Anda di halaman 1dari 5

CAIRAN SEREBRO SPINAL

DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI


DOWNLOAD VIA ZIDDU.COM
JIKA LINK TIDAK BERFUNGSI KLIK ICON FACEBOOK KAMI YANG ADA DI KANAN
POSTINGAN!!!

SEMOGA BERMANFA@T

Cairan Serebro Spinal (CSS) ditemukan di ventrikel otak dan sisterna dan ruang
subarachnoid yang mengelilingi otak dan medula spinalis. Seluruh ruangan
berhubungan satu sama lain, dan tekanan cairan diatur pada suatu tingkat yang konstan.

Fungsi Bantalan Cairan Serebrospinal


Fungsi utamanya adalah untuk melindungi sistem saraf pusat (SSP) terhadap trauma.
Otak dan cairan serebrospinal memiliki gaya berat spesifik yang kurang lebih sama
(hanya berbeda sekitar 4%), sehingga otak terapung dalam cairan ini. Oleh karena itu,
benturan pada kepala akan menggerakkan seluruh otak dan tengkorak secara serentak,
menyebabkan tidak satu bagian pun dari otak yang berubah bentuk akibat adanya
benturan tadi.

Pembentukan, Aliran dan Absorpsi Cairan Serebrospinal


Sebagian besar CSS (dua pertiga atau lebih) diproduksi di pleksus choroideus ventrikel
serebri (utamanya ventrikel lateralis). Sejumlah kecil dibentuk oleh sel ependim yang
membatasi ventrikel dan membran arakhnoid dan sejumlah kecil terbentuk dari cairan
yang bocor ke ruangan perivaskuler disekitar pembuluh darah otak (kebocoran sawar
darah otak).
Pada orang dewasa, produksi total CSS yang normal adalah sekitar 21 mL/jam (500
mL/ hari), volume CSS total hanya sekitar 150 mL. CSS mengalir dari ventrikel
lateralis melalui foramen intraventrikular (foramen Monroe) ke venrikel ketiga, lalu
melewati cerebral aquaductus (aquaductus sylvii) ke venrikel keempat, dan melalui
apertura medialis (foramen Magendi) dan apertura lateral (foramen Luschka) menuju
ke sisterna cerebelomedular (sisterna magna). Dari sisterna cerebelomedular, CSS
memasuki ruang subarakhnoid, bersirkulasi disekitar otak dan medula spinalis sebelum
diabsorpsi pada granulasi arachnoid yang tdrdapat pada hemisfer serebral.
Sekresi Pleksus Koroideus
Pleksus koroideus adalah pertumbuhan pembuluh darah seperti kembang kol yang
dilapisi oleh selapis tipis sel. Pleksus ini menjorok ke dalam kornu temporal dari setiap
ventrikel lateral, bagian posteror ventrikel ketiga dan atap ventrikel keempat.
Sekresi cairan oleh pleksus koroideus terutama bergantung pada transpor aktif dari ion
natrium melewati sel epitel yang membatasi bagian luar pleksus. Ion- ion natrium pada
waktu kembali akan menarik sejumlah besar ion-ion klorida, karena ion natrium yang
bermuatan positif akan menarik ion klorida yang bermuatan negatif. Keduanya
bersama sama meningkatkan kuantitas osmotis substansi aktif dalam cairan
serebrospinal, yang kemudian segera menyebabkan osmosis air melalui membran, jadi
menyertai sekresi cairan tersebut. Transpor yang kurang begitu penting memindahkan
sejumlah kecil glukosa ke dalam cairan serebrospinal dan ion kalium dan bikarbonat
keluar dari cairan serebrospinal ke dalam kapiler. Oleh karena itu, sifat khas dari cairan
serebrospinal adalah sebagai berikut: tekanan osmotik kira-kira sama dengan plasma;
konsentrasi ion natrium kira-kira sama dengan plasma; klorida kurang lebih 15% lebih
besar dari plasma; kalium
kira-kira 40% lebih kecil; dan glukosa kira-kira 30% lebih sedikit. Inhibitor carbonic
anhidrase (acetazolamide), kortikosteroid, spironolactone, furosemide, isoflurane dan
agen vasokonstriksi untuk mengurangi produksi CSS.

Absorpsi Cairan Serebrospinal Melalui Vili Arakhnoidalis


Absorpsi CSS melibatkan translokasi cairan dari granulasi arachnoid ke dalam sinus
venosus otak. Vili arakhnoidalis, secara mikroskopis adalah penonjolan seperti jari dari
membran arakhnoid ke dalam dinding sinus venosus. Kumpulan besar vili-vili ini biasanya
ditemukan bersama-sama, dan membentuk suatu struktur makroskopis yang disebut
granulasi arakhnoid yang terlihat menonjol ke dalam sinus. Dengan menggunakan
mikroskop elektron, terlihat bahwa vili ditutupi oleh sel endotel yang memiliki lubang-
lubang vesikular besar yang langsung menembus badan sel. Telah dikemukakan bahwa
lubang ini cukup besar untuk menyebabkan aliran yang relatif bebas dari
cairanserebrospinal, molekul protein, dan bahkan partikel partikel sebesar eritrosit dan
leukosit ke dalam darah vena. Sebagian kecil diabsorpsi di nerve root sleeves dan
limfatik meningen. Walaupun mekanismenya belum jelas diketahui, absorpsi CSS ini
tampaknya berbanding lurus terhadap
tekanan intra kranial (TIK) dan berbanding terbalik dengan tekanan vena serebral
(Cerebral VenousPressure = CVP). Karena otak dan medula spinalis sedikit disuplai
oleh sistem limfatik, absorpsi melalui CSS merupakan mekanisme utama untuk
mengembalikan protein perivaskuler dan interstitiil ke dalam aliran darah.
Ruang Perivaskuler dan Cairan Serebrospinal
Pembuluh darah yang mensuplai otak pertama-tama berjalan melalui sepanjang
permukaan otak dan kemudian menembus ke dalam, membewa selapis pia mater, yaitu
membran yang menutupi otak. Pia mater hanya melekat longgar pada pembuluh darah,
sehingga terdapat sebuah ruangan, yaitu ruang perivaskuler, yang ada di antara pia
mater dan setiap pembuluh darah. Oleh karena itu, ruang perivaskuler mengikuti arteri
dan vena ke dalam otak sampai arteriol dan venula,
tapi tidak sampa ke kapiler.

Fungsi Limfatik Ruang Perivaskuler


Sama halnya dengan di tempat lain dalam tubuh, sejumlah kecil protein keluar dari
parenkim kapiler ke dalam ruang interstitiil otak, karena tidak ada pembuluh limfe
dalam jaringan otak, protein ini meninggalkan jaringan terutama dengan mengalir
bersama cairan yang melalui ruang perivaskuler ke dalam ruang subarakhnoid. Untuk
mencapai ruang subarakhnoid, protein akan mengalir bersama cairan serebrospinal
untuk diabsorpsi melalui vili arakhnoidalis ke dlam vena-vena
serebral. Ruang perivaskuler, sebenarnya, merupakan sistem limfatik yang khusus untuk
otak.
Selain menyalurkan cairan dan protein, ruang perivaskuler juga menyalurkan partikel
asing dari otak ke dalam ruang subarakhnoid. Misalnya, ketika terjadi infeksi di otak,
sel darah putih dan jaringan mati infeksius lainnya dibawa keluar melalui ruang
perivaskuler.

T ekanan Cairan Serebrospinal


Tekanan normal dari sistem cairan serebrospinal ketika seseorang berbaring pada
posisi horizontal, rata-rata 130 mm air (10 mmHg), meskipun dapat juga serendah 65
mm air atau setinggai 195 mm air pada orang normal.

Pengaturan Tekanan Cairan Serebsrospinal oleh Vili Arakhnoidalis


Normalnya, tekanan cairan serebrospinal hampir seluruhnya diatur oleh absorpsi
cairan melalui vili arakhnoidalis. Alasannya adalah bahwa kecepatan normal
pembentukan cairan serebrospinal bersifat konstan, sehingga dalam pengaturan
tekanan jarang terjadi faktor perubahan dalam pembentukan cairan. Sebaliknya, vili
berfungsi seperti katup yang memungkinkan cairan dan isinya mengalir ke dalam
darah dalam sinus venosus dan tidak memungkinkan aliran sebaliknya. Secara normal,
kerja katup vili tersebut memungkinkan cairan serebrospinal mulai mengalir ke dalam
darah ketika tekanan sekitar 1,5 mmHg lebih besar dari tekanan darah dalam sinus
venosus. Kemudian, jika tekanan cairan serebrospinal masih meningkat terus, katup
akan terbuka lebar, sehingga dalam keadaan normal, tekanan tersebut tidak pernah
meningkat lebih dari beberapa mmHg dibanding dengan tekanan dalam sinus.
Sebaliknya, dalam keadaan sakit vili tersebut kadang-kadang menjadi tersumbat
oleh partikel-partikel besar, oleh fibrosis, atau bahkan oleh molekul protein plasma
yang berlebihan yang bocor ke dalam cairan serebrospinal pada penyakit otak.
Penghambatan seperti ini dapat
menyebabkan tekanan cairan serebrospinal menjadi sangat tinggi.

Pengukuran Tekanan Cairan Serebrospinal


Prosedur yang biasa digunakan untuk mengukur tekanan cairan serebrospinal adalah
sebagai berikut : Pertama, orang tersebut berbaring horizontal pada sisi tubuhnya,
sehingga tekanan cairan spinal sama dengan tekanan dalam ruang tengkorak. Sebuah
jarum spinal kemudian dimasukkan ke dalam kanalis spinalis lumbalis di bawah ujung
terendah medula spinalisdan
dihubungkan dengan sebiuah pipa kaca. Cairan spinal tersebut dibiarkan naik pada
pipa kaca sampaisetinggi-tingginya. Jika nilainya naik sampai setinggi 136 mm di atas
tingkat jarum tersebut, tekanannya dikatakan 136 mm air atau, dibagi dengan 13,6
yang merupakan berat jenis air raksa,
kira-kira 10 mmHg.

Fungsi Cairan serebrospinal


Cairan serebrospinal mengelilingi ruang subaraknoid di sekitar otak dan medulla spinalis. Cairan
ini juga mengisi ventrikel dalam otak.
Komposisi
Cairan serebrospinal menyerupai plasma darah dan cairan intersisial (air, elektrolit, oksigan,
karbondioksida, glukose, beberapa lekosit ( terutama limfosit ) dan sedikit protein.
Produksi
Cairan serebrospinal dihasilkan oleh pleksus koroid yaitu jaring-jaring kapiler berbentuk bunga
kol yang menonjol dari pia mater ke dalam dua ventrikel otak

Sirkulasi
Cairan bergerak dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikuler ( foramen munro )
menuju ventrikel ketiga otak,kemudian mengalir melalui akuaduktus serebral ( Sylvius )
menuju ventrikel keempat cairan mengalir melalui tiga lubang langit-langit ventrikel keempat
kemudan bersirkulasi melalui ruang subaraknoid. Setelah mencapai ruang
subaraknoid,maka cairan serebrospinal akan bersirkulasi sekitar otak dan medulla
spinalis,lalu keluar menuju sistem vaskular. Sebagian besar cairan serebrospinal
direabsorpsi ke dalam darah melalui struktur khusus yang dinamakan villi araknoidalis
kedalam sinus vena pada dura mater dan kembali ke aliran darah tempat asal produksi
cairan tersebut
Fungsi
Cairan serebrospinal berfungsi sebagai bantalan untuk jaringan lunak otak dan medulla
spinalis,juga sebagai media pertukaran nutrien dan zat buangan antara darah dan otak serta
medulla spinalis. Secara klinis cairan serebrospinal dapat diambil untuk pemeriksaan melalui
prosudur pungsi lumbal , yaitu jarum berongga diinsersi ke dalam ruang subaraknoid di antara
lengkung saraf vertebra lumbal ke tiga dan ke empat.