Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH UTILITAS

PROSES PENGOLAHAN AIR PADA INDUSTRI KERTAS PT INDAH


KIAT PULP AND PAPER, Tbk
TANGERANG MILL

Diusulkan oleh :

FIRSTA NAVALYNE (155061100111002)


REBETTIANTI FELICIA A. (155061101111008)
INDAH SAKINA P. (155061101111032)
SAFANIA (155061101111036)
M. MAULANA IBRAHIM (155061101111038)
RIZKY TAZKIA A. H. (155061107111016)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
DAFTAR ISI
Cover .....................................................................................................................................1

Daftar Isi ...............................................................................................................................2

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...............................................................................................................3


1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................................4
1.3 Tujuan...............................................................................................................................4
1.4 Manfaat............................................................................................................................4
BAB II : PEGOLAHAN AIR PADA PT INDAH KIAT PULP AND PAPER, Tbk
2.1 Sumber Air.......................................................................................................................5
2.2 Water Treatment...............................................................................................................5
2.2.1 Alum......................................................................................................................5
2.2.2 Flokulan................................................................................................................6
2.2.3 Coustic Soda.........................................................................................................6
2.2.4 NaOCl....................................................................................................................6
2.3 Proses Pengolahan Fresh Water.......................................................................................6
2.3.1 Tangki Masukan.....................................................................................................6
2.3.2 Accelator Clarifier..................................................................................................7
2.3.3 Pressure Filter........................................................................................................7
2.3.4 Tangki penampungan.............................................................................................8

BAB III : PENUTUP


3.1 Kesimpulan......................................................................................................................9
3.2 Saran.................................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................10
LAMPIRAN PERTANYAAN DISKUSI............................................................................11
DAFTAR GAMBAR............................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN

2
1.1 Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia dari tahun ke tahun, jumlah
permintaan akan kertas yang sudah menjadi komoditi penting juga meningkat. Seperti yang
kita ketahui, kayu merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kertas dan Indonesia
merupakan negara yang memiliki hutan yang berpotensi dalam penyediaan kayu. Permintaan
kertas dunia yang meningkat ini kemudian memacu industri untuk mengembangkan proses
produksi kertas. Perkembangan industri kertas yang semakin meningkat memerlukan
perkembangan teknologi yang memadai serta sumber daya manusia yang berkemampuan
tinggi yang dapat menunjang perkembangan industri kertas di Indonesia. Salah satu
perusahaan yang bergerak pada bidang industri kertas adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper
Tbk.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang merupakan salah satu manufaktur kertas
terkemuka di Indonesia. PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang mulai berproduksi
secara komersil pada tahun 1979 yakni pada bulan April 1979, mesin kertas no.1 dan 2 mulai
beroperasi dan menghasilkan 100 ton keras setiap harinya. Akibat meningkatnya permintaan
pasar, pada bulan Juni 1982 PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang menambah 1
mesin kertas sehingga meningkatkan jumlah produksi kertas menjadi 150 ton setiap harinya.
Air yang digunakan dalam proses produksi obat adalah air yang sudah dimurnikan
dengan standard tertentu sehingga obat yang dihasilkan benar-benar murni, bebas impuritas
yang dapat menyebabkan kerusakan pada obat sehingga justru menjadi racun bila dikonsumsi
(WHO, 2012). Selain itu, dalam suatu industri farmasi, air juga berfungsi ntuk memenuhi
kebutuhan lain seperti kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan rumah tangga dari suatu pabrik,
termasuk kebutuhan sehari-hari dari pegawai-pegawai pabrik tersebut. Air juga banyak
berperan dalam proses-proses pada industri, baik itu proses produksi, maupun proses-proses
lainnya seperti sebagai pelarut, menjadi media pertukaran panas, media dalam melakukan
proses pendinginan dan lain sebagainya. Karena begitu besar peranan air dalam industri,
maka dalam suatu Industri, air harus diberi perlakuan atau diproses dengan baik agar layak
digunakan dalam berbagai proses pada Industri.
Untuk memenuhi kebutuhan air pada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mengambil air
dari air sungai Cisadane. air ini kemudian akan diolah dan disesuaikan dengan standard yang
ada pada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Pengolahan air menjadi sangat penting karena air
yang digunakan harus memenuhi kriteria kualitas seperti salinitas, konduktivitas, dan total
hardness untuk dapat menjaga kualitas produk. Karena alasan-alasan tersebut, pengolahan air

3
dalam industri farmasi, dalam hal ini PT Indah Kiat Pup & Paper Tbk menjadi salah satu hal
terpenting dalam keberlangsungan industri ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana PT. Indah Kiat Pulp & Paper mengolah air sungai Cisadane sehingga
layak digunakan sebagai bahan baku industry kertas?
2. Bagaimana kualitas air yang dihasilkan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui kualitas air yang diperlukan oleh suatu industry kertas
2. Mengetahui teknik pengolahan air yang dilakukan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper
Tbk.
3. Mengetahui kualitas air yang dihasilkan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

1.4 Manfaat
1. Memperluas wawasan tentang Teknik pengolahan air yang sudah diterapkan pada
dunia Industri.
2. Memperluas wawasan tentang standard kualitas air yang harus dihasilkan untuk
digunakan dalam industri farmasi.

4
BAB II.
PENGOLAHAN AIR PADA PT INDAH KIAT PULP AND PAPER,Tbk

2.1. Sumber Air


PT. Indah Kiat Pulp &Paper Tbk. Tangerang dalam memenuhi ebutuhan fresh
water menggunakan sumber air dari Sungai Cisadane yang berada di sebelah barat
lokasi pabrik dengan melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Berikut adalah tabl
berisi kualitas air dari air sungai cisadane :
Tabel 2.1. Kualitas Air Sungai Cisadane
Parameter Kadar
Suhu 23-30 C
pH 6-6,3
DO 3,5-7,5 mg/L
TSS 20-114 mg/L
N Total 0,115-0,622 mg/L
P total 0,030-0,301 mg/L
BOD 2,23 mg/L
COD 13.3mg/L
Kecepatan Arus 0,13-1 m/s

Berdasarkan tabel 2.1, Air dari sungai Cisadane mengalami pencemaran dan
masih sangat kotor dan tidak mungkin digunakan untuk proses produksi, sehingga
perlu dilakukan water treatment untuk memenuhi kebutuhan air.

2.2. Water Treatment


Water treatment merupakan suatu cara atau bentuk pengolahan air dengan cara
cara tertentu dengan tujuan untuk mencapai hasil yang diharapkan sesuai kebutuhan.
Suatu sistem desain water treatment ditentukan oleh sumber air dan kualitas air.
Pt. Indah Kiat Pulp menambahkan zat tertentu selama water treatment, yaitu :
2.2.1. Alum (Al2(SO4)3.18H2O)
Alum berfungsi sebagai koagulan yang dapat menggumpalkan lumpur yang
terdapat dalam air sungai. PT.Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang
membutuhkan alum mencapai 6.300 m3 per bulannya.

2.2.2. Flokulan
Flokulan digunakan untuk mengikat zat pengotor berukuran kecil, sehingga zat
pengotor akan menjadi partikel yang lebih besar dan mengendap. Flokulan
ditambahkan ke dalam bak yang dilengkapi dengan pengaduk. Kebutuhan

5
flokulan yang digunakan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang
mencapai 50 m3 per bulannya.

2.2.3. Caustic Soda


Caustic Soda digunakan untuk menjaga kestabilan pH.NaOH ini ditambahkan
setelah dilakukan penambahan alum. Hal tersebut dikarenakan air akan
berubah menjadi asam setelah ditambahkan alum. Kebutuhan NaOH yang
digunakan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang mencapai3.500
m3per bulannya.

2.2.4. NaOCl
NaOCl digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang terkandung di
dalam air sungai. Kebutuhan NaOCl yang digunakan oleh PT. Indah Kiat Pulp
& Paper Tbk. Tangerang mencapai 1.800 m3per bulannya.

2.3. Proses Pengolahan fresh water


Proses yang terjadi pada pengolahan fresh water sebagai berikut :
2.3.1. Tangki masukan
Tangki masukan berupa tangki penampung yang digunakan sebagai
tempat penampungan air. untuk mengisi bak penampungan, digunakan mein
pompa. Tangki merupakan penampungan air sementara. Selain itu, tangki
dapat berfungsi sebagai tempat mengendapkan kotoran dan partikel di dalam
air. pada tangki penampungan, kualitas air yang kurang baik, pertlu diberi
perlakuan khusus dengan penambahan kaporit atau tawas atau alum. Kaporit
ini digunakan untuk mengoksidasi zat besi yang terlrut di dalam air. kaporit
atau tawas dapat membunuh kuman dan bakteri. Tawas merupakan bahan
koagulan yang dapat mengendapkan bahan kimia yang terlarut dalam air
(Alamsyah, 2006).
Air sungai di dalam tangki masukan ditambahkan alum yang memiliki
sifat asam dan koagulan Clarifix sebanyak 6 kg koagulan untuk setiap 100 kg
alum untuk mengendapkan kotoran yang terkandung didalamnya. Penambahan
alum ini membuat air sungai menjadi semakin asam sehingga diperlukan
NaOH untuk menetralkan air sungai dan dilakukan pengontrolan pH sebesar
7 serta pengontrolan kandungan SS air sebesar 100 ppm. Kebutuhan alum
yang digunakan sebanyak maksimum 300 kg/hari, flokulan maksimum 3
kg/hari, dan caustic soda maksimum 300 kg/hari.

2.3.2. Accelator Clarifier

6
Clarifier merupakan tempat yang digunakan sebagai tempat terjadinya
koagulasi. Kotoran yang mengendap akan dibuang melalui pipa saluran
pembuangan (Badriyah, 2016). Accelator clarifier memiliki agitator dengan 3
buah impeller dimana impeller pertama yang terletak bagian bawah tangki
yang berfungsi untuk mengaduk flok sehingga flok tidak mengendap dan lebih
mudah dibuang kembali ke sungai. Impeller kedua terletak di bagian tengah
tangki berfungsi untuk mengaduk flokulan dan NaOH menjadi homogen
sehingga proses pengendapan dan netralisasi sempurna. Sedangkan, impeller
ketiga terletak di bagian atas tangki, yang berfungsi untuk membawa flok ke
bagian bawah tangki agar flok mengendap. Kemudian air yang sudah jernih
akan keluar secara overflow melalui pipa-pipa di permukaan air.
Di dalam accelator clarifier ini juga terjadi 2 proses yakni primary
mixing dan secondary mixing. Pada primary mixing ditambahkan flokulan
untuk mengendapkan pengotor yang terkandung dalam air sungai sehingga
membentuk flok-flok atau lumpur dan dapat dipisahkan dari air. Pada primary
mixing, waktu penahanan dilakukan selama 1,5-2,5 jam dengan aliran limbah
cair sebesar 24-32m/hari (Suparman, 2002). Pada secondary mixing
ditambahkan NaOH untuk menetralkan air dengan pH sekitar 7 hingga 7.3.

2.3.3. Pressure Filter


Air yang sudah bersih dari proses di accelator clarifier kemudian
dilewatkan melalui 5 buah pressure filter yang dilengkapi dengan media
penyaring pasir, kerikil, dan batu koral yang bertujuan untuk memisahkan flok
yang terbawa di dalam air. Filter yang digunakan kemudian di cuci minimal
satu kali sehari dengan cara membalikkan arah aliran air dari bawah ke atas
sehingga flok yang terendapkan di filter akan terbawa ke atas dan keluar
melalui pipa backwash. Penggantian pasir, kerikil, dan koral dilakukan 3 tahun
sekali.

2.3.4. Tangki Penampungan


Terdapat 2 jenis tangki penampungan yakni tangki untuk air produksi
yang memiliki kapasitas 300 m3 dan tangki untuk air non produksi yang
memiliki kapasitas 250 m3. Di dalam tangki penampungan air produksi
dilakukan penambahan NaOCl yang berfungsi untuk membunuh
mikroorganisme. Jumlah NaOCl yang digunakan maksimum 90 kg/hari.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
1. PT. Indah Kiat Pulp & Paper menggunakan air sungai cisadane sebagai fresh
water yang akan digunakan dalam proses industri maupun untuk kebutuhan
eksetrnal.
2. Teknik pengolahan air yang digunakan terbagi menjadi empat tahap, yaitu tahap
pertama di Tangki Pemasukan tanpa penambahan apapun hanya pengadukan,
tahap kedua di Accelator Clarifier yang ditambahkan koagulan, flokulan serta
pengatur PH, tahap ketiga di Pressure Filter hanya dilakukan penyaringan air , dan
tahap terakhir di Tangki Penampungan.
3. Kualitas air yang dihasilkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper tidak diketahui
secara pasti karena PT. Indah Kiat Pulp & Paper tidak mengeluarkan baku mutu
dari proses pengolahan air yang dihasilkan.

3.2 SARAN
1. DIperlukan pengolahan fresh water lebih lanjut untuk melarutkan kationik starch
karena dengan penambahan kationnya dapat lebih memperkuat kertas. Alat yang
digunakan dapat berupa ion exchanger agar ion-ion didalam air tidak
mengganggu proses.

8
2. Pengeluaran baku mutu dari setiap tahap yang telah dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, Sujana. 2006. Merakit sendiri alat penjernihan air untuk rumah tangga. Kawan
Pustaka : Jakarta
Suparman.2002. Pembuangan Tinja dan Limbah Cair: Suatu Pengantar. Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta
Badriyah, Basyit. 2016. Ensiklopedia Rumus Kimia. Pustaka Ilmu Semesta : Jakarta

9
LAMPIRAN

PERTANYAAN DISKUSI
1. Baku mutu air yang dihasilkan pada proses pembuatan kertas pada PT. Indah Kiat
pulp and paper, Tbk?
2. Kenapa prosesnya hanya sampai Filtrasi? Apakah tidak ada proses lain pada air yang
akan digunakan untuk proses produksi seperti untuk proses kationik starch?

JAWABAN
1. Baku mutu yang dihasilkan dari proses pembuatan kertas pada PT. Indah Kiat pulp
and paper ini memang tidak ada dalam sumbernya tetapi PT IKPP ini merupakan anak
perusahaan dari PT. Tjiwi Kimia sehingga menurut kami untuk baku mutunya kurang
lebihnya memiliki standar yang sama dengan PT. Tjiwi Kimia.
2. Karena didatanya memang hanya menggunakan filtrasi. Akan tetapi seharusnya saran
dari kami adalah ada proses lanjutan seperti ion exchanger agar kation yang larut
dalam air tidak mengganggu proses pelarutan kationik starch

10
DAFTAR GAMBAR

NO NAMA ALAT GAMBAR


1. Tangki Masukan

2. Accelerator Classifier

3. Pressure Filter

4. Tangki penampungan

11