Anda di halaman 1dari 15

PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA

SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE


STANDAR ADISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seperti yang diketahui instrumen adalah suatu peralatan dengan
fungsi tertentu yang membantu manusia terutama praktikan dalam
menyelesaikan suatu tugas. Oleh karena itu, instrumen analisis
merupakan suatu alat untuk membantu melakukan suatu analisis
terhadap sampel kimia secara umum dan bahan obat secara khusus.
Metode standar adisi merupakan teknik analisis kuantitatif yang
mana serangkaian sejumlah analit dengan jumlah yang telah diketahui
ditambahkan ke dalam sampel. Suatu pendekatan praktik dalam
metode standar adisi adalah dengan membagi sampel ke dalam
beberapa bagian yang sama lalu menambahkan ke dalamnya standar
dengan level konsentrasi yang meningkat. Metode standar adisi dipakai
secara luas karena mampu meminimalkan kesalahan yang disebabkan
oleh perbedaan kondisi lingkungan sampel dan standar.
Fe adalah logam esensial bagi tubuh yang dalam dosis tinggi
bersifat toksik. Adanya unsur besi di dalam tubuh berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan akan unsur tersebut dalam mengatur
metabolisme tubuh. Di dalam tubuh sebagian besar unsur besi terdapat
dalam haemoglobin, pigmen merah yang, terdapat didalam sel darah
merah karena itulah masukan besi setiap hari sangat diperlukan untuk
mengganti zat besi yang hilang. Namun masukan zat besi yang
dianjurkan juga harus dipengaruhi dua faktor yaitu kebutuhan fisiologis
perseorangan dan persediaan zat besi di dalam makanan yang
disantap. Kelebihan zat besi menyebabkan kelainan metabolisme,
misalnya pembentukan zat besi pada darah jadi berlebihan. Akan
tetapi, hal ini jarang terjadi karena tubuh sudah bisa mengontrol sendiri.
Zat besi dapat ditentukan kadarnya dalam suatu sediaan dengan
menggunakan metode standar adisi. Untuk itu, digunakan sampel yang
mengandung besi seperti hemafort dan dilakukan penentuannya
menggunakan metode standar adisi.
DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt
15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

1.2 Maksud Praktikum


Adapun maksud dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui cara
penetapan kadar besi (Fe) dalam sediaan spektrofotometri visible
menggunakan metode standar adisi.
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan
kadar besi (Fe) dalam sediaan spektrofotometri visible menggunakan
metode standar adisi.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Umum


Dalam aspek kuantitatif, suatu berkas radiasi dikenakan pada
cuplikan (larutan sampel) dan intensitas sinar radiasi yang diteruskan,
diukur besarnya. Intensitas atau kekuatan radiasi cahaya
sebanding dengan jumlah foton yang melalui satu satuan luas pena
mpang perdetik. Serapan dapat terjadi jika foton/ radiasi yang
mengenai cuplikan memiliki energi yang sama dengan energi yang
dibutuhkan untuk menyebabkan terjadinya perubahan tenaga
(Rohman, 2007).
Spektrofotometri sesuai dengan namanya adalah alat yang
terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrofotometer
menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang
tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang
ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer digunakan
untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut
ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi sebagai
panjang gelombang. Kelebihan spektrofotometer dengan fotometer
adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih dideteksi dan
ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating atau celah
optis. Pada fotometer filter dari berbagai warna yang mempunyai
spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu (Rohman,
2007).
Dalam aspek kuantitatif, suatu berkas radiasi dikenakan pada
cuplikan (larutan sampel) dan intensitas sinar radiasi yang diteruskan,
diukur besarnya. Intensitas atau kekuatan radiasi cahaya
sebanding dengan jumlah foton yang melalui satu satuan luas pena
mpang perdetik. Serapan dapat terjadi jika foton/ radiasi yang
mengenai cuplikan memiliki energi yang sama dengan energi yang

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

dibutuhkan untuk menyebabkan terjadinya perubahan tenaga


(Rohman, 2007).
Sinar tampak dari 400 sampai 800 nm dan sinar UV yang
berbatasan sekitar 250 sampai 400 nm akan diabsorpsi oleh elektron
terliar molekul dan atom spektroskopi absorbsi dalam bidang ini
disebut spektroskopi elektron. Pada penentuan fotometer nyala logam
alkali dan alkali tanah, emisi cahaya juga diukur dalam daerah sinar
tampak dan sinar ultraviolet (Marzuki, 2012).
Adapun mekanisme kerja dari spektrofotometer adalah mula-
mula sumber radiasi dari berbagai macam sinar tanda () yang
berbeda-beda, masuk ke dalam monokromator. Di monokromator ini
cahaya diubah dari cahaya polikromatik menjadi monokromatik, jadi
sinar yang ada pada monokromator sudah ada tertentu.Kemudian
dari monokromator sinar menembus kuvet atau sampel dimana
sampel telah dilarutkan dengan pelrut yang sesuai, yaitu pada
percobaan kali ini memakai pelarut etanol. Di kuvet ini, ada cahaya
yang diserap oleh sampel (absorban) dan ada yang diteruskan disebut
transmitan (Marzuki, 2012).
Spektrofotometri UV-Vis merupakan gabungan antara
spektrofotometri UV dan Visible.Menggunakan dua buah sumber
cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya
visible.Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan
hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu
photodiode yang dilengkapi dengan monokromator.Untuk sistem
spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer
digunakan. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk
sample berwarna juga untuk sample tak berwarna (Sudjadi, 2009).
Penentuan kadar besi dengan spektrofotometer UV-Vis di
dasarkan pada cahaya yang di absorbsi atau di
transmisikan oleh sampel. Larutan besi (Fe)
yang tidak berwarna harus di komplekskan terlebih dahulu sehingga

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

larutan menjadi berwarna agar dapat dianalisa menggunakan


spektrofotometer UV-Vis. Spektrofotometri dapat digunakan untuk
menganalisis konsentrasi suatu zat di dalam larutan
berdasarkan absorbansi terhadap warna dari larutan pada panjang
gelombang tertentu. Metode spektrofotometri memerlukan larutan
standar yang telah diketahui konsentrasinya (Khopkar 2003).
Salah satu metoda yang juga sudah lama dikenal adalah
metoda adisi standar. Pada metoda ini, sejumlah sampel akan
ditambahkan dengan larutan standar (konsentrasi diketahui dengan
pasti) dengan kuantitas tertentu (Agung, 2012).
Penetapan kadar besi dalam suatu sampel dapat dilakukan
dengaan menggunakan metode standar adisi, dimana kedalam
larutan sampel ditambahkan larutan standard an pengukuran
absorbansi silakukan terhadap larutan sampel maupun campuran
larutan sampel dan larutan standar. Utuk melakukan metode ini,
kdalam beberapa labu ukur dengan volume Vt dimasukkan sejumlah
volume larutan sampel Vx yang konsentrasinya Cx. Kepada tiap labu
ukur ditambahkan larutan standar dengan volume bervariasi yang
konsistensinya diketahui Cs. Pereaksi warna kemudian ditambahkan
dan tiap larutan diencerkan sampai tanda batas. Bila hokum beer
dipenuhi maka absorbansi larutan tersebut dapat ditntukan seperti
berikut (Anonim, 2017).
Metode analisis besi yang sering digunakan saat ini adalah
dengan spektrofotometri sinar tampak, karena kemapuannya dapat
mengukur konsentrasi besi yang rendah. Analisis kuantitatif besi
dengan spektrofotomteri dikenal dua metode, yaitu metode orto-
fenantrolin dan metode tiosianat. Besi bervalensi dua maupun besi
bervalensi tiga dapat membentuk kompleks berwarna dengan suatu
reagen pembentuk kompleks dimana intensitas warna yang dibentuk
dapat diukur dengan spektrofotometer sinar tampak. Salah satu
metode yang cukup handal pada spektrofotometer adalah dengan

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

penambahbakuan atau adisi standar. Metode ini merupakan suatu


pengembangan metode spektrofotometer sinar tampak dengan biaya
relatif lebih murah (Rohman, 2007).
2.2 Uraian Bahan
1. Aquadest (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Aquadest, air suling
Rumus Molekul : H2O
Berat Molekul :18,02
Rumus Struktur : H-O-H
Pemerian :Cairan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
berasa
Kelarutan : Larut dengan semua jenis larutan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup kedap
Kegunaan : Zat pelarut
2. Ferrosi Sulfas (Ditjen POM 1979 : 254)
Nama Resmi : Ferrosi Sulfas
Nama lain : Besi (II) Sulfas
RM/BM : FeSO4 / 151,90
Pemeri : Serbuk putih keabuan rasa logam, sepat.
Kelarutan : Perlahan-lahan larut hamper sempurna dalam
air bebas karbodioksida P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat : Anemia defisiensi besi.
3. Asam Klorida (Ditjen POM, 1979 : 649)
Nama resmi : ACIDUM HIDROCHIORIDUM
Nama Sinonim : Asam Klorida, Asam Garam
Rumus kimia : HCl/ 36,5
Rumus Struktur : H-Cl

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

Pemerian : Cairan tidak berwarna, berasap dan bau


merangsang jika diencerkan dua bagian air
asap dan bau hilang.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
4. Etanol ( Dirjen POM, 1979: 65)
Nama resmi : AETHANOLUM
Nama lain : Etanol
RM/ BM : C2H6O / 46,00
Pemerian : Cairan tidak berwarna, jernih, mudah
menguap dan mudah bergerak; bau khas;
rasa panas. Mudah terbakar dengan
memberikan nyala biru yang tidak berasap.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam
kloroform P dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindungi dari
cahaya, ditempat sejuk, jauh dari nyala api.
Kegunaan : Zat tambahan

2.3 Prosedur Kerja (Anonim, 2017)


1. Pembuatan larutan standar
Timbang seksama bahan murni senyawa besi yang sudah
dikeringkan pada suhu 1050C selama 1 jam lebih kurang 150 mg.
larutkan dengan HCl pekat secukupnya dalam labu takar 100 mL,
encerkan dengan aquades sampai batas, cek pH larutan sekitar 1-
2 (larutan stok standar).
2. Penentuan Spektrum Absorbsi
Pipet larutan standar yang telah dibuat masukkan kedalam
kuvet, ukur absorbansi larutan relative terhadap larutan blangko
pada rentang panjang gelombang 450nm-600nm dengan mencatat
pembacaan setiap interval 10 nm, dan 5 nm sekitar absorbansi
optimal, serta 2 nm pada puncak maksimum dan minimum.
DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt
15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

Tentukan panjang gelombang maksimum dari sampel dari hasil plot


absorbansi terhadap panjang gelombang.
3. Penentuan kadar Fe (Besi) dalam sediaan
Timbang seksama sediaan tablet mengandung besi Fe ynag
telah dikeringkan 1050C selama 1 jam sebanyak 3 buah tablet, dab
hitung rata-rata tiap tablet. Selanjutnya tablet digerus halus, dan
timbang seksama sebanyak lebih kurang 100 mg, lalu larutkan
dengan HNO3 pekat secukupnya dan encerkan dengan aquades
dalam labu takar sampai 250 mL. pastikan pH larutan antara 1
sampai 2.
Metode standar adisi
Siapkan 5 buah labu takar beri penandaan, lalu pipet 5 ml larutan stok
sampel masukkan masing-masing kedalam labu takar 50 ml tersebut.
Selanjutnya pipet 0,1 ml, 0,5 ml, 1 ml, 1,5 ml, 2 ml deret larutan standar
yang mengandung 11,03 ppm kedalam labu takar yang berisi larutan
sampel. Kemudian masing-masing labu takar ditambahkan larutan KSCN
berlebih untuk menghasilkan kompleks merah Fe(SCN)2+. Setelah
pengenceran pada tanda batas labu takar, selanjutnya tentukan absorbansi
masing-masing larutan pada maks. Hitunglah kadar besi berdasarkan
persamaan diatas.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

BAB 3 METODE KERJA


3.1 Alat Praktikum
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alu, batang
pengaduk, corong, erlenmeyer, gelas ukur, kertas pH, kertas saring,
labu takar 10 ml, labu takar 25 ml, lumpang, pipet tetes,
spektrofotometer Vis, dan timbangan analitik.
3.2 Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah aquadest,
bahan obat murni (FeSO4), HCl pekat, HNO3 P, pereaksi KSCN, dan
sediaan tablet (hemavort).
1.3 Cara Kerja
1. Pembuatan Larutan Standar
Ditimbang seksama bahan murni senyawa besi (besi sulfat)
lebih kurang 15 mg. Dilarutkan dengan HCl pekat secukupnya
dalam labu takar 10 ml, encerkan dengan aquadest sampai
batas, cek pH larutan sekitar pH 1-2 (larutan standar). Dipipet 2
ml larutan ini dalam labu ukur 100 ml ditambah larutan KSCN
berlebih untuk menghasilkan kompleks merah Fe(SCN)+2, lalu
diencerkan sampai tanda batas.
2. Penentuan Spektrum Absorbsi
Dipipet larutan standar yang telah dibuat, dimasukkan kedalam
kuvet, diukur absorbansi larutan relative terhadap larutan
blangko pada rentang panjang gelombang 450 nm-600 nm
dengan mencatat pembacaan setiap interval 10 nm, dan 5 nm
sekitar absorbansi optimal, serta 2 nm pada puncak maksimum
dan minimum. Ditentukan panjang gelombang maksimum dari
sampel dari hasil plot absorbansi terhadap panjang gelombang.
3. Penentuan Kadar Fe (Besi) dalam sediaan
Ditimbang seksama bahan murni senyawa besi (besi sulfat)
sebanyak 5 buah tablet, dan dihitung rata-rata tiap tablet.
Selanjutnya tablet digerus halus, dan timbang seksama

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

sebanyak lebih kurang 10 mg, lalu dilarutkan dengan HNO 3 P


secukupnya dan encerkan dengan aquadest dalam labu takar
samapi 25 ml. Dipastikan pH larutan antara 1 2 (sebagai
larutan stok sampel).
Disediakan 5 buah labu takar 10 ml diberi penandaan, lalu
dipipet 1 ml larutan stok sampel masukan masing-masing
kedalam labu takar 10 ml tersebut. Selanjutnya dipipet 0 mL; 1
mL ; 2 mL; 3 mL; dan 4 mL deret larutan standar yang
mengandung 11,03 ppm kedalam labu takar yang berisi larutan
sampel tadi, ditandai tiap labu takar tersebut. Kemudian
masing-masing labu takar ditambahkan larutan KSCN berlebih
untuk menghasilkan kompleks merah Fe(SCN)2+. Setelah
pengenceran pada tanda batas labu takar, slanjutnya
ditentukan absorbansi masing masing larutan pada panjang
gelombang maksimal. Dihitunglah kadar besi (Fe).

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil

Konsentrasi Sampel Absorbansi

0 0,053

1,103 0,011
2,206 0,016
3,309 0,016
4,412 0,015

0.06

0.05

0.04

0.03

0.02

0.01
y =0,0071x + 0,0435

0
0 1 2 3 4 5

a. Perhitungan Nilai Cx
= (0,0071x) + 0,0435

=

0,0071 . 11,03
=
1,0875
0,078313
=
1,0875
= 0,072011954 ppm

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

b. Perhitungan Persen Kadar


Cx . Vsampel . fp
%kadar = x 100%
Bsampel
mg
0,072011954 . 0,025 L . 10
L
%kadar = x 100%
62 mg
= 0,029%

4.3 Pembahasan
Spektrofotometer UV-Vis (Ultraviolet-Visible) adalah salah satu
dari sekian banyak instrumen yang biasa digunakan dalam
menganalisa suatu senyawa kimia. Spektrofotometer umum digunakan
karena kemampuannya dalam menganalisa begitu banyak senyawa
kimia serta kepraktisannya dalam hal preparasi sampel apabila
dibandingkan dengan beberapa metode analisa.
Sinar tampak dari 400 sampai 800 nm dan sinar UV yang
berbatasan sekitar 250 sampai 400 nm akan diabsorpsi oleh elektron
terliar molekul dan atom spektroskopi absorbsi dalam bidang ini disebut
spektroskopi elektron. Pada penentuan fotometer nyala logam alkali
dan alkali tanah, emisi cahaya juga diukur dalam daerah sinar tampak
dan sinar ultraviolet.
Pada percobaan kali ini, dilakukan penentuan kadar besi Fe(II)
yang terdapat dalam sediaan hemavort dengan metode
spektrofotometri Visible. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur
transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang
gelombang. Digunakan spektrofotometer visible karena logam besi
mempunyai panjang gelombang lebih dari 400 nm dan syarat analisis
menggunakan spektrofotometer visible adalah cuplikan yang dianalisis
bersifat stabil membentuk kompleks dan larutan berwarna. Sehingga
ditambahkan KSCN. KSCN merupakan pereaksi warna, sebab
reaksinya dengan zat yang dianalisis yaitu besi (Fe) selektif dan sensitif
yaitu membentuk kompleks besi tiosianat yang berwarna merah. Warna

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

yang ditimbulkan yaitu merah bata, stabil untuk jangka waktu yang
lama, sehingga serapannya tidak berubah-ubah hingga akhir analisis.
Pada percobaan, hal pertama yang diukur adalah absoransi
larutan standar (FeCl3) dan didapatkan panjang gelombang sebesar
487 nm. Larutan standar tersebut dimasukkan dalam lima tabung
berbeda yaitu 0,00 ; 1,00; 2,00; 3,00; dan 4,00 ml deret larutan standar
yang mengandung 11,03 ppm. Setelah pengukuran asorbansi sampel
kemudian dibuat kurva baku sehingga didapatkan y = (0,0071x) +
0,0435. Dan dihitung konsentrasi yang didapatkan 0,072011954 ppm.
Hingga diperoleh kadarnya 0,029%.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengukuran menggunakan spektrofotometer visible,
diperoleh bahwa panjang gelombang maksimum ( maks) besi 487 nm.
Sedangkan kadar besi dalam sediaan hemavort yang diperoleh adalah
0,029%.
5.2 Saran
Sebaiknya praktikan teliti saat melakukan percobaan agar hasil
yang diperoleh akurat.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250
PENETAPAN KADAR Fe (BESI) DALAM SEDIAAN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE/KOLORIMETER MENGGUNAKAN METODE
STANDAR ADISI

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Penuntun Praktikum Analisis Instrumen (Analisis Kualitatif &


Kuantitatif). Fakultas Farmasi : Makassar.

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen kesehatan


Republik Indonesia, Jakarta

Khopkar. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia:


Jakarta.

Marzuki, A. 2012. Kimia Analisis Farmasi. Dua Satu Press : Makassar.

Rohman dan Gandjar. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar :


Yogyakarta.

Sudjadi. 2009. Kimia Farmasi Aanalisis. Pustaka pelajar : Jakarta.

Suriansyah, Agung. 2012. Kalibrasi dan Adisi Standar Pada Pengukuran


Merkuri Dalam Air Dengan Kandungan Senyawa Organik Tinggi
Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Volume 1 (1) Hal
40-44.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN FAZRUL PERMADI, S.Farm.,Apt


15020150250