Anda di halaman 1dari 17

5 Kemampuan Dasar Yang Krusial Dimiliki Seorang Detektif

Tentunya teman-teman pembaca blog ini pasti tahu mengenai istilah yang dicetak
miring pada judul di atas. Jika mendengar istilah tersebut, mungkin kita teringat akan
bagaimana cerdiknya Edogawa Conan menyimpulkan siapa tersangka dari sebuah
kasus kejahatan hanya dari fakta-fakta kecil atau mungkin kita teringat akan Sherlock
Holmes yang terbiasa membungkuk-bungkukan badannya sembari memegang kaca
pembesar.

Kenapa saya menjadikan kemampuan ini sebagai acuan? Karena sesuai dengan judul
blog di atas, kemampuan ini tentunya akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-
hari. Saya selaku penulis blog ini yakin sekali, tidak ada seorangpun yang tidak
menginginkan kemampuan ini mengingat begitu bermanfaatnya hal ini. Ketika kita
memiliki kemampuan ini, teman-teman kita mungkin akan kagum beserta heran ketika
kita mengungkapkan hasil analisis kita dan mengatakan kalau dia habis pulang dari
laundry padahal tidak sedikitpun kita mengikutinya. Atau ketika kita mengatakan bahwa
teman kerja kita tidak tidur dengan nyenyak semalam padahal kita tidak ikut menginap
di rumahnya.
Begitu hebatnya kemampuan ini, sehingga orang-orang awam mungkin akan
menganggap kita sebagai peramal dan mungkin di saat-saat genting kemampuan ini
mampu menyelamatkan nyawa kita dan orang-orang yang kita sayangi, sehingga kita
akan terus melatihnya setiap hari. Terus, bidang ilmu apa saja yang harus kita miliki
supaya memiliki kemampuan detektif ini? Berikut adalah ilmu-ilmu yang harus kita
kuasai.

1. Kemampuan Observasi
Apa yang dimaksud kemampuan observasi? Kemampuan observasi adalah
kemampuan kita dalam mengamati berbagai perkara yang ada di sekeliling kita baik itu
besar ataupun kecil. Kemampuan observasi ini begitu penting karena kemampuan ini
merupakan dasar dari semua ilmu detektif. Kemampuan ini, melatih konsentrasi,
ketelitian dan cara pandang dari berbagai sudut yang berbeda.
Bagaimana cara melatihnya? Caranya cukup mudah, namun kemampuan seperti ini
tentu perlu dedikasi untuk melatihnya. Pada artikel yang berjudul 4 Cara Melatih
Kemampuan Observasi Menurut Berbagai Pakar dan Sumber, saya mengemukakan
satu persatu caranya.
4 CARA MELATIH KEMAMPUAN OBSERVASI MENURUT BERBAGAI PAKAR DAN SUMBER

Supaya kita bisa membaca kepribadian orang lain dan melakukan deduksi dengan efektif, maka kita harus memiliki dasar yang penting terlebih dahulu. Dasar dari deduksi dan
membaca kepribadian adalah observasi. Observasi mampu ditingkatkan melalui latihan. Pada film The Mentalist, Patrick Jane sang pemeran utama melatih kemampuan
observasinya dengan mengamati para pengunjung taman hiburan dari atas wahana kincir yang tidak berjalan selama berjam-jam. Dalam seri film Psych, Shawn Spencer
melatih kemampuan observasinya dengan menghitung berapa jumlah topi di dalam ruangan yang dia masuki sambil memejamkan mata.
Kemampuan observasi adalah kemampuan yang wajib kita miliki, entah apapun profesi kita. Namun sayangnya banyak yang kurang mengerti bagaimana cara melatih
kemampuan observasi. Karena itulah saya di sini akan menuliskan berbagai metode latihan observasi yang saya ambil dari berbagai pendapat ahli dan sumber.

1. Menurut Jo-Ellan Dmitrius, P.hd.


Untuk mempertajam kemampuan observasi, ketika bertemu orang dengan orang yang baru ditemui, bayangkan kita mengambil snapshot dari orang tersebut. Bekukan imej
orang tersebut di pikiran kita. Kemudian secara mental, mundur perlahan dan amati imej orang tersebut dari atas ke bawah. Kalian akan men-scan karakteristik fisik orang
tersebut dan menyadari ciri-ciri yang konsisten dari orang tersebut, juga satu dua ciri yang kelihatan mencolok.
(Sumber: READING PEOPLE: How to Understand People and Predict Their Behaviour-Anytime Anyplace)

2. Menurut Harry Lorrayne


Menurut Harry Lorrayne, berikut adalah metode-metode untuk melatih kemampuan observasi:
a. Mempelajari sistem memori yang Harry Lorrayne susun. Bukunya How to Develop a Super Power Memory bisa di download melalui google.
b. Di ruangan yang familiar, ambil selembar kertas. Tanpa melihat sekeliling, jelaskan ruangan tersebut secara detail. Tulis satu persatu benda yang ada di ruangan tersebut Catat
setiap asbak, furnitur, foto dan berbagai benda lainnya. Kemudian lihat ruangan tersebut. Cek benda-benda di daftar. Sadari ada beberapa benda yang terlewat atau bahkan
tidak teramati sama sekali padahal kita sudah melihatnya beberapa kali. Kemudian keluar dari ruangan tersebut. Tes sekali lagi seperti sebelumnya. Kali ini, daftarnya pasti
jauh lebih panjang dari sebelumnya. Cobalah hal ini pada ruangan lain di rumah. Jika hal ini dilakukan terus (dilatih), maka kemampuan observasi kita akan meningkat drastis.
c. Pikirkan seseorang yang kita kenal dengan baik. Cobalah untuk membayangkan wajahnya. Kemudian, coba deskripsikan wajahnya pada selembar kertas. Tulis apapun yang bis kita
ingat. Kemudian, cobalah untuk lebih terperinci mendeskripsikan orang tersebut. Misal: warna rambut, gaya rambut, kulit, semua karakteristik yang mencolok, pakai kacamata
atau tidak, tipe kacamatanya, tipe hidung, telinga, mata, dahi, perkiraan tinggi dan berat badan, dll. Ketika bertemu orang tersebut, cek tingkat kebenaran yang kita dapat.
Catat mana yang benar dan mana yang salah. Kemudian, coba lagi latihan ini. Kemampuan kita akan meningkat drastis.
Cara terbaik untuk melakukan latihan ini adalah saat kita menaiki transportasi umum. Lihatlah orang yang berada di depan atau di samping kita. Lalu secara mental,
deskripsikan secara detail karakteristik wajah orang tersebut. Pura-puralah seolah kita adalah saksi dari perbuatan kriminal dan detail yang kita amati sangatlah penting. Cek
kembali! Setiap kali kebiasaan ini dilatih, keampuan observasimu akan meningkat tajam.
(Sumber: How to Develop a Super Power Memory)

3. Menurut Wikihow (http://www.wikihow.com/Be-observant)


Berdasarkan situs wikihow, ada beberapa cara yang bisa kita pakai untuk meningkatkan kemampuan observasi. Cara-cara tersebut adalah:
a. Mengambil kelas melukis dan menggambar
b. Luangkan waktu untuk mengamati orang dari jauh. Situasikan diri kita saat berada di kafe atau di taman. Ambil kopi yang kita pesan, lalu lihat dan amati orang yang duduk dan lalu
lalang. Perhatikan bahasa tubuh, mood, percakapan dan perilaku mereka. Kita bisa mengamati mereka secara umum atau secara lebih spesifik.
c. Memainkan puzzle akan sangat membantu kita dalam memecahkan masalah. Dengan memainkan puzzle, kita akan banyak memperhatikan detail dan melihat dari sudut pandang
berbeda. Menghabiskan waktu sendirian dalam memecahkan puzzle akan menajamkan pikiran dan memori. Selain itu, aktivitas memecahkan puzzle akan membuat kita
menyadari akan keindahan suatu detail tertentu
d. Menonton film asing tanpa subtitle
e. Buat jurnal catatan observasi. Catat setiap hal yang kita amati seperti apa yang orang pakai, mood dosen, dan burung di jendela. Jika kita ada di kafe, catatlah apa yang orang
baca, makan atau diskusikan

4. Menurut Forum Tanya Jawab QUORA (https://www.quora.com/How-can- I-train-myself-to-observe-more-details)


Berdasarkan jawaban dari Jon Mixon, untuk melatih observasi kita perlu melatih observasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Berikut adalah metode-metode yang Jon
Mixon sarankan untuk melatih kemampuan observasi.
a. Duduklah di bangku area taman yang ramai, lalu cukup amati orang-orang
Lakukan hal ini beberapa kali dalam seminggu. Lalu secara hati-hati, periksa orang-orang yang melewati area tersebut. Setelah berhari-hari, kita akan bisa menentukan siapa
yang familiar dengan tempat tersebut dan siapa yang tersesat di tempat tersebut.
b. Lakukan hal yang sama seperti pada nomor a, di area ramai seperti mall atau pasar
Hitunglah jumlah orang yang warna tertentu yang sama, atau jenis baju yang sama. Catatlah hal tersebut pada jurnal, atau latih kemampuan mengingat kita saat memperoleh
informasi tersebut.
c. Ambil 1 hari tertentu dalam seminggu, dan tontonlah tv namun iklannya saja
Tontonlah iklan, hanya iklan dalam 1 hari tertentu. Kemudian pergi ke area publik dan amati berbagai percakapan yang terjadi di sekeliling kita. Kita akan menyadari banyak
orang yang kita amati melihat dan mendengarkan informasi yang sama dari iklan-iklan di televisi dan hal tersebut mempengaruhi kehidupan sosialnya.
d. Pergilah ke kafe, rumah makan atau restauran favorit di kota yang kita tinggali
Duduklah di kafe atau di luar kafe (jika tempat penuh). Pesanlah sesuatu seperti kopi, sehingga kita terhindar dari perhatian orang lain atau staff di sana. Pakailah baju yang
sopan. Amati dan kita akan melihat langganan, pendatang baru dan orang-orang yang menyukai atau tidak menyukai kafe tersebut.
e. Lakukan penelusuran kota tempat kita tinggal, lalu singgahlah di tempat tersebut
Kunjungilah berbagai kota tempat kita tinggal, mulai dari area perkotaan hingga area pedalaman. Buat catatan mengenai jalan-jalan di area yang kita singgahi dan bisnis-bisnis
yang terdapat di sana. Lakukanlah hal ini beberapa kali dalam sebulan, dan kita akan menyadari perubahan di kota (seperti toko yang tutup misalnya). Dan dengan melakukan
hal ini, kita akan lebih familiar dengan apa yang terjadi di kota kita.
f. Di tempat kerja, amati aktivitas teman sejawat dan manajer kita
Jangan memandang mereka, tertawa atau berkomentar terhadap isi pembicaraan mereka. Cukup amati apa yang terjadi di sekelilingmu.
g. Ambil waktu-waktu tertentu untuk membaca informasi-informasi online/artikel-artikel online yang tersedia di area tempat tinggal kita
Lakukan hal ini beberapa kali dalam sebulan. Cobalah untuk fokus pada hal-hal yang unik dan paling mudah diingat pada artikel-artikel tersebut. Dalam sekitar 3-5 bulan, kita
akan menjadi orang yang paling tahu tentang informasi tempat tinggal kita.
h. Tonton semua program-program berita lokal di area tempat kita tinggal setiap hari
Walaupun kita tidak setuju dengan kebijakan dan perspektif politik yang dikeluarkan media, amati acara-acara berita tersebut dan amati acaranya. Lagi, dalam 3-5 bulan kita
akan menjadi orang yang paling tahu tentang informasi tempat kita tinggal.
i. Dengarkan percakapan-percakapan yang terjadi di sekeliling kita
Pastikan saat kita melakukan ini, kita seolah melakukan hal lain juga. Sehingga, kita tidak dicurigai. Ingatlah isi perkataan orang tersebut dan yang paling penting, bagaimana
orang tersebut mengatakannya.
j. Ketika orang lain berbicara kepada kita, dengarkan perkatannya
Jangan dengar pikiran kita saat mendengarkan orang lain bicara, tapi pikirkan apa maksud dari perkataan mereka. Dengan begini, kita akan lebih banyak mengorek informasi
lebih banyak dari sebelumnya.

Pilihlah metode latihan observasi yang sesuai untuk diri kalian. Dengan melakukan berbagai latihan ini, maka bisa dipastikan kemampuan observasi kalian bertambah secara
signifikan sehingga kita bisa menggunakannya untuk melakukan deduksi atau membaca orang lain.

2. Membaca Bahasa Tubuh


Ilmu yang satu ini tentu sangat penting mengingat lebih dari 70% komunikasi yang
dilakukan oleh manusia berasal dari hal-hal yang bersifat non-verbal. Didukung dengan
kemampuan observasi, hal kecil seperti kerutan di dahi, ataupun tertariknya sudut
mulut ke atas bisa menentukan apakah seseorang berbohong ataupun tidak. Beberapa
buku yang saya sarankan untuk dibaca di bidang ini antara lain: The Definitive Book
of Body Language karya Allan & Barbara Pease, Emotion Revealed dan Lie to
me karya Paul Ekman atau What Everybody is Saying karya ex-agen FBI Joe
Navarro

3. Deductive Reasoning (Analisis Deduktif)

The Study in Scarlet, Novel Pertama Yang Memperkenalkan Sherlock Holmes

Tentunya orang-orang yang tertarik akan seni detektif tahu mengenai ilmu yang satu ini.
Deduksi (baca: 6 Syarat Absolut Melakukan Deduksi) adalah menyimpulkan perkara
khusus dari suatu objek dengan memperhatikan perkara-perkara umum yang terjadi
pada objek tersebut. Misal, apabila kita masuk ke sebuah sekolah internasional di jam
istirahat, kita bisa menyimpulkan kalau guru tersebut adalah guru musik dari bekas
merah yang ada di lehernya ataupun seorang praktisi beladiri dari kapalan yang ada di
buku tinjunya, dan lain sebagainya.

Untuk melatih ilmu ini, diperlukan kemampuan observasi yang baik dan terbiasanya kita
dalam menerapkan metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Saya sarankan untuk
mendapat bayangan bagaiman analisis deduktif dilakukan melihat drama seri detektif
seperti: Sherlock, The Mentalist, Psych, atau Monk dan saya sarankan untuk membaca
seluruh buku novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

6 Syarat Absolut Melakukan Deduksi ala Detektif

Rathbone Memerankan Sherlock Holmes

Nah, teman-teman para penggemar detektif, kali ini saya akan berusaha menjelaskan
mengenai salah satu kemampuan dasar detektif yang seringkali diinginkan dimiliki oleh
kebanyakan orang. Kemampuan tersebut dinamakan analisis deduktif, atau yang biasa
kita sebut dengan sebutan kemampuan deduksi saja. Walaupun kemampuan deduksi
ini merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh detektif, tapi pada dasarnya
kemampuan ini merupakan kemampuan tingkat lanjut dari teknik observasi. Jadi, untuk
memiliki kemampuan deduksi yang baik, setidaknya kita harus memiliki kemampuan
observasi yang mumpuni terlebih dahulu.

Sama seperti kemampuan observasi, analisis deduktif bersifat praktikal. Tidak mungkin
hanya dibahas melalui teori-teori. Namun, mengingat deduksi merupakan kemampuan
observasi tingkat lanjut, maka cara melatihnya sendiri berbeda dengan kemampuan
observasi. Berikut adalah tips dan langkah-langkah yang harus kita ambil untuk melatih
kemampuan deduksi.

1 Kemampuan Observasi yang Mumpuni

Seperti yang telah saya bahas di atas, kemampuan ini (lih. KEMAMPUAN
OBSERVASI) merupakan dasar dari kemampuan deduksi dan kemampuan lain yang
harus dimiliki detektif. Untuk cara melatihnya sendiri, silahkan lihat pada artikel
sebelumnya yang berjudul Melatih Kemampuan Observasi

2 Memperoleh Informasi Sebanyak-banyaknya

Kemampuan deduksi adalah kemampuan tingkat dasar dari proses perangkaian informasi dalam
otak manusia. Tanpa informasi dan sumber pengetahuan, kita hanya akan bisa mengamati suatu
objek tanpa tahu kenapa objek tersebut bisa bertingkah laku seperti itu. Sebagai contoh, ketika kita
melihat seorang pria yang memiliki kuku jempol tangan kanan yang kekuning-kuningan, maka apa
yang bisa kita simpulkan? Kalau saja kita tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni akan hal ini,
tentu kita tidak akan tahu kalau sebenarnya pria yang kita lihat tersebut adalah seorang perokok
berat. Banyaklah baca-baca buku dan menggali berbagai pengetahuan untuk menambah wawasan.

3 Balance Probability
Kemampuan deduksi itu seperti sebuah grafik. Semakin banyak faktor-faktor
pendukungnya, maka semakin tinggi pula kemungkinannya. Karena itulah dalam ilmu
deduksi, faktor sekecil apapun bisa menjadi penentu sebuah kebenaran. Ingat, dalam
deduksi bukan fakta yang harus menyesuaikan diri dengan kesimpulan, namun
kesimpulan yang harus menyesuaikan diri dengan fakta. Dan ingat baik-baik, deduksi
masih bisa salah apabila faktor penentunya masih belum cukup.

4 Jangan Abaikan Detail dan Hal Kecil

Seringkali orang yang menekuni analisis deduktif melupakan hal-hal kecil dan detail
dalam suatu penyelidikan. Padahal, sekecil apapun suatu petunjuk, bisa menunjukkan
ke arah mana penyelidikan tersebut berlanjut. Jangan abaikan hal-hal kecil, dan jadilah
lebih teliti.

5 Percayalah Pada Insting yang Kita Miliki


Seringkali kita mengabaikan insting yang kita miliki, padahal insting adalah anugerah
tuhan yang diberikan kepada kita untuk menjaga diri kita dari berbagai macam bahaya.
Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, insting adalah kemampuan/perilaku kompleks
yang dimiliki oleh makhluk hidup tanpa harus dipelajari terlebih dahulu. Dalam
kemampuan deduksi, insting yang dimaksud adalah intuisi. Intuisi sendiri adalah sekilat
dari bayangan alam bawah sadar kita yang sebenarnya diperoleh dari analisis otak
terhadap informasi yang masuk secara instan. Biasanya kita tidak bisa menjelaskan hal
tersebut, dan biasanya, wanita lebih kuat intuisinya daripada laki-laki.

6 Telitilah dari Berbagai Sudut Pandang

Ketika analisis deduktif yang kita ajukan tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka sangatlah
penting untuk memakai sudut pandang lain untuk memperoleh pandangan yang berbeda. Prinsipnya
sama seperti pada puzzle jigsaw. Jika saat memasangkan salah satu potongan puzzle tersebut
sudutnya tidak pas, maka kita tidak boleh memaksakannya dan sebaiknya, kita memutar potongan
puzzle tersebut atau menggantinya dengan potongan puzzle yang lain.

7 Gunakan Imajinasimu
Benar! Gunakan imajinasi. Ingat salah satu ungkapan yang pernah diungkapkan
Sherlock Holmes, When you eliminated the impossible, whatever remain however
improbable must be the truth Yang berarti, ketika kita sudah mengeliminasi berbagai
kemungkinan yang mustahil, apapun yang tersisa bahkan jika kita tidak bisa membuktikan hal
tersebut, pasti merupakan sebuah kebenaran. Ungkapan ini sebenarnya, diungkapkan supaya saat
menyusun teori, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya imajinasi, dan ingat, kalau bukan
tanpa imajinasi, mobil, pesawat, televisi, telepon, dan barang-barang lainnya tentu tidak ada sampai
sekarang.

4. Social Engineering

Di dalam suatu rantai sistem, terdapat satu buah rantai berkarat yang mampu
memecahkan semua rantai-rantai tersebut apabila dimanfaatkan dengan baik. Buah
rantai yang paling lemah dalam suatu sistem adalah manusia.
Manusia merupakan elemen paling lemah dalam sebuah sistem. Hal ini dikarenakan
manusia merupakan makhluk arogan, tamak, emosional dan berperasaan. Social
engineering sendiri ada yang dilakukan dengan cara positif dan dengan cara negatif
karena pada dasarnya social engineering adalah kemampuan untuk memanipulasi
orang lain. Orang-orang jahat biasanya menggunakan kemampuan ini untuk
keuntungan mereka sendiri apabila mereka menguasainya. Sedangkan orang baik
justru menggunakan kemampuan ini untuk menjebak pelaku kejahatan, merekatkan
sebuah hubungan yang renggang, ataupun hal lainnya seperti yang dilakukan Patrick
Jane dalam drama detektif The mentalist .

Buku-buku yang saya sarankan untuk dibaca sehingga kita mampu menguasai ilmu ini
adalah:SOCIAL ENGINEERING The Art of Human Hacking karya Christhoper
Hadnagy, Cara Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang Lain karya Dale
Carnagie yang tentu sudah tidak asing lagi, THE ART OF DECEPTION karya Kevin T.
Mitnick, THE ART OF SEDUCTIONdan THE 48 LAW OF POWER karya Robert Greene
dan yang terakhir SENI PERANGnya Sun Tzu.

5. Kemampuan Mengingat

Mungkin ketika kita melihat di film-film detektif seperti Detektif School Q begitu
kerennya ketika kita melihat pemeran utamanya mampu mengingat hal-hal yang begitu
detail dan terperinci bahkan sampai letak tahi lalat. Kemampuan ini biasa
disebut Fotografik Memory. Namun kemampuan ingatan fotografik sendiri tidak pernah
terbukti ada. Karena itulah saya justru menyarankan teman-teman semua untuk
memiliki sistem mengingat dengan merangkaikan informasi yang di dalam drama-
drama detektif seperti The Mentalist dan Sherlock yang biasa disebut Mind
Palace (baca: 11 Langkah Menggunakan Metode Mengingat "Mind Palace").

Apa yang hebat dari Mind Palace? Uniknya sistem mengingat ini, adalah karena sistem
ini bisa membuat kita mengingat apa yang kita inginkan untuk mengingatnya dan
mampu menghapusapa yang kita ingin lupakan. Selain itu, metode mengingat ini
mampu membangkitkan intuisi dan ini sudah terbukti melalui pengalaman saya
sendiri. Saya sarankan kepada teman-teman yang ingin memiliki Mind Palace untuk
membaca dan mempelajari buku How to Develop PerfectMemory karya Dominic
O'Brien. Buku ini cukup ampuh untuk melatih kemampuan mengingat kita dengan
metode yang paling efektif.

11 Langkah Metode Mengingat "Mind Palace"

Cicero, Orator Romawi Yang Menyebutkan Tentang "Mind Palace" Pada bukunya "Ad Herrenium"
Nah, para penggemar detektif, untuk edisi kali ini, saya akan berusaha menjelaskan sedikit
mengenai sebuah metode mengingat praktis yang dalam film-film detektif dinamakan mind
palace (berarti istana pikiran) atau memory palace (yang berarti istana ingatan). Metode mengingat
ini merupakan salah satu dari berbagai metode mengingat yang berasal dari sistem loci dari era
Romawi. Pada bukunya Ad Herrenium, seorang orator bernama Cicero menceritakan mengenai
seorang tokoh Yunani yang bernama Simonedas dari Ceo yang tidak sengaja menemukan metode
ini melalui penentuan posisi dan lokasi korban gempa.

Mengingat detektif merupakan salah satu profesi yang membutuhkan ilmu dan pengetahuan yang
luas, maka suatu saat kita akan memerlukan ilmu tersebut yang telah terabaikan di salah satu sudut
kepala kita untuk kembali dikeluarkan. Nah, dengan metode mengingat ini, kita akan mampu
mengeluarkan hal tersebut. Sebenarnya, metode mengingat mind palace ini memiliki banyak
metode dan keunikan, dan diantara semua metode mengingat mind palace ini, yang paling
membantu saya dalam mengingat adalah metode mengingat yang dikemukakan oleh Harry
Lorrayne, salah seorang pesulap mentalis. Metode mengingat yang dikemukakan oleh Harry
Lorayne ini, walaupun memiliki banyak metode, namun semuanya disusun satu sama lain untuk
saling melengkapi. Tapi untuk artikel yang sekarang, saya tidak akan menggunakan metode
mengingat Harry Lorrayne yang terbilang sangat rumit (sebenarnya bukan rumit, tapi lebih tepat
disebut harus bertahap mempelajarinya). Jadi, saya akan mengemukakan metode mengingat mind
palace yang telah secara umum dikenal luas. Berikut adalah cara mempelajari metode mengingat
tersebut:

1. Putuskan Rancangan Blueprint untuk Istana Pikiran-mu Sendiri

Walaupun pada dasarnya kita membutuhkan imajinasi untuk melakukan metode mengingat mind
palace, namun akan lebih baik jika rancangan istana kita berasal dari tempat yang benar-benar ada
di dunia nyata, dan tempat tersebut haruslah tempat yang familiar dan benar-benar bisa kita kenal.
Sebagai dasarnya, kita bisa menggunakan misalnya kamar tidur kita. Untuk tempat yang lebih luas,
kita bisa menggunakan setiap sudut rumah kita, halaman, pasar swalayan, atau tempat-tempat
lainnya.

2. Tentukan Rutenya
Jika kita ingin mengingat sesuatu dalam susunan yang terurut, sangatlah penting bagi mind
palace yang kita rancang untuk memiliki rute tertentu, baik itu di dunia nyata, atau di dalam pikiran
kita. Namun jika tidak perlu bagi kita untuk membuatnya terurut, maka silahkan lewati tahap ini.

3. Identifikasikan Tempat Tertentu di Istanamu

Ketika kita menggunakan memory palace, kita akan meletakkan hal yang harus kita ingat baik itu
materi pelajaran sekolah, potongan pidato, nama atau hal lainnya di lokasi-lokasi tertentu di rute
yang kita tentukan. Kita misalkan seperti ini, jika kita menggunakan kamar sebagai blueprint, maka
kita bisa meletakkan apa yang harus kita ingat di misalnya lukisan, bantal, meja belajar, atau lain
sebagainya, dan pastikan satu sama lain haruslah kontras sehingga kita tidak akan tertukar
nantinya.

4. Ingatlah Memory Palace-mu Sendiri

Supaya memory palace menjadi sangat efektif, kita harus mengingat semua rute secara jelas, rinci
dan mendetail. Ketika kita tidak ada di tempat yang dijadikan mind palace, cobalah visualisasikan
tempat tersebut, lalu ingat-ingatlah berbagai mental image pada rute yang telah kita masukkan ke
dalam otak kita. Ingat, rute lokasi yang kita bayangkan, haruslah sejelas mungkin, sedetail mungkin,
dengan spesifikasi warna dan ukuran yang jelas dan rinci, bahkan baunya sendiri harus jelas.
Gunakan kesemua indera secara menyeluruh sehingga kita bisa mengingatnya dengan sangat
jelas. Atau kita bisa berjalan-jalan langsung sambil membayangkan imej-imej yang kita ingat.

5. Tempatkan Apa yang Ingin Kita Ingat di Istanamu

Ketika konstruksi istana pikiran kita telah berhasil dibangun dan ditempatkan di dalam pikiran kita,
maka kita telah siap menggunakannya. Simpan berbagai informasi yang ingin kita ingat di dalam
rute istana kita. Sebagai contoh, jika istanamu adalah rumahmu, dan kita ingin mengingat sebuah
teks pidato, maka kita akan menempatkan kalimat pertama di lubang kunci pintu masuk rumah kita.
Jangan masukkan terlalu banyak informasi di dalam satu tempat. Jika apa yang kita ingat harus
saling terpisah satu sama lain, masukkanlah apa yang ingin kita ingat tersebut di berbagai tempat
yang berbeda. Lebih baik kalau rute penyimpanannya tersusun sehingga lebih mudah untuk
mengingatnya.

6. Gunakan Simbol
Untuk mengingat suatu materi, kita tidak perlu menggunakan kata atau kalimat atau benda tersebut
secara utuh. Cukup gunakan simbol yang bisa menunjukkan hal tersebut. Sebagai contoh apabila
kita ingin mengingat sebuah masjid bernama arrahman, maka bayangkan lukisan simbol bulan sabit
dengan bintang, dengan mp3 surat arrahman keluar dari lukisan tersebut.

7. Jadilan Lebih Kreatif

Imej yang kita masukkan ke dalam istana pikiran kita, haruslah sebisa mungkin bisa diingat dengan
jelas. Biasanya, imej dalam ingatan akan terlihat jelas apabila imej tersebut bersifat konyol ataupun
absurd, dilebih-lebihkan, atau apabila imej tersebut terhubung dengan emosi si pengguna istana
pikiran (baik itu marah, senang, rasa mual, rasa jijik, dan lain sebagainya). Misal, angka seperti 124
susah untuk diingat. Namun, jika kita membayangkan sebuah tombak (sebagai ganti angka 1),
menusuk angsa (sebagai ganti angka 2) membuatnya terbelah menjadi 4 bagian (sebagai ganti
angka 4). Memang, imej hal ini akan mengganggu pikiran kita, namun emosi seperti inilah yang
akan membuat kita bisa mengingatnya dengan jelas.
8. Masukkan Metode Mengingat Mnemonic lain ke Dalam Istana Pikiran Kita

Dengan memasukkan metode mnemonic lain ke dalam istana pikiran yang telah kita rancang, maka
semakin mudah pula bagi kita untuk mengingat hal-hal yang ingin kita ingat. Pada Buku Harry
Lorrayne How to Develop a Super Power Memory misalnya, terdapat berbagai metode mengingat
mnemonic yang dirancang bertahap dan akan sangat membantu mengembangkan istana pikiran
yang akan kita buat. Sebagai contoh, Bung Karno pendiri bangsa ini menciptakan berbagai
mnemonic yang membuat berbagai pidato dan perkataan beliau bisa diingat oleh rakyat Indonesia
(dan membuat beliau populer). Contohnya, jas merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) dan
berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), lalu masukkan berbagai mnemonic tersebut ke dalam istana
pikiran kita. Hal ini, akan mempermudah apa yang ingin kita ingat.

9. Jelajahilah Istanamu

Setelah kita memasukkan berbagai hal yang ingin kita ingat ke dalam istana kita, jelajahilah kembali
istanamu di dalam pikiranmu. Semakin sering kita menjelajahi istana pikiran kita, semakin mudah
kita menggali konten yang ingin kita keluarkan dari pikiran kita.

10. Gunakan Istanamu


Setelah kita berhasil memasukkan apa yang ingin kita ingat ke dalam istana pikiran kita, kita bisa
mengeluarkan kembali ingatan tersebut cukup dengan berjalan-jalan di rute ingatan yang telah kita
gunakan, secara mental tentunya. Jika kita ingin mengingat teks pidato misalnya, cukup ikuti rute
sesuai dengan urutan teks pidato tersebut. Dengan banyak-banyak latihan, kamu akan mampu
mengingat berbagai rute ke berbagai tempat spesifik di dalam istana pikiranmu.

11. Bangunlah Istana Baru

Istana Pikiran bisa digunakan lagi dan lagi, apabila kita hanya menggunakannya dalam jangka
waktu tertentu (jangka pendek). Cukup dengan menimpah (replacing) ingatan yang kita gunakan
dengan ingatan yang baru. Namun, apabila kita ingin menggunakan ingatan tersebut kembali, maka
kita harus membangun kembali istana baru untuk menyusun kembali informasi yang berbeda.
Sebagai contoh, kita menggunakan rumah kita untuk mengingat materi biologi, maka selanjutnya
kita bisa menggunakan pasar di depan kita untuk mengingat materi fisika.

Sama seperti metode mengingat lainnya, metode mengingat mind palace membutuhkan latihan
untuk menguasainya. Namun, apabila kita mampu menguasai latihan ini, maka manfaatnya akan
sungguh luar biasa. Kita akan mampu mengingat nomor telepon, wajah orang yang bertahun-tahun
kita temui dulu, berbagai materi pelajaran seperti kimia dan biologi, ensiklopedia dan berbagai ilmu
pengetahuan yang lain yang tentunya diperlukan oleh detektif.