Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN HAPUSAN DAN USAPAN VAGINA

I. SITOLOGI SERVIKS
Sitologi serviks dari sel yang terlepas adalah tidak mahal, tidak nyeri,
dan merupakan teknik skrining yang efektif untuk mendeteksi lesi displastik
prakanker dan lesi neoplasma pada serviks dan vagina. Tindakan ini
mungkin dapat menemukan kanker endometriom, tuba, atau ovarium.
Frekuensi untuk melakukan apusan masih diperdebatkan, tetapi pada
umumnya dapat diterima bahwa tindakan ini harus dilakukan tiap tahun. Hal
ini berbeda dengan interval tiap tiga tahun yang dianjurkan oleh American
Cancer Society; apusan yang dilakukan tiap tahun lebih diterima dalam
praktek karena terdapat hasil negatif palsu (kemungkinan keterlambatan
dalam mendeteksi lesi) dan beberapa lesi tumbuh dan berkembang dengan
cepat.
Tiap wanita dewasa harus mendapatkan apusan Papanicolaou
dengan interval yang teratur sebagai bagian dari pemeriksaan ginekologis
rutin. Pemeriksaan ini harus dilakukan bahwa jika pasien tidak mempunyai
gejala-gejala yang harus meningkatkan kecurigaan pada displasia servikal.
Sitologi servik adalah penting terutama pada pasien dengan resiko tinggi
untuk tumbuhnya noeplasma genital. Tindakan ini harus dilakukan bahkan di
antara remaja-remaja yang aktif secara seksual karena mereka telah
menunjukkan berada pada resiko yang meningkat untuk terjadinya lesi
displastik.
Teknik yang tepat memerlukan spekulum vagina untuk melihat serviks
secara baik. Spekulum harus dimasukkan secara hati-hati, tanpa
menggunakan lubrikan, jika mungkin, karena kebanyakan pelumas cendrung
untuk menggangu morfologi sel, seperti larutan hipotonik (seperti air) dan jeli
pelumas. Cahaya yang baik adalah penting untuk memastikan servik mudah
dilihat. Cobalah lihat lempeng pemanas listrik untuk menghangatkan
spekulum dengan menjaga tetap kering.
Gambar 1.Menggunakan spekulum untuk melihat serviks
(Gambar diambil dari Bates;Guide to Physical examination)

Gunakanlah apusan kapas yang dibasahkan dengan seline dan


tempatkan dalam kanalis endoserviks dan diputar 360 derajat untuk
mendapatkan contoh sel endometrial yang adekuat untuk penelitian.
Tentukan perbedaan perbatasan sel epitelial permukaan dengan kerokan
dengan mengguakan spatula Ayer atau alat yang serupa. Dengan cepat
letakan tiap sampel pada daerah yang terpisah diatas slide atau lebih disukai
pada dua tau lebih slide yang terpisah. Cara dengan menggunakan lebih dari
satu slide mempunyai keuntungan untuk memastikan bahwa sel dapat
difikasikan sebelum apusan mengering. Tindakan ini juga kemungkinan
untuk mengenali sel dari tiap daerah secara terpisah.

Gambar 2. Usap serviks menggunakan spatula Ayer


(Gambar diambil dari Bates;Guide to Physical examination)
Gambar 3. Usap serviks menggunakan brush
(Gambar diambil dari Bates;Guide to Physical examination)

Lebarkan bahan yang dikumpulkan dengan baik dan tipis untuk


memastikan ahli sitologi dapat memeriksa morfologi sel dengan optimal.
Hindari distorsi selular dan artefak dalam apusan, yang dapat menggangu
penilaian sitologis, dengan meletakan slide ke dalam larutan fiksasi (atau
menyemprotnya dengan fiksatif) sesaat sebelum lapisan tipis marerial yang
diapus mejadi kering. Adanya keterlambatan tidak dapat dibenarkan.
Vaginitas atau servisiti aktif dan menggangu interpretasi sitologi. Jika
reaksi inflamasi adalah luas, tetapi infeksi lebih dahulu dan selanjutnya
ulangi apusan. Hasilnya biasanya sangat memuaskan dan penundaan ini
biasanya dapat diterima. Tetapi, jika terdapat lesi yang mengarah kepada
kanker (cancerous) yang terinfeksi, biopsi yang segera jelas diperlukan,
jangan memperlambat diagnosis definitif.
Diperlukan interfal enam minggu sebelum melakukan pemeriksaan
sitologi ulang karena diperlukan waktu untuk regenerasi sel epitel setelah sel
tersebut dikerok dari permukaannya. Jika pengulangan dilakukan lebih awal,
apusan mungkin dapat memberikan hasil yang negatif palsu karena terdapat
metaplasia skuamosa reparatif.
Carilah interpretasi yang memberikan deskripsi verbal mengenai
morfologi sel. Laporan yang hanya memberikan klas numerik adalah sangat
kurang informatif dan dapat membingungkan. Jika apusan sitologis
menemukan sel displastik, dokter harus mendapatkan suatu diagnostik
histologis dengan kolposkopi dan biopsi terarah, Kecuali laporan
mengindikasikan penilaian sitologis adalah tidak adekuat (karena material
yang tidak cukup atau adanya distorsi), adalah tindakan yang tidak tepat
untuk melakukan pengulangan apusan untuk meyakinkan displasia. Jika
apusan selanjutnya memberikan hasil yang negatif, hal ini tidak
menyingkirkan kemungkinan hasil yang sebelumnya, lebih tepat dan lebih
bijaksana untuk melakukan pemeriksaan yang lebih definitif.
Wanita yang lebih aktif secara seksual atau yang tidak memulai
hubungan seksual usia 18 tahun biasanya dimasukkan ke dalam kategori
risiko rendah untuk kanker serviks, walaupun pemeriksaan ulang setiap
tahun untuk wanita dengan risiko rendah adalah kurang efektif dalam hal
biaya, kenyataannya bahwa kanker serviks dapat terjadi secara tidak
diharapkan dalam jangka waktu yang relatif singkat setelah dilaporkan hasil
apusan yang negatif . Waspadalah untuk faktor risiko tinggi seperti koitus
pada usia yang lebih muda, partner seksual yang berganti-ganti, dan
penyakit yang ditularkan secara seksual, terutama infeksi virus herpes
genital dan condyloma acuminatum .Adalah penting untuk mengulangi
apusan pada wanita yang dan memastikan bahwa cara dan penilaian adalah
adekuat untuk memenuhi keperluan pemeriksaan skrining .

II. APUSAN VAGINA

Naik turunnya kadar hormon ovarium mempengaruhi semua epitel


vagina, maka dengan cytodiagnostik dapat diketahui tentang keadaan
hormonal wanita.
Pada sediaan hapus yang diambil dari vagina ditentukan :
1. Indeks karyopyknotis, yaitu persentase sel-sel dengan inti yang
piknotis terhadap sel-sel epitel gepeng lainnya.
2. index eosinophil, yaitu perbandingan sel-sel eosinophil dari lapisan
permukaan terhadap sel-sel basophil.
3. index maturasi atau penilaian secara Schmitt, yaitu pada penentuan
index maturasi ditentukan perbandingan antara sel parabasal,
intermediate, dan sel superfisial. Misal : 0/40/60 pada saat ovulasi.
Pada penilaian secara Schmitt dibuat klasifikasi dari 1 sampai 4. pada
golongan 1 ditemukan hanya sel parabasal dan pada golongan 4
hanya sel superficial luar.
Secara normal index karyopyknotis dan index eosinophil meninggi
pada saat ovulasi.
Dengan menentukan indeks maturasi atau penilaian dari Schmitt
diperoleh suatu gambaran mengenai proliferasi epitel vagina.
Cytodiagnostik untuk penilaian hormonal dilakukan pada pubertas prekoks,
gangguan pertumbuhan genital, gangguan siklus, tumor dll.
Pada wanita yang sehat dipergunakan untuk menentukan fase dari siklus.

Pemeriksaan Sekret
Pada fluor albus perlu diketahui etiologinya dengan pemeriksaan
mikroskopis dari sekret. Untuk tujuan ini dengan mempergunakan pinset,
spatel atau ose diambil sekret yang diletakkan pada gelas objek dan
kemudian ditutup dengan gelas penutup. Preparat ini diperiksa selekas
mungkin sebelum mengering.
Pada sekret ini dapat dilihat :
- Basil Doderlein sebagai batang kecil panjang.
- Trikomonas yang berbentuk sebagai bola lampu, 3-4x besarnya
leukosit. Pada ujung bola dapat dilihat dua buah cambuk
- Kuman-kuman lain seperti Stapylococcus, Leptothrix berupa
benang atau Candida albicans yang terlihat sebagai
pseudomycelium.