Anda di halaman 1dari 4

Nama kelompok :

I ketut Aditya Teken ( 02 )


I Gusti Gede Agung Ananta Wikrama ( 05 )
I Wayan Dode Sudiartana ( 19 )
Gede Krisna Bayu Wicaksana ( 21 )
I Gede Manik Kusuma ( 24 )
Nanda Wachika Brahmastra ( 28 )
Komang Yogi Ananta ( 35 )

SMPN 3 DENPASAR
VII F
TEMPAT TIRTA YATRA:

PURA RAMBUT SIWI


PURA MELANTING
PURA PEMUTERAN JAGAT

HASIL PENGAMATAN:

Pada tanggal 3 desember 2014 siswa kelas 7 smpn 3 denpasar melakukan tirta ke
pura-pura yang ada di bali yaitu pura rambut siwi, melanting, pemuteran jagat. Pertama-tama kita
mengunjungi pura rambut siwi. Pura Rambut Siwi adalah salah satu Pura Hindu terbesar di Bali,
terletak di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana di Bali barat.
Memerlukan waktu sekitar 2 jam dari Denpasar pergi ke daerah Bali bagian barat atau 30 menit
dari Negara. Sangat mudah untuk sampai ke Pura ini dari Denpasar dan hanya cukup mengikuti
jalan utama menuju Gilimanuk. Dalam perjalanan ke Gilimanuk, setelah memasuki wilayah
Kabupaten Jembrana, kita akan menemukan sebuah Pura di sisi kiri, di mana sebagian besar
pengendara menghentikan kendaraannya di tempat ini. Rambut Siwi adalah sebuah Pura Hindu
yang indah, terletak di tepi tebing, dengan Samudera Hindia yang luas terhampar di depannya.
Pura Rambut Siwi sendiri adalah lokasi dari banyak upacara dan kegiatan keagamaan dalam
kalender Hindu di Bali.

Bangunan Pura Rambut Siwi terletak di samping jalan utama Denpasar menuju Gilimanuk. Kita
dapat melihat semua kendaraan yang dikendarai oleh umat Hindu setempat akan berhenti sejenak
di Pura ini untuk berdoa kepada Tuhan agar diberikan keselamatan selama perjalanan mereka.
Hal ini dilakukan pula oleh masyarakat di Pura-Pura lainnya di Bali seperti pada Pura Goa
Lawah dan Pura Pulaki.

Pemandangan yang sensasional dimiliki oleh Pura ini ketika melihat ke arah laut dan ke bawah
Pura atau dari pantai menengadah ke arah Pura. Pura utama terletak di atas tebing dan dikelilingi
oleh pemandangan Samudra Hindia. Dari puncak tebing, kita bisa melihat bangunan Pura tua di
bawah dan terletak tepat di tepi laut.
Setelah selesai melakukan persembahyangan di rambut siwi. Kami melanjutkan
ke pura berikutnya yaitu pura melanting. Pura Pasar Melanting adalah salah satu pura
yang bersifat sebagai tempat pemujaan Bhatari Melanting yang disejajarkan dengan
Dewa Kwera ( Dewanya uang) atau lebih dikenal dengan sebutan Bhatari Rambut
Sedana. Adapun wujud sebenarnya dari Bhatari Melanting adalah Ida Ayu Subawa
yaitu putri dari Dang Hyang Nirarta.
Disebut pura pasar karena keberadaan Pura Melanting ini selalu berdiri mengarah
ke pasar atau tepat di tengah-tengah pasar, sehingga yang memuja dan bertanggung
jawab terhadap pura ini adalah orang-orang yang terlibat dalam kegiatan pasar, baik
buruh maupun pedagang, mencakup kelestarian, kebersihan serta piodalan di pura
tersebut.
Pura Melanting termasuk salah satu aspek agaman dan budaya yang sangat
penting kedudukannya dalam kehidupan masyarakat Hindu untuk menyediakan
Bhoga, Upa bhoga dan Pari Bhoga menuju masyarakat yang adil, makmur dan
sejahtera dimana pasar untuk tempat semua itu.
Bhatari Melanting itu sendiri dari segi niskala sebagai kepala pimpinan Wong
Samar yang menguasai seluruh jagat raya sedangkan ditinjau dari segi rohani
bertugas sebagai pelindung/pengayom para pedagang serta warga masyarakat disetiap
Bale Banjar dan setiap pasar yang ada di Bali.
Keberadaan Pura Melanting dimulai sejak pasar dibuka, dan melanting sendiri
berasal dari kata mel dan anting yang mengandung makna kebun dan anting,
melanting adalah suatu tempat persembahan hasil bumi yang dihaturkan ke hadapan
Ida Ayu Swabawa Bhatari Melanting (Dewa Yang menguasai pasar) dan memohon
agar tidak di ganggu Wong Samar.
Selesai melakukan persembahyangan di pura melanting kami menuju pura yang
terakhir yaitu pura pemuteran jagat. Pura pemuteran jagat adalah pura yang terletak di buleleng
di pura ini sangat indah karena kebersihannya masih terjaga dan juga banyak tumbuhan. Di pura
ini kita melakukan persembahyangan tetapi dalam keadaan kehujanan walaupun kita kehujanan
kita tidak menyerah demi melakukan persembahyangan selesai persembahyangan kami langsung
ke bus sebelum itu kami membeli aneka makanan untuk di bawa oleh-oleh ke rumah setelah itu
kami langsung pulang dan kami sangat lelah tetapi ini liburan tirta yatra yang sangat
menyenangkan dan mengesankan

Sekian cerita yang kami sampaikan apabila ada kesalahan


kata mohon di maafkan
OM SANTHI, SANTHI, SANTHI, OM