Anda di halaman 1dari 10

e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

PENGARUH WHISTLEBLOWING SYSTEM DAN KOMPETENSI


SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENCEGAHAN
FRAUD PADA PENGELOLAAN KEUANGAN PENERIMAAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH
(Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng)
1Ni Kadek Siska Agusyani, 1 Edy Sujana,
2Made Arie Wahyuni

e-mail:{siskaag111@gmail.com, ediesujana_bali@yahoo.com.,
wahyuni-arie@yahoo.com}@undiksha.ac.id

Jurusan Akuntansi Program S1


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh whistleblowing
system dan kompetensi sumber daya manusia terhadap pencegahan fraud.
Penelitian ini bertempat di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data dari
kuesioner dan diukur dengan menggunakan skala likert/ordinal. Populasi dalam
penelitian ini yakni seluruh pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten
Buleleng. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling,
dengan jumlah sampel 90 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian
ini yakni data primer. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan bantuan program SPSS 19 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh
signifikan antara whistleblowing system dan komptensi sumber daya manusia
terhadap pencegahan fraud. Secara simultan whistleblowing system dan
komptensi sumber daya manusia berpengaruh simultan terhadap pencegahan
fraud.

Kata Kunci: Whistleblowing system, kompetensi sumber daya manusia,


pencegahan fraud.

Abstract
The purpose of this study was to analyze the effects of whistleblowing
system and the competence of human resources to the prevention of fraud.
Research in Dispenda haused in Buleleng regency. This research is a quantitative
study using data from questionnaires and measured using a likert scala/ordinal.
the population in this study that all employees Dispenda Buleleng regency.
Sampling was done by purposive sampling technique, with a sample of 102
respondents. Data used in this study the primary data. Data were analyzed using
multiple linear regression analysis with the help of the program SPSS 19 for
windows.

The results showed that partially there is significant effect of whistleblowing


system and the competence of human resources to the prevention of fraud.
Simultaneously whistleblowing system and human resource competencies
simultaneous effect on the prevention of fraud.

Keywords: Whistleblowing system, human resource competency, fraud prevention.


e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

PENDAHULUAN 1.600.000.000 oleh Mantan Bupati


Berdasarkan Undang-Undang Buleleng Putu Bagiada dalam siding
Nomor 32 tahun 2004 tentang Pengadilan Tipikor Denpasar. Bagiada
pemerintahan daerah dan Undang- yang terbukti melakukan korupsi selama
Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang dua perioda menjabat tahun 2002 hinga
perimbangan keuangan antara pemerintah 2012 juga harus mengembalikan uang
pusat dan daerah, setiap daerah di Negara yang dikorupsi sebesar Rp
Indonesia memiliki kewenangan secara 574.700.000.000 lebih (infokorupsi.com:
penuh untuk mengelola keuangan 2016). Kasus korupsi lainnya pada dinas
daerahnya. Selain itu, melalui pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng
pelaksanaan desentralisasi, fungsi yang menagih pengembalian dana korupsi
kepemerintahan tentu dilimpahkan kepada upah pungut pajak bumi dan bangunan
pemerintah daerah dengan tujuan untuk (PBB) senilai Rp 600.000.000 dari mantan
meningkatkan nilai tambah guna kepala Dispenda Nyoman Pastika yang
menyelenggarakan pemerintahannya. telah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan
Desentralisasi daerah memberikan Tindak Pidana Korupsi Denpasar
kewenangan kepada daerah otonom (metrobali.com: 2016). Kecurangan
untuk mengurus dan mengatur rumah merupakan bentuk penipuan yang sengaja
tangga daerahnya sendiri. Tugas daerah dilakukan sehingga dapat menimbulkan
otonom yang harus diselenggarakan kerugian tanpa disadari oleh pihak yang
adalah penyelenggaraan pemerintah dirugikan tersebut dan memberikan
umum, memberikan pelayanan kepada keuntungan bagi pelaku kecurangan
masyarakat, serta melaksanakan (Alison, 2006). Menurut Nurillah (2014)
pembangunan daerah. Untuk menjamin kompetensi sumber daya manusia adalah
terselenggaranya otonomi daerah, maka kemampuan seseorang atau individu,
daerah memerlukan usaha-usaha untuk suatu organisasi (kelembagaan), atau
meningkatkan kemampuan keuangan suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-
sendiri demi mendanai pelaksanaanya. fungsi atau kewenangannya untuk
Yaitu dengan upaya meningkatan mencapai tujuannya secara efektif dan
penerimaan Pendapatan Asli Daerah efisien. Pada aspek sumber daya manusia
(PAD). Menurut Kaho (1997), untuk terdapat potensi persoalan, yakni pada
menjalankan fungsi pemerintahan daerah, tenaga kerja berpotensi melakukan
faktor keuangan merupakan suatu hal korupsi/fraud memanfaatkan lemahnya
yang sangat penting, karena setiap sistem pengendalian internal. Untuk
kegiatan organisasi pemerintahan, baik mendeteksi, meminimalisir dan kemudian
publik atau swasta memerlukan biaya. menghilangkan kecurangan atau penipuan
Koswara (2000) mengemukakan yang dilakukan pihak internal organisasi.
pendapatnya bahwa, perbedaan ini Menurut octaviari (2015) Sistem
tergantung dari sumber daya alam dan pelaporan pelanggaran atau yang biasa
sumber daya berkaitan dengan modal disebut dengan Whistleblowing System
yang dimiliki daerahnya tersebut. Oleh merupakan wadah bagi seorang
karena itu, setiap daerah memiliki whistleblower untuk mengadukan
penekanan tersendiri pada setiap potensi kecurangan atau pelanggaran yang
yang dapat menggali dan menambah dilakukan pihak internal organisasi. Sistem
sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). ini bertujuan untuk mengungkap fraud
Kecenderungan kecurangan yang dapat merugikan organisasi dan
akuntansi telah menarik banyak perhatian mencegah fraud yang lebih banyak lagi.
media dan menjadi isu yang menonjol Penerapan WhistleBlowing System
serta penting di mata pemain bisnis dunia. menjadi suatu alat yang dapat
Terdapat kasus dugaan korupsi yang dipergunakan untuk mencegah terjadinya
terjadi di Kabupaten Buleleng adalah korupsi atau kecurangan yang bisa terjadi
kasus korupsi upah pungut Pajak Bumi pada pengelolaan keuangan penerimaan
dan Bangunan Kehutanan Perkebunan PAD. Whistleblower adalah sesorang
dan Pertambangan (PBB-KPP) senilai Rp yang melaporkan suatu tindakan melawan
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

hukum, terutama korupsi atau fraud, di yang kompeten, yang didukung dengan
dalam organisasi atau institusi tempat ia latar belakang pendidikan akuntansi,
bekerja. Orang ini biasanya mempunyai sering mengikuti pendidikan dan
data atau bukti yang memadai terkait pelatihan, dan mempunyai pengalaman di
tindakan yang melawan hukum tersebut. bidang keuangan. Terdapat beberapa
Peran whistleblower sangatlah permasalahan yang perlu dikaji lebih
penting dalam mengungkap suatu lanjut, yaitu apakah whistleblowing system
tindakan melawan hukum di dalam berpengaruh terhadap pencegahan fraud
internal organisasi. Namun, banyak orang pada pengelolaan keuangan penerimaan
yang takut untuk mengadukan tindak PAD pada dinas pendapatan daerah
kecurangan, karena tak sedikit risiko yang kabupaten Buleleng, apakah kompetensi
harus dihadapi, bahkan sulit dihindari dan sumber daya manusia berpengaruh
solusinya mereka lebih memilih untuk terhadap pencegahan fraud pada
diam. Mulai dari ancaman terlapor pada pengelolaan keuangan penerimaan PAD
dirinya maupun keluarganya dan ancaman pada dinas pendapatan daerah kabupaten
pemecatan. Jaminan keamanan dan Buleleng, dan apakah whistleblowing
perlindungan hukum terhadap system dan kompetensi sumber daya
whistleblower juga sudah ada sejak tahun manusia berpengaruh terhadap
2006 dengan lahirnya UU 13/2006 tentang pencegahan fraud pada pengelolaan
Perlindungan Saksi dan Korban. Hal keuangan penerimaan PAD pada dinas
tersebut merupakan salah satu pendorong pendapatan daerah kabupaten Buleleng.
atau motivasi seseorang untuk menjadi Dalam rangka menjawab
whistleblower. Seorang whistleblower permasalahan tersebut, penelitian ini
dalam upaya mengungkap suatu tindak bertujuan untuk membuktikan secara
pelanggaran dan kecurangan, baik di empiris pengaruh whistleblowing system
perusahaan atau suatu lembaga dan kompetensi sumber daya manusia
pemerintahan, memang dapat berpengaruh terhadap pencegahan fraud
dilatarbelakangi berbagai motivasi, seperti pada pengelolaan keuangan penerimaan
pembalasan dendam ingin menjatuhkan PAD pada dinas pendapatan daerah
perusahaan tempatnya bekerja, mencari kabupaten Buleleng. Berdasarkan tujuan
selamat, atau niat untuk menciptakan dalam penelitian ini maka ditarik beberapa
lingkungan perusahaan tempatnya bekerja hipotesis dalam penelitian ini yaitu
menjadi lebih baik dan lebih beretika. Menurut Komite Nasional Kebijakan
Yang jelas seorang whistleblower memiliki Governance (2008:2) salah satu manfaat
motivasi yang kuat untuk berani dari penyelenggaraan whistleblowing
mengungkap skandal kejahatan terhadap system yang baik adalah timbulnya
publik. Whistleblower memiliki suara hati keengganan untuk melakukan
yang memberi petunjuk kuat mengenai pelanggaran, karena kepercayaan
pentingnya sebuah skandal untuk terhadap sistem pelaporan yang efektif.
diungkap. (Lembaga Perlindungan Saksi Keberadaan whistleblowing system tidak
dan korban, 2011). BPK RI menemukan hanya sebagai saluran pelaporan
permasalahan yakni masih rendahnya kecurangan yang terjadi, namun juga
kualitas informasi laporan keuangan sebagai bentuk pengawasan. Karyawan
daerah yang disebabkan oleh menjadi takut untuk melakukan
pemahaman akuntansi dari penyusun kecurangan karena sistem ini bisa
laporan itu sendiri yang berhubungan digunakan oleh seluruh karyawan,
langsung dengan kompetensi sumber sehingga sesama karyawan menjadi
daya manusia, belum diterapkannya saling mengawasi satu sama lain dan
secara optimal sistem akuntansi keuangan takut untuk dilaporkan karyawan lain
dan masih lemahnya sistem pengendalian karena melakukan kecurangan. Hal ini
internal. Menurut Warisno (2008) dalam dapat mencegah fraud yang akan terjadi
Sukmaningrum (2012) dalam pengelolaan pada pengelolaan keuangan desa. Hal ini
keuangan daerah yang baik, karyawan didukung oleh penelitian yang dilakukan
harus memiliki sumber daya manusia oleh Vredy Octaviari Nugroho (2015) yang
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

menunjukkan bahwa whistleblowing pendeteksian fraudulent financial


system berpengaruh terhadap reporting, Berdasarkan teori dan penelitian
pencegahan fraud pada PT Pagilaran. sebelumnya maka hipotesis penelitian
Berdasarkan teori dan penelitian yang diajukan :
sebelumnya maka hipotesis penelitian
yang diajukan : H3 : Whistleblowing System dan
kompetensi sumber daya manusia
H1 : WhistleBlowing System berpengaruh berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud
terhadap pencegahan Fraud pada pada pengelolaan keuangan penerimaan
pengelolaan keuangan penerimaan PAD PAD pada dinas pendapatan daerah
pada dinas pendapatan daerah kabupaten kabupaten Buleleng.
Buleleng.
METODE
Kompetensi adalah kualifikasi yang
dibutuhkan audirotr untuk melaksanakan Penelitian ini menggunakan jenis
audit dengan benar. Dalam melaksanakan rancangan penelitian kuantitatif dengan
audit, seseorang auditor harus memiliki mengajukan beberapa pernyataan dalam
mutu personal yang bauik, pengeetahuan bentuk kuesioner kepada responden yaitu
yang memadai, serta keahlian khuusus pegawai di Dinas Pendapatan Daerah
dibidangnya.. Hasil penelitian Rozmita Kabupaten Bueleng yang bertujuan untuk
(2012), menyatakan bahwa kompetensi menjawab pernyataan yang berkaitan
sumber daya manusia berpengaruh dengan subyek yang diteliti. Data hasil
signifikan terhadap pendeteksian penelitian dianalisis dengan menggunakan
fraudulent financial reporting. Berdasarkan bantuan program SPSS 19. Penelitian ini
teori dan penelitian sebelumnya maka menggunakan jenis data primer.
hipotesis penelitian yang diajukan : Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh pegawai di Dinas
H2 : Kompetesi sumber daya manusia Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng.
berpengaruh terhadap pencegahan Fraud Teknik pengambilan sampel dalam
pada pengelolaan keuangan penerimaan penelitian ini menggunakan tipe
PAD pada dinas pendapatan daerah proporsive sampling yaitu teknik dimana
kabupaten Buleleng. cara pengambilan sampel dilakukan
dengan menetapkan ciri yang sesuai
Menurut Komite Nasional dengan tujuan, yang dimana pegawai
Kebijakan Governance (2008:2) salah yang menjadi sampel adalah yang
satu manfaat dari penyelenggaraan memiliki latar belakang pendidikan terakhir
whistleblowing system yang baik adalah SMA, S1, S2, dan S3. Berdasarkan
timbulnya keengganan untuk melakukan penentuan sampel tersebut, jumlah
pelanggaran, karena kepercayaan kuesioner yang disebar kepada pegawai
terhadap sistem pelaporan yang efektif, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten
Hal ini didukung oleh penelitian yang Buleleng sebanyak 102 kuesioner.
dilakukan oleh Vredy Octaviari Nugroho Instrumen dalam penelitian ini
(2015) yang menunjukkan bahwa menggunakan kuesioner dengan skala
whistleblowing system berpengaruh likert/ordinal yang digunakan untuk
terhadap pencegahan fraud pada PT mengukur whistleblowing system dan
Pagilaran. Kompetensi adalah kualifikasi kompetensi sumber daya manusia.
yang dibutuhkan auditor untuk Penetapan skor diberikan kepada
melaksanakan audit dengan benar. Dalam butir-butir pernyataan penelitian di dalam
melaksanakan audit, seseorang auditor kuesioner. Skala likert yang digunakan
harus memiliki mutu personal yang bauik, dalam penelitian ini berdimensi lima
pengetahuan yang memadai, serta dengan rentangan nilai 1 sampai dengan
keahlian khusus dibidangnya. Hasil 5 dengan asumsi jawaban (1) sangat tidak
penelitian Rozmita (2012), menyatakan setuju, (2) tidak setuju, (3) kurang setuju,
bahwa kompetensi sumber daya manusia (4) setuju, dan (5) sangat setuju.
berpengaruh signifikan terhadap
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

Pengujian instrumen yang deviasi yang jauh lebih kecil dari mean,
digunakan dalam penelitian ini meliputi uji yang mengindikasikan bahwa
statistik deskriptif, uji validitas dan uji penyimpangan data cukup rendah.
reliabilitas. Teknik analisis data dalam Pengujian validitas dalam
penelitian ini menggunakan uji asumsi penelitian ini dilakukan dengan melakukan
klasik yaitu uji normalitas, uji korelasi bivariate antara masing-masing
multikolinearitas, dan uji skor indikator dengan total skor kontruk
heterokedastisitas. Metode pengujian dengan bantuan program SPSS 19,0 for
hipotesis menggunakan analisis regresi windows. Bila korelasi antar masing-
berganda yaitu uji t, uji F, dan koefisien masing indikator terhadap skor kontruk
determinasi (R2). Uji hipotesis menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu
menggunakan analisis regresi berganda bernilai <0,05 maka indikator dinyatakan
yang digunakan untuk melihat pengaruh valid. Hasilnya menunjukkan bahwa
beberapa variabel independen terhadap korelasi antara masing-masing
variabel dependen. indikator/pertanyaan terdapat total skor
konstruk menunjukkan hasil yang
HASIL DAN PEMBAHASAN signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa
Jumlah kuesioner yang disebar masing-masing indikator variabel adalah
dalam penelitian ini adalah sebanyak 102 valid.
buah. Namun kuesioner yang kembali Hasil uji reliabilitas dilihat dari nilai
sebanyak 100 kuesioner dan 10 kuesioner Cronbachs Alpha yang variabel
yang tidak memenuhi syarat untuk diolah whistleblowing system memiliki nilai
sehingga kuesioner yang dapat diolah sebesar 0,737. Variabel kompetensi
sebanyak 90 kuesioner dengan sumber daya manusia memiliki nilai
menggunakan program SPSS. Cronbachs Alpha sebesar 0,722, variable
Pengujian statistik deskriptif dalam pencegahan fraud memiliki nilai
penelitian ini untuk mengetahui besarnya Cronbachs Alpha sebesar 0,713.
nilai rata-rata, nilai minimum, nilai Sehingga dapat disimpulkan bahwa
maximum dan standar deviasi dari seluruh butir pertanyaan dalam variabel-
masing-masing variabel. Hasil yang variabel tersebut adalah reliabel.Karena
ditunjukkan ialah hasil yang baik, karena seruluh variabel mempunyai nilai
masing-masing variabel memiliki standar Cronbachs Alpha > 0,
Tabel 1.hasil uji normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 90
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1.81513554
Most Extreme Differences Absolute ,097
Positive ,097
Negative -,086
Kolmogorov-Smirnov Z .918
Asymp. Sig. (2-tailed) ,368
a. Test distribution is Normal.
Sumber: data primer diolah,2016

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui Berdasarkan hasil uji Kolmogrov-Smirnov


apakah dalam setiap variabel pernyataan dengan nilai Asymp. Sig sebesar 0,368>
yang digunakan dalam penelitian 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa data-
terdistribusi normal atau tidak. data penelitian telah terdistribusi normal.
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

Tabel 2.hasil uji multikolinearitas


No Variabel Tolerance VIF Keterangan
1 Whistleblowing 0,888 1.127 bebas
system (X1) multikolinearitas

2 Kompetensi 0,888 1.127 bebas


sumber daya multikolinearitas
manusia (X2)
Sumber: data primer diolah 2016

Hasil perhitungan uji multikolinearitas 0,10 dan nilai VIF variabel whistleblowing
menunjukkan bahwa nilai tolerance system sebesar 1,127 dan nilai VIF
variabel whistleblowing system sebesar variabel kompetensi sumber daya
0,888 dan nilai tolerance varibel manusia sebesar 1,127 yang berate lebih
kompetensi sumber daya manusia kecil dari 10 sehingga dapat disimpulkan
sebesar 0,888 yang berati lebih besar dari tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 3. Hasil uji heteroskedastisitas

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardize T Sig.
Coefficients d
Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) -3.587 2.246 -1.597 .114
X1 .117 .091 .143 1.293 .199
X2 .101 .078 .142 1.286 .202

a. Dependent Variable:
pencegahan fraud
Sumber: data primer diolah
2016
Terjadinya heterokedastisitas ditunjukkan whistleblowing system dan kompetensi
apabila nilai signifikan variabel bebas < sumber daya manusia tidak terjadi
0,05. Berdasarkan hasil uji glejser heterokedastisitas karena nilai signifikan
menunjukkan bahwa variabel lebih besar dari 0,05.

Tabel 4. Hasil uji T


Coefficientsa
Model Unstandardized Standardize T Sig.
Coefficients d
Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 15.513 3.779 4.105 .000
X1 .485 .153 .270 3.175 .002
X2 .808 .132 .523 6.142 .000

a. Dependent Variable:
pencegahan fraud
Sumber: data primer diolah
2016
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

Hasil uji t pada tabel 4, variabel kompetensi sumber daya


whistleblowing system thitung<ttabel sebesar manusia thitung<ttabel sebesar 6,142<1,966
3,175<1,966 dan nilai signifikan sebesar dan nilai signifikan sebesar 0,000 yang
0,002 yang berarti lebih kecil dari 0,05. berarti lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut
Hal tersebut menunjukkan whistleblowing menunjukkan kompetensi sumber daya
system berpengaruh secara signifikan manusia berpengaruh signifikan terhadap
terhadap pencegahan fraud. Untuk pencegahan fraud.

Tabel 5.hasil pengujian koefisien determinasi


Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
a
1 ,664 ,441 .428 1,85388
a. Predictors: (Constant), kompetensi sumber daya
manusia, whistleblowing system
sumber: data primer diolah, 2016
Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari mengidentifikasi bahwa besarnya ukuran
hasil perhitungan diperoleh nilai Adjusted penjelasan Adjusted R Square adalah
R Square koefisien determinasi sebesar rendah, dimana 43% perubahan variabel
0,43, hal ini berati sebesar 43% yang pencegahan fraud dijelaskan oleh
menunjukkan bahwa hubungan secara perubahan variabel Whistleblowing
simultan antara variabel Whistleblowing system (X1), dan Kompetensi sumber
system (X1), dan Kompetensi sumber daya manusia (X2). Sementara itu sisanya
daya manusia (X2) terhadap variabel (100% - 43% = 57%) dijelaskan oleh
Pencegahan fraud (Y). Nilai tersebut variabel lain diluar penelitian ini.
Tabel 6.hasil perhitungan Uji F
ANOVAb
Sum of
Model Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 231.170 2 115.585 34.294 .000a
Residual 293.230 87 3.370
Total 524.400 89
a. Predictors: (Constant), kompetensi sumber daya manusia, whistleblowig
system
b. Dependent Variable: pencegahan fraud
Sumber: data primer diolah 2016
Berdasarkan tabel diatas hasil uji berpengaruh secara simultan terhadap
anova atau F test diketahui secara pencegahan fraud dapat diterima
bersama-sama variabel independen
memiliki pengaruh yang signifikan PEMBAHASAN
terhadap variabel dependen, dapat Pengaruh Whistleblowing System
dikatakan demikian karena diperoleh terhadap pencegahan fraud
Fhitung sebesar 34,294> Ftabel 2,238 dengan Hasil pengujian hipotesis pertama
tingkat signifikansi p value lebih kecil dari menunjukkan bahwa variabel
0,05 yaitu 0,000. Dengan begitu bahwa whistleblowing system berpengaruh
variabel pencegahan fraud dapat secara signifikan terhadap pencegahan
dipengaruhi oleh whistleblowig system fraud yang ditunjukkan oleh nilai (sig.) t
dan kompetensi sumber daya manusia. sebesar 0,002, yang dimana tingkat
Sehingga hipotesis yang menyatakan signifikansi variabel whistleblowing system
bahwa whistleblowing system dan lebih besar dari 0,05 yang berarti hipotesis
kompetensi sumber daya manusia diterima. Hal ini berarti bahwa variabel
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

whistleblowing system berpengaruh menunjukkan kompetensi sumber daya


terhadap pencegahan fraud. Hal ini dapat manusia berpengaruh signifikan terhadap
diartikan perusahaan yang dijadikan pencegahan fraud.
sebagai objek penelitian ini mendukung Hasil penelitian ini memperkuat
untuk diterapkannya whistleblowing penelitian sebelumnya yang dilakukan
system, karena terbukti akan dapat Rozmita (2012) dan Taufik (2008) yang
mencegah fraud. Menurut Komite menyatakan bahwa kompetensi sumber
Nasional Kebijakan Governane (2008), daya manusia berpengaruh signifikan
whistleblowing system minimal harus terhadap pendeteksian fraud. Hasil
terdiri dari tiga aspek yaitu aspek peneltian widiyastuti dan pamudji (2009)
struktural, aspek operasional, dan aspek menyatakan bahwa kompetensi SDM
perawatan. Pada hasil penelitian ini, berpengaruh positif terhadap kemampuan
terbukti bahwa karyawan paham akan auditor dalam mendeteksi kecurangan
ketiga aspek tersebut yang kemudian (fraud). Menurut Tjiptoherijanto (2001)
dapat mempengaruhi mereka untuk dalam Alimbudiono & Fidelis (2004), untuk
enggan melakukan tindakan fraud dan menilai kapasitas dan kompetensi sumber
melaporkan tindakan fraud yang terjadi daya manusia dalam melaksanakan suatu
jika mereka mengetahuinya. fungsi, termasuk akuntansi, dapat dilihat
Penelitian ini sesuai dengan dari level of responsibility dan kompetensi
penelitian Irvandly (2014) dan Octaviari sumber daya manusia tersebut.
(2015) yang menyatakan bahwa Sehingga dengan kompetensi
whistleblowing system berpengaruh sumber daya manusia yang baik, maka
signifikan terhadap pencegahan semakin tinggi karyawan untuk tidak
kecurangan. Penelitian tersebut dilakukan melakukan tindakan fraud. Hal ini karena
pada perusahaan yang telah menerapkan sumber daya manusia tersebut telah
whistleblowing system, sedangkan memiliki pengetahuan dan pemahaman
penelitian oleh peneliti dilakukan pada mengenai pencegahan fraud.
perusahaan yang belum menerapkan Berdasarkan konsep-konsep tersebut,
whistleblowing system. Maka bahwa tampak bahwa kompetensi sumber daya
Whistleblowing System mempengaruhi manusia dan pencegahan fraud
Pencegahan Fraud. Namun menurut berbanding lurus, jika semakin baik
penelitian Titaheluw (2011) tidak sesuai kompetensi sumber daya manusia
dengan penelitian ini yang menyatakan pegawai, maka semakin tinggi juga
bahwa sistem whistleblowing bukanlah pegawai untuk tidak melakukan tindakan
satu-satunya cara yang dapat digunakan fraud. Karena semakin bagus tingkat
dalam mencegah terjadinya fraud, kompetensi sumber daya manusia maka
terdapat pula faktor-faktor lain yang dapat pemahaman mengenai fraud sebagai
mencegah terjadinya fraud. Hal ini upaya pencegahan dan pendeteksian
mengindikasikan bahwa semakin baik fraud maka potensi terjadinya tindakan
penerapan whistleblowing system, maka fraud semakin kecil. Sehingga kompetensi
akan semakin tinggi tingkat pencegahan sumber daya manusia berpengaruh positif
fraud atau kecurangan dan signifikan terhadap pencegahan
fraud.
Pengaruh Kompetensi sumber daya
mausia terhadap pencegahan fraud Pengaruh whistleblowing system dan
Hasil pengujian hipotesis kedua kompetensi sumber daya manusia
menunjukkan bahwa kompetensi sumber terhadap pencegahan fraud.
daya manusia berpengaruh signifikan Hasil peneletian hipotesis keenam
terhadap pencegahan fraud. Hasil analisis yang ditunjukkan pada tabel 6, diproleh
menunjukkan (sig.) t sebesar 0,000, yang Fhitung sebesar 34,294 dengan tingkat
dimana tingkat signifikansi variabel signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000.
kompetensi sumber daya manusia Dengan demikian dapat disimpulkan
sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang bahwa variabel pencegahan fraud
artinya hipotesis diterima. Hal tersebut dipengaruhi secara simultan oleh variabel
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

whistleblowing system dan kompetensi Berdasarkan hasil penelitian


sumber daya manusia. seperti yang telah diuraikan sebelumnya,
Hal ini didukung oleh penelitian maka dapat ditarik beberapa kesimpulan
yang dilakukan oleh Octaviari (2015) dan sebagai berikut: (1) whistleblowing system
Irvandly (2014) yang menunjukkan bahwa berpengaruh secara signifikan terhadap
whistleblowing system berpengaruh pencegahan fraud, (2) kompetensi sumber
terhadap pencegahan fraud. Namun daya manusia berpengaruh secara
menurut penelitian Titaheluw (2011) tidak signifikn terhadap pencegahan fraud, (3)
sesuai dengan penelitian ini yang whistleblowing system dan kompetensi
menyatakan bahwa sistem whistleblowing sumber daya manusia berpengaruh
bukanlah satu-satunya cara yang dapat secara simultan terhadap pencegahan
digunakan dalam mencegah terjadinya fraud.
fraud, terdapat pula faktor-faktor lain yang
dapat mencegah terjadinya fraud. Saran
Kompetensi adalah kualifikasi yang Berdasarkan kesimpulan hasil
dibutuhkan auditor untuk melaksanakan penelitian, dapat disampaikan beberapa
audit dengan benar. Dalam melaksanakan saran sebagai berikut:
audit, seseorang auditor harus memiliki 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
mutu personal yang baik, pengetahuan memberikan masukan bahwa
yang memadai, serta keahlian khusus penerapan whistleblowing system dan
dibidangnya. Hasil penelitian Rozmita kompetensi sumber daya manusia
(2012) dan Taufik (2008 yang menyatakan memiliki pengaruh yang signifikan
bahwa kompetensi sumber daya manusia terhadap pencegahan kecurangan
berpengaruh signifikan terhadap (Fraud). Bagi pihak pemimpin dan
pendeteksian fraud. Hal ini menunjukkan pegawai di Dinas Pendapatan Daerah
semakin baik penerapan whistleblowing Kabupaten Buleleng diharapkan untuk
system, maka akan semakin tinggi tingkat dapat lebih mengefektifkan dan
pencegahan fraud atau kecurangan mengembangkan penerapan
sebaliknya semakin tinggi tingkat whistleblowing system dan
kompetensi sumber daya manusia, kompetensi sumber daya manusia dan
semakin tinggi pula intensi melakukan pemberian kompensasi yang sesuai
tingakan whistleblowing sehingga semakin (khususnya gaji dan tunjangan)
tinggi tingkat pencegahan terhadap pegawai agar dapat
kecurangan/fraud. Dalam melakukan menekan terjadinya praktek
tindakan pencegahan fraud tidak hanya kecurangan.
bergantung pada efektivitas 2. Bagi pegawai dinas pendapatan
whistleblowing system saja, tetapi daerah kabupaten buleleng lebih
perusahaan harus memperhatikan tingkat meningkatkan kompetensi SDM dan
kompetensi sumber daya manusia yang pemahaman tentang whistleblowing
baik untuk melakukan tindakan system dan untuk mencegah
pencegahan fraud/kecurangan. Karena terjadinya tindakan fraud, sebaiknya
semakin tinggi tingkat kompetensi sumber para pegawai menolak segala
daya manusia maka pemahaman pemberian hadiah dari pihak dalam
mengenai whistleblowing system dan maupun luar organisasi jika mereka
pencegahan fraud sebagai upaya mengetahui maksud dan tujuan dari
pencegahan dan pendeteksian fraud pemberian hadiah tersebut adalah
maka potensi terjadinya tindakan fraud bentuk suap untuk mementingkan
semakin kecil. Sehingga whistleblowing keuntungan pribadi seseorang atau
system dan kompetensi sumber daya kelompok.
manusia berpengaruh secara signifikan 3. Bagi peneliti selanjutnya dapat
terhadap pencegahan fraud. memperbanyak variabel independen
selain whistleblowing system dan
SIMPULAN DAN SARAN kompetensi sumber daya manusia
Simpulan serta memperbanyak indikator
e-JournalS1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 6 No: 3 Tahun 2016)

variabel. Selain itu dapat pula Skripsi. Universitas Negeri


menambah metode lainnya, seperti Yogyakarta
metode wawancara untuk menambah
kuat metode. Pratana, Irvandly Libramawan. 2014.
Pengaruh Penerapan
DAFTAR PUSTAKA Whistleblowing System Terhadap
Amrizal. 2004. Pencegahan dan Pencegahan Kecurangan. Skripsi.
Pendeteksian kecurangan oleh Universitas Widyatama.
Internal Auditor BPKP. Jakarta:
Ghalia Indonesia Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung:
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Alfabeta.
Multivariat Dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Taufik, Mochammad. 2008. Pengaruh
Universitas Diponogoro. pengalaman kerja dan pendidikan
profesi auditor internal terhadap
Infokorupsi. 2016. Korupsi, Mantan Bupati kemampuan mendeteksi fraud.
Buleleng Dihukum 2 Tahun [online] Skripsi. Universitas Islam Negeri
tersedia di: Syarif Hidayatullah.
http://infokorupsi.com/id/korupsi.php
?ac=10517&I=korupsi-mantan- Widari, Nora. 2015. Mengungkap
bupati-buleleng-dihukum-2-tahun. akuntabilitas penerimaan pajak
[Diakses pada 28 April 2016] daerah dan retribusi daerah di dinas
pendapatan daerah kabupaten
Komite Nasional Kebijakan Governance buleleng (studi kasus pada dinas
(KNKG). 2008. Pedoman Sistem pendapatan daerah kabupaten
Pelaporan Pelanggaran SPP buleleng). Skripsi. Universitas
(whistleblowing system WBS). Pendidikan Ganesha.
Jakarta: KNKG
Widiyastuti dan Pamudji. 2009. pengaruh
Lembaga perlindungan saksi dan korban kompetensi, independensi, dan
(LPSK). 2011. Memahami profesionalisme terhadap
whistleblower. Jakarta: LPSK kemampuan auditor dalam
mendeteksi kecurangan (fraud).
Metrobali. 2016. Dispenda Buleleng Tagih
Skripsi Universitas Diponegoro
Pengembalian Dana Korupsi PBB
Semarang.
[online] tersedia di:
http://metrobali.com/2013/08/30/dis Widyantari, Arti. 2013. Pengaruh
penda-buleleng-tagih Efektivitas Sistem Whistleblowing
pengembalian-dana-korupsi-pbb/. Terhadap Upaya Pengungkapan
[Diakses pada tanggal 28 April Kecurangan Manajemen Melalui
2016] Pemberian Motivasi (Studi Kasus
Pada Dinas Pendidikan Kota
Octaviari, Nugroho Vredy. 2015. Pengaruh
Cirebon). Skripsi. Cirebon:
Persepsi Karyawan Mengenai
Universitas Pasundan.
WhistleBlowing System Terhadap
Pencegahan Fraud Dengan
Perilaku Etis Sebagai Variabel
Intervening Pada PT Pagilaran.