Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BATUBARA

TENTANG

Pemanfaatan Batubara untuk PLTU Ombilin Sawahlunto

OLEH

NAMA : Fitri Wulan Jaya

: Friska Frimanda

: Iqbal

KELAS : IA Pertambangan

JURUSAN : Pertambangan

DOSEN : Lutdfi Nur Syamsu, S. P d

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

AKADEMI KOMUNITAS SAWAHLUNTO

2014
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat tuhan yang maha esa,penulis dapat menyelesaikan sebuah makalah yang
berjudul Pemanfaatan Batubara untuk Ombilin Sawahlunto.

Banyak kesulitan yang penulis hadapi dalam pembuatan makalah ini karena tugas ini
merupakan tugas yang baru bagi penulis, sehigga penulis harus bertanya-tanya meskipun telah
diberi pengarahan oleh guru bidang studi.

Kesulitan bertumpu pada langkanya buku-buku yang berisi keterangan yang berhubungan
dengan judul di atas. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:


1. Guru studi yang telah memberi petunjuk pembuatan makalah ini.
2. Semua pihak yang telah memberikan bantuannya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah.

Penulis dapat menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, meskipun sudah
berusaha sekuat tenaga. Oleh sebab itu penulis mengharapkan saran atau kritik yang bersifat
membangun untuk dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya menyusun makalah yang lebih
baik pada waktu yang akan datang.

Akhir kata penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Sawahlunto, November 2014

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah.............................................................................. 1

C. Tujuan dan Manfaat.......................................................................... 1

D. Sistematika Penulisan......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Batubara.......................................................................... 3

B. Pemanfaatan Batubara...................................................................... 3

C. Pemanfaatan Batubarauntuk PLTU Ombilin Sawahlunto.4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.......................................................................................... 8

B. Saran.................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kotamadya Sawahlunto provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang


mempunyai tambang batubara. PLTU Ombilin terletak di desa Sijantang yang jarak
tempuh dari kotamadya Sawahlunto 15 km. Dalam memenuhi kebutuhan Tenaga
Listrik yang mengikat Pemerintah dari hal ini PT PLN (Persero) menentukan
kebijaksanaan penghematan penggunaan bahan bakar minyak. Pemanfaatan potensi
batubara sebagai sumber energy listrik semakin penting mengikat keterbatasan sumber
energi Primer disamping usaha difersitas energi. Pembanguna Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) Ombilin- Sijantang dengan menggunakan bahan bakar Batubara merupakan
salah satu cara pemanfaatan potensi batubara didaerah Sawahlunto dan sekitarnya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan pengertian batubara?


2. Menjelaskan pemanfaatan batubara untuk PLTU Ombilin?
C. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai penulis berdasarkan rumusan masalah di
atas yaitu:

1. Agar pembaca memahami batubara.


2. Agar pembaca memahami pemanfaatan batubara untuk PLTU Ombilin.
D. Sistematika Penulisan

Adapun penulisan yang akan dicapai penulis untuk memberikan gambarab yang jelas,
maka penulisan disusun menjadi 3 bab sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan

Menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, metode penulisan


dan sistematika penulisan yang diambil penulis dalam penulisan makalah.

Bab II Pembahasan

Membahas mengenai pengertian batubara dan pemanfaatan batubara untuk PLTU


Ombilin.

Bab III Penutup

Menguraikan kesimpulan dan saran.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Batubara

Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan
sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik,utamanya adalah sisa-sisa
tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri
dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Berdasarkan klasifikasi Badan Standardisasi Nasional Indonesia tentang


batubara,pengertian endapan batubara adalah : Endapan yang dapat terbakar, terbentuk
dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami kompaksi, ubahan kimia dan hampir
proses metamorfosis oleh panas dan tekanan selama waktu geologi, yang berat
kandungan bahan organiknya lebih dari 50% atau volume bahan organik tersebut
termasuk kandungan lengas bawaan ( inherent moisture) lebih dari 70 %.

Jadi batubara menurut kelompok kami adalah batuan sedimen yang dapat
terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan
terbentuk melalui proses pembatubaraan terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen yang
memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks.

B. Pemanfaatan Batubara

Dewasa ini penggunaan batubara di dalam negeri adalah sebagai sumber energi
panas dan bahan bakar, terutama dalam pembangkit tenaga listrik dan industri semen
serta dalam jumlah yang terbatas pada industri kecil, seperti pembakaran batu gamping,
genteng , sebagai reduktor dan industri pelabuhan timah dan nikel. Selain itu batubara
Indonesia digunakan untuk ekspor ke berbagai negara antara lain Afrika, Eropa , Amerika
dan Asia (Jepang, Taiwan, Hongkong, Korea) dan lain-lain.

Pemakaian batubara terbesar sesuai urutannya adalah PLTU yang menggunakan


bahan bakar batubara, disusul oleh industri aemen yang secara keseluruhan telah beralih
ke batubara, kemudian industri kimia, kertas, metalurgi, briket batubara dan penggunaan
industri kecil lainya. Penggunaan batubara untuk PLTU pada tahun 1999 sebesar 26,9
juta ton, tahun 2004 sebesar 61,5 juta ton dan sampai tahun 2008 perkiraan pemakaian
batubara mencapai 71,8 juta ton. Sedangkan produksi batubara Indonesia sampai tahun
2006 sebesar 160,4 juta ton, ekspor 120,8 juta ton dan pemakaian dalam negeri 35,95 juta
ton dengan total produksi 156,75 juta ton.

C. Pemanfaatan Batubara untuk PLTU Ombilin Sawahlunto

PLTU Ombilin merupakan PLTU mulut tambang yang semula direncanakn


beroperasi tahun 1986 dengan batubara Ombilin (PT AIC dan PT BA UPO). Namun
realisasinya PLTU Ombilin mulai beroperasi sejak akhir tahun 1996. Pembangun PLTU
Ombilin Unit 1 dan Unit 2 di daerah Sawahlunto telah melalui tahapan-tahapan yang
standar dan tentunya juga telah mempertimbangkan beberapa aspek yang menunjang
untuk diputuskan pembangunan suatu pembangkit yang sesuai dengan infrastruktur yang
ada.

Adapun tahapan pembanguna PLTU Ombilin dimulai dimulai dengan tahap pra
pada bulan juli 1993, konstruksi utama dimulai, dan sekarang bertahap pembangunan
PLTU Ombilin Unit 1 dan 2 mulai dikerjakan. 3 tahun kemudian yaitu pada bulan Juli
1996, disusul kemudian pada tahun yang sama yaitu bulan November 1996 PLTU Unit 2
beroperasi, sedangkan PLTU itu sendiri dimungkinkan dapat berumur lebih kurang 30
tahun. Tenaga yang dihasilkan PLTU Ombilin melalui generator dengan tengangan 11
KV dinaikkan menjadi 150 KV melalui Travo Utama. Kemudian disalurkan melalui
jaringan tengangan tinggi 150 KV yang menghubungkan ke system interkoneksi
Sumatera Selatan-Lampung, Sumbagteg- Jambi, Sumbar-Riau, selanjutnya dikendalikan
oleh pusat P3BS.

PLTU Ombilin juga disebut juga disebut PLTU mulut tambang, karena letaknya
berdampingan dengan tambang batubara. Tambang batubara ini awal pengolahannyan di
bawah PT BA dan PT AIC. Akan tetapi akhir-akhir ini karena kemampuan supply
mereka terbatas sehingga PLTU Ombilin melaksanakan system spot market yaitu
pembelian langsung kepada pemasok lain , baik pemasok yang ada disekitar tambang
maupun pemasok dari luar daerah Sawahlunto.

Sistem pengankutan dilaksanakan Batubara yang diangkut dengan armada truk


langsung dimasukkan di tempat penimbunan (stok file).

Kemudian batubara diangkut dinagkut dengan belt Conveyor dimasukkan ke


dalam bunker mill. Kemudian batubara digilig/dihaluskan di mesin giling (mill) sehingga
menjadi serbuk halus batubara yang selanjutnya melalui udara paksa serbuk batubara
tersebut dihembuskan diruang bakar sehingga terbakar dan menghasilkan panas yang
memanasi pipa-pipa dan drum-drum.

Resin-resin yang digunakan untuk mengikat ion-ion lambat laun akan jenuh pada
produksi air dalam volume tertentu, maka untuk mengaktifkan kembali resin-resin
tersebut dilakukan regenerasi (pencucian) dengan menggunakan bahan kimia sulfucid
acid untuk kation dan Caustic Soda untuk anion. Air limbah dari hasil regenerasi sebelum
dibuang ke sungai telebih dahulu dinetralkan denhan ph 7-8.

Alat pengering batubara di PLTU Ombilin dimiliki oleh perusahaan swasta yang
memasok batubara untuk PLTU. Perusahaan tersebut memiliki kuasa tambang batubara
dengan nilai kalor sebesar (+ 3900 kkal/kg yang tidak memenuhi spesifikasi batubara
untuk PLTU Ombilin. Agar batubara tersebut dapat memenuhi syarat untuk PLTU
Ombilin, maka perusahaan tersebut membeli alat pengering batubara dari China, yang
dapat menaikkan nilai kalor batubara menjadi 5.400 kcal/ kg. Dengan metoda upgrading
tersebut, maka perusahaan tersebut dapat memasok batubara sebanyak 20.000 Ton/Bulan
atau seperempat dari kebutuhan PLTU.

Alat yang beroperasi sejak bulan Juli 2012 tersebut merupakan jenis direct
contact, dimana sumber panas bersinggungan langsung dengan batubara kalori rendah
(Lignite, Sub Bituminus), sedangkan panas untuk pengeringan memakai gas buang (flue
gas) dari pembakaran batubara di furnace.
Pada dasarnya suatu PLTU haruslah beroperasi dengan bahan bakar batubara
yang sesuai dengan desain boilernya. Dengan demikian prioritas utama yang harus
dilaksanakan adalah mencari batubara yang sesuai dengan spesifikasinya. Meskipun
harga batubara tersebut lebih mahal dibandingkan dengan harga batubara kalori rendah.
Namun tetap akan lebih menguntungkan, karena jika PLTU mempergunakan bahan bakar
dengan kalori rendah dan (atau) kadar air melebihi spesifikasinya maka akan
menimbulkan kerugian kapasitas dan efisiensi turun, emisi CO2 dan SO2 naik, biaya
pemeliharaan akan meningkat, demikian juga time between failure akan turun.

Namun jika batubara dengan nilai kalor dan kadar air yang sesuai desain tidak
dapat diperoleh, maka langkah berikut yang bisa dilakukan adalah dengan teknologi
pengering batubara. Teknologi tersebut akan menguntungkan dibandingkan dengan
membangun PLTU dengan desain batubara dengan kalori lebih rendah. Karena PLTU
dengan nilai kalori bahan bakar batubara yang lebih tinggi, maka kapasitas dan efisiensi
pembangkit naik, harga pembangkit per MW lebih murah, serta biaya pemeliharaan akan
rendah.

Mengingat saat ini belum banyak terdapat Coal Drier pada PLTU, baik di dunia
maupun di Indonesia. Maka perlu dilakukan uji coba teknologi coal drier pada berbagai
pembangkit, khususnya pada PLTU yang diperkirakan sulit mendapat batubara sesuai
dengan desainnya. Teknologi dalam negri yang sudah ada, termasuk dengan kapasitas
kecil dapat diterapkan pada berbagai PLTU skala kecil yang ada. Dengan demikian jika
uji coba pada pembangkit berkapasitas kecil berjalan dengan baik, maka langkah
berikutnya dapat dilakukan scale-up secara bertahap untuk PLTU dengan kapasitas yang
lebih besar.

Menurut Karyawan PLTU Ombilin sehari dapat mengahasilkan listrik dengan


daya terpasang 2 x 100 MV sehingga menambah daya kelistrikan Sumbangsel-Lampung,
Sumbangteg-Jambi, Sumbar-Riau, menghemat bahan bakar minyak, memacu
perkembangan industri/ perekonomian.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Batubara adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan
organic, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses
pembatubaraan. Banyak sekali pemanfaatan batubara salah satunya untuk pembangkit
listrik tenaga uap yang ada di Sawahlunto di desa Sijantang. PLTU ini menggunkan
bahan bakar batubara yang ada di Sawahlunto maupun diluar Sawahlunto. PLTU ini
dapat menghasilkan listrik dengan daya terpasang 2 x 100 MV sehingga menambah daya
kelistrikan Sumbangsel-Lampung, Sumbangteg-Jambi, Sumbar-Riau.

B. Saran

Dengan telah mempelajari pengertian batubara dan pemanfaatan batubara untuk


PLTU Ombilin Sawahlunto. Diharapkan para mahasiswa mampu menerapkan ke dalam
kehidupan sehari-hari dan memahami pelajaran batubara serta bisa berinteraksi dan
menyikapi permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Panduan Profil PLTU Ombilin Sawahlunto