Anda di halaman 1dari 21

APLIKASI SISTEM PERSEDIAAN BARANG

DAGANG UNTUK TOKO OBAT BATIK YAN JAYA

Liliana (232008028)

Abstrack

Yan Jaya batik chemicals store that was only focus on sales realizes that
keeping a stock of goods is an important having to develop its business and to
compete with other batik chemicals store. The owner yan jaya batik chemicals
store realizes that its important to have data storage that more orderly and
secure. The need of information about the goods availability is one of the
problems that Yan jaya batik chemicals store face. Its suggested to the owner of
that store to use a simple application of a stock of goods.

Keyword : inventory system, inventory, application inventory system

1. Pendahuluan

Toko Obat Batik Yan Jaya yang berlokasi di Jalan Raya Banyurip Alit No
610 Pekalongan, berdiri sejak 1950 ini didirikan oleh Foe Piang Fung, yang
sekarang dikelola oleh anaknya yang bernama Foe Ie Yan. Usaha yang bergerak
dibidang perdagangan, pengelolaannya secara perorangan sehingga pengelolaan
Toko Obat Batik Yan Jaya merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup usaha.

Untuk memperjuangkan eksistensi bisnis dibidang perdagangan ini, pemilik


usaha dagang sering menemui masalah ketersediaan barang dagangannya.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, menunjukan Toko Obat Batik Yan
Jaya sering menghadapi masalah kesulitan untuk mengelola persediaanya.
Dampak yang muncul adalah pemilik kesulitan untuk memenuhi kebutuhan
persediaan barang dagang, tidak diketahui dengan pasti jumlah persediaan barang
dagang yang tersedia selain itu persediaan barang dagang yang tersedia dapat
digolongkan menjadi 3 golongan persediaan barang dagang yaitu berupa

1
persediaan barang dagang bubuk, padat dan cair yang semuanya berjumlah 77
jenis, serta kapan seharusnya pemilik melakukan pemesanan pembelian ke
pemasok.

Kondisi tersebut disebabkan pemilik tidak memiliki catatan lengkap


mengenai persediaan barang dagang. Pemilik tidak mencatat setiap terjadi mutasi
barang (khususnya untuk pengeluaran barang dari gudang) pemilik lebih banyak
mencatat penambahan tetapi pencatatan pengurangan barang jarang dilakukan.
Sehingga untuk jumlah barang di gudang, pemilik hanya mengandalkan ingatan
dan kadang melihat secara langsung ke gudang tempat penyimpanan barang
dagangan. Jika barang hilang, pemilik juga sulit untuk mengetahui dengan pasti,
kapan dan berapa banyak barang dagangan yang hilang. Pemilik berminat untuk
melakukan pencatatan mutasi barang dengan baik selama terdapat alat bantu yang
digunakan mendukung. Pemilik menyatakan memiliki waktu yang cukup untuk
mencatat, tetapi selama ini jarang melakukan karena kertas-kertas yang digunakan
untuk mencatat selama ini tidak tersimpan rapi (seringkali hilang). Secara garis
besar untuk melihat permasalahan dalam pengelolaan persediaan dapat dilihat
dalam fishbone analysis berikut:

CAUSE EFFECT

METODE
wa
ktu

Pencatatan persediaan tidak ada

Pencil and paper system


Informasi Ketersediaan
Barang Yang dijual tdk
dpt tersedia pd saat d
Nota-nota butuhkan
Kertas dan pen

Rekap keluar masuknya stok

MATERIAL

Gambar 1. Fishbone Analysis

2
Dalam fishbone analysis terlihat bahwa pemilik tidak melakukan
pencatatan persediaan yang disebabkan karena pemilik harus meluangkan banyak
waktu jika mencatat semua persediaan karena banyaknya jenis dan jumlah barang
yang dijual. Dengan aplikasi sistem persediaan barang dagang Toko Obat Batik
Yan Jaya secara terkomputerisasi dapat membantu memberikan informasi jumlah
persediaan barang untuk dijual dan tidak menghabiskan banyak waktu pemilik
karena sistem informasi terkomputerisasi memiliki keunggulan yaitu dapat
menghemat waktu dalam pengelolaan data dan pencatatan data, transaksi lebih
akurat dan tepat waktu. (Romney dan steinbart, 2006:9). selain itu, nota-nota yang
terkumpul baik nota penjualan dan nota pembelian hanya sebatas dokumentasi,
tidak dilakukan rekap keluar masuknya persediaan barang dagang. Untuk
menggantikan sistem konvensional yang hanya mengandalkan data manual
(kertas/buku) dan ingatan dan membuat penyimpanan data yang lebih baik dan
mengikuti arus perkembangan teknologi/jaman maka di buatlah aplikasi sistem
persediaan barang dagang pada Toko Obat Batik Yan Jaya. Dengan melihat
situasi dan kondisi persoalan masalah yang dihadapi Toko Obat Batik Yan Jaya
yaitu apa yang dibutuhkan Toko Obat Batik Yan Jaya untuk mengatasi
permasalahan kebutuhan informasi ketersediaan barang dagang ?

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemilik Toko Obat Batik
Yan Jaya memberikan jaminan tetap tersedianya persediaan barang dagang yang
dibutuhkan pelanggan, mengurangi penumpukan persediaan barang dagang yang
tidak laku dijual, mendeteksi terjadinya kejanggalan persediaan barang dagang
yang terjadi, memenuhi keinginan pelanggan.

2. Kerangka Teoritis

Sistem Persediaan

Menurut Bartalanfy (1989, p. 2) mengatakan sistem merupakan seperangkat


unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut
dengan lingkungan. Jogiyanto (2001: 1) mendefinisikan suatu sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul

3
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran yang tertentu. Sistem merupakan kesatuan yg saling berhubungan dan
berjalan sesuai dengan langkah- langkah untuk tujuan yang berada dalam lingkup
tertentu.

Menurut Warren et al (2004: 440) istilah persediaan dapat diartikan


sebagai:
a. Barang dagang yang disimpan untuk dijual dalam operasional normal
perusahaan.
b. Bahan yang terdapat dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan
perusahaan tersebut.
Menurut Rangkuty (2004: 1) persediaan merupakan suatu aktiva yang
meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam
suatu periode usaha tertentu , atau persediaan barang-barang yang masih dalam
pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu
penggunaannya dalam suatu proses produksi. Persediaan mempunyai arti penting
bagi manajemen dan akuntansi, karena persediaan sebagai sumber pendapatan
suatu usaha. Kekurangan jumlah persediaan mengakibatkan perusahaan tidak
dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap pelanggan (Wicaksono, 2009).

Masalah penting dalam mengelola persediaan adalah menjaga agar


persediaan yang ada tidak terlalu banyak tetapi juga tidak terlalu sedikit.
Persediaan yang terlalu banyak memerlukan biaya penyimpanan yang tidak
sedikit. Terlalu banyaknya uang yang tertanam dalam persediaan dapat merugikan
perusahaan oleh karena uang tersebut belum dapat digunakan sebelum barangnya
laku terjual. Sebaliknya, persediaan yang terlalu sedikit mungkin akan
menimbulkan kerugian, oleh karena adanya permintaan yang tidak dapat dipenuhi.
Perlakuan persediaan sangat penting untuk diperhatikan sehingga Pemilik harus
dapat selalu mengontrol jumlah persediaan agar selalu memadai. Persediaan
barang dagang adalah unsur yang paling penting didalam kegiatan sebuah
perusahaan dagang.

4
Berdasarkan pengertian di atas maka sistem persediaan adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk memberi solusi dalam
menyelesaikan masalah-masalah dalam persediaan barang dagang.

Pencatatan Persediaan
Sistem pencatatan persediaan di dalam akuntansi terdapat dua sistem
menurut Assauri (2004: 173) yaitu sistem periodik dan sistem perpetual. Sistem
perpetual adalah sistem perhitungan persediaan yang berkelanjutan setiap ada
pengurangan barang maupun penambahan barang yang merupakan keharusan
untuk dicocokan dengan persediaan barang dagang yang benar-benar ada,
biasanya untuk pedagang eceran dengan harga mahal dan jenisnya sedikit .
Sedangkan, sistem periodik adalah sistem perhitungan persediaan barang dagang
yang dilakukan secara langsung pada jangka waktu tertentu bagi persediaan
barang. Sistem periodik dipergunakan pada perusahaan dagang eceran yang
menjual barang-barangnya dengan harga rendah.

Fungsi yang membentuk siklus persedian diantaranya adalah

1. Proses penambahan persediaan

Persediaan dapat bertambah tidak hanya karena proses pembelian namun


retur penjualan juga mempengaruhi jumlah ketersediaan barang dagang ,
selain itu bonus sewaktu-waktu yang diberikan suplier.

2. Proses pengurangan persediaan

Sering pemilik perusahaan menganggap hanya penjualan yang


mempengaruhi pengurangan persediaan sebenarnya masih ada faktor lain
yang menyebabkan pengurangan persediaan barang dagang diantaranya ,
retur pembelian, penyusutan barang ,hilang maupun kerusakan barang.

5
Persediaan Akhir = Persediaan Awal + pembelian - retur pembelian penjualan +
retur penjualan (penyusutan barang + Barang hilang+
kerusakan barang)

Menentukan Cost Dari Persediaan Akhir yang berlaku dalam PSAK 14 (2008)
adalah FIFO dan AVERAGE :
FIFO

First in first out, barang yang masuk terlebih dahulu dianggap yang
pertama kali dijual/keluar sehingga persediaan akhir akan berasal dari
pembelian yang termuda/terakhir.

Average

Average yaitu pengeluaran barang secara acak dan harga pokok barang
yang sudah digunakan maupun yang masih ada ditentukan dengan cara
dicari rata-ratanya.

Perancangan Sistem

Perancangan sistem sebagai desain sistem menentukan bagaimana suatu


sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut
mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat
keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar
memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir analisis
sistem (Jogiyanto, 1991: 196). Perancangan sistem secara umum
mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan dirancang
secara rinci dan strategis dalam organisasi. Tujuannya untuk melihat kesempatan
memanfaatkan teknologi informasi dan membuat suatu sistem untuk kemajuan
bisnis. Sistem informasi saat ini didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan
dalam hal teknologi yang tidak lain menggunakan perangkat-perangkat lunak
yang menjadi program dalam komputer.

6
Sistem informasi terkomputerisasi memiliki keunggulan yaitu dapat
menghemat waktu dalam pengelolaan data dan pencatatan data, transaksi lebih
akurat dan tepat waktu. (Romney dan steinbart, 2006:9). Penggambaran
perancangan sistem yang digunakan adalah Data Flow Diagram dan Entity/
Relationship Diagram.

Data Flow Diagram


Menurut Jogianto (2005:8) , Data flow diagram merupakan alat
perancangan sistem yang sering digunakan berorientasi pada alur data dengan
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun
rancangan sistem yg mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada
pemakai maupun pembuat program atau yang sering disebut arus data, arus data
dapat berbentuk sebagai berikut :
1. Formulir atau dokumen yang digunakan
2. Laporan tercetak yang menghasilkan sistem
3. Output dilayar komputer
4. Masukan untuk koputer
5. Komunikasi untuk ucapan
6. Surat atau memo
7. Data yang di baca atau di rekam file
8. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda
9. Transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain
~ Diagram Konteks
Merupakan diagram tingkat atas yang terdiri dari proses dan menggambarkan
hubungan terminator dengan sistem yang mewakili suatu proses. Hubungan antar
Terminator dan Data Store tidak digambarkan.
~ Diagram Level 0
Diagram ini merupakan diagram tingkat menengah yang menggambarkan proses
utama dari dalam sistem, yang terdiri dari hubungan entitas (entity), proses data
flow dan penyimpanan data (data store).

7
Entity Relationship Diagram
Teknik grafis yang menggambarkan skema database. Disebut sebagai
entity relationship diagram karena menunjukan berbagai entitas yang dimodelkan
dan hubungan antara entitas-entitas tersebut. Dalam mengambarkan relasi antar
objek data pada entity relationship diagram.

3. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Toko Obat Batik Yan Jaya yang difokuskan pada
pembuatan aplikasi sistem persediaan barang dagang. Data yang digunakan dalam
penelitian ini berupa aktivitas yang berkaitan dengan penambahan dan
pengurangan persediaan barang dagang serta dokumen-dokumen yang terkait
dengan aktivitas tersebut (nota tagihan pembelian dan nota penjualan).

Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang


memberikan gambaran umum sistem persediaan barang dagang toko tersebut.
Langkah-langkah analisis dalam penelitian ini sebagai berikut :

Identifikasi kebutuhan : mengidentifikasi apa yang dibutuhkan oleh pemilik


Toko Obat Batik Yan Jaya

Pemodelan proses : membuatkan gambaran proses yang sederhana untuk


sistem persediaannya agar mudah dipahami.

Pemodelan data : untuk mempermudah pemahaman sistem dengan


memberikan penggambaran analisa maupun rancangan sistem yg mudah
dikomunikasikan kepada pemakai.

Rancangan aplikasi : setelah mengetahui kebutuhan bagi pemilik toko dan


menyusun prosedur yang mendukung dalam pemodelan data kemudian
dirancangkan aplikasi sistem persediaan barang dagang Toko Obat Batik Yan
Jaya untuk pemecahan masalah yang ada.

8
4. Analisis dan Perancangan Aplikasi Persediaan

Analisis Kebutuhan Informasi

Selama ini pemilik tidak dapat memastikan berapakah barang yang tersedia
untuk dijual pada saat yang dibutuhkan, sehingga mengakibatkan pembeli yang
datang tidak semuanya mendapatkan barang yang diinginkan karena persediaan
habis. Selain itu, pemilik tidak dapat membuktikan saat beliau menemukan
kejanggalan pada jumlah persediaannya yang mengganggu stabilitas operasi Toko
Obat Batik Yan Jaya. Oleh sebab itu, pemilik membutuhkan laporan persediaan
barang dagang yang menunjang aktivitas bisnisnya. Berikut adalah tabel analisis
kebutuhan informasi :

Tabel 1. Analisis kebutuhan informasi.

Masalah Kebutuhan Informasi


Tidak tersedianya informasi Informasi ketersediaan barang
persediaan barang dagang (keseluruhan maupun per jenis
barang) baik unit maupun cost.

Pemodelan Proses

Untuk mempermudah dalam pemahaman sistem perlu digambarkan


dengan flowchart , melalui pengambaran sistem ini akan terliat bagaimana
prosedur akan dijalankan, penggambaran yang menggambarkan arus dokumen.
Beberapa dokumen yang dibutuhkan yaitu nota penjualan, retur- retur yang terjadi,
nota pembelian yang telah dijumlahkan dengan biaya angkut pembelian serta,
catatan catatan penyesuaian seperti penyusutan , hilang atau rusaknya persediaan
barang dagang.

Dari dokumen-dokumen diatas dapat dipilah-pilah mana yang mengurangi


persediaan dan mana yang menambah persediaan. Dokumen yang akan
mengurangi persediaan diantaranya nota penjualan, penyusutan, rusak, hilang dan

9
retur pembelian, sedangkan dokumen yang akan menambah persediaan yaitu nota
pembelian, bonus dan retur penjualan. Berikut adalah flowchart sistem persediaan
barang dagang Toko Obat Batik Yan Jaya yang diusulkan :

Flowchart sistem persediaan barang dagang toko obat batik yan jaya (per minggu)

Penambahan Pengurangan Persediaan akhir

Mulai A
B

Rekap Nota penjualan, Rekap


Nota pembelian, penambahan penyusutan, penambahan Rekap
bonus dan Retur barang rusak, hilang dan barang pengurangan
Penjualan Retur Pembelian barang

Input penambah Menghitung


persediaan Input pengurang persediaan yang
persediaan tersedia Persediaan
barang
dagang
mencatat semua
yang akan Persediaan mencatat semua yang
menambah barang akan mengurang Persediaan
persediaan barang dagang persediaan barang barang
dagang Laporan
persediaan
akhir

Nota pembelian, Rekap


bonus dan Retur penambahan
Penjualan barang
Rekap Selesai
pengurangan
barang
Rekap
N penambahan
barang
A

Nota pembelian,
bonus dan Retur
Penjualan

Gambar 2. Flowchart Sistem Persediaan

10
Siklus persediaan barang dagang dipengaruhi oleh penambahan dan
pengurangan persediaan barang dagang tersebut. Beberapa hal yang
mempengaruhi penambahan diantaranya pembelian barang dagang , retur
penjualan dan bonus yang diberikan oleh pemasok. Sedangkan, yang
mempengaruhi pengurangan yaitu penjualan, retur pembelian, penyusutan,
hilangnya persediaan dan rusak .

Pemodelan Data

Data Flow Diagram

Diagram Konteks

Stok Opname

Penambahan/ pengurangan
Pembelian penyesuaian

Lain-lain
Nota Pembelian

Penjualan
Sistem
Persediaan
Nota Pembelian barang dagang
Nota Penjualan
Retur
Pembelian Nota penjualan
Laporan Persediaan
Retur
Penjualan

Pemilik

Gambar 3 . Diagram Konteks

11
Diagram Level 0

Retur
Stok Opname
Penjualan
Retur
Pembelian
Pembelian Nota Penjualan
Adjustment
penambahan Nota
Nota Adjustment Pembelian
Pembelian pengurangan
1.0
Pemprosesan
Penambahan
Barang 2.0
Pemprosesan
Pengurangan
Barang Nota Penjualan

Detail Barang
Masuk
Barang Masuk Penjualan
Barang Keluar

Barang Detail Barang


Keluar

3,0
Pemprosesan
Penyusunan
Laporan

Laporan
Persediaan
Pemilik

Gambar 4. Diagram level 0

12
Berikut adalah Entity Relationship Diagram dalam Toko Obat Batik Yan Jaya

Gambar 5. Relationships

Atribut

Tabel 2. Atribut

Entitas Atribut
Kode barang (primary key), Nama barang, Satuan,
Barang Persediaan awal.
No kartu masuk(primary key), kode barang, tanggal
Barang masuk
Barang keluar No kartu keluar (primary key), kode barang, tanggal
No kartu masuk (pk 1), kode barang (pk 2), no nota,
pembelian, harga beli, retur penjualan, lain-lain dan
Detail barang masuk jumlah barang masuk
No kartu keluar (pk 1), kode barang (pk 2), nomor
nota, penjualan, retur pembelian, penyusutan, hilang,
Detail barang keluar rusak dan jumlah barang keluar

13
Relational

Tabel 3. Relational

Entitas Relasi Makna


Barang - Detail One to many Setiap satu jenis barang berhubungan dengan
Barang masuk banyak detail barang masuk
Barang - Detail One to many Setiap satu jenis barang berhubungan dengan
Barang keluar banyak detail barang keluar
Barang masuk - One to many Setiap satu event barang masuk pasti
Detail Barang berhubungan dengan banyak detail barang
masuk masuk
Barang keluar - One to many Setiap satu event barang keluar pasti
Detail Barang berhubungan dengan banyak detail barang
keluar keluar

Desain Aplikasi Sistem Persediaan

Berikut adalah hierarki menu utama pada tampilan Switchboard Toko Obat Batik
Yan Jaya :

Master barang dagang

formulir barang

Perubahan persediaan

-Penambahan persediaan

-Pengurangan persediaan

- Kembali

Laporan

-Laporan persediaan secara keseluruhan

14
-Laporan Per Jenis Persediaan

-Kembali

Keluar

Tampilan menu utama pada sistem persediaan Toko Obat Batik Yan Jaya berikut :

Gambar 6. Tampilan Switchboard

Dalam aplikasi sistem persediaan ini terdapat 3 entitas diantaranya


formulir master barang, rekap penambahan persediaan, rekap pengurangan
persediaan dan laporan yang dihasilkan yaitu laporan persediaan secara
keseluruhan,laporan Per Jenis Persediaan. Berikut tampilan form dan laporannya :

Master barang

15
Gambar 7. Master Barang

Perubahan persediaan

-Penambahan persediaan

Gambar 8. Rekap Penambahan Barang

16
-Pengurangan persediaan

Gambar 9. Rekap Pengurangan Barang

Laporan

-Laporan persediaan secara keseluruhan

Gambar 10. Laporan Persediaan Keseluruhan

17
-Laporan Per Jenis Persediaan

Gambar 11.laporan Per jenis Persediaan

5. Penutup

Simpulan

Masalah yang terjadi pada Toko Obat Batik Yan Jaya adalah tidak
tersediannya informasi persediaan barang , sedangkan pemilik mengakui
bahwa membutuhkan informasi ketersediaan barang dagang. Untuk
menyelesaikan masalah yang terjadi maka dirancangkan aplikasi sistem
persediaan barang dagang sederhana yang dapat menghasilkan laporan
persediaan barang dagang untuk pemilik.

Dalam aplikasi tersebut terdapat penyimpanan data yang tergolong dalam


5 Entitas yaitu barang , barang masuk, barang keluar , detail barang masuk
dan detail barang keluar.

Saran

Diharapkan pemilik dapat mempelajari aplikasi sistem persediaan barang


dagang terkomputerisasi ini agar pemilik tidak kebingungan dalam membuat
laporan persediaan barang dagang, serta pemilik harus menyediakan

18
seperangkat komputer atau laptop dengan windows yang telah diinstal
miceosoft access 2007

Daftar Pustaka

Ashari (2007).desain aplikasi akuntansi simpan pinjam menggunakan microsoft


access. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Bartalanfy, Ludwig Von.(1989). A Pioneer of General Systems Theory. Working
Paper, Februari 1989
Depatemen teknik informatika,dkk (2007).Berbagai Makalah Sistem Informasi.
Bandung :penerbit Informatika.
Devisi desain dan penelitian MADCOMS (2004).Rumus dan fungsi pada
microsoft access.madiun : penerbit Andi
Devisi desain dan penelitian MADCOMS (2007).Panduan lengkap microsoft
access 2007.madiun : penerbit Andi
Handojo, Andreas dan maharsi,sri (2009). Pembuatan sistem informasi Akuntansi
Terkomputerisasi atas siklus pembelian dan penjualan pada cv.X . Skripsi
Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (tidak
dipublikasikan).
Hartono, Jogianto.(2005). Program komputer untuk amalisa ekonomi.
Yogyakarta : penerbit andi
Hartono, Jogiyanto (1995). Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Off Set
Hartono, Jogiyanto (1991). Analisis dan Desain Sistem Informasi . Yogyakarta :
penerbit andi
Hilmawan, Rendy (2004). Evaluasi penerapan sistem informasi akuntansi
penjualan tunai dan penerimaan kas pada perusahaan manufaktur PT.
Gracia kreasi Rotan. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas
Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Http://carapedia.com/pengertian_definisi_informasi_menurut_para_ahli_info504.
html

19
Http://dir.unikom.ac.id/s1-final-project/fakultas-teknik-dan-ilmu-
komputer/manajemen-informatika/2010/jbptunikompp-gdl-brendanata-
21942/2-unikom-b-i.pdf/pdf/2-unikom-b-i.pdf (diunduh tanggal 23 juli 2012
pukul 17:52)
Http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=4238 (di unduh pada tanggal 6 agustus
2012 pukul 9:48)
Http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/443/jbptunikompp-gdl-anissetiyo-22119-2-
unikom_a-i.pdf (diunduh pada tanggal 23 juli 2012 pukul 17:15)
Http://pekalongankota.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=38&I
temid=40
Http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/52-pengertian-sistem-
informasi.pdf (diunduh tanggal 24 juli 2012 pukul 00:00)
Hutabarat, Nancy natalia margaret.2011. Analisis dan perancangan sistem
informasi akuntansi atas siklus pendapatan dan siklus pengeluaran pada
LYSA COLLECTION. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas
Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Ihalaw,John J.O.I, 1996, Bangunan Teori, Universitas Kristen Satya Wacana,
salatiga
Kurniawati,Ana 2009. Perancangan aplikasi database pada sistem pembelian dan
penjualan toko jaya motor di Blora. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Mangkulo, Hengky alexander dan solution winpec (2010). Membangun Aplikasi
stok Inventory dengan Microsoft Access 2010. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo.
Romney, Marshall B dan stembart, paul john (2006). Sistem informasi akuntansi
(edisi 9 buku1). Jakarta :salemba 4
Romney, Marshall B dan Stembart, Paul John (2006). Sistem informasi akuntansi
(edisi 9 buku2). Jakarta :salemba 4
Rusmin. 2009. Penerapan sistem akuntansi persediaan pada apotek kartini
ambarawa . Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen
Satya Wacana (tidak dipublikasikan).

20
Sapto, Hendro dwi. 2010. Analisis sistem informasi akuntansi siklus pengeluaran
kas pada toko prodi di purwodadi. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Sarosa, Samiaji (2009). Sistem informasi akuntansi. Jakarta : PT. Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Wicaksono, Heru, 2009, Prosedur Pengelolaan Persediaan Suku Cadang Pada PT.
Altrak 1978 Jakarta, Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Yakub (2008). Sistem basis data . yogyakarta :graha ilmu.

21