Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH SENI BUDAYA

Tentang musik tradisional indonesia

Nama Kelompok 1 :

1) RIRI ARIKA PUTRI

2) PRATIWI

3) FAUZIAH RAHMA PRINANDITA

4) RATIH KOMALASARI

5) SRI OKTA SRI MULYANI

6) RENDY FRANSETIA

7) OKTARIO

KELAS : XII MIPA 4

G.P : DENI SUMITA

SMA NEGERI 1 SUNGAI LILIN


TAHUN AJARAN 2016-2017
1. Pengertian dan Fungsi Musik Tradisional

a. Pengertian Musik Tradisional

Musik tradisional adalah musik yang berkembang di daerah sekitar musik itu berasal. Contoh di
Indonesia adalah musik gamelan . Musik tradisional disebut juga musik daerah, yaitu merupakan jenis
musik yang muncul atau lahir dari budaya daerah secara turun-menurun.

b. Fungsi Musik Tradisional

1) Fungsi Individual

Melalui musik seseorang dapat mengungkapkan atau mengekspresikan gejolak jiwa, perasaan, atau
kegalauan yang terpendam dalam dirinya. Melalui syair lagu yang diubahnya, seniman musik dapat
mengkritik atau memprotes kondisi yang ada dilingkungannya, serta dapat pula mengungkapkan rasa
cinta dan kekagumannya terhadap sesame manusia, alam, dan sang pencipta. Jadi seni apapun termasuk
seni musik yang dapat dipakai sebagai media ekspresi yang dapat membaerikan kepuasan batin bagi
pencipanya.

2) Fungsi Sosial

Musik memiliki peran yang besar dalam kehidupan manusia. Hal itu dapat kita saksikan dimana
musik sering diperdengarkan pada sebuah upacara adat, upacara kenegaraan, penyambutan tamu,
pesta, dan lain-lain. Apakah yang akan terjadi apabila suatu pesta rakyat tanpa musik? Tentunya pesta itu
tidak akan meriah. Sebuah pertunjukan tari akan kacau apabila secara tiba-tiba musik yang
mengiringinya berhenti ditengah jalan. Hal yang sama akan terjadi pada gereja tanpa lonceng atau litany,
atau masjid tanpa bedug. Hal tersebut tentunya akan kehilangan roh kekhidmatannya.

Bagi masyarakat, kehadiran seni musik memiliki bermacam-macam fungsi social, diantaranya sebagai
berikut.

Media Rekreasi atau Hiburan

Sebuah pagelaran musik ternyata mampu menciptakan kondisi tertentu yang bersifat penyegaran
dan pembaruan kondisi yang telah ada. Dalam hal ini, musik memasuki psikologi kegembiraan massa
sehingga mampu menghilagkan perasaan jenuh dan bosan terkurung dalam kerutinan kehidupan.
Melalui syair dan iringan musik, kita dapat menikmati keindahannya.

Media Komunikasi

Selain menggunakan bahasa verbal atau visual, jalinan komunikasi antaretnis, bahkan antarnegara
bisa dilakukan dengan seni musik. Saat ini terdapat fenomena baru dalam mempertemukan karya
pemusik tradisional dengan pemusik modern yang disebut dengan kolaborasi. Melaliu bahasa musik,
syair lagu serta alunan musik, pesan-pesan tertentu dapat disampaikan dengan lebih indah.
Media Pendidikan

Diantara tujuan pendidikan adalah membentuk manusia berbudi pekerti luhur. Secara filosofis titik
tekannya adalah obyek nilai dan moral pada diri anak tersebut. Seni dapat dimanfaatkan untuk
membimbing dan mendidik mental serta tingkah laku seseorng agar berubah menjadi kondisi yang lebih
baik, antara lain memperhalus perasaan, bersikap santun, berprilaku lemah lembut, bermoral mulia, dan
berbudi pekerti luhur.

Media Pemujaan

Musik (vocal) memainkan peranan penting alam kegiatan beribadah atau kegiatan keagamaan,
seperti pemujaan kepada kepada sang Pencipta seperti yang dilakukan di Pura, Gereja, atau Masjid.
Dalam agama islam, lagu-lagu pujian banyak diiringi dengan pukulan rebana, sedangkan di Gereja
didiringi dengan piano, gitar atau alat msik lainnya.

2.Unsur-Unsur Dan Elemen Musik Tradisional

a. Nada

Nada atau tangga nada dalam istilah jawanya disebut laras. Tangga nada/laras jawa
menggunakan tangga nada pentatonis (lima nada), yaitu laras pelog (ji, mi, pat, mo, tu,) dan laras slendro
(ji, ro, lu, mo, nem).Nada-nada pelog bernuansa sejuk, lembut. Sedangkan nada-nada slendro bernuansa
meriah dan riang.

b. Irama

Irama adalah ketukan yang teratur. Dalam gamelan jawa ada beberapa tingkatan irama, seperti
lancer, tanggung, dadi, wiled, dan rangkep. Sama halnya dengan irama musik modern, ada pop, rock,
slow rock, pop ballad, dan sebagainya.

c. Melodi

Melodi adalah rangkaian nada yang disusun sedemikian rupa sehingga enak didengar. Contoh
melodi sederhana: 1 3 1 3 4 5 5 . 7 1 7 1 7 5 . 0

d. Harmoni

Harmoni adalah elemen musik yang didasarkan atas penggabungan nada-nada menurut aturan-
aturan tertentu dalam hubungan secara vertikal. Bila harmoniya terdiri atas tiga nada atau lebih, maka
disebut akord. Misalkan akord C = do, mi, sol. Akord G= sol, si, re.
e. Dinamika

Dinamika merupakan keras-lembutnya lagu yang dinyanyikan. Sebuah lagu ada kalanya
dinyanyikan dengan lembut, ada pula yang dinyanyikan dengan keras, menyesuaikan dengan isi lagu yang
disampaikan penyanyi.

d. Tempo

Tempo diartikan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan. Dahulu, pada partitur lagu tradisional
daerah tidak dicantumkan tanda temponya. Namun setelah masuknya musik mancanegara, ada
beberapa istilah dalam tempo lagu seperti largo=lambat, moderato=sedang, allegro=cepat, dan
sebagainya.

3.Karya-Karya Musik Tradisional

Musik tradisional merupakan kekayaan budaya dan identitas setiap daerah dan bangsa di belahan
nusantara. Setiap daerah memiliki ciri khas musik tersendiri. Musik tradisional juga dinamakan musik
daerah.

Berdasarkan sifat dan keberasalannya, musik tradisional Nusantara dapat dibagi menjadi dua,
yaitu :

1. Musik Rakyat

Musik Rakyat merupakan musik daerah yang lahir dan diolah oleh masyarakat pedesaan, hidup
dan berkembang di tengah-tengah rakyat, disukai dan tersebar sampai ke rakyat jelata.Ciri utama musik
rakyat yaitu memiliki bentuk dan teknik sederhana serta tidak dikenal penciptanya (NN = no name).
Tema musik rakyat banyak mengambil darikehidupan sehari-hari masyarakat. Contoh musik rakyat
misalnya musik untuk pernikahan, kematian, berladang berlayar, dan sebagainya.

2. Musik Klasik

Musik tradisional klasik merupakan musik rakyat pilihan yang dikembangkan di pusat-pusat
pemerintahan masyarakat lama seperti ibukota kerajaan atau kesultanan.Fungsi musik klasik yaitu
diterapkan pada upacara-upacara kerajaan. Musik ini telah tertata dengan aturan-aturan yang baku
seperti, pemakaian notasi, syair, penggayaan vokal (cengkok).

Instrumen musik di beberapa daerah :

Musik Daerah Jawa Tengah : Gamelan Jawa

Musik Daerah Bali : Gamelan Bali


Celempungan ; instrumennya berupa celempungan (bambu besar yang diberi dawai),
kecapi, rebab, gendang, gong.

Kliningan ; alat musik berupa gamelan dan seperangkat gendang.

Calung ; alat musik berupa seperangkat bambu yang dipukul.

Angklung ; alat musik dari bambu yang cara memainkannya dengan dikocok.

Tarling ; instrumennya bermula dari gamelan bambu dan kecapi, lalu meningkat
menjadi gamelan besi atau perunggu, gitar, dan suling. Nama tarling diambil dari
singkatan gitar dan suling.

Musik Daerah Jakarta

Gambang Kromong ; instrumennya terdiri dari biola, rebab, bonang, krecek, gendang,
gong,dan gambang.

Tanjidor ; instrumennya berupa terompet dan bas drum.

Siapa yang pernah tahu berapa jumlah pasti alat musik tradisional Indonesia. Sungguh sebuah
kekayaan intelektual milik budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Namun dilain pihak banyak pula
yang tidak mengetahui bahkan sama sekali belum pernah mendengar alat musik tradisional tersebut
dimainkan, ditengah derasnya industri musik modern alat musik tradisional ini semakin terpinggirkan.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari
berbagai daerah di Indonesia,namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia dicuri oleh
negara lain untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak
cipta seni budaya dari Indonesia.

4.Keunikan Musik Dan Karakteristik Musik Tradisional

Tiap-tiap daerah memiliki keunikan dalam seni musiknya. Keunikan atau ciri khas tersebut dapat
dilihat dari instrumenn,melodi,ritme,harmoni,warna,maupun bangunan karya musik etnis nusantara
adalah "kenthongan". Berikut ini jenis-jenis seni musik tradisional dan ciri khasnya :

a. Gamelan Jawa

Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang sering
disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit berarti rumit,berbelit-
belit,tetapi rawit juga berarti halus,cantik,berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai
untuk mengacu kepada musik gamelan,musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis(dalam laras
selendro dan pelog) yg garapan-garapannya menggunakan sistem notasi,warna suara, ritme, memiliki
fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia,dan campuran yg indah
didengar.

b. Gamelan Bali

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon,gambang,gendang,dan


gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya/alatnya,yang mana merupakan satu kesatuan utuh yg
diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yg berarti
memukul/menabuh,diikuti akhiran an yg menjadikan kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat
dipulau Jawa,Madura,Bali,dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel.
Di Bali dan Lombok saat ini,dan di Jawa lewat abad ke-18,istilah gong lebih dianggap sinonim dengan
gamelan.

c. Gambang Kromong

Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi,yaitu gambang dan
kromong. Bilahan gambang berjumlah 18 buah,biasa terbuat dari suangking,huru batu atau kayu jenis
lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi,berjumlah 10
buah(sepuluh pencon). Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yg serasi antara unsur-unsur
pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu
Tehyan,Kongahyan,dan Sukong,sedangkan alat musik lainnya yaitu
gambang,kromong,gendang,kecrek,dan gong merupakan unsur pribumi. Perpaduan kedua unsur
kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.

d. Tajidor

Tajidor adalah sebuah kesenian Betawi yg berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak
abad ke-19. Alat-alat musik yg digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat musik tiup,alat-alat
musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin
atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan
dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. Kesenian Tajidor juga terdapat di
Kalimantan Barat,sementara di Kalimantan Selatan sudah punah.

e. Kolintang

Kolintang adalah alat musik khas daerah Sulawesi Utara. Kolintang berasal dari Minahasa.
Kolintang terbuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur,bandaran,wenang,kanikik kayu
cempaka,dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Nama kolintang berasal dari suara tong(nada
rendah),ting(nada tinggi),dan tang(nada biasa). Dalam bahasa daerah,ajakan "Mari kita lakukan TONG
TING TANG" adalah "Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

f. Angklung
Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yg berasal dari Tanah Sunda,terbuat dari
bambu,yang dibunyikan dengan cara digoyangkan(bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu)
sehingga menghasilkan bunyi yg bergetar dalam susunan nada 2,3,sampai 4 nada dalam setiap
ukuran,baik besar maupun kecil. Laras(nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda
kebanyakan adalah salendro dan pelog.

5.Alat-Alat Musik Tradisional

a. Tanjidor

Tanjidor adalah salah satu musik tradisional Betawi yang sekarang sudah mulai jarang
ditemukan. Tanjidor adalah salah satu jenis musik yang banyak mendapat pengaruh dari musik Eropa.
Kata "tanjidor" adalh kata dalam bahasa Portugis tangedor, yang artinya "alat - alat musik berdawai".
Dalam kenyataanya, arti kata tanjidor tidak sesuai dengan alat - alat musik yang dimainkan, dalam
tanjidor, alat - alat musik yang dimainkan kebanyakan adalah alat musik tiup seperti, karinet, trombon,
piston, seksofon. Secara lengkap instrumen musik yang digunakan dalam orkes tanjidor adalah klarinet,
pistone, trombon, terompet, seksofon tenor, seksofone bass, drum, simbal, side drum. Biasanya pemain
tanjidor terdiri dari 10 - 7 orang pemain musik dan 1 - 2 orang penyanyi. Musik yang muncul pada abad
ke-18 ini, pada zaman dahulu sering dimainkan oleh para sekelompok petani yang menghabiskan
waktunya setelah musim panen. Mereka biasanya menunjukan kebolehan mereka dengan cara
mengamen dari rumah ke rumah, dari restoran ke restoran.

b. Rinding

Alat Musik Tradisional Desa Beji Desa Beji memiliki alat musik tradisional yang bernama Rinding.
Masyarakat Desa Beji meyakini bahwa Rinding merupakan alat musik warisan para leluhur, khususnya
Kecamatan Ngawen dan sekitarnya.Bahan baku Rinding adalah bambu. Rinding berukuran panjang
sekitar 20 centimeter dan lebar sekitar 5 centimeter. Untuk menghasilkan suara, Rinding dimainkan
dengan cara ditempelkan di mulut dan ditiup. Bunyi musik akan tercipta dengan menarik tali berulang-
ulang sesuai nada.

c. Rebana

Rebana merupakan alat music islami, terbuat dari papan kayu pilihan, dibulatkan dengan pisau
khusus dan dilobangi dengan mesin bubut dengan desain khusus pula. Pada sisi sebelahnya dipasang
kulit yang sudah dikeringkan dan disamak putih.

d. Angklung

Angklung adalah alat musik multitonal ( bernada ganda ) yang secara tradisional berkembang
dalam masyarakat berbahasa Sunda di pulau Jawa bagian Barat. Alat music ini dibuat dari bambu,
dibunyikan dengan cara digoyangkan ( bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu ) sehingga
menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik
besar maupun kecil. Laras ( nada ) alat music angklung sebagai music tradisi Sunda kebanyakan adalah
Salendro dan Pelok.
e. Bonang Barung

Bonang adalah alat music yang digunakan di Jawa Gamelan. Ini adalah kumpulan gong kecil
(kadang kadang disebut ceret atau pot ) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai
kayu ( Rancak ), baik 1 atau 2 baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat, tapi disekitarnya yang lebih
rendah bernada datar yang memiliki kepala, sedangkan yang lebih tinggi memiliki melengkung 1. Masing
masing sesuai untuk pitch tertentu dalam skala yang sesuai. Mereka biasanya memukul dengan
tongkat berlapis ( tabuh ). Bonang dapat dipalsukan terbuat dari perunggu, di las dan dingin dipalu besi,
atau kombinasi dari logam. Selain berbentuk gong bentuk ceret, ekonomis dipalu boning yang terbuat
dari besi atau plat kuningan dengan mengangkat bos sering ditemukan di Desa Gamelan, di Suriname
Gamelan gaya, dan dalam beberapa gamelan Amerika.
PENUTUP

1. Kesimpulan

Musik tradisional adalah musik yang berkembang di daerah sekitar musik itu berasal. Musik
tradisional disebut juga musik daerah, yaitu merupakan jenis musik yang muncul atau lahir dari budaya
daerah secara turun-menurun. Musik tradisional sangat banyak fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
baik dalam segi individual, sosial, pendidika, agama dan lain sebagainya. Alat Musik Tradisional ini
merupakan suatu cirikhas sebuah bangsa, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya dengan
alat alat musik tradisional merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan
merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa. Alat Musik tradisional
juga dapat di kolaborasikan dengan musik moderen yang tidak kala menarik untuk di saksikan.

2. Saran

Alat Musik Tradisional jangan pernah di tinggalkan karena musik tradisional adalah warisan
nenek moyang suatu bangsa yang di turunkan secara turun temurun.Sebagai generasi muda penerus
bangsa, kita memiliki kewajiban dalam melestarikan budaya serta mempelajari budaya, terutama budaya
Indonesia sendiri, sehingga budaya atau tradisi yang berasal dari Indonesia tidak hilang bersama dengan
berkembangnya zaman.
Daftar Pustaka

Wikipedia. 2016. Karinding. http://su.wikipedia.org/wiki. 17 September 2016.

Safarina, Fauziah. 2016. Budaya Alat Musik Tradisional.