Anda di halaman 1dari 14

RECALL ENERGY

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Gizi


yang dibina oleh Ibu Ir. Nugrahaningsih, M.P

Disusun Oleh :

Farhana Halimah Rusyda (150342607533)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2017
A. Topik
Recall Energy
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui nutrisi yang dikonsumsi perhari berdasarkan Angka Kecukupan
Gizi (AKG).
2. Untuk mengetahui energi yang keluar perhari ketika menjalankan aktivitas.
3. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi harian berdasarkan aktivitas dan energi yang
digunakan.
4. Untuk mengetahui kondisi metabolisme tubuh yang diketahui melalui beberapa uji,
yaitu uji kadar glukosa darah, uji asam urat, uji hemoglobin, uji tekanan darah, uji
kemampuan pernapasan, dan uji Indeks Massa Tubuh

C. Dasar Teori
Kebutuhan zat gizi (nutrient requirement) menggambarkan banyaknya zat gizi
minimal yang diperlukan oleh setiap orang agar dapat hidup sehat. Kebutuhan gizi antar
individu bervariasi, ditentukan atau dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, ukuran tubuh
(berat badan dan tinggi badan), keadaan fisiologis (hamil dan menyusui), aktivitas fisik
serta metabolisme tubuh. Oleh karena itu, jumlah zat gizi yang diperoleh melalui
konsumsi pangan harus mencukupi kebutuhan tubuh untuk melakukan kegiatan fisik
internal dan eksternal, pertumbuhan bagi usia bayi, balita, anak, dan remaja, atau untuk
aktivitas dan pemeliharaan tubuh bagi orang dewasa dan lanjut usia (Hardinsyah et al,
2001).
Angka kecukupan gizi (AKG) berguna sebagai patokan dalam penilaian dan
perencanaan konsumsi pangan, serta basis dalam perumusan acuan label gizi. Angka
kecukupan gizi mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan Iptek gizi dan
ukuran antropometri penduduk. Setelah sekitar sepuluh tahun ditetapkan angka
kecukupan energi (AKE) dan kecukupan protein (AKP) bagi penduduk Indonesia, kini
saatnya ditinjau ulang dan disempurnakan. Kajian ini bertujuan merumuskan angka
kecukupan energi (AKE), kecukupan protein (AKP), kecukupan lemak (AKL),
kecukupan karbohidrat (AKK) dan serat makanan (AKS) penduduk Indonesia (Hartono,
2000).
Energi sangat dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup, menunjang
pertumbuhan, dan melakukan aktivitas fisik. Energi yang digunakan diperoleh dari
karbohidrat, lemak dan protein yang ada didalam bahan makanan. Kandungan
karbohidrat, lemak dan protein suatu bahan makanan akan menentukan nilai energinya.
Konsumsi energi didefinisikan sebagai suatu energi yang dikeluarkan atau dibutuhkan
oleh tubuh untuk melakukan aktivitas tertentu. Konsumsi energi pada manusia diukur
dengan KiloKalori (KKal) (Almatsier, 2003). Aktivitas fisik seperti berlari-lari, main
layang-layang ataupun permainan lainnya yang menguras energi, nyaris tidak dilakukan
lagi di kota besar. Akibatnya energi yang dihabiskan pun cenderung irit sedangkan
makanan yang dikonsumsi cenderung sama, malah melebihi kebutuhan jika ditambah
kebiasaan mengunyah makanan sambil menonton televisi (Wirakusumah 1994).
Zat gizi dapat dibagi menjadi kelompok makronutrien yang terdiri atas karbohidrat,
lemak serta protein, dan kelompok mikronutrien yang terdiri atas vitamin dan mineral
(Hartono, 2006). Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh digunakan
secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak,
kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat yang setinggi mungkin.
Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penilaian status gizi secara
langsung dan tidak langsung. Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi
empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia, dan biofisik. Penilaian status gizi
secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu survei konsumsi makanan, statistik vital dan
faktor ekologi. Prinsip dari metode food recall 24 jam, dilakukan dengan mencatat jenis
dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu. Untuk survei
konsumsi gizi individu lebih disarankan menggunakan recall 24 jam konsumsi gizi
dikarenakan dari sisi kepraktisan dan kevalidan data masih dapat diperoleh dengan baik
selama yang melakukan terlatih. Metode ini cukup akurat, cepat pelaksanaannya, murah,
mudah, dan tidak memerlukan peralatan yang mahal dan rumit. Ketepatan
menyampaikan ukuran rumah tangga (URT) dari pangan yang telah dikonsumsi oleh
responden, serta ketepatan pewawancara untuk menggali semua makanan dan minuman
yang dikonsumsi responden beserta ukuran rumah tangga (URT) (Hartono, 2006).

D. ALAT DAN BAHAN


Alat :
Timbangan badan
Pengukur tinggi badan
Spyrometer
Sphygomanometer
Electrochemical meter
Stetoskop
Pipa Spyrometer
Timbangan kue
Bahan :
Menu makanan sehari-hari
Kertas Hb darah
Blood lancet
Stick glukosa darah
Stick asam urat
Tissu beralkohol

E. CARA KERJA
1. Mengukur tinggi badan dan berat badan
1. Mengukur asam urat, kadar glukosa darah, dan Hemoglobin
a. Menyiapkan alat yang diperlukan
b. Memasang blood lancet pada alat penusuk, mengatur kedalaman tusukan pada
skala 2
c. Memasang kode pengatur kadar glukosa darah dan asam urat pada Electrochemical
meter
d. Memasang stick asam urat dan stick glukosa darah pada Electrochemical meter
e. Membersihkan ujung jari manis sebelah kiri menggunakan tissu beralkohol
f. Menusuk dengan blood lancet hingga darah keluar
g. Membersihkan darah yang keluar pertama kali dengan tissue beralkohol
h. Menekan jari yang tertusuk hingga darah yang keluar menjadi banyak
i. Darah yang keluar kemudian diteteskan kedalam stick asam urat hingga terdengar
bunyi, menunggu 20 detik hingga hasil diketahui
j. Setelah diketahui kadar asam urat, secara bergantian darah diteteskan ke dalam
stick glukosa darah hingga terdengar bunyi, menunggu 20 detik hingga hasil
diketahui
k. Meneteskan darah pada kertas Hb dan mencocokkan dengan skala Hb
2. Mengukur kemampuan pernapasan
a. Membersihkan pipa untuk meniup udara dengan alkohol dan dicuci dengan air
mengalir
b. Mengatur jarum spyrometer pada skala 0 dan memasang pipa pada spyrometer
c. Menarik nafas dalam-dalam, menahan napas, dan meletakkan mulut pada pipa
d. Menghembuskan nafas sekuat-kuatnya hingga udara pernapasan habis
e. Mencatat skala yang ditunjukkan pada spyrometer
3. Mengukur tekanan darah
a. Memasang manset sphygmomanometerpada arteri brakhialis bagian lengan
b. Menutup katup udara
c. Meletakkan stetoskop di atas arteri brakhialis dan mencari suarau denyut nadi
d. Memompa udara hingga suara denyut nadi hilang
e. Membuka katup pengatur udara perlahan-lahan sambil mendengarkan suara denyut
nadi, suara pertama agak tajam seperti ketukan merupakan tekanan darah sistol
dan suara yang masih sempat terdengar sebelum menghilang merupakan tekanan
darah diastol
f. Mencatat tekanan darah
4. Menimbang makanan yang dibawa dengan memisahkan terlebih dahulu satu persatu
menggunakan timbangan kue
5. Mencatat aktivitas yang dilakukan sehari-hari

F. DATA
1. Umur = 19 tahun
2. Jenis kelamin = Perempuan
3. Tinggi badan = 159 cm
4. Berat badan = 52 kg
5. Kadar glukosa darah = 61 mg/dl
6. Hb darah = 60 %
7. Kemampuan Pernapasan = 2.900 ml
8. Tekanan darah
a. Sistole = 110 mmHg
b. Diastole = 90 mmHg
9. Asam Urat = 4,0 mg/dl
10. Menu makan sehari : *Data terlampir

G. Analisis Data
Setelah diketahui jumlah kandungan gizi yang masuk perhari, maka dapat dihubungkan dengan
Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan, dalam hal ini untuk dibandingkan AKG usia praktikan adalah
19 tahun:

Unsur Gizi Yang Dianjurkan Yang Dikonsumsi Keterangan


787
Air (ml) 2300 Defisiensi
4132
Energi (kkal) 2250 Kelebihan
91
Protein (g) 56 Kelebihan
20.5
Lemak (g) 75 Defisiensi
160.7
Karbohidrat (g) 309 Defisiensi

Kalsium (mg) 500 179 Defisiensi

Fosfor (mg) 500 750 Kelebihan

Zat Besi (mg) 13 8.8 Defisiensi

Vit. A (IU) 600 2430 Kelebihan

Vit. B1 (mg) 1 0.63 Defisiensi

Vit. C (mg) 60 96 Kelebihan


Rujukan untuk nilai AKG tersebut memakai batasan jenis kelamin, BB, TB dan usia.
BB yang dijadikan batasan sebesar 54 kg dengan tinggi badan 159 cm dan rentang usia 19-
25 tahun. Hal tersebut yang menjadi patok bagi praktikan dalam menduga nilai gizi dari
makanan yang praktikan konsumsi tiap harinya. Dengan adanya perbedaan BB dan tinggi
badan yang mencolok tersebut, bisa jadi nilai AKG praktikan berdasarkan BB, tinggi
badan dan usia akan memerlukan nilai unsur gizi yang lebih tinggi. Karena melihat dari
perbedaan yang terdapat pada berat dan juga tinggi badan tersebut.

Menghitung Indeks Masa Tubuh


Untuk menghitung Indeks Masa Tubuh dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

IMT= x = 20,56 kkal

Setelah melalui perhitungan, maka dapat dilanjutkan menggunakan skala IMT yang
dirujuk dari Quedarusman dkk, (2013), yaitu sebagai berikut:
< 18 = berat kurang
18,5 22,9 = berat normal
> 23 = pre-obesitas
23 24,9 = obesitas ringan
25 29,9 = obesitas sedang

30 = obesitas berat

Berdasarkan skala IMT di atas, maka praktikan tergolong individu yang memiliki berat badan
normal

Kadar Glukosa Darah


Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan stick glukosa darah dan
electrochemical meter, adalah 61 mg/dl. Data ini termasuk dalam skala keadaan kadar
glukosa darah yang rendah. Keadaan glukosa darah normal sekitar 100-140 mg/dl.
Kemampuan Pernapasan
Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan spyrometer didapatkan praktikan
memiliki kemampuan pernapasan sebesar 2.900 ml. Data ini menunjukkan keadaan di atas
normal rentangan usia 18-20 tahun, yaitu sebesar 2.766 ml.

Tekanan Darah
Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan sphygmomanometer didapatkan
sistole 110 mmHg dan diastole 90 mmHg atau 110/90. Hal ini dapat dikatakan bahwa
praktikan memiliki tekanan darah sedikit lebih rendah, karena angka sistole-diastole berada di
bawah normal, yaitu 110/90.

1. Asam Urat
Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan stick asam urat dan
electrochemical meter, adalah 4,0 mg/dl.Rata-rata minimal kandungan asam urat dalam
darah pada orang dewasa tidak boleh lebih dari 4-6 mg/dl.

2. Menghitung Hemoglobin Darah


Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran adalah 60%. Data ini diperoleh dari warna
hasil titikan darah yang keluar dari praktikan, warna tersebut diidentifikasi berapa jumlah
hemoglobinnya dengan menggunakan buku yang telah ditentukan.

Menghitung Kalori yang Keluar


Untuk menghitung jumlah kalori yang keluar berdasarkan aktivitas harian dapat menggunak

an rumus :

Skala BMR untuk perempuan usia 19 tahun adalah 36,74

Aktivitas Lama EMP Kalor yang


(menit) (kal/kg/jam) keluar (kal)
Berbaring 30 1,2 22,044
Tidur 240 1 146,96
Berbicara 110 2,2 148,1846
Shalat 50 1,65 50,5175
Mandi 30 1,65 15,155
Buang air kecil dan air besar 20 3,08 30,3105
Duduk diam 15 1,2 11,022
Berwudhu 15 2,97 27,27945
Duduk mengerjakan tugas dan 1,65 242,484
240
berfikir (belajar)
0,5 18,37
Berdiri 60
Berjalan biasa 50 2,0 61,2333
Berjalan disertai beban 60 3,5 128,59
Naik disertai beban 20 5,7 69,806
Naik tangga 10 4,7 28,77966
Turun tangga 10 2,8 17,1453
Turun disertai beban 10 3,1 18,982
Mendengarkan musik 60 0,4 14,696
Mencuci piring 5 1,4 4,2863
Mencuci Baju 30 1,3 23,881
Menyetrika 20 1,0 12,246
Berjalan cepat/lari-lari kecil 10 0,8 4,89867
Makan 30 1,5 27,55
Menulis 60 0,4 14,696
Mendengarkan 30 2 36,74
Total 1175.857
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa praktikan per harinya membutuhkan 1175.857
kalori untuk melakukan kegiatan. Dengan kata lain untuk satu harinya praktikan harus
mengeluarkan sejumlah kalori tersebut. Nilai kalori ini bersifat relatif, dipengaruhi juga
dengan kondisi praktikan dan jenis kegiatan apa yang dilakukan. Dengan dibutuhkan
sejumlah kalori tersebut, praktikan digolongkan menjadi pekerja ringan yakni pekerja ringan.
Pekerja ringan membutuhkan energi sebesar 2050 kkal.

Tabel Perbaikan Gizi

Berdasarkan tabel kebutuhan gizi di atas, beberapa nutrisi penting mengalami defisiensi dan
kelebihan jumlah yang dikonsumsi, maka disusunlah perbaikan gizi seperti di bawah ini :

Unsur Gizi Yang Dianjurkan Yang Dikonsumsi Keterangan Perbaikan


787
Air (ml) 2300 Defisiensi -1513
4132 +1882
Energi (kkal) 2250 Kelebihan
91 +35
Protein (g) 56 Kelebihan
20.5 -54.5
Lemak (g) 75 Defisiensi
160.7 -148.3
Karbohidrat (g) 309 Defisiensi

Kalsium (mg) 500 179 Defisiensi -321

Fosfor (mg) 500 750 Kelebihan +250

Zat Besi (mg) 13 8.8 Defisiensi -4.2

Vit. A (IU) 600 2430 Kelebihan +1830

Vit. B1 (mg) 1 0.63 Defisiensi -0.37

Vit. C (mg) 60 96 Kelebihan +36

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa praktikan sangat kurang untuk mengkonsumsi
air, lemak, karbohidrat, kalsoium, zat besi, dan vitamin B1 karena makanan dan minuman
yang dikonsumsi masih belum memenuhi prasyarat. Sedangkan komponen gizi yang lainnya,
misalnya protein, seperti Fosfor (F, vitamin A, vitamin C memiliki kadar yang berlebih dalam
komposisi bahan makanan.

H. PEMBAHASAN
Tujuan dilakukannya praktikum mengenai Recall Energy adalah untuk menilai asupan
makan seseorang selama 24 jam dan nantinya dapat mengetahui kualitas gizi seseorang
tersebut berdasarkan macam kegiatan dan jenis makanan yang dikonsumsi per harinya.
Kualitas gizi dapat direpresentasikan dengan pengukuran-pengukuran Indeks Massa
Tubuh (IMT), perhitungan tekanan darah, perhitungan kemampuan pernapasan,
perhitungan kadar glukosa darah, kadar hemoglobin dan kadar asam urat. Semua faktor-
faktor tersebut sangat berhubungan erat dengan nutrisi harian yang dikonsumsi seseorang,
pola hidup, aktivitas dan faktor- faktor lain seperti genetik.
Survey konsumsi pangan bertujuan untuk mengetahui konsumsi pangan seseorang
atau sekelompok orang , baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Survei konsumsi
pangan secara kualitatif biasanya untuk mengetahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi
menurut jenis pangan yang dikonsumsi dan menggali informasi tentang kebiasaan makan
(food habit) serta cara memperoleh pangan. Adapun survey konsumsi pangan secara
kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pangan atau makanan yang
dikonsumsi sehingga dari informasi tersebut akan dapat dihitung konsumsi zat gizi
seseorang atau kelompok orang (Suhardjo, 1989).
Setiap kita melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas kita membutuhkan energi dalam
bentuk kalori. Kalori didapat tubuh dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam
tubuh melalui proses panjang di dalam tubuh. Tanpa kalori yang cukup kita akan
kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas hidup sehari-hari (Godam, 2013).
IMT secara signifikan berhubungan dengan kadar lemak tubuh total sehinggadapat
dengan mudah mewakili kadar lemak tubuh. Saat ini, IMT secara internasional diterima
sebagai alat untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan obesitas (Hartono, 2000).
Penambahan berat badan terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah kalori
yang dikonsumsi dengan kebutuhan tubuh. Jika makanan yang dimakan memberikan
kalori lebih dari kebutuhan tubuh, maka kalori tersebut akan ditukar atau disimpan
sebagai lemak. Hal tersebut dinamakan masalah gizi lebih.P ada awalnya, hanya ukuran
sel-sel lemak yang akan meningkat. Tetapi apabila ukuran sel-sel tersebut tidak bisa lagi
mengalami peningkatan, maka sel-sel akan menjadi bertambah banyak. Apabila tubuh
mengalami pengurangan berat badan, yang akan berkurang hanyalah ukuran sel-sel
lemak, bukan jumlahnya yang berkurang mengakibatkan lemak akan mudah terbentuk
semula. Terdapat banyak penyebab obesitas. Ketidakseimbangan asupan kalori dan
konsumsi bervariasi bagi tiap individu. Turut memainkan peranan dan berkontribusi
adalah usia, jenis kelamin, genetik, psikososial, dan faktor lingkungan (Antonio et al,
2008).
Selanjutnya, praktikan juga melalui tahap pengecheckan kadar glukosa dalam darah,
hasil kadar glukosa dalam tubuh praktikan sebesar 61 mg/dl.Jumlah ini tergolong sebagai
darah rendah, karena komposisi gula darah yang normal biasanya sekitar 100-140
mg/dl.Gula darah ini merupakan gula darah puasa. Kadar gula yang rendah pada
praktikan disebabkan karena praktikan dalam keadaan berpuasa. Jumlah gula darah
menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal, yang disebut dengan
hipoglikemia, yang mempunyai gejala perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa
mudah tersinggung dan kehilangan kesadaran. Apabila levelnya tetap tinggi, disebut
dengan hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat.
Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan,
berkaitan dengan diabetes, termasuk pada mata, ginjal dan saraf.
Pengukuran tekanan darah pada praktikan menghasilkan tingkat tekanan darah
sebesar 110/90 yang menunjukkan tekanan darah tergolong masih normal. Tekanan darah
normal pada manusia sekitar 110/90. Tekanan darah antara orang yang satu dengan
lainnya tentunya berbeda. Hal yang mempengaruhi tekanan darah seseorang adalah
aktivitas keseharian yang dilakukannnya, pola makan, gaya hidup, lingkungan dan faktor
psikologis seseorang. Tekanan darah akan mengalami peningkatan saat melakukan
aktivitas dan akan menurun saat beristirahat, tekanan darah umunnya akan naik atau
tinggi pada pagi hari dan menurun atau rendah pada saat tidur malam hari. Selain itu
kandungan glukosa yang rendah dapat menyebabkan transportasi oksigen yang tidak
lancar, oksigen tidak banyak tertranspor ke seluruh tubuh. Bila kadar glukosa dalam
tubuh rendah, tubuh akan kehilangan sumber utama energinya, dan akan memecah lemak,
bila lemak sudah tidak ada maka yang terakhir tubuh akan memecah protein. Bila tubuh
telah memecah protein itu tidak baik, karena protein digunakan untuk mnyusun tubuh,
sehingga energi yang digunakan sebaiknya dari pemecahan lemak.
Praktikum selanjutnya adalah mengukur jumlah udara yang ada di dalam paru-paru
serta kemampuan paru-paru kita, dengan menggunakan spirometer. Data yang diperoleh
kemampuan paru-paru praktikan menunjukkan angka 2900 ml atau 2,9 liter. Umumnya
seorang yang normal memiliki kemampuan sebesar 3-5 liter satu kali tarikan nafas
(Kompas, 2011). Akan tetapi besar kecilnya kemampuan ini relative, tergantung dengan
jenis kelamin, usia, berat badan dan tinggi badan. Lingkar dada seseorang mempengaruhi
besar kecilnya paru paru seseorang. Perbedaan yang tampak jelas adalah pada lingkar
dada pria dan wanita. Pada pengamatan yang dilakukan terhadap probandus pria dan
wanita yang memiliki ciri ciri fisik hampir sama, ternyata volume vital paru paru pria
lebih besar dibandingkan dengan wanita. Sehingga pada pria yang memiliki lingkar dada
besar dapat diartikan bahwa pria tersebut memiliki paru paru yang lumayan besar. Akan
tetapi, besarnya volume pernafasan pada pria juga ditentukan dengan kebiasaannya. Pria
yang biasanya berolahraga walaupun dalam keadaan istirahat, ia memiliki keelastisitasan
paru paru yang lebih dibandingkan pria yang jarang olahraga. Selain itu orang yang
sering merokok, daya paru-paru nya akan berkurang. Melalui alat spirometer ini kita juga
dapat mengetahui keelastisan otot paru-paru, orang yang bekerja dengan bahan kimia
dalam jangka waktu yang lama juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi tingkat
kemampuan paru-paru.Karena kemampuan paru-paru ini juga dipengaruhi oleh
lingkungan sekitar.Sehingga untuk mencegah menurunnya organ ini disarankan untuk
olahraga ringan, seperti lari, renang atau bersepeda (Kompas, 2011).
Data yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan stick asam urat dan
electrochemical meter, adalah 4,0 mg/dl. Rata-rata minimal kandungan asam urat dalam
darah pada orang dewasa tidak boleh lebih dari 4-6 mg/dl. Dalam hal ini praktikan masih
tergolong aman, karena jumlah asam urat masih jauh dari ukuran normal. Asam urat ini
berkaitan dengan kandungan purin dalam bahan pangan. Bila kita telah digolongkan
sebagai penderita asam urat kita sebaiknya menjauhi bahan pangan yang memiliki banyak
purin sebab kandungan purin tersebut dapat memicu adanya batu ginjal, sehingga
seseorang yang telah mengidap asam urat sebaiknya diperbanyak meminum air putih.
Makanan yang banyak mengandung purin adalah ikan tongkol, sehingga penderita asam
urat sebaiknya menjauhi mengonsumsi ikan tongkol.
Selain itu, menurut hasil yang diperoleh praktikan memiliki kadar hemoglobin darah
sebesar 60%. Data ini diperoleh dari warna hasil titikan darah yang keluar dari praktikan,
warna tersebut diidentifikasi berapa jumlah hemoglobinnya dengan menggunakan buku
yang telah ditentukan. Kadar hemoglobin normal menurut Soraya dkk (2014) adalah
sebesar 78,6%. Kadar hemoglobin praktikan masih rendah dari normal. Namun
perbedaannya tidak mencolok. Hemoglobin digunakan oleh tubuh untuk membantu
transport oksigen, dengan kadar hemoglobin yang kurang maka tubuh kita akan
mengalami proses transportasi oksigen yang lancar, akibatnya kita akan sesak napas atau
kurang oksigen. Menurut Soraya, dkk (2014) penyebab turunnya kadar hemoglobin dapat
disebabkan asupan zat gizi yang kurang. Dari penelitian tersebut juga dikatakan bahwa
kadar hemoglobin tidak berpengaruh pada kelelahan kerja. Kelelahan kerja dipengaruhi
oleh usia, pendidikan, massa kerja, lama kerja, kebiasaan olahraga, kebiasan minum
the/kopi (dapat menurunkan hemoglobin bila terlalu banyak), riwayat penyakit anemia,
serta kebiasaan konsumsi makanan sehat (Soraya dkk, 2014).
Berdasarkan hasil penghitungan jumlah total kalori yang didapatkan dari bahan makanan
yang telah dikonsumsi sehari-hari adalah 4132. Berdasarkan angka kecukupan gizi untuk
energi yang dianjurkan adalah berlebih dikatakan cukup dalam memenuhi kebutuhan
energi. Sehingga total kalori yang masuk juga tergolong cukup dalam beraktivitas setiap
harinya. Pengukuran nutrisi dalam bahan makanan sehari-hari juga dapat diamati dan
dibandingkan dengan banyaknya unsur gizi yang dianjurkan. Pada pengamatan beberapa
unsur gizi pada praktikan ada yang menunjukkan kelebihan unsur gizi, defisiensi unsur
gizi dan ada pula yang telah tercukupi angka unsur gizi dalam makanan sehari-hari.
Defisiensi air setelah dibandingkan dengan anjuran gizi (Tabel AKG Menkes
Indonesia, 2013) rentangannya sangat besar, jumlah asupan air yang kurang yakni sebesar
1513. Kekurangan air ini dapat mengakibatkan lemas, haus, pegal-pegal, proses
metabolisme menurun. Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar
tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat
mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin,
protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat
tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan
sendi-sendi , tulang, dan otot (Khosman, 2006). Mengkonsumsi air secara cukup dapat
meningkatkan fungsi hormon, memperbaiki kemampuan hati untuk memecah dan
melepas lemak, sertamengurangi rasa lapar. Sebaliknya, kurang air dapat menyebabkan
konstipasi, infeksi saluran urin, terbentuknya batu ginjal, kelelahan, dan masalah-masalah
seputar kulit, rambut, dan kuku.
Berdasarkan penghitungan unsur gizi untuk vitamin A, praktikan mengalami
kelebihan vitamin A. Kelebihan vitamin A akan disimpan dalam jaringan adiposa, karena
sifat dari vitamin A yang larut dalam lemak. Vitamin A dapat diperoleh dari makanan hati,
minyak ikan serta buah dan sayuran yang berwarna kuning. Vitamin A berperan sebagai
retinal yang merupakan komponen dari zat penglihat rhodopsin. Jika kelebihan vitamin A
lebih parah akan menimbulkan beberapa gejala antara lain cepat lelah, rambut rontok
(alopesia), kulit kasar, kering, gatal-gatal serta bersisik.Kadar vitamin B1 praktikan
tergolong cukup.Vitamin B1 berperan penting dalam transformasi energi, konduksi
membrane dan saraf serta dalam sintesis pentosa dan bentuk koenzim tereduksi dari
niasin (Almatsier, 2013).
Dari hasil analisis kebutuhan nutrisi di atas, maka praktikan harus memperbaiki
beberapa nutrisi yang mengalami defisiensi atau kelebihan jumlah konsumsi dan lebih
selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi agar kebutuhan nutrisi dapat tercukupi.
Pemenuhan air dapat dilakukan dengan manambah asupan air, meminum air kira-kira
sebanyak 2300 ml per harinya. ini merupakan tabel menu yang disesuaikan agar
kebutuhan nutrisi tercukupi.
Konsep dasar dalam mengatur menu konsumsi makanan per harinya dapat lebih
mudah bila mengacu pada konsep dasar gizi seimbang. Pengelompokkan bahan makanan
disederhanakan, yaitu: (1) sumber energi/tenaga; (2) sumber zat pembangun; (3) sumber
zat pengatur. Untuk mencapai gizi seimbang hendaknya susunan makanan sehari terdiri
dari campuran ketiga kelompok bahan makanan tersebut.

I. KESIMPULAN
Perhitungan konsumsi pangan secara kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui
jumlah pangan atau makanan yang dikonsumsi sehingga dari informasi tersebut akan
dapat dihitung konsumsi zat gizi seseorang atau kelompok orang. Dari hasil analisis
kebutuhan nutrisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa praktikan harus memperbaiki
beberapa nutrisi yang mengalami defisiensi atau kelebihan jumlah konsumsi dan lebih
selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi agar kebutuhan nutrisi dapat tercukupi.
Pemenuhan air dapat dilakukan dengan manambah asupan air, meminum air kira-kira
sebanyak 2300 ml per harinya.
J. DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2013. Prinsip Ilmu Gizi. UI Press: Jakarta.
Antonio et al . 2008. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Tes Fungsi
Paru. Mandala of Health, Volume 4, Nomor 2, Mei 2010.
Godam. 2013. Jumlah Kalori yang Dikeluarkan Satu Aktivitas/Kegiatan Manusia.
(Online), (http://organisasi.org)
Hardinsyah et al. 2001. Pengembangan Konsumsi Pangan Dengan Pendekatan Pola
Pangan Harapan. Bogor: Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi Institut Pertanian
Bogor.
Hartono, Andy. 2000. Antropometri. Yogyakarta: PT. Citra Aji Prama. Barasi, Mary E.
2009. At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta : Erlangga.
Hartono A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.
Kompas. Tes Spirometri Cek Kesehatan Paru. (Online), (http://health.kompas.com)
Soraya, A.D. Asfawi, S. Hartini, E. 2014. Hubungan antara kadar hemoglobin (Hb)
dengan tingkat kelelahan kerja pada polisi lalu lintas wilayah Semarang Barat 2014.
(Online), (http://eprints.dinus.ac.id),
Wirakusumah ES. 1994. Cara Aman dan Efektif Menurunkan Berat Badan. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.