Anda di halaman 1dari 28

Optimisasi Operasi Sistem Tenaga Listrik

dengan Konstrain Kapabilitas Operasi


Generator dan Kestabilan Steady State Global

JJohnyy Custer (2209201007)


( )

Dosen Pembimbing :
Prof. Ir. Ontoseno Penangsang, M. Sc., Ph.D
P f Dr.
Prof. D IIr. Adi Soeprijanto,
S ij MT
MT.
P d h l
Pendahuluan

Kajian Pustaka dan Dasar Teori

Metoda Penelitian

Simulasi dan Analisis

Penutupp
Pendahuluan
Tenaga Listrik Ekonomis dan Aman
Latar Belakang - Biaya
y Pembangkitan
g Minimal
(MIPSO OPF)
Rumusan - Melihat Batasan
- Kapabilitas
p Operasi
p Generator
Masalah - Indeks Kestabilan Steady State

Batasan - IEEE 30 Bus dan Sistem 500 kV


Jawa bali
M l h
Masalah - Operasi Kondisi Normal
Tujuan
j - Simulasi

Penelitian - Memperoleh Operasi STL yang


Ekonomis dan Aman
Kontribusi - Diharapkan bisa dijadikan dasar atau
Penelitian pertimbangan untuk pengoperasian STL
yang murah dan aman
Kajian Pustaka dan Dasar Teori
Referensi [10-11] Referensi [12-14]

Optimisasi Operasi Sistem Tenaga Listrik dengan


Konstrain Kapabilitas Operasi Generator dan
Kestabilan Steady State Global
Economic Dispatch
ED : Pembagian pembebanan pada pembangkit pembangkit yang ada
dalam sistem secara optimal dan ekonomis pada harga beban
sistem tertentu.

Beberapa Metoda ED :
1
1. Faktor Pengali Lagrange
2. Iterasi Lambda
3. Base Point dan Faktor Partisipasi
p
Losses Di Perhitungkan

F T = F1 + F 2 + F 3 + ..... + F N

N
F T =
i=1
F i ( Pi )
Fi ( Pi ) = ai + bi Pi + ci Pi 2
N
= o = PR + PL Pi : Konstrain, Daya yang dibangkitkan sama dengan daya
i =1 yang diterima beban ditambah rugi transmisi.
Analis
Analisaa Aliran Daya Optimal
Analisisuntuk mengoptimalkan suatu
fungsi objektif yang secara simultan
perhitungannya juga memenuhi batasan
g aliran daya
keseimbangan y
Fungsi objektif
Biaya pembangkitan Economic Dispatch
Rugi-rugi pada jaringan
Injeksi daya reaktif
dsb.
Batasan batasan dalam Aliran daya

y Keseimbangan aliran daya (Equality Constraints)


N

P
i =1
i = PD + PL

y Nilai minimum dan maksimum daya pembangkit


(Inequality Constraints)

P i min P i P i max
y Kurva Kapabilitas Generator
Kurva Kapabilitas Generator
Batas kemampuan generator :
Batas daya aktif dan reaktif
Batas
Batas arus stator (B
(B-C)
C)
Batas arus rotor (B-A)
Batas pemanasan ujung inti stator (C-D)

Batas arus kumparan stator ditentukan


berdasarkan rating arus yang mengalir di
kumparan stator

Batas arus kumparan rotor ditentukan


berdasarkan penguatan arus medan yang
mengalir dikumparan rotor

Batas pemanasan ujung inti stator


menentukan batas daya maksimum
reaktif generator menerima daya reaktif
dari sistem
Radial Equivalent Independent
REI (Radial Equivalent Independent) dibangun untuk
menyederhanakan sistem tenaga listrik yang multi bus menjadi
sistem yang lebih sederhana dengan menggabungkan seluruh bus
beban menjadi 1 (satu) perwakilan bus (Bus Load Center)
Metoda Penelitian A

Tidak MelihatBatasan
Mulai KeamananGenerator

DataSaluran
Data Pembebanan
DataPembebanan Ya
DataPembangkitan
MenghitungBatasKesatabilan
SteadyStateBerdasarkanREI

MenentukanOptimisasi
BiayaPembangkitan MelihatBatasan
Tidak
Kestabilan
SteadyState
OptimisasiOPFMIPSOdengan
KontrainKurvaKapabilitas
Generator Ya

Selesai
A
Flowchart MIPSO
Flowchart OPF MIPSO
Mulai

InitialisasiParameterMIPSO Mulai

InitialisasiPosisiIndividuSecaraAcak Impedansi
Bebanpada
Jaringan
InitialisasiVelocityIndividuSecaraAcak

PembangkitanSecaraAcak
Update Velocity Individu i,
TitikOperasidiperbarui
denganMIPSO
Dengan coefisient constriction (K) adalah : Analisa Aliran Daya
AnalisaAliranDaya

Update Posisi Individu i, Xk+1 =Xik +Vik+1


Pengecekan Tidak
KeamananGenerator
Update Pbest danGbest
dan Gbest
Ya
Iterasi
Evaluasi Fungsi Obyektif padaIndividu i Selanjutnya
FungsiObyektif
Optimal

Tidak Kriteria Konvergenuntuk


Terpenuhi? pemecahanoptimisasi

Selesai

Output/Hasil

Selesai
Algoritma Pengembangan
Kurva Kapabilitas Generator

Kurva kapabilitas generator digunakan


sebagai batasan keamanan operasi.
Dikembangkan sebuah model dalam
bentuk NN yang berfungsi sebagai
pengganti kurva kapabilitas

Tahapan pengembangan :
1 Pengambilan
1. P bil data
d :
Data plot titik P dan Q
2. Menghitung daya komplek kurva dan
sudut teta kurva
3 NN kemudian
3. k di dilatih
dil ih menggunakan
k
sejumlah data input dan target yang
diambil dari sejumlah titik pada
kurva.
4 Untuk
4. U k mengujiji keakuratan
k k model
d l
NN yang dihasilkan dilakukan uji
coba dengan memasukan input data
yang tidak dilatih. Keluaran
t
targetnya
t kemudian
k di dibandingkan
dib di k
dengan data kurva sebenarnya.
Pengujian Kurva Kapabilitas Generator

P
Pengujian
ji : 11. K
Kondisi
di i aman.
2. Kondisi kritis Syarat Rref Rgen
3. Kondisi tidak aman
Keterangan :
Rref : Daya komplek PQ kurva ( panjang jari-jari kurva )
Rgen : Daya komplek beban ( panjang jari-jari beban )

Blok pengujian keamanan kurva kapabilitas generator


Menentukan Indeks Stabilitas Menggunakan REInDimo
REInDimo

Single Line Diagram

Jalankan Load Flow

Tentukan Bus Beban

Gambar Bus Netral


Fiktif

Hubungkan Bus Beban


Ke Bus Netral Fiktif

P + jQ
1. Ybus =
V2

S*in
2. I =
Ei jFi
Membuat Bus Load Centre

1. IBLC

2. P menuju
j Bus Load Centre,, P + jQ

3. Zlc, Rlc + jX lc = P + jQ
I I*
4. Zlc diubah dalam bentuk Ylc Bus Load centre
1
YLC =
Z LC
S lc
5. Vlc, Vlc =
II*lcl

Jalankan Load Flow

Reduksi Y bus baru

Menghitung Nilai Indeks Stabilitas


dQ Y E
= m m 2 Ym + Yload V
dV m cos m m
Simulasi dan Analisis

IEEE 30 BUS

Jawa Bali 500 KV


IEEE 30 Bus Sistem
Lagrange
Daya
y Daya
y
Biaya Losses Indeks
No Pembangkit Aktif Reaktif
($/h) (MW) Stabilitas
(MW) (MVar)
1 Pembangkit 1 44,147 -5,287 126,915

2 Pembangkit 2 57,677 36,479 158,210

3 Pembangkit 3 23,022 12,037 55,877

4 Pembangkit 4 32 762
32,762 34 744
34,744 118 799
118,799

5 Pembangkit 5 16,721 9,768 56,281

6 Pembangkit 6 17,511 12,744 59,289

Total 191,841 100,484 575,37 2,649 -8.388


IEEE 30 Bus Sistem
MIPSO
No Total Cost Losses
% Error
E C
Costt % Error
E L
Losses
Percobaan ($/jam) (MW)
1 575,32 2,640 0,001 0,003
2 575,29 2,653 0,004 0,495
3 575,33 2,635 0,003 0,187
4 575,29 2,652 0,004 0,457
5 575,31
, 2,637
, 0,001
, 0,111
,
6 575,33 2,639 0,003 0,035
7 575,29 2,632 0,004 0,301
8 575,34
, 2,639
, 0,004
, 0,035
,
9 575,31 2,644 0,001 0,154
10 575,30 2,621 0,003 0,717
11 575,33 2,643 0,003 0,116
12 575,30 2,646 0,003 0,230
13 575,32 2,640 0,001 0,003
14 575,34 2,642 0,004 0,078
15 575,32 2,636 0,001 0,149
AVG 575,31 2,640 0,003 0,205
IEEE 30 Bus Sistem
Perbandingan Lagrange dengan MIPSO

Daya Output (MW) Lagrange MIPSO


P1 44,147 44,006
P2 57,677 57,338
P3 23,022 22,985
P4 32,762 36,292
P5 16,721 14,686
P6 17,511 16,525
Losses (MW) 2,649 2,632
Total Pembangkitan (MW) 191,841 191,832
Total Biaya Pembangkitan ($/jam) 575,37 575,29
Indeks Stabilitas -8.798 -8,269
Sistem Jawa Bali 500 kV
Real System
S Tanpa Konstrain

Daya
Daya Aktif Biaya Losses
No Pembangkit Reaktif
(MW) (Rp/jam) (MW)
(MW)
1 Suralaya 3.337,962 988,564 2.050.625.196,271
2 Muara Tawar 1.470,000 679,361 5.243.786.025,070
3 Cirata 400,000 484,322 2.400.000,000
4 Saguling 535 000
535,000 1 043 085
1.043,085 2 943 570 000
2.943.570,000
5 Tanjung Jati 830,000 361,870 180.378.776,980
6 Gresik 810,000 608,616 729.802.889,660
7 Paiton 2.820,000 895,043 528.641.810,780
8 Grati 198,000 395,970 504.471.401,820

Total 10.395,176 5.456,832 9.243.049.670,58 113,177


Sistem Jawa Bali 500 kV
R l System
Real S d
dengan Konstraint
K i Kurva
K Kapabilitas
K bili G Generator

Daya
Daya Aktif Biaya Losses
No Pembangkit Reaktif
(MW) (Rp/jam) (MW)
(MW)
1 Suralaya 3.337,962 1.329,058 2.055.459.474,747
2 Muara Tawar 1.470,000 1.407,767 5.243.786.025,070
3 Cirata 400,000 -57,588 2.400.000,000
4 Saguling 535 000
535,000 405 890
405,890 2 943 570 000
2.943.570,000
5 Tanjung Jati 830,000 431,658 180.378.776,980
6 Gresik 810,000 656,302 729.802.889,660
7 Paiton 2.820,000 935,998 528.641.810,780
8 Grati 198,000 410,228 504.471.401,820

Total 10.400,962 5.519,314 9.247.883.949,06 118,962


Sistem Jawa Bali 500 kV
Optimisasi dengan MIPSO
Total Cost (cost-AVG) (losses-AVG)
No Percobaan Losses (MW)
(Rp/jam) % %

1 8.784.673.632,440 168,233 5,936 0,026


2 8.201.379.391,610 163,539 1,098 0,002
3 8.436.368.496,190 151,104 1,735 0,078
4 8.458.481.217,870 144,584 2,002 0,118
5 8.333.746.583,860 163,921 0,498 0,000
6 7.714.846.255,020 180,765 6,966 0,103
7 8.291.474.133,020 156,575 0,012 0,045
8 8.152.887.759,050 170,913 1,683 0,043
9 8.455.069.389,850 178,262 1,961 0,088
10 8.157.305.312,880 139,900 1,630 0,146
11 8.013.186.640,870 163,725 3,368 0,001
12 8.634.067.323,680 169,853 4,120 0,036
13 8.193.740.306,100 166,800 1,190 0,018
14 8.824.460.261,240 169,306 6,415 0,033
15 7.735.186.278,160 171,079 6,720 0,044
AVG 8.292.458.198,789 163,904 3,022 0,052
Sistem Jawa Bali 500 kV
Perbandingan Data Real dengan MIPSO

Daya Output (MW) Real MIPSO


Suralaya 3.337,962 3.083,271
Muara Tawar 1.470 1.093,715
Cirata 400 400
Saguling 535 535
Tanjung Jati 830 943,806
Gresik 810 1.007,343
Paiton 2.820 3.249,630
Grati 198 150
Losses (MW) 118,962 180,765
Total Pembangkitan (MW) 10.400,962 10.462,765
T t l Biaya
Total Bi Pembangkitan
P b kit (Rp/jam)
(R /j ) 9 247 883 949 06
9.247.883.949,06 7 714 846 255 02
7.714.846.255,02
Indeks Stabilitas -33,88 -24,70
Gambar Kurva Kapabilitas Generator
D t R
Data Reall (Sebelum
(S b l di Optimisasi)
O ti i i)
Gambar Kurva Kapabilitas
p Generator
Hasil MIPSO (Setelah di Optimisasi)
Penutup
1. Kesimpulan
y Pengurangan biaya
P bi operasii pembangkit
b ki sebesar
b Rp.
R 1.576.520.775,-
1 576 520 775 (sekitar
( ki
16,57%), Dari Rp. 9.247.883.949,06menjadi Rp 7.714.846.255,02.
y Pembebanan pembangkit masih berada dalam operasi aman. Operasi
pembangkit berada dalam kurva kapabilitas generator.
y Nilai indeks stabilitas setelah optimisasi dalam kondisi stabil yaitu -24,70, (<
dari 0). Namun apabila dibandingkan dengan nilai indeks stabilitas sebelum
optimisasi, nilai indeks stabilitas sebelum optimisasi lebih bagus dibandingkan
dengan nilai indeks stabilitas setelah optimisasi
( -33, 88 berbanding -24,70).
2. Saran
y Kedepan diharapkan ada penelitian lanjutan yang menggabungkan efek
ekonomis
k i dan
d kestabilan.
k t bil Selain
S l i dihasilkan
dih ilk operasii yang ekonomis
k i juga
j diik ti
diikuti
dengan hasil kestabilan yang lebih baik.