
1 1
p q
1
n n 2

x1 x x x2
p1 ; p 2 2 ; p 1 ; q 1 p
n1 n2 n1 n 2

Keputusan tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik.

Bila d0 0 sehingga H0 yg di uji p1 - p2= d0 0


maka prosedur pengujinya menjadi
H0 : p1 p2 = d0
H1 : p1 p2 d0 ; H1 : p1 p2 < d0 ; H1 : P1
P2 > d0
Taraf uji =
Wilayah kritik
Z < - Z1/2 atau Z < - Z1/2 jika H1 : p1 p2
d0
Z < - Z jika H1 : p1 p2 < d0
Z < - Z jika H1 : p1 p2 > d0

Statistik uji (p1 p 2 ) d 0


Z
p1q1 p 2q 2

n1 n2
x1 x x x
p1 ; p 2 2 ; q1 1 ; q 2 2
n1 n2 n1 n2

Keputusan tolak H0 bila statistik uji jatuh di


wilayah kritik

5. Uji Hipotesis Tentang Ragam (Varians)

a. Uji Hipotesis varians dari populasi normal


H0 : 2 02

H1 : 2 02 ; 2 02 ; 2 02
Taraf uji =
Wilayah kritik =
2 12 bila H1 : 2 02
2 2 bila H1 : 2 02
2 2 1 atau 2 21 bila H1 : 2 02
1
2 2
Statistik uji
(n 1) S2

2
dengan
0 2

2
n
n
n Xi Xi
2

S2 i 1 i 1
n (n 1)
Keputusan tolak H0 bila statistik uji jatuh di
wilayah kritik
Untuk contoh (sampel) besar untuk H0 : 2 =
02 maka dapat didekati dengan sebaran
normal sehingga statistik uji
S 0
Z ; S = Simpangan baku contoh
0 / 2n (sampel)

b. Uji Hipotesis kesamaan dua varians dari dua


populasi normal
H0 : 1 2
2 2

H1 : 12 22 ; 12 22 ; 12 22
Taraf uji =
Wilayah kritik :
F f1 (1, 2 ) bila H1 : 12 22
F f (1, 2 ) bila H1 : 12 22
Ff 1 (1 , 2 ) atau F f 1 (1 , 2 ) bila H1 : 12 22
1
2 2
S12
Statistik uji F 2
S2
Keputusan tolak H0 bila statistik uji jatuh dari
wilayah kritik.
Untuk ukuran contoh n1, n2 besar, statistik uji
S1 S2
Z ;
1 1
Sp
2n 1 2n 2

S1 = Simpangan baku contoh dari populasi 1


S2 = Simpangan baku contoh dari populasi 2

(n1 1) S12 (n 2 1) S22


Sp
n1 n 2 2

6. Uji Kebaikan Suai


Suatu uji kebaikan suai frekuensi amatan dan
harapan didasarkan pada besaran
k
(Oi ei )2

2
,
i 1 ei
Dengan 2 merupakan nilai peubah acak yang
sebaran sampelnya mendekati sebaran khi-
kuadrat dengan derajat bebas = k 1.
Oi = frekuensi amatan,
e i = frekuensi harapan
Bila ada parameter yang diduga maka = k - 1 -
jumlah parameter yang diduga. Uji Kebaikan
Suai dapat digunakan menguji ke-normalan data.
Pada uji ini data ditata dalam kelas frekuensi dan
dihitung frekuensi amatan dan frekuensi harapan-
nya.

H0 : peubah acak x menyebar secara normal


H1 : peubah acak x tidak menyebar secara
normal
Taraf uji =
Wilayah kritik : ( k 1)
2 2

Statistik uji :
(O i e i ) 2
k

2

i 1 ei
Keputusan tolak H0 jika statistik uji jatuh di
wilayah kritik.

Uji kenormalan yang lebih kuasa dari uji khi-


kuadrat adalah uji Geary dengan statistik uji
u 1
Z dan wilayah kritik
0,2661 / n
Z Z atau Z Z dimana
2 2

/ 2 Xi - X /n 1,2533 Xi X /n
u
X X / n X X /n
2 2
i i
7. Uji Kebebasan

Suatu tabel kontingensi b x dengan pengamatan


Oij.
H0 : pij = pi . p.j, Ki = 1, 2, , b;
j = 1, 2, , atau peubah pada baris bebas
terhadap peubah pada kolom
Oi O. j
pi . ; p. j
n n
O .O
eij n p i . p. j i j
n
b

p . 1; p.
i 1
i
j 1
j 1

Statistik uji 2
b O ij e ij
2

i 1 j1 eij

Keputusan tolak H0 bila 2 (2b 1)( 1) ( )


dimana = taraf uji.
TUGAS/LATIHAN
1. Proporsi orang dewasa yang tamat perguruan
tinggi di suatu kota ditaksir sebanyak p = 0,3.
Untuk menguji hipotesis ini sampel acak 15
orang dewasa diambil. Bila banyaknya yang
tamat perguruan tinggi dalam sampel tadi antara
2 dan 7, maka hipotesis nol bahwa p = 0,3.
Carilah kalau p = 0,3. Carilah untuk
tandingan p = 0,2 dan p = 0,4. Apakah ini meru-
pakan cara pengujian terbaik?
2. Proporsi keluarga yang membeli susu dari
perusahaan A suatu kota di taksir sebesar p =
0,6. Bila sampel acak 10 keluarga menunjukan
bahwa hanya 3 atau kurang yang membeli susu
dari perusahaan A maka hipotensi bahwa p = 0,6
akan ditolak dan tandingan p > 0,6 didukung.
Carilah peluang melakukan galat jenis I bila
proporsi sesungguhnya p = 0,6. Carilah peluang
melakukan galat jenis II untuk tandingan p = 0,3,
p = 0,4, dan p = 0,5.
3. Dalam suatu percobaan besar untuk menentukan
kemujaraban suatu obat baru, 400 penderita
penyakit sejenis akan diobati dengan obat yang
baru tersebut. Bila dari 300 tapi kurang dari 340
penderita yang sembuh maka akan disimpulkan
bahwa obat tersebut 80% berhasil. Carilah
peluang melakukan galat sejenis I. Berapakah
peluang melakukan galat jenis II bila obat baru itu
hanya berhasil 70?
4. Suatu zat baru yang berkembang untuk sejenis
semen yang menghasilkan daya kempa 5000 kg
per cm2 dengan simpangan beku 120. Untuk
menguji hipotesis bahwa = 5000 lawan
tandingan > 5000, sampel acak sebesar 50
potongan semen diuji. Dengan kritis ditentukan
X < 4970.Carilah peluang melakukan galat jenis
I. Carilah untuk tandingan =4970 dan =4960.
5. Suatu perusahaan alat listrik menghasilkan bola
lampu yang umurnya bedistribusi hampir normal
dengan rataan 800 jam dan simpangan baku 40
jam. Ujilah hipotesis bahwa = 800 jam lawan
tandingan < 800 jam bila sampel acak 30 bola
lampu mempunyai rata-rata 788 jam. Gunakan
taraf keberartian 0,04.
6. Suatu sampel acak 36 cangkir minuman yang
diambil dari suatu mesin minuman berisikan rata-
rata 21,9 desiliter, dengan simpangan baku 1,24
desiliter. Ujilah hipotesis bahwa = 22,2 desiliter
lawan hipotesis tandingan bahwa < 22,2 pada
taraf keberartian 0,05.
7. Rata-rata tinggi mahasiswa pria disuatu per-
guruan tinggi selama ini 174,5 cm, dengan
simpangan baku 6,9 cm. Apakah ada alasan
mempercayai bahwa telah ada perbedaan dalam
rata-rata tinggi mahasiswa pria di perguruan
tinggi tadi bila suatu sampel acak 50 pria dalam
angkatan yang sekarang mempunyai tinggi rata-
rata 177,2 cm? Gunakan taraf keberartian 0,02.
8. Suatu pertanyaan mengatakan bahwa rata-rata
sebuah mobil dikendarai sejauh 20.000 km
setahun disuatu daerah. Untuk menguji pernyata-
an ini sampel acak sebanyak 100 pengemudi
mobil diminta mencatat jumlah kilometer yang
mereka tempuh. Apakah anda setuju dengan
pernyataan diatas bila sampel tadi menunjukan
rata-rata 23.500 km dan simpangan baku 3900
km? Gunakan taraf keberartian 0,01.

9. Ujilah hipotesis bahwa rata-rata isi kaleng sejenis


minyak pelumas 10 liter bila isi sampel acak 8
kaleng adalah 10,2; 9,7; 10,1; 9,8; 9,9; 10,4;
10,3; dan 9,8 liter. Gunakan taraf keberartian
0,01 dan anggap bahwa distribusi isi kaleng
normal.

10. Sampel acak berukuran 20 dari distribusi normal


mempunyai rata-rata X = 32,8 dan simpangan
baku s = 4,51. Apakah ini berarti bahwa rataan
populasi lebih besar dari 30 pada taraf keber-
artian 0,05?

11. Suatu sampel acak rokok dengan merek tertentu


mempunyai rata-rata kadar ter 18,6 dan sim-
pangan baku 2,4 mg. Apakah ini sesuai dengan
pernyataan pabriknya bahwa rata-rata kadar ter
tidak melebihi 17,5 mg? Gunakan taraf
keberartian 0,01 dan anggap bahwa distribusi
kadar ter normal.
12. Seorang mahasiswa pria rata-rata menghabiskan
Rp.800.000 seminggu untuk nonton. Ujilah
hipotesis pada taraf keberartian 0,01 bahwa =
Rp.800.000 lawan tandingan Rp.800.000
bila sampel acak 12 mahasiswa pria yang
menonton menunjukan rata-rata pengeluaran
untuk menonton Rp.890.000 dengan simpangan
baku Rp.175.000 anggap bahwa distribusi
pengeluaran hampir normal.
13. Suatu sampel acak berukuran n1 = 25 diambil
dari populasi normal dengan simpangan baku 1
= 5,2 mempunyai rata-rata X 1 = 81. Sampel
kedua berukuran n2 = 36 diambil dari populasi
normal yang lain dengan simpangan baku 2 =
3,4, mempunyai rata-rata X 2 =76. Ujilah hipotesis
pada taraf keberartian 0,06, bahwa 1 2 =
lawan tandingan 1 2 .
14. Suatu pabrik menyatakan bahwa rata-rata daya
rentang benang A melebihi daya rentang benang
B paling sedikit 12 kg. Untuk menguji pernyataan
ini, 50 potong benang dari tiap jenis diuji dalam
keadaan yang sama. Benang jenis A mempunyai
rata-rata daya rentang 86,7 kg dengan sim-
pangan baku 6,28 kg, sedangkan benang jenis B
mempunyai rata-rata daya rentang 77,8 kg
dengan simpangan baku 5,61 kg. Ujilah per-
nyataan pengusaha tadi dengan menggunakan
taraf keberartian 0,05.
15. Suatu penelitian diadakan untuk menafsir per-
bedaan gaji professor universitas negeri dengan
swasta di negara bagian Virginia, USA. Sampel
acak 100 orang profesor universitas swasta
mempunyai gaji rata-rata $ 15.000 dalam 9 bulan
dengan simpangan baku $ 1.300. Sampel acak
200 profesor universitas negeri menunjukan rata-
rata gaji $ 15.900 dengan simpangan baku $
1.400. Ujilah hipotesis bahwa selisih rata-rata gaji
professor universitas negeri dan rata-rata gaji
professor universitas swasta tidak lebih dari $
500. Gunakan taraf keberartian 0,02.

16. Diberikan dua sampel acak berukuran n1 = 11


dan n2 = 14 dari dua populasi normal yang bebas
satu sama lain, dengan X 1 = 75, X 2 = 60,s1 = 6,1
dan s2 = 5,3. Ujilah hipotesis pada taraf
keberartian 0,05 bahwa 1 2 lawan tandingan
bahwa 1 2 . Anggap bahwa kedua poulasi
mempunyai variasi yang sama.

17. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui


apakah peningkatan konsentrasi subtrat akan
mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dengan
cukup besar. Dengan konsentrasi subtrat 1,5 mol
per liter, reaksi dilakukan 15 kali dengan rata-rata
kecepatan 7,5 mikro mol per 30 menit dengan
simpangan baku 1,5. Dengan konsentrasi subtrat
2,0 mol per liter, 12 reaksi dilakukan dan
menghasilkan rata-rata kecepatan 8,8 mikro mol
per 30 menit dan simpangan baku 1,2. Apakah
anda setuju bahwa peningkatan konsentrasi
subtrat menaikan kecepatan rata-rata sebesar
0,5 mikro mol per 30 menit? Gunakan taraf
keberartian 0,01 dan anggap bahwa kedua
populasi berdistribusi hampir normal dengan
variansi yang sama.

18. Suatu pabrik mobil yang besar ingin menentukan


apakah sebaiknya membeli ban merek A atau
merek B untuk mobil merek barunya. Untuk itu
suatu percobaan dilakukan dengan mengguna-
kan 12 ban dari tiap merek. Ban tersebut sampai
aus. Hasilnya sebagai berikut:
merek A : X 1 = 37.900 km, s1 = 5100 km
merek B : X 2 = 39.800 km, s2 = 5900 km
Ujilah hipotesis pada taraf keberartian 0,05
bahwa tidak ada beda kedua merek ban. Anggap
bahwa populasinya berdistribusi hampir normal.

19. Data berikut memberikan waktu putar film yang


dihasilkan oleh dua perusahaan film gambar
hidup:

Waktu (menit)

Perusahaan A 102 86 98 109 92


Perusahaan B 81 165 97 134 92 87 114
Ujilah hipotesis bahwa rata-rata putar film hasil
perusahaan B lebih 10 menit dari rata-rata waktu
putar film hasil perusahaan A lawan tandingan
eka arah bahwa selisihnya melebihi 10 menit.
Gunakan tingkat keberartian 0,1 dan anggaplah
kedua distribusi tersebut hampir normal.

20. Berikut ini tabel yang berisi hasil observasi


pelemparan sebuah dadu 60 kali.

Hasil Angka 1 Angka 2 Angka 3 Angka 4 Angka 5 Angka 6


Frekuensi 7 12 8 15 11 7

Dengan tingkat signifikansi 5%, ujilah hipotesis


bahwa dadu tersebut adalah setimbang.

21. Berikut ini tabel yang berisi distribusi persentase


perkerja menurut pendidikannya pada sebuah
pabrik pada tahun 1995

Pendidikan Persentase
SD 12,4
SMP 35,7
SMU 18,0
D-3 7,4
S-1 17,2
S-2 6,5
S-3 2,8
Pada tahun 1999, dari data 1000 sampel pekerja
perusahaan tersebut, distribusinya menjadi
sebagai berikut:

Pendidikan Persentase
SD 116
SMP 363
SMU 164
D-3 71
S-1 187
S-2 61
S-3 39

Dengan tingkat signifikansi 1%, ujilah hipotresis


bahwa pada tahun 1999, distribusi persentasi
pekerja menurut kategori pendidikan tidak
berubah sejak tahun 1995.

22. Sebuah perusahaan menjual barang-barangnya


lewat pos. Perusahaan tersebut bekerja 5 hari
dalam seminggu. Suatu ketika, perusahaan ter-
sebut ingin mengetahui apakah order yang
diterima dalam seminggu terbagi rata dalam 5
hari tersebut. Untuk keperluan ini, perusahaan
tersebut mendata 400 order yang diterima
selama 4 minggu, dan hasilnya adalah sebagai
berikut:

Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat


Jumlah order 92 71 65 83 89
Dengan tingkat signifikansi 5%, ujilah hipotesis
bahwa order yang diterima terbagi rata dalam
semua hari kerja dalam tiap minggunya.

23. Disuatu kota pelajar terdapat 4 Perguruan Tinggi


yang mempunyai fakultas ekonomi. Pada tahun
ajaran baru 1999, jumlah calon mahasiswa baru
yang mendaftar di 4 Perguruan Tinggi tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Perguruan Tinggi UI1 UPM UGM YKPM Total


Pendaftar 1450 1400 1600 1550 6000

Dengan = 1%, ujilah H0 bahwa proporsi calon


mahasiswa baru yang mendaftar di perguruan-
perguruan tinggi tersebut adalah sama.

24. Perhatikan tabel kontigensi berikut ini:

Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3


Baris 1 137 67 102
Baris 2 98 71 65
Baris 3 110 83 118

a. Buatlah hipotesis nol dan hipotesis alternatif


untuk uji independensi dari data tabel ter-
sebut.
b. Hitunglah frekuensi harapan untuk setiap sel
dengan mengasumsikan bahwa hipotesis no
adalah benar.
c. Untuk = 0,01, temukan nilai kritis dari X2.
perlihatkan daerah penerimaan dan daerah
penolakan pada kurva distribusi chi-square.
d. Carilah nilai statistik X2.
e. Dengan menggunakan = 0,01, apakah
anda menolak hipotesis nol?

25. Perhatikan tabel yang berisi hasil dari 3 sampel


dari 4 populasi berikut ini:

Sampel berasal dari


Populasi 1 Populasi 2 Populasi 3 Populasi 4
Baris 1 27 81 55 123
Baris 2 46 64 91 72
Baris 3 18 39 105 93

a. Buatlah hipotesis nol dan hipotesis alternatif


untuk uji independensi dari data tabel tersebut
b. Hitunglah frekuensi harapan untuk setiap sel
dengan mengasumsikan bahwa hipotesis nol
adalah benar.
c. Untuk = 0,025, temukan nilai kritis dari 2.
perlihatkan daerah penerimaan dan daerah
penolakan pada kurva distribusi chi-square.
d. Carilah nilai statistik 2.
e. Dengan menggunakan = 0,025, apakah
anda menolak hipotesis nol?
26. Dengan adanya krisis ekonomi, semakin banyak
orang beralih ke merek dalam negeri dari pada
barang-barang merek luar negeri (impor). Berikut
ini data yang besaral dari 700 remaja dengan
perferensi pembeliannya:
Sampel berasal dari
Merek dalam negeri Merek luar negeri
Pria 172 143
Wanita 178 207

Dengan menggunakan tingkat signifikansi 1%,


dapatkan anda menolak hipotesis nol bahwa dua
variabel tersebut, yaitu jenis kelamin dan
preferensi pembelian adalah independen?

27. Departemen konsultasi manajamen dari sebuah


perusahaan ingin mengetahui hubungan antara
kepuasan kerja karyawan perusahaan tersebut
dengan tingkat ketidakhadiran para karyawan ter-
sebut. Untuk hal itu, lembaga tadi mengumpul-
kan sampel berupa 400 karyawan, dan men-
dapatkan data seperti pada tabel berikut ini :

Sampel besaral dari


Kurang dari 4 4 sampai 7 Lebih dari 7
Jumlah Kurang dari 6 12 61 107
Ketidak- Sampai 12 22 80 50
hadiran Lebih dari 12 41 18 9
Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%,
dapatkah anda menolak hipotesis nol bahwa
ketidak-hadiran karyawan tidak berhubungan
dengan kepuasan kerja?

28. Kepada 200 remaja ditanyakan tentang


preferensi mereka terhadap hobi (musik dan olah
raga). Berikut ini data yang dipeloleh:
Olah raga Musik
Pria 51 39
Wanita 68 42

Ujilah dengan tingkat signifikansi 10% bahwa


jenis kelamin dan preferensi terhadap hobi
(musik dan olahraga) adalah independen.

29. Sebuah perusahaan elektronik membeli inputnya


dari dua buah perusahaan komponen. Kadang-
kadang terjadi bahwa input-input yang diperoleh
dari dua perusahaan komponen tersebut tidak
baik (tidak memenuhi standar mutu).
Departemen kontrol kualitas dari perusahaan
elektronik tersebut ingin mengetahui apakah
distribusi komponen yang baik dan yang jelek
dari dua perusahaan komponen tersebut ber-
beda. Untuk itum diambil 300 komponen dari
pabrik A dan 400 komponen dari pabrik
komponen B dan diperoleh data sebagai berikut:
Pabrik komponen A Pabrik komponen B
Bagus 284 381
Jelek 16 19

Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%,


ujilah hipotesis bahwa distribusi komponen bagus
dan jelek dari dua perusahaan komponen ter-
sebut adalah sama.

30. Dua jenis obat untuk sebuah jenis penyakit diuji-


cobakan terhadap dua kelompok pasien. Dari
kelompok pasien pertama diuji-coba 60 pasien,
dan dari kelompok pasien kedua diuji-coba 40
pasien. Berikut ini data selengkapnya:

Sembuh Tidak sembuh


Obat I 46 14
Obat II 18 22

Dengan menggunakan = 1%, tentukan apakah


kedua obat tersebut mempunyai distribusi daya
penyembuhan yang sama.
KESALAHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DAN DAYA UJI STATISTIK

Dalam kegiatan penelitian, setelah hipotesis di rumuskan, maka keterlibatan


statistik adalah sebagai alat untuk menganalisis data guna membuktikan/menguji
hipotesis.
Dalam uji hipotesis, peneliti dapat menolak atau tidak menolak (menerima)
hipotesis yang diajukan. Kita akan menolak Ho apabila kenyataan yang ada berbeda
secara meyakinkan atau tidak mendukung terhadap hipotesis yang diajukan. Demikian
pula sebaliknya, kita akan menerima (tidak menolak) Ho, jika kenyataan yang ada (data)
tidak berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Dalam menerima/menolak hipotesis tidak
akan selalu benar 100%, tetapi akan selalu terdapat kesalahan (kebenaran ilmiah tidak
bersifat mutlak) terutama dalam inferensi sampel terhadap populasi.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis
didasarkan pada suatu asumsi bahwa dalam ilmu pengetahuan apapun tidak ada
kebenaran yang mutlak, tetapi pasti selalu ada kesalahan. Dalam uji hipotesis (uji
statistik) kita jumpai adanya dua kesalahan (error) yaitu kesalahan tipe 1 dan 2.
Kesalahan tipe 1, adalah kesalahan yang terjadi jika kita menolak Ho, padahal Ho
benar. Probabilitas untuk melakukan kesalahan tipe 1 ini diberi simbol . Sedangkan
kesalahan tipe 2 terjadi jika kita menerima (tidak menolak) Ho, padahal Ho tersebut
salah. Probabilitas melakukan kesalahan tipe 2 ini di beri simbol . Hubungan antara
kesalahan 1 dan 2 ditunjukkan pada gambar berikut :

KONDISI SEBENARNYA
Ho benar Ho salah
Taraf kepercayaan Error Tipe II
Menerima Ho
1-
Error tipe I
Power /Daya uji
Menoak Ho
1-

Untuk mendapatkan keputusan yang baik, maka kedua kekeliruan tersebut harus
diusahakan sekecil mungkin. Tetapi ini akan sulit dicapai, mengingat bahwa
meminimalkan yang satu akan terjadi peningkatan yang lain, kecuali dengan cara
memperbesar ukuran/jumlah sampel, yang pada umumnya jarang bisa dilaksnakan.
Dalam prakteknya, perlu dilakukan suatu kompromi yakni dengan berusaha
mencari kebenaran untuk membuat keputusan yang tepat dengan membatasi terjadinya
kekeliruan yang dianggap berbahaya. Oleh karena itu, dalam uji hipotesis diusahakan
adanya keseimbangan antara kesalahan tipe I dan tipe II. Artinya diusahakan pencapaian
hasil pengujian hipotesis yang baik, yakni pengujian yang bersifat bahwa diantara semua
pengujian yang dilakukan dengan harga yang sama besa, ambillah sebuah kekeliruan
yang paling kecil.
Secara praktis, kekeliruan tipe I atau biasanya sudah ditentukan terlebih dahulu,
misalnya =0,01 atau =0,05. Dengan =0,05 berarti bahwa dari tiap-tiap 100
kesimpulan yang kita buat, peluang untuk melakukan kekeliruan dengan menolak H0
yang benar (H0 yanng seharusnya diterima ) adalah sebanyak 5 kali.
Untuk setiap pengujian dengan yang telah ditentukan, harga akan dapat
dihitung harga (1- ) disebut daya uji statistic/power. Jadi daya uji statistik adalah
peluang/ kemungkinan untuk melakukan penolakan terhadap H0 yang salah dan
ditunjukkan oleh bilangan 1- .

UJI HIPOTESIS
Dalam statistik, yang disebut dengan hipotesis selalu diartikan sebagai hipotesis
statistik atau hipotesis null (Ho). Hipotesis null (Ho) ini akan menyatakan suatu jawaban
sementara bahwa keadaaan yang dibandingkan tersebut adalah tidak berbeda, atau
keadaan yang dikolerasikan tersebut tidak ada hubungan didalam populasinya.
Dan supaya nampak adanya dua pilihan, hipotesis Ho ini selalu didampingi oleh
pernyataan lain yang isinya berlawanan. Pernyataan tersebut merupakan hipotesis
tandingan untuk Ho, dan disebut sebagai hipotesis alternatif (Ha).
Pasangan Ho dan Ha atau Ho melawan Ha ini akan menentukan kriteria pengujian
yang yang menetapkan daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis. Daerah
penolakan hipotesis ini sering pula dikenal dengan nama daerah kritis.
Misalkan yang akan diuji adalah suatu parameter (dalam penggunaannya ini
bisa berupa rata-rata , proporsi , simpangan baku dan sebagainya), maka akan
ditemukan adanya pasangan Ho dan Ha sebagai berikut:
A. Hipotesis mengandung pengertian Sama, maka pasangan H0 dan Ha nya adalah:
1) Ho : = o 2) Ho: = o 3) Ho: = o 4) Ho: = o
Ha : = 1 Ha: 1 Ha: o Ha: < o

B. Hipotesis mengandung pengertian Maksimum, maka H0 dan Ha nya akan


berbentuk:
H0 : o Ha : o
C. Hipotesis mengandung pengertian Minimum, maka perumusan Ho dan Ha nya
berbentuk:
H0 : o Ha : < o
Dan langkah berikutnya adalah memilih teknik statistic yang akan digunakan,
apakah Z, t, X2, F atau yang lainya. Kemudian berdasarkan nilai yang telah ditetapkan,
kriteria pengujian akan dapat ditentukan.
Adapun peranan hipotesis alternatif (Ha) dalam penentuan daerah kritis (daerah
penolakan Ho) adalah sebagai berikut:
1) Jika hipotesis alternatif (Ha) mempunyai rumusan tidak sama (), maka dalam
distribusi statistik yang digunakan, normal untuk angka Z, student untukangka t dan
seterusnya, terdapat dua daerah kritis yang masing-masing terdapat pada ujung-ujung
distribusi.
Luas daerah kritis pada tiap ujung adalah . Dan karena ada duan daerah penolakan
Ho ini, maka dinamakan pengujian dua pihak (dua ekor).

Daerah Daerah
Penolakan H0 Penolakan H0 Daerah Kritis

Daerah
Luas 1/2a Luas 1/2a
Penerimaan H0

d1 d2
Kedua daerah penerimaan dan penolakan Ho tersebut dibatasi oleh bilangan d1
dan d2 yang harganya diperoleh dari daftar distribusi yang digunakan dengan peluang
ralat yang telah diterapkan.
Kriteria: Terima Ho, Jika harga statistik yang dihitung jatuh antara d1 dan d2, dan
dalam hal lainnya Ho ditolak.
2) Jika hipotesis alternatif (Ha) mempunyai rumusan lebih besar (), maka dalam
distribusi statistik yang digunakan terdapat sebuah daerah kritis yang letaknya diujung
kanan.
Luas daerah kritis ini adalah sama dengan . Pengujian hipotesis ini dinamakan uji
satu pihak (satu ekor) pihak kanan.
Daerah
Penolakan H0 (Daerah Kritis)

Daerah
Luas = a
Penerimaan H0

Harga d diperoleh dari daftar distribusi yang digunakan dengan peluang yang telah
ditentukan, dan menjadi batas antara daerah kritis dan daerah penerimaan Ho.
Kriteria: Tolak Ho; Jika harga statistik hasil perhitungan berdasarkan sampel dari
harga d,dan dalam hal lainya H0 diterima.
3) Jika hipotesis alternatif (Ha) mengandung pernyataan lebih kecil (<), maka daerah
kritis berada di ujung kiri dari distribusi. Luas daerah ini adalah , dan dibatasi oleh
bilangan d yang diperoleh dari daftar distribusi yang bersangkutan dengan tertentu
yang telah ditetapkan. Pengujian hipotesis ini disebut pengujian satu pihak (satu ekor)
pihak kiri.

Daerah
Penolakan H0 (Daerah Kritis)

Daerah
Luas = a
Penerimaan H0

Kriteria: Terima Ho, jika hasil perhitungan statistik yang diperoleh berdasarkan data
penelitian lebih besar dari harga , dan dalam hal lainya Ho ditolak.

UJI RATA-RATA : UJI DUA PIHAK


Misalkan ada suatu populasi normal dengan rata-rata dan simpangan baku .
Dalam hal ini, akan dilakuka pengujian terhadap parameter rata-rata .
Untuk itu, diambil sebuah sampel acak berukuran n, kemudian diperoleh harga rata-rata
dan simpangan baku s. Dalam hal ini dapat dibedakan menjadi dua hal :
1. Jika telah diketahui:
Hipotesisnya dirumuskan : H0 : = 0
Ha : 0
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistic Z dengan rumus:

.(1)

= Perkiraan standar error dari mean sample.


Statistik Z ini berdistribusi normal, sehingga untuk menentukan criteria pengujian


digunakan daftar distribusi normal baku.
Kriteria : H0 kita terima, jika : dan dalam hal

lainnya H0 ditolak.
Harga ini diperoleh dari daftar distribusi normal baku dengan peluang

Contoh:
Pengusaha lampu ijar merk A mengatakan bahwa lampu hasil produksinya bisa
tahan pakai sekitar 800 jam. Akhir-akhir ini muncul dugaan bahwa masa pakai lampu
merk A tersebut telah berubah. Untuk menguji terhadap dugaan tersebut dilakukan
penyelidikan dengan jalan menguji sebanyak 50 buah lampu. Dari hasil penyelidikan
ternyata ditemukan bahwa masa pakai lampu tersebut rata-rata hanya 792 jam. Dari
pengamatan, diketahui bahwa nilai simpangan baku masa hiduplampu merk A adalah 60
jam. Dengan ralat = 0,05, ujilah apakah kualitas lampu tersebut memang sudah berubah
ataukah belum.
Penyelesaian:
Kita asumsikan bahwa rata-rata masa hidup lampu merk A berdistribusi normal,
maka akan diuji :
H0 : = 800 jam, berarti lampu tersebut masa pakainya masih sekitar 800 jam (kualitas
belum berubah).
Ha : 800 jam, berarti kualitas lampu telah berubah.
Dari pengalaman, diketahui bahwa simpangan baku masa hidup lampu sekitar = 60
jam.
Dari penyelidikan terhadap n=50, diperoleh = 792 jam. Statistik yang digunakan untuk
menguji hipotesis diatas adalah statistic Z. Dan dengan mensubtitusikan harga 0 = 800
jam, akan diperoleh:

Criteria pengujian atau harga Z table yang dipakai diperoleh dari daftar distribusi normal
baku untuk uji dua pihak (dua ekor) dengan =0,05. Dalam hal ini, dapat dilihat pada
daftar P (sudjana.hal 474)
.

Daerah Daerah
Penolakan H0 Penolakan H0 Daerah Kritis

0,025 Daerah 0,025


Penerimaan H0

-1,96 0 1,96

Kriteria: Terima H0, jika harga Z hitung terletak antara -1,96 dan 1,96, sedangkan dalam
hal lainnya. H0 ditolak. Dari hasil penyelidikan, ternyata diperoleh Z hitung = -
0,94.
Ini berarti bahwa H0 diterima.
Kesimpulan: Bahwa pada taraf =0,05, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa H0=
=800 jam diterima. Atau bahwa masa pakai lampu merk A memang masih sekitar 800
jam. Jadi, kwalitasnya belum berubah.
2. Jika tak diketahui:
Dalam kenyataanya simpangan baku populasi sering tidak diketahui, untuk itu,
maka diambil harga penafsirannya yaitu nilai simpangan baku yang dihittung dari
sampel.
Untuk menguji hipotesis H0== 0 melawan Ha= 0 maka digunakan statistik t
dengan rumus sebagai berikut:


(2)

Statistik t ini ternyata berdistribusi student dengan dk= (n-1). Sedangkan criteria
pengujian diperoleh dari distribusi student t pada taraf tertentu untuk uji dua pihak
(dua ekor).
Kriteria: terima H0, Jika
Dalam hal ini, didapat dari daftar distribusi student t (lihat daftar G, sudjana
hal 475) dengan peluang (1-/2) dan dk = (n-1) dan dk= (n-1). Dan dalam hal lainya,
H0 ditolak.
Contoh :
Sebagaimana contoh diatas mengurai pengujian masa pakai lampu merk A,
misalkan simpang bakun populasi tidak diketahui. Sedangkan dari sampel
pengujian sebanyak n=50 diperoleh harga rata-rata =792 jam, dan simpangan baku
s = 55 jam dengan harga 800 jam, maka akan dapat dihitung harga t sebagai
berikut:

Dari daftar distribusi student dengan dk=n-1 =50-1=49 dan =0,05 (uji dua pihak
lihat =0,025), diperoleh harga t table= = 2,01
Daerah Daerah
Penolakan H0 Penolakan H0 (Daerah Kritis)

0,025 Daerah 0,025


Penerimaan H0

-2,01 0 2,01

Kriteria: Terima H0, jika harga t hitung terletak antara -2,01 dan 2,01. Sedangkan
dlam hal lainya H0 ditolak.
Dan penyelidikan terhadap sebanyak 50 buah lampu merk A, menghasilkan t
hitung=-1,03 dan ini terletak pada daerah penerimaan H0.

Kesimpulan:
Bahwa H0 = = 800 jam diterima. Atau dengan kayta lain, memang masa pakai
lampu merk A tersebut masih sekitar 800 jam. Jadi, kwalitas lampu belum berubah.

UJI RATA-RATA = UJI SATU PIHAK


Perumusan hipotesis untuk uji pihak kananmengenai rata-rata adalah H0= 0
melawan Ha= 0
Dalam hal ini, populasi diasumsikan berdistribusi normal dan dari padanya sampel
acak berukuran n diambil. Dari sampel yang diambil, dihitung harga rata-ratanya
dan simpangan baku S.
1. Jika diketahui:
JIka simpangan baku populasi diketahui, maka untuk menguji hipotesis diatas
digunakan statistik Z sebagaimana disajikan pada rumus (1). Kriteria pengujian
diperoleh dari daftar distribusi normal baku.
Kriteria: tolak H0, jika Z hitung
Dimana diperoleh dari daftar distribusi normal baku dengan peluang (0,5-
) sedangkan dalam hal lainya, H0 diterima
2. Jika tidak diketahui:
Perumusan hipotesis untuk uji satu pihak (pihak kanan)mengenai rata-rata
adalah:
H0= 0 melawan Ha= 0
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik P dengan rumus sebagaimana
disajikan pada rumus (2). Kriteria pengujian diperoleh dari daftar distribusi
student t dengan dk=n-1 dan peluang ( 1-).
Kriteria: Tolak H0, jika harga t hitung sedangkan dalam hal lainya H0
diterima.

UJI SATU PIHAK : PIHAK KIRI


Perumusan hipotesis untuk uji satu pihak kiri adalah H0 : 0 melawan Ha : <
0
a) Untuk menguji hipotesis ini, jika diketahui maka digunakan statistik Z
seperti pada rumus (1)
Kriteria Pengujian;
Tolak H0, Jika harga Z hitung -Z0.5-
Nilai Z0,5- diperoleh dari distribusi normal baku dengan peluang (0,5-)
dan dalam hal lainya H0 diterima.
b) Jika tidak diketahui, maka untuk menguji hipotesis diatas digunakan
statistik t dengan rumus seperti pada rumus (2)
Kriteria pengujian:
Tolak H0 jika harga t hitung-t1- dalam hal ini, t1- diperoleh dari daftar
distribusi student t dengan peluang (1-) dan dk =(n-1). Dan dalam hal
lainya H0 diterima.