Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN ABDOMEN

Pemeriksaan perut sangat penting pada setiap penderita ginekologik,


yang tidak boleh diabaikan dan harus lengkap, apa pun keluhan penderita.
Penderita harus tidur telentang secara santai. Pemeriksaannya meliputi
inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.

Inspeksi
Perlu diperhatikan bentuk, pembesaran/cekungan, pergerakan
pernapasan, kondisi kulit (tebal, mengkilat, kriput, striae, pigmentasi,
gambaran vena), parut operasi dan lain sebagainya. Masing-masing
kelainan tersebut di atas memberi petunjuk ke arah mana pikiran kita harus
ditujukan . Misalnya pembesaran perut ke depan dengan batas-batas jelas
menunjuk ke arah kehamilan atas tumor (mioma uteri atau kistoma ovarii),
sedang pembesaran ke samping (perut katak) merupakan gejala dari cairan
bebas dalam rongga perut (asites). Selain itu diperhatikan adanya jaringan
parut.

Palpasi
Sebelum dilakukan pemeriksan, harus diyakini bahwa kandung kemih
dan rektum kosong karena kandung kemih penuh teraba sebagai kista dan
rektum penuh menyulitkan pemeriksaan. Penderita diberitahu bahwa
perutnya akan diperiksa, supaya ia tidak menegangkan perutnya dan
bernapas biasa. Jikalau perlu, kedua tungkai ditekuk sedikit dan wanita
disuruh bernapas dalam.
Perabaan perut dilakukan perlahan-lahan dengan seluruh telapak
tangan dan jari-jari. Tangan dan jari-jari harus dalam keadaan hangat. Mula-
mula perut diraba saja (tanpa ditekan) seluruhnya sebagai orientasi dengan
satu atau kedua tangan, dimulai dari atas (hipokondrium) atau di tempat
yang tidak dikeluhkan nyeri. Lalu diperiksa dengan tekanan ringan apakah
dinding perut lemas, tegang karena rangsangan peritoneum (defans
muskuler), ataukah dirasakan nyeri, dan di mana yang paling nyeri.
Sekaligus diperiksa apakah ada nyeri lepas.
Baru kemudian dilakukan palpasi lebih dalam ,sebaiknya bermanfaat
dengan irama pernapasan, untuk mencari kelainan-kelainan yang tidak
tampak dengan inspeksi. Ini sebaiknya dimulai dari bagian-bagian yang
tampaknya normal, yaitu yang tidak dirasakan nyeri dan yang tidak
menonjol/membesar. Karena telapak tangan dan jari-jari bagian ulna lebih
peka, maka palpasi dalam dilakukan dengan bagian ulna ini. Rasa nyeri yang
letaknya lebih dalam menjadi lebih jelas. Perlu diperhatikan bahwa tidak
boleh ditimbulkan perasaan nyeri yang berlebihan karena wanita sangat
menderita, dan secara refleks menegangkan perutnya.
Pada pemeriksaan tumor dapat ditentukan lebih jelas bentuknya,
besarnya, konsistensinya, batas-batas dan mobilitasnya. Besar tumor
dibandingkan dengan benda-benda yang secara umum diketahui, misalnya
telur bebek, telur angsa/bola tenis, tinju dewasa dsb. Selanjutnya apakah
batas-batas tumor itu jelas/tajam atau tidak, batas-batasnya. Perlu pula
diperiksa apakah tumor itu dapat digerakan (bebas atau terbatas) atau tidak.
Konsistensi tumor biasanya tidak sulit untuk ditentukan, yaitu padat
kenyal, padat lunak, padat keras atau kistik. Kistik lunak kadang-kadang sulit
dibedakan dari cairan bebas dalam rongga perut, terutama apabila penderita
gemuk. Kadang-kadang ada bagian padat dan bagian kistik bersamaan.
Permukaan tumor ada yang rata dan ada yang berbenjol-benjol. Tumor padat
kenyal dan berbenjol-benjol biasanya mioma uteri, dan tumor kistik biasanya
kistoma ovarii.
Rasa nyeri pada perabaan tumor menunjuk ke arah
peradangan/infeksi, degenerasi putaran tangkai, dan hematoma retrouterina
akibat kehamilan ektopik terganggu.

Perkusi
Dengan perkusi (periksa ketok) dapat ditentukan apakah pembesaran
disebabkan oleh tumor (mioma uteri dan kistoma ovarii), ataukah oleh cairan
bebas intra abdomen.
Pada tumor, ketokan perut pekak terdapat di bagian yang paling
menonjol ke depan apabila penderita tidur telentang, dan apabila tumornya
tidak terlampau besar, maka terdengar suara timpani di sisi perut, kanan dan
kiri karena ususnya terdorong ke samping. Daerah pekak ini tidak akan
berpindah tempat apabila penderita dibaringkan di sisi kanan atau kiri.
Lainnya halnya dengan perkusi pada cairan bebas. Cairan
mengumpul di bagian yang paling rendah, yaitu di dasar dan di samping,
sedang usus-usus mengambang di atasnya. Apabila penderita berbaring
telentang, maka suar timpani dibagian atas perut melengkung ke ventral, dan
sisi kanan dan kiri pekak. Keadaan ini berubah apabila penderita disuruh
berbaring miring misalnya berbaring pada sebelah kanan. Cairan berpindah
dan mengisi bagian kanan dan bagian ventral. Jadi daerah timpani berpindah
juga; timpani di perut kiri (kiri menjadi paling atas karena usus-usus
mengambang) dan pekak di perut kanan dan depan (paling rendah, diisi
oleh cairan).
Tumor yang disertai cairan bebas menunjuk ke arah keganasan. Pada
tuberkulosis peritoneum dapat ditemukan daerah-daerah timpani dan pekak
itu berdampingan, seperti gambaran papan catur sebagai akibat perlekatan
usus-usus dan omentum. Selain hal-hal di atas, pemeriksaan perkusi penting
pula dalam diagnostik ileus dan keadaan-keadaan lain apabila usus-usus
mengembung dan terisi banyak udara.

Auskultasi
Auskultasi sangat penting untuk tumor perut yang besar untuk
menyingkirkan kemungkinan kehamilan. Detak jantung dan gerakan janin
terdengar pada kehamilan yang cukup itu, sedang bising uterus dapat
terdengar pada uterus gravid dan pada mioma uteri yang besar.
Pemeriksaan auskultasi penting juga dalam diagnostik peritonitis dan ileus.
Kembalinya aktivitas usus ke batas-batas normal sangatpenting dalam masa
pascaoperasi dan merupakan petunjuk yang baik. Pada pemeriksaan ini
mungkin diperlukan berbagai jenis alat-alat auskultasi seperti Doppler
ultrasound, USG dan sebagainya.