Anda di halaman 1dari 59

Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Bagian Satu
Apakah Uang?

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 1


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Semua orang di muka bumi menggunakan uang. Hampir
setiap hari, setiap orang membicarakan uang. Mengapa
demikian??? Karena hampir segala hal memerlukan uang.
Membeli kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, sampai

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 2


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
kebutuhan yang mewah semuanya memerlukan uang. Untuk
membeli beras, daging, ikan, sayuran, tempe, tahu,
susu, pakaian, beli sepeda motor harus memakai uang.
Dengan uang kita bisa membiayai pendidikan anak,
membayar biaya pengobatan, membayar tagihan listrik,
telepon, air, membayar cicilan rumah, cicilan
kendaraan bermotor, membeli sofa, tempat tidur,
lemari, meja, kursi; dan membeli rumah, Dengan uang
kita bisa menonton film, makan di restoran, menonton
konser music dan liburan ke tempat wisata.

Kita juga dapat mengumpulkan harta seperti: membeli


perhiasan emas, membeli tanah, membeli rumah atau
ditabung. Dengan uang, kita bisa memulai usaha,
membantu yatim piatu, orang sakit, dan orang susah.
Bahkan untuk menyeimbangkan hidup jasmani dengan
hidup rohani, Anda memerlukan uang.

Kita bisa membeli Kitab Suci, membeli buku-buku,


memberikan sodakoh, zakat, atau menyumbang panti
asuhan. Dengan uang, kita juga mempersiapkan
kehidupan akhirat untuk memperoleh pahala dan
keridhoan Allah

Uang bukan hanya memenuhi kebutuhan pokok (primer),


kebutuhan kedua (sekunder), kebutuhan ketiga
(tertier), kebutuhan kehidupan sosial dan
kemasyaraktan, dan kebutuhan keagamaan. Akan tetapi
uang bisa juga merubah ego atau harga diri seseorang.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 3


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Ada sebagian orang yang kalau memiliki uang, harga
dirinya bisa terangkat, rasa percaya diri bertambah,
berani mengeluarkan pendapat, berbicara di muka umum,
dan berani mengambil tugas-tugas sosial.

Sebaliknya, ada juga orang yang kalau tidak punya


uang merasa minder, rasa percaya diri bisa berkurang,
bisa diam seribu bahasa dalam pertemuan dan tidak
berani bicara; muncul rasa takut untuk terlibat pada
aktifitas-aktifitas sosial. Begitu jauhnya peran
uang, suami dan isteri bisa bercerai bahkan ada yang
meninggalkan Allah SWT.

Sebagai orang beriman, tentunya kita harus mampu


menahan diri dan mampu secara bijak untuk menggunakan
uang yang kita miliki. Begitu juga dalam hal cara
memperolehnya. Kita harus memperoleh uang dengan cara
yang halal, yang diridhoi Allah SWT agar kita tetap
menjadi orang yang bermanfaat dan tidak merugikan
orang lain.

Kita harus selalu mengingat:

BAHWA UANG ITU HANYALAH ALAT DAN BUKAN TUJUAN. JADI


UANG ITU BUKANLAH SEGALANYA meskipun BANYAK YANG
PERLU UANG

Di dunia ini uang bukan segalanya. Tapi, hampir


segalanya memang butuh uang. Tidak dapat dipungkiri

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 4


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
jika istilah tersebut yang sering diutarakan oleh
banyak orang.

Jadi jangan sampai Kita bekerja jungkir balik untuk


mendapatkan uang, karena uang bukan segalanya. Akan
sangat menyenangkan kalau uang kita dapat bekerja
untuk kita, Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan
mengelola uang secara bijak, memanfaatkan penerimaan
seefisien mungkin dengan cara mempersiapkan
perencanaan yang baik, teliti dan konsisten. Tujuan
penggunaan uang adalah: pemanfaatan secara tepat
guna, berdaya guna dan berhasil guna.

Dalam buku ini akan dibahas mengenai bagaimana cara


yang mudah untuk mengelola keuangan rumah tangga.
Semoga dapat bermanfaat

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 5


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

BERLANJUT KE BAGIAN DUA:


MENATA MASA DEPAN

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 6


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 7


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Bagian 2. MENATA MASA DEPAN

Tidak Usah Ingin Kaya Mendadak


Sekarang ini banyak orang yang ingin kaya
mendadak. Akibatnya adalah segala cara ditempuh
untuk memenuhi hasrat tersebut. Terkadang karena
ingin kaya mendadak, orang menempuh jalan yang
tidak halal atau melanggar hukum. Kalau sudah
begitu, orang akan
lupa diri dan sulit
untuk kembali ke
jalan yang benar
menurut agama atau
aturan negara.

Memang tidak ada


yang melarang orang
untuk cepat menjadi
kaya. Tapi jangan
lupa.. segala
sesuatu pasti ada
caranya.. Kalau
caranya benar menurut
aturan agama atau aturan negara tentu boleh
saja, dengan syarat bahwa jalan yang ditempuh
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 8
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
memang benar-benar masuk akal dan terbukti benar.
Kalau tidak masuk akal.jangan-coba-coba deh

Di televisi, surat kabar, majalah, radio dan


bahkan dari obrolan seringkali orang mengajak kita
untuk kaya mendadak atau cara cepat untuk
memperoleh uang dalam jumlah besar. Memang topik
ini sangat menarik karena ternyata banyak orang
yang ingin kaya dengan cara cepat apalagi bagi
orang-orang yang bernafsu dan bersifat panasan.
Bisa jadi ajakan itu benar dan memang benar-benar
menghasilkan, tetapi ada juga yang hanya upaya
penipuan yang akhirnya bukan membuat kaya tetapi
malah membuat kita hancur lebur.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 9


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Kalau kita tidak punya pengetahuan yang cukup
untuk menghadapi tawaran itu, kita bisa tergiur
atau hanyut dalam ajakannya. Oleh karena itu, jika
kita tidak memiliki wawasan yang luas atau
pengalaman yang cukup dalam berbagai bidang, lebih
baik bertanya pada orang-orang yang memiliki
pengetahuan luas atau memiliki pengalaman yang
sesuai dengan apa yang ditawarkan. Hindarilah
ajakan-ajakan untuk menjadi cepat kaya kalau
ternyata
hanyalah
penipuan
atau usaha
palsu yang
tidak ada
buktinya.

Boleh
saja kita
mempelajari berbagai informasi yang diberikan
tetapi harus kita sadari bahwa dalam usaha ada
keuntungan, tapi pasti juga ada resikonya. Jangan
sampai kita sudah salah melangkah padahal
pengetahuan yang diperoleh dan kemudian setelah
dipraktekan tidak sesuai dengan keadaan dan
kemampuan kita.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 10


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Misalnya ada orang menawarkan penanaman modal
usaha di bidang jasa yang caranya sama seklai
tidak kita ketahui atau bisnis berantai yang tidak
jelas ujungnya, Padahal kita ingin menabung untuk
hari tua. Nah untuk menghadapi hal ini kita harus
hati-hati dan pandai memilih dan memilah mana yang
cocok untuk kita. Jangan hanya mendengar bisa
untung besar dan kaya dari sebuah jenis investasi
lalu tergiur, padahal belum tentu cocok untuk
tujuan keuangan dan keadaan kita... Berhati-
hatilah.

Seandainya ajakan untuk memperoleh uang dalam


jumlah besar ditempuh melalui usaha yang nyata,
tetap diperlukan langkah latihan dan uji coba
untuk membuktikan kebenaran usaha itu. Dari
latihan dan ujicoba tersebut akan benar-benar
dibuktikan apakah menguntungkan atau tidak, Jika
benar-benar menguntungkan dari segi keuangan, maka
boleh jadi ajakan usaha tersebut memang benar
dapat diikuti.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya bagaimana


sih untuk menjadi kaya, apakah semudah membalik
tangan, atau justru memang diperlukan suatu tekad
jangka panjang untuk mencapainya. Boleh-boleh
saja mempercepat tercapainya tujuan keuangan kita.
Namun hal ini diperlukan suatu pengetahuan,

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 11


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
pembelajaran dan latihan yang cukup supaya kita
tidak jatuh dalam masalah keuangan yang lebih
besar dan membahayakan.

Kebanyakan orang berusaha mencapai tujuan


finansialnya dengan mengandalkan atau berharap
mendapatkan kenaikan atau tambahan penghasilan.
Dan umumnya hanya menyimpan di bank. Dengan
kondisi hasil simpanan yang diperoleh jika
menyimpan di bank saat ini yang rendah dan kena
potongan administrasi dan pajak, maka hasil akhir
yang kita peroleh akan di bawah tingkat inflasi.
Artinya akan semakin sulit untuk mewujudkan dana
dana tersebut jika hanya mengandalkan simpanan di
Bank.

Salah satu cara yang tepat untuk menjadi mapan


dalam hal keuangan adalah dengan secara teguh
terus menerus menabung setiap hari atau setiap ada
kesempatan memiliki uang lebih. Dalam istilah
modern disebut investasi jangka waktu tertentu.
Agar dari tabungan tersebut menghasilkan uang yang
lebih besar, maka setelah jangka waktu yang
ditentukan oleh kita sendiri, hasil tabungannya
dapat dijadikan modal usaha. Jika hasilnya tidak
terlalu besar, maka dapat dijadikan modal usaha

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 12


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
kecil sekali alias usaha mikro. Jika dari tabungan
jangka wantu tertentu terkumpul jumlah uang yang
mencukupi untuk usaha yang lebih besar maka kita
dapat memulai usaha yang berukuran lebih besar
atau mengembangkan usaha yang ada.

Dari pelajaran di atas dapat ditarik beberapa


garis besar sebagai berikut:

1. Jangan tergiur untuk cepat kaya dan banyak


uang

2. Menabunglah terus sampai memiliki uang


cukup untuk memulai usaha

3. Kembangkan usaha sesuai kemampuan dan


pengetahuan kita.

Merencanakan Keuangan Untuk Hari Tua


Umur manusia ada batasnya Kemampuan fisik
manusia ada batasnya Pada saat kemampuan fisik
dan umur kita mencapai tua kita tidak mampu lagi
berbuat lebih banyak dibandingkan waktu masih
muda. Karena itu seharusnya kita tinggal
menikmati hasil usaha pada waktu masih muda.

Bagi seorang pekerja, batas usia produktif


berarti pensiun. Pada masa itu gaji yang biasanya
diterima setiap bulan atau setiap minggu tidak
akan datang lagi. Berbeda dengan seorang
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 13
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
pengusaha. Seorang pengusaha tidak memliki batas
umur yang pasti. Selama mampu berpikir dan
melakukan kegiatan, masih tetap memperoleh uang,
meskipun sudah melewai batas umur produktif.

Dari keterangan di atas, kita dapat melihat,


pilihan terbaik bagi setiap orang adalah menjadi
pengusaha atau memiliki cadangan keuangan yang
cukup kalau kita sudah tisak mampu bekerja lagi.
Artinya adalah kita harus tetap memiliki
kesempatan untuk memperoleh uang meskipun sudah
mencapai batas usia produktif.

Jalan termudah bagi semua orang adalah memulai


usaha ketika usia kita masih tergolong produktif
dan menikmatinya setelah usia kita mencapai batas
produktivitas. Pertanyaannya adalah: Apakah semua
orang bisa menjadi pengusaha? Jawabannya adalah:
Tentu bisa.kalau kita mau. Lalu, bagaimana
caranya?

Menjadi pengusaha bukan berarti harus menjadi


pengusaha formal. Banyak jalan yang dapat
menjadikan kita memperoleh uang dengan cara yang
halal yang diridhoi Allah SWT. Memanfaatkan
sumberdaya yang tersedia di sekeliling kita,
memanfaatkan pasar yang ada di sekelililing kita
dan rajin melakukan terobosan, kreatif

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 14


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
mengembangkan ide, adalah jalan lebar untuk
menjadi pengusaha.

Bagi kita masyarakat Desa Sidamukti, sangat


banyak sumberdaya yang tersedia untuk dijadikan
usaha:

1. Mulai dari pemanfaatan buah mangga hasil


sortiran (misalnya manisan mangga, dodol
mangga, asinan, rujak, sirup, juice, dll)

2. Membuat kerajinan untuk mendukung usaha


pemasaran mangga (keranjang, kantong, dll)

3. Membuat kerajinan dari bambu

4. Membuat makanan ringan

5. Berjualan mangga

6. Berjualan sarana produksi pertanian

7. Usaha pemasaran mangga

8. Usaha pendukung pariwisata

9. Dan masih banyak lagi

Dari uraian di atas yang terpenting adalah,


memanfaatkan pasar, memanfaatkan peluang dan
menggunakan waktu luang untuk kegiatan produktif.
Prinsipnya adalah; yang penting dapat uang dengan
cara halal.

Terus, bagaimana hubungannya dengan persiapan


hari tua?

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 15


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Untuk mencapai hari tua yang cukup
keuangannya, kita harus merencanakan keuangan
dengan baik. Tentunya ini tidak terlepas dari
pemanfaatan hasil usaha atau hasil pekerjaan kita.
Kalau kita tetap teguh untuk menabung dari hasil
penyisihan uang kita setiap hari, setiap minggu
atau setiap bulan, maka di hari tua akan tersedia
uang yang cukup untuk kehidupan kita sehari-hari.

Tulisan bagian ini tidak terlepas dari


keseluruhan rangkaian buku pedoman pengelolaan
keluarga. Uraian mengenai perencanaan keuangan di
hari tua adalah untuk mempersiapkan cadangan
keuangan yang diperlukan pada hari tua.

Berhemat dan Menabung


Pendidikan pengelolaan rumah tangga yang sudah
ada dari zaman baheula adalah menabung. Hampir
semua orang melakukan cara ini untuk mengatur
keuangan rumahtangganya sambil mempersiapkan
cadangan untuk hari tua. Menabung merupakan salah
satu bentuk investasi yang paling mudah dan paling
aman. Karena resikonya hanya timbul karena
penurunan nilai uang atau terjadinya pencurian
jika menabung di rumah.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 16


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Pada masa lalu kita sering mendengar atau
melihat kampanye untuk gerakan menabung dari
pemerintah. Tujuannya adalah agar kita berhemat
dan memiliki cadangan keuangan apabila terjadi
resiko yang membutuhkan keuangan yang lebih besar.

Sebuah budaya masyarakat yang sudah


berlangsung lama yang masih dapat dipertahankan
dengan baik adalah kebiasaan menyimpan uang dalam
sebuah tabung yang terbuat dari bambu. Dari
situlah istilah tabungan berasal. Biasanya orang
tua kita menyisihkan sebagian sisa uang belanja
sehari-hari dengan cara memasukkan uang tersebut
ke dalam tabung bambu yang diberi lubang kecil
untuk memasukkan uang. Sekarang ini wujud tabungan
tersebut sudah bervariasi dari mulai berbentuk
ayam, kucing atau berbentuk babi (sehingga disebut
celengan).

Makna dari menabung adalah mendidik disiplin


untuk melakukan pencadangan uang dan penghematan
dalam pengeluaran rumah tangga. Namun demikian,
bagaimana caranya agar kita disiplin untuk hemat
dan dapat menabung dalam jangka waktu tertentu
agar memperoleh simpanan uang dalam jangka yang
kita tentukan sendiri? Ada beberapa cara
penghematan pengeluaran yaitu:

1. Rekening Tabungan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 17


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
a. Jika rumah kita atau tempat usaha kita
berjarak dekat dengan Bank, maka bukalah
beberapa rekening tabungan untuk beberapa
keperluan, kemudian maksimalkanlah nilai
saldo masing-masing tabungan.

b. Pilihlah bank yang tidak mengenakan


biaya administrasi tinggi agar nilai
tabungan kita tidak berkurang terlalu
banyak.

c. Pilihlah rekening bank untuk tujuan


menabung yang tidak memiliki jaringan ATM
luas atu pilih yang jaringan ATM-nya
terbatas termasuk yang tidak memiliki
fasilitas online banking dan atau
tinggalkan saja ATM di rumah tidak perlu
dibawa-bawa kemana-mana.

2. Kumpulkan uang recehan.

a. Kosongkan kantong baju dan celana,


lalu masukkan semua uang yang Anda temukan
baik uang logam maupun kertas; bahkan
kalau ada uang pecahan besar yang terselip
di kantong karena lupa dimasukkan ke dalam
celengan.

b. Setelah menjadi kebiasaan, cobalah


untuk selalu membersihkan tempat yang

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 18


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
kemungkinan ada uang receh agar segera
dimasukan kedalam tabungan bambu.

c. Kalau memiliki mobil bersihkkanlah


semua uang receh yang ada di mobil untuk
dimasukan ke dalam tabungan.

3. Didiklah anak untuk berhemat

a. Sejak usia dini, biasanya orang tua


memberikan uang jajan kepada anak pada
saat akan berangkat sekolah. Semakin besar
anak, akan meminta uang jajan yang semakin
besar pula. Untuk tujuan mendidik anak
disiplin dan berhemat, biasakanlah untuk
tidak memberi uang jajan kepada anak dan
berikanlah makanan dan minuman bekal dari
rumah .

b. Titipkanlah uang kepada anak sebagai


pengganti uang jajan dan katakanlah
padanya bahwa uang tersebut bukan untuk
dijajankan tetapi untuk digunakan dalam
keadaan darurat.

c. Agar anak disiplin untuk tidak


membelanjakan uangnya, maka tanyakanlah
uang yang dititipkan tersebut setelah
pulang sekolah dan jika uang tersebut
masih masih tersisa, suruhlah anak

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 19


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
tersebut untuk memasukkan sisa uang
tersebut ke tabungan miliknya.

d. Tabungan anak selanjutnya akan menjadi


cadangan biaya pendidikan masa depan atau
akan menjadi cadangan keuangan rumah
tangga.

e. Jika diperlukan ajarilah anak untuk


membuka rekening tabungan di Bank atau
lembaga keuangan mikro yang ada di Desa
Sidamukti.

4. Menahan Diri Dari Godaan Gaya Hidup

Gaya hidup masa kini memang seringkali


membuat orang lupa diri. Sering membuat
orang lupa bahwa semuanya memerlukan uang
yang besar, sedangkan uang yang ada tidak
cukup untuk memenuhi hasrat tersebut.
Kalau orang berkecukupan dan memang mampu
dan sesuai untuk memenuhi tuntutan gaya
hidup masa kini, ya biarkanlahmemang
mereka mampu. Yang menjadi masalah adalah
kalau orang yang serba berkekurangan
memaksanakan diri untuk tampil seperti
orang lain yang mampu.

Gaya hidup mewah dan mengikuti


perkembangan teknologi dengan peralatan
elektronik dan digital bagi sebagian orang

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 20


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
adalah hal biasa. Tentunya hal tersebut
membutuhkan biaya yang sangat besar bagi
orang yang tidak mampu.

Sifat konsumerisme dan materialistik


memang didorong oleh arus zaman melalui
berbagai cara. Bagi pebisnis, berpihaknya
orang-orang kepada sikap konsumerisme dan
materialistik memang kemenangan bisninya.
Akan tetapi bagi masyarakat umum yang
menjadi konsumen sasaran merupakan
kekalahan dan akan menjadi batu sandungan
yang besar jika tidak mampu memenuhi
tuntutan hasrat tersebut. Banyak orang
yang akhirnya mencuri, menipu, merampok,
korupsi dan melakukan berbagai tindakan
kriminal lainnya demi memenuhi hasrat gaya
hidup.

Bagaimana menghindari agar jiwa kita tidak


terbawa arus zaman tersebut?

1. Yang pasti jawaban pertama adalah


kekuatan iman agar kita mampu seimbang
dan mampu menahan diri dalam memenuhi
hasrat gaya hidup.

2. Yang kedua adalah selalu


mempertimbangkan penting atau tidaknya
memenuhi kebutuhan gaya hidup.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 21


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
3. Yang ketiga adalah kita selalu
memperhitungkan pendapatan dan
pengeluaran.

4. Yang keempat adalah kembalikan jiwa


kita pada kepentingan kita sendiri di
masa datang.

Perencanaan keuangan menjadi salah satu


alat pendukung kekuatan iman yang cukup
baik untuk menahan diri dari godaan
tersebut. Dengan perencanaan finansial,
maka kita akan mampu menentukan skala
prioritas apa saja yang akan dibeli dan
mampu kita beli. Kemudian dengan
perencanaan finansial tersebut kita akan
menentukan waktu yang tepat untuk
membelinya. Hal berikutnya adalah kita
akan dapat mengendalikan keinginan untuk
membeli barang yang tidak diperlukan dan
memang tidak direncanakan. Utamakanlah
kebutuhan yang memang penting menurut
skala prioritas.

Hidup sederhana adalah kunci kebahagiaan.


Hidup yang terlalu glamour, penuh gengsi,
suka pamer kekayaan, senang dipuja-puji
orang lain, dan sebagainya hanya akan
menjerumuskan anda pada kebodohan dan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 22


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
kemiskinan di masa mendatang. Jadilah
orang yang rendah hati tetapi, bila orang
lain tahu kenyataan pada diri anda maka
orang itu akan terkagum-kagum.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 23


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Bagian 3. PERENCANAAN KEUANGAN


RUMAH TANGGA

Mengapa Rencana Keuangan Rumah Tangga


Penting?

Rencana Upaya menata &


keuangan mempersiapkan
Rumah diri menghadapi
resiko masa
Tangga
Rumah tangga dapat diibaratkan sebagai perusahaan.
Pemimpin rumah tangga dapat dimisalkan sebagai
pemimpin perusahaan. Kedua orang tua dianggap
sebagai pemimpin perusahaan tersebut.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 24


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Masa depan kondisi keuangan sebuah rumah tangga
sangat tergantung pada kebijakan dan keputusan
besar yang ditentukan oleh orang tua sebagai
pemimpin rumah tangga. Oleh karena itu, untuk
menata masa depan keuangan rumah tangga sangat
ditentukan kebijakan para orang tua dalam
merencanakan keuangan rumah tangganya di masa
sekarang.

Membuat rencana keuangan rumah tangga dalam jangka


waktu pendek, menengah dan panjang biasanya sulit
untuk memulainya. Banyak orang mengatakan
demikian. Namun demikian rencana keuangan rumah
tangga mau tidak mau harus dibuat, karena rencana
kebutuhan masa depan tidak pernah dapat kita
perkirakan. Di sisi lain, mwmbuat rencana keuangan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 25


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
rumah tangga akan membuat kita terdidik untuk
selalu disiplin terhadap penggunaan sumberdaya
keuangan yang kita peroleh setiap saat. Jadi,
intinya adalah, perencanaan keuangan rumah tangga
adalah upaya untuk mempersiapkan resiko keuangan
di masa depan.

Resiko-resiko apakah yang kemungkinan terjadi di


masa depan?

Kehidupan masyarakat pedesaan biasanya menghadapi


resiko sebagai berikut:

1. Resiko gagal panen: Contoh: kalau di Desa


Sidamukti, secara kebetulan pada musim tahun
ini (2013, pen) usahatani mangga dihadapkan
pada gagal panen akibat hama, penyakit dan
serangan angin kencang. Resiko seperti inilah
yang harus selalu kita persiapkan untuk
menghadapinya.

2. Resiko dan ketidakpastian yang diakibatkan


oleh berkurangnya daya tahan kesehatan tubuh
atau keterbatasan usia.

3. Resiko karena adanya pernikahan, atau


hajatan lain

4. Resiko karena perubahan kebijakan


pemerintah yang menyebabkan berkurangnya nilai
tukar rupiah.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 26


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
5. Resiko karena bencana alam yang
mengakibatkan kerusahan pada harta benda kita.

Bagaimana Cara Membuat Perencanaan


Keuangan Rumah Tangga?

Kalau pertanyaan ini kita tanyakan kepada seorang


konsultan perencana keuangan rumah tangga, maka
jawaban yang kita dapat adalah: Ikuti saja
seminar saya, biayanya murah kok Cuma 250 ribu
Nah, jawaban itu kita dapatkan karena itulah
bisnis seorang konsultan keuangan. Lalu kalau
pertanyaan itu kita tanyakan pada seorangan agen
asuransi, maka jawabannya adalah: Oh iyu gampang,
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 27
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
beli saja asuransi saya, dijamin beres deh. Ini
juga bisnisnya mereka. Jadi kita biarkan saja.

Lalu bagaimanakah caranya?

Inti perencanaan keuangan rumah tangga


bukanlah terletak pada kehadiran kita di
seminar yang mahal atau membeli produk
asuransi. Intinya adalah menyusun daftar
penerimaan, pembelian dan tabungan untuk
jangka pendek, menengah dan jangka panjang

Seperti yang sudah dikemukakan di atas,


perencanaan keuangan rumah tangga adalah kebijakan
dan keputusan masa kini untuk menyongsong masa
depan. Jadi prinsipnya adalah menyusun anggaran
secara disiplin berdasarkan periode waktu yang
kita tentukan sendiri. Kemudian dalam perjalanan
waktu kita secara teguh menggunakan uang seperti
yang sudah direncanakan.

Gunakanlah uang hanya untuk memenuhi


kebutuhan!!! Bukan untuk memenuhi keinginan dan
hawa nafsu!!!

Marilah Kita Mulai Dengan Membuat


Daftar
Daftar apa yang harus kita buat? Namanya juga
perencanaan, ya sudah pasti kita harus membuat

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 28


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
daftar rencana. Rencana apa sajakah yang harus
dibuat? Dibawah ini ada beberapa daftar rencana
yang harus dibuat oleh Rumah Tangga:

1.Daftar rencana kebutuhan khusus jangka panjang

2.Daftar rencana penerimaan rumah tangga bulanan


dalam satu tahun

3.Daftar rencana pengeluaran dan penerimaan


bulanan rumah tangga dalam satu tahun

Dari ke-tiga jenis daftar tersebut kita mulai


perencanaan keuangan rumah tangga.

1. Daftar rencana kebutuhan khusus jangka panjang

Sunatan anak ...... Nikah anak


....... Perluasan Lahan
Usaha...... Naik Haji.......
Renovasi Rumah .... Mobil
baru..... Usaha baru

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 29


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Mengapa kita harus membuat daftar rencana
kebutuhan khusus jangka panjang? Karena kebutuhan
khusus sebaiknya ditempatkan dalam jangka panjang,
misalnya 10 tahun atau 20 tahun ke depan.
Kebutuhan khusus ini merupakan kebutuhan yang
sangat penting, sehingga diperlakukan khusus dalam
pengelolaan keuangan rumah tangga. Dalam daftar
kebutuhan khusus jangka panjang tidak perlu
dicantumkan nilai dan ukuran uang yang akan
digunakan. Cukup mencantumkan jenis kebutuhan dan
rencana waktu penggunaannya.

Apa saja yang sebaiknya ditempatkan dalam jangka


panjang? Mari kita buat daftarnya:

Tabel: Daftar Kebutuhan Khusus Jangka Panjang

Rencana Tahun Ke
No. Jenis Kebutuhan
Pemenuhan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Sunatan Anak ke 4 Tahun ke 1 x
2 Nikah Anak ke 1 Tahun ke 1 x
3 Nikah Anak ke 2 Tahun ke 3 x
4 Perluasan lahan usaha Tahun 4,9,15 x x x
5 Nikah Anak ke 3 Tahun ke 6 x
6 Naik Haji Tahun ke 7 x
7 Renovasi rumah Tahun ke 8,16 x x
9 Pembelian mobil baru Tahun ke 5 x x x
10 Pembukaan usaha baru Tahun ke x x x x
10,11&1920
Perlu perhatian Khusus Prioritas
utama

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 30


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Dari tabel di atas, dapat kita lihat ada beberapa
kotak yang memiliki warna berbeda. Perbedaan warna
menentukan skala prioritas. Pembuatan warna pada
tabel yang akan kita buat tergantung selera kita.
Misalkan saja kalau dalam tabel di atas warna
merah menunjukkan skala prioritas yang akan segera
dilakukan pada tahun yang akan datang. Warna
kuning kuning menunjukkan perlunya perhatian
khusus karena sudah tidak mungkin dirubah lagi.
Warna hijau merupakan prioritas yang masih dapat
dirubah. Dari sini kita mulai dapat menentukan
skala prioritas kebutuhan khusus dalam jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

2. Daftar rencana penerimaan rumah tangga bulanan


dalam satu tahun

Berbeda dengan rencana kebutuhan khusus di


atas, rencana penerimaan rumah tangga bulanan
dalam satu tahun merupakan sebuah daftar kebutuhan
jangka pendek yang harus dipenuhi setiap bulan.
Singkatnya dapat disebut sebagai tabel penerimaan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 31


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
bulanan Bagaimanakah bentuknya? Mari kita lihat
tabel di bawah ini (misalnya milik Bapak Acang1.

Arumanis, Gedong
Gincu, Domba, Warung
sembako, Dodol Mangga

Tabel: Rencana Penerimaan Bulanan Tahun 2014

(x Rp 1000)
Sumber
No Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
Penerimaan
Usahatani
Mangga
1 5000 0 0 0 0 0 6000 8000 12000 18000 20000 15000 84,000
Gedong
Gincu
Usahatani
2 Mangga 500 0 0 0 0 500 1000 2000 3000 3000 4500 4000 18,500
Arumanis
Ternak
3 0 5000 0 5000 0 5000 0 0 5000 0 0 5000 25,000
Domba

1 Bapak Acang adalah nama imajiner yang tidak pernah ada hubungannya dengan siapapun
dalam tulisan ini. Jikalau ada nama yang sama, itu hanyalah kebetulan saja. Dalam hal ini
rumah tangga Bapak Acang juga merupakan sebuah model rumah tangga virtual yang
digunakan hanya untuk memudahkan proses penyerapan ilmu pengetahuan.
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 32
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Usaha
4 Warung 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 42,000
sembako
Home
5 Industri Dodol 4000 4000 0 0 0 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 48,000
Mangga
Jumlah 13000 12500 3500 8500 3500 13000 14500 17500 27500 28500 32000 31500 205,500

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Bapak Acang


memiliki lima sumber pendapatan yaitu, Usahatani
mangga gincu (0.5ha), usahatani mangga arumanis
(0.5ha), ternak domba (40ekor), usaha warung
sembako dan home industri.

Masing-masing sumber pendapatan itu memberikan


uang dalam jumlah yang berbeda karena skala
usahanya berbeda, tahap dan kesempatan
perkembangannya berbeda, dan pasarnya berbeda.

Masing-masing kotak diberi warna berbeda untuk


memudahkan perkiraan bulan mana saja yang
memungkinkan perolehan keuangan menurut nilai
uangnya. Bulan yang berwarna merah memberi tanda
bahwa pada bulan tersebut pendapatan sangat
rendah, warna kuning member tanda bahwa
pendapatan cukup rendah dan warna hijau
menunjukkan pendapatan yang cukup baik.

Dari nilai uang yang diperoleh setiap bulan


terlihat bahwa pendapatan yang cukup baik
diperkirakan akan diperoleh pada bulan September
sampai Desember karena pada bulan-bulan itulah
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 33
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
diperkirakan akan terjadi musim panen mangga. Usaha
mangga arumanis yang memiliki luasan yang sama
dengan gedong gincu memberikan pendapatan yang
lebih rendah karena memang harga jual di tingkat
petani selalu lebih rendah. Disisi lain, harga
gedong gincu semakin meningkat jika jumlahnya lebih
banyak karena merupakan komoditas ekspor.

Dari tabel rencana penerimaan dapat dilihat mengapa


tersusun bentuk rencana kebutuhan jangka panjang
seperti pada tabel sebelumnya. Artinya rencana
penerimaan tidak terlalu besar sehingga pengeluaran
dalam jumlah besar harus berada dalam rentang waktu
yang cukup panjang.

Tabel rencana penerimaan di atas merupakan


penerimaan kotor yang belum dikurangi oleh biaya-
biaya yang timbul dari masing-masing usaha yang
dijalani. Sumber pendapatan utama yang nilainya
terlihat cukup besar berasal dari usahatani gedong
gincu. Untuk melihat penerimaan bersih per bulan,
maka harus kita perkirakan biaya yang harus
dikeluarkan oleh masing-masing usaha. Sehingga kita
akan dapat melihat berapa sebenarnya penerimaan
bersih masing-masing bulan untuk semua sumber
penerimaan milik Bapak Acang tersebut.

Dari sini kita dapat memperoleh pelajaran, mengapa


pembukuan keuangan usaha harus dipisah dari

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 34


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
pembukuan keluarga. Tujuannya adalah agar Bapak
Acang tidak paciwueh dalam menetapkan penerimaan
dan pengeluaran. Artinya adalah, tidak boleh
sembarangan menggunakan uang agar biaya
operasional usaha tidak diganggu oleh pemenuhan
biaya kebutuhan hidup rumah tangga. Di sisi lain
juga harus diingat bahwa ada bulan-bulan tertentu
yang merupakan musim paceklik.

Mudah-mudahan .... Musim


Panen Sekarang ..... Berhasil

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 35


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Dari seluruh hasil usaha yang terdiri dari 5
cabang usaha yang ditekuni oleh Bapak Acang dapat
diperoleh uang per bulan selama satu tahun untuk
masing-masing jenis usaha seperti terlihat pada
uraian berikut:

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 36


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
a. Usahatani Mangga Gedong Gincu2

Tabel dibawah ini memperlihatkan penerimaan bersih


usahatani mangga gedong gincu selama setahun.

No Uraian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
A Penerimaan 5000 0 0 0 0 0 6000 8000 12000 18000 20000 15000 84,000
B Pengeluaran
1.Pupuk 500 500 500 500 2,000
2.ZPT 750 750 750 2,250
3.Obat-obatan 1250 1250 1250 1250 5,000
4.Tenaga Kerja 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 18,000
Pemeliharaan
5.Tenaga Kerja 500 600 800 1200 1800 2000 1500 8,400
Panen
6.Transportasi 300 150 150 150 150 150 400 400 400 400 400 400 3,450
7.PBB lahan usaha 250 250
Jumlah Biaya 2800 2900 2400 2150 2900 1650 3750 3950 3350 4200 5900 3400 39,350
Penerimaan Bersih 2,200 (2,900) (2,400) (2,150) (2,900) (1,650) 2,250 4,050 8,650 13,800 14,100 11,600 44,650

Dari tabel tersebut dapat dilihat adanya musim


panen selama bulan Januari, Juli, Agustus,
September, Oktober, Nopember dan Desember. Pada
bulan Oktober-Nopember terjadi panen puncak.
Selama periode Februari-Juni tidak ada buah yang
dipanen, sehingga terjadi pendapatan yang kurang
dari nol alias terjadi pendapatan minus. Namun
demikan Bapak Acang harus tetap mengeluarkan biaya
untuk biaya operasional usahatani mangga, karena
kebun mangga tetap harus dipelihara.

2 Semua angka yang tercantum dalam tabel penerimaan dan pengeluaran usahatani merupakan angka
perkiraan yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman penulis dan data rata-rata hasil
investigasi di Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka selama tahun 2012,
mengingat pada tahun 2013 terjadi gagal panen mangga disebabkan oleh serangan hama, penyakit
dan perubahan cuaca ekstrim.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 37


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Dari usahatani mangga seluas 0.5 hektar, Bapak


Acang memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp
44,65 juta setahunnya, cukup besar bukan??? Eit
tunggu dulu. Itu pendapatan bersih satu tahun.
Jadi pendapatan bersih per bulannya berapa? Kalau
dibagi rata selama 12 bulan, maka pendapatan
bersih per bulannya adalah Rp 3,72 juta. Nah
itulah Gaji Keluarga Bapak Acang setiap bulan
karena biasanya petani tidak pernah memasukkan
upahnya sebagai komponen biaya. Hebat yaaa!!!

b. Usahatani Mangga Arumanis

Selain memiliki usahatani mangga gedong gincu,


Bapak Acang juga punya usahatani mangga arumanis.
Alasan Bapak Acang adalah, untuk mengantisipasi
atau berjaga-jaga kalau harga gedong gincu jatuh.
Mari kita lihat pendapatan Bapak Acang dari
usahatani mangga arumanis.

No Uraian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
A Penerimaan 500 0 0 0 0 500 1000 2000 3000 3000 4500 4000 18,500
B Pengeluaran
1. Pupuk 500 500 500 500 2,000
3. ZPT 600 600
4. Obat-obatan 500 500 500 500 2,000
5. Tenaga Kerja 300 0 0 0 300 300 300 300 300 300 300 1500 3,900
Pemeliharaan
6. Tenaga Kerja Panen 100 100 200 500 500 500 500 2,400
7. Transportasi 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 1,800

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 38


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
8. PBB lahan usaha 250 250
Jumlah Biaya 1050 650 150 650 950 450 1650 1150 1200 1450 1450 2150 12,950
Penerimaan Bersih (550) (650) (150) (650) (950) 50 (650) 850 1,800 1,550 3,050 1,850 5,550

Dari tabel di atas dapat dilihat Pendapatan Bapak


Acang dari usahatani mangga arumanis ternyata jauh
lebih kecil dari usahatni mangga gedong gincu.
Mengapa demikian, karena mangga arumanis harganya
lebih murah dari mangga gedong gincu. Di tingkat
petani pada musim panen puncak bisa sampai hanya
Rp 2000/kg. Bandingkan dengan gedong gincu yang
dapat mencapai Rp 28.000 per kg pada musim panen.

Berapa pendapatan bersih per tahunnya? Hanya Rp 5,5


juta. Bayangkan bekerja satu tahun di lahan yang
luasnya 0.5 ha. Petani memang hebat, karena itu
kita harus bangga pada petani. Kalau dibagi rata
per bulan selama setahun, maka pendapatan bersihnya
hanya Rp. 463 ribu. Bulan Januari-Mei dan Juli
adalah masa sulit karena terjadi pendapatan negatif
alias tidak mencukupi. Bayangkan kalau petani hanya
punya satu sumber pendapatan!!! Betapa sulitnya
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari..

Bagaimana mengatasinya??? Pandai memilih jenis


komoditas, memiliki beberapa sumber pendapatan dan
menabung adalah salahsatu cara mengatasi
permasalahan ini.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 39


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
c. Usaha Ternak Domba

Ternak domba yang dimiliki Bapak Acang merupakan


sumber pendapatan tambahan yang cukup baik. Dalam
satu tahun menghasilkan Rp 15.8 juta. Kalau
dihitung per bulan menghasilkan Rp 1.32 juta.
Lumayan bukan. Tapi jangan lupa jumlah sebesar
itu dihasilkan dari 25 ekor induk betina dan 5
ekor jantan. Jadi sebenarnya keuntungannya tidak
terlalu besar kalau dimasukkan biaya investasi
pembelian induk dan pembuatan kandang. Sebenarnya
keuntungan akan lebih besar kalau pakan tidak
dibeli dan tidak menggunakan tenaga kerja dari
luar.

No Uraian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
A Penerimaan 0 5000 0 5000 0 5000 0 0 5000 0 0 5000 25,000
B Pengeluaran
1. Pakan 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 300 3,600
2. Tenaga Kerja 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 4,800
3. Obat-obatan 200 200 200 200 800
Jumlah Biaya 900 700 700 900 700 700 900 700 700 900 700 700 9,200
Penerimaan Bersih (900) 4,300 (700) 4,100 (700) 4,300 (900) (700) 4,300 (900) (700) 4,300 15,800

Penjualan tidak dapat dilakukan setiap bulan


tetapi pemeliharaan harus setiap bulan. Karena
ternak domba baru dapat dijual setelah cukup
umurnya. Jadi, Pak Acang harus mengelola ternak
dombanya dengan sungguh-sungguh agar semuanya
sehat dan menguntungkan...

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 40


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
d. Usaha Warung Sembako

No Uraian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
A Penerimaan 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 3500 42,000
B Pengeluaran
1. Pengadaan Barang 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 1800 21,600
2. Biaya Transportasi 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 1,800
3. Listrik 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 300
4. Air 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 120
5. Tenaga Kerja 550 550 550 550 550 550 550 550 550 550 550 550 6,600
6. PBB 25 25
Jumlah Biaya 2535 2535 2535 2535 2535 2535 2535 2535 2535 2560 2535 2535 30,445
Penerimaan Bersih 965 965 965 965 965 965 965 965 965 940 965 965 11,555

Usaha warung sembako memberikan sumber penghasilan


bagi Bapak Acang sebesar RP 11.55juta per tahun,
atau Rp 963 ribu per bulan. Pendapatan dari warung
sembako relative tetap dan tidak banyak berubah.
Hanya saja, karena warung tersebut berada di
daerah pedesaan, omzet penjualan per bulannya
relative kecil. Sebenarnya jika kawasan wisata
Desa Sidamukti sudah dikembangkan maka warung
tersebut dapat meningkat penjualannya.

e. Usaha Industri Rumah Tangga Dodol Mangga

Usaha ini dikembangkan oleh Bapak Acang dengan


tujuan memanfaatkan buah mangga hasil sortiran
yang tidak masuk dalam grade ekspor dan grade
lokal. Selain itu memanfaatkan sisa mangga setelah
akhir musim panen. Maka dari itu harga bahan
bakunya sangat murah. Daripada terbuang percuma,

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 41


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
maka digunakan untuk bahan baku dodol. Industri
ini berjalan selama musim mangga sampai dua bulan
setelah musim mangga berakhir.

Karena masih skala industri rumah tangga, maka


proses yang dilakukannya sangat sederhana dengan
peralatan seadanya. Namun industri ini merupakan
salahsatu potensi yang sangat besar di Desa
Sidamukti. Masih diperlukan upaya pembelajaran
bagi masyarakat untuk mengembangkannya secara
masal dan didukung pemasaran yang lebih luas.

Berapakah uang yang diperoleh rumah tangga Bapak


Acang dari usaha ini? Mari kita lihat tabel
analisis usahanya.

No Uraian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Jumlah
A Penerimaan 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 36,000
B Pengeluaran
1. Bahan Baku 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 9,000
2. Bahan Pembantu 200 200 200 200 200 200 200 200 200
2. Transportasi 100 100 100 100 100 100 100 100 100 900
3. Listrik 50 50 50 50 50 50 50 50 50 450
4. Air 20 20 20 20 20 20 20 20 20 180
5. Tenaga Kerja 1200 1200 1200 1200 1200 1200 1200 1200 1200 10,800
Jumlah Biaya 2570 2570 2570 0 0 0 2570 2570 2570 2570 2570 2570 23,130
Penerimaan Bersih 1,430 1,430 1,430 0 0 0 1,430 1,430 1,430 1,430 1,430 1,430 12,870

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil yang


diperoleh dari pembuatan dodol adalah sebesar Rp
12.87 juta per tahun. Dengan demikian dalam
sebulan rata-rata diperoleh Rp 1.1 juta. Ada
beberapa bulan yang kosong yaitu bulan April, Mei
dan Juni dimana tidak ada bahan baku mangga karena
bukan musimnya. Data ini memperlihatkan peluang
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 42
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
usaha dodol mangga cukup potensial untuk
sikembangkan di Desa Sidamukti.

Dari seluruh uraian di atas, maka kita dapat


menghitung berapa sebenarnya total perkiraan
pendapatan bulanan dalam satu tahun yang akan
diperoleh Bapak Acang? Mari kita lihat tabel dan
gambar berikut:
Bersih Seluruh Usaha
Jumlah Penerimaan

Jumlah
Aug

Nop

Des
Sep
Jun
Feb

Mar
Jan

Apr

Mei

Okt
Jul
(3,585)

17,145

16,820

18,845

20,145

90,425
3,145

3,145

2,265

3,665

3,095

6,595
(855)

Dari tabel dan gambar di atas dapat dilihat bahwa


jumlah penerimaah bersih yang diperkirakan akan
didapat rumah tangga Bapak Acang adalah sebesar Rp
86.1 juta dalam setahun. Sedangkan rata-rata
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 43
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
penerimaan bersih per bulannya adalah Rp 7.535
juta. Harus diperhatikan bahwa terdapat tiga bulan
yang tidak menghasilkan uang, yaitu bulan
Februari, Maret dan Mei, karena pada masa itu
sumber pendapatan utama yaitu usahatani mangga
gedong gincu tidak menghasilkan. Bulan dengan
pendapatan negative tersebut disebut MUSIM
PACEKLIK. Pada bulan-bulan inilah sangat
dirasakan perlunya perencanaan keuangan rumah
tangga di pedesaan yang mengantungkan kehidupannya
pada usahatani komoditas musiman.

Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang matang


dalam hal penggunaan uang untuk keperluan hidup
sehari-hari. Jangan sampai rumah tangga pedesaan
jatuh kepada masalah hutang yang melilit sampai
membuat bangkrut.

Pada saat terjadi kelebihan uang, misalnya pada


bulan Januari, April, Juni sampai dengan Desember,
maka kita tidak boleh menghabiskan uang itu.
Karena ada kebutuhan untuk modal usaha tahun
berikutnya dan ada kebutuhan untuk biaya rumah
tangga sehari-hari.

Dari hasil pendapatan bersih yang diperoleh Bapak


Acang, maka jumlah yang dapat digunakan rumah
tangganya adalah setelah dikurangi kebutuhan untuk
biaya usahatani. Dari sisa itulah Bapak Acang baru

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 44


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
dapat menggunakan uangnya untuk keperluan rumah
tangganya agar usahanya tetap berlangsung dan aman
digunakan untuk rumah tangganya.

Berapa jumlah yang harus dicadangkan untuk


usahataninya? Mari kita hitung.

No. Uraian Jumlah


Rp x 1000
Jumlah Pendapatan Bersih
1 Tahun ini: 90.425

Jumlah Cadangan untuk Biaya


2 Usahatani Tahun Berikutnya 30.805

Sisa uang yang dapat


3 digunakan 59.620

Keterangan:

a. Jumlah Cadangan untuk Biaya Usahatani


Tahun Berikutnya diperoleh dari penjumlahan
komponen biaya sebagai berikut:

1. Biaya usahatani gedong gincu bulan


Januari-Juli

2. Biaya Usahatani arumanis bulan Januari


Juli

3. Biaya usaha ternak domba bulan Januari-


Februari

4. Biaya operasional warung dan industri


dodol bulan januari

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 45


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
b. Mengapa cara perhitungannya seperti di atas?

1. Karena usahatani mangga belum


menghasilkan dari bulan Januari sampai Juli
sehingga masih harus disediakan selama
periode tersebut

2. Usaha ternak domba baru memberikan hasil


pada bulan Maret, sehingga biaya pakan,
pemeliharaan dan tenaga kerjanya harus
dipasok dari tahun sekarang.

3. Warung dan industri dodol mangga


memiliki proses produksi yang pendek sehingga
cukup disediakan biaya cadangan untuk satu
bulan.

Naaaah.. sudah cukup jelas bukan???

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 46


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Kalau setiap rumah tangga memiliki analisis
rencana keuangan seperti ini dijamin tidak akan
menghadapi kesulitan keuangan yang berarti.
Mengapa demikian????

Karena

Semua sudah direncanakan dengan baik, dan untuk


keperluan usaha sudah disediakan cadangannya.

Jadi uang yang dapat digunakan untuk keperluan


hidup sehari-hari adalah sebesar Rp 59.620 per
tahun. Eiitt tunggu dulu!!! Jangan lupa bayar
zakat dulu yaaa.Cuma sebesar 2,5% dari total
pendapatan bersih sebelum dibuat cadangan Biar
rizki kita halal dan barokah Ingat zakat itu
adalah kewajiban setiap muslim. Jadi berapa doong
untuk zakat??? Cuma Rp. 2,261 juta rupiah.
Dengan demikian sisa uang halal yang dapat
digunakan adalah sebesar Rp. 57,359 juta atau Rp.
4,78 juta per bulan. Mudah-mudahan Allah SWT
selalu melindungi kita.

Tapiiii kalau semuanya digunakan untuk kebutuhan


hidup tentu kita tidak dapat menabung yaaa.

Kalau begitu kita sisihkan dulu ya untuk


menabung.. Mari kita menabung.. Desa kita sudah
punya Lembaga Keuangan Mikro. Kita sisihkan dana
kita untuk keperluan sunatan dan pernikahan anak

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 47


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Bapak Acang, dan untuk keperluan mendadak lain di
masa depan. Berapa seharusnya kita sisihkan untuk
menabung? Tergantung Bapak Acang tentunya.

OK. Bapak Acang telah menetapkan akan menabung


sebesar Rp 9,359 juta. Mengapa kok angkanya
nanggung? Jawaban Bapak Acang: Biar mudah
menghitung biaya untuk pengeluaran bulanan. Jadi
Bapak Acang telah menetapkan pagu anggaran bulanan
rumah tangga sebesar Rp 4 juta. Naaah inilah
uang yang boleh digunakan untuk kebutuhan hidup
sehari-hari.

Apa sajakah kebutuhan hidup sehari-hari dan


bagaimanakah cara merencanakannya?

Kita teruskan di bagian berikut: Menyusun rencana


pengeluaran bulanan rumah tangga dalam satu
tahun.

3. Daftar Rencana Pengeluaran Rumah Tangga


Bulanan Dalam Satu Tahun

Seperti pembahasan pada bagian sebelumya, di


bagian ini kita akan menyusun daftar Rencana
Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan. Kegiatan
penyusunan ini harus dibuat bersama oleh seluruh
anggota keluarga, yaitu orang tua (Ibu dan Bapak
Acang) sebagai pemimpin rumah tangga dan anak
sebagai anggota rumah tangga.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 48


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Mengapa harus melibatkan semua pihak?

Karena tidak semua orang akan hapal dan menguasai


seluk beluk pengeluaran. Jika disusun oleh semua
orang yang ada dalam rumah tangga maka semuanya
akan ikut bertanggungjawab dalam menentukan berapa
jumlah uang yang harus digunakan setiap bulan
dengan anggaran tetap yaitu sebesar Rp. 4 juta per
bulan.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 49


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Sebelum menyusun daftar rencana pengeluaran,


sebaiknya Bapak Acang menyusun bersama MENU
pengeluaran. MENU tersebut diperlukan untuk
mempermudah dalam pengisian daftar anggaran belanja
rumah tangga setiap bulannya.

MENU Belanja Bulanan Rumah Tangga


Kelompok
No. Kebutuhan Jenis Pengeluaran Rencana Alokasi Keterangan
A Kebutuhan 1. Beras Setiap bulan 45 kg 45 x Rp 7000/kg=Rp. 315 ribu/bulan
Pokok 2. Gula & kopi Setiap bulan Rp. 200 ribu/bulan
Makanan
3. Susu Setiap Bulan Rp. 150 ribu/bulan

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 50


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
4. Daging sapi Setiap Bulan (4x) 4 x Rp70000= Rp 280000/bulan
5. Ikan segar Setiap Bulan (4x) 4 x Rp25000= Rp 100000/bulan
6. Ikan asin Setiap bulan Rp.150 ribu/bulan
7. Buah Setiap bulan Rp 50ribu/bulan
8. Sayuran Setiap bulan Rp. 240 ribu/bulan
9. Bumbu & garam Setiap bulan Rp 50ribu/bulan
B Pakaian Bapak Bulan September Menjelang lebaran
Ibu Bulan September Menjelang lebaran
Anak 1 Bulan September Menjelang lebaran
Anak 2 Bulan September Menjelang lebaran
Anak 3 Januari, Juli, September Jelang lebaran dan awal sekolah
Anak 4 Januari, Juli, September Jelang lebaran dan awal sekolah
C Pendidikan Anak 3 Januari, Juli, & Bulan lain Masih sekolah di SMA
Anak 4 Januari, Juli, & Bulan lain Masih sekolah di SD
D Sosial dan Hajatan & Perkawinan Setiap bulan Alokasi Rp 200ribu/bulan
keagamaan Sodakoh Setiap bulan Alokasi Rp 100ribu/bulan
Sumbangan kematian Setiap bulan Alokasi Rp 100ribu/bulan
Sumbangan sosial lain Setiap bulan Alokasi Rp 50ribu/bulan
Persiapan Iedul Fitri September Alokasi Rp 2 juta
A Rumah 1. Perbaikan ringan Setiap bulan Perkiraan Rp 100ribu/bulan
2. Membeli lap rumah Bulan Maret Rp 50ribu
3. Membeli alat pel lantai Bulan Maret Rp 150ribu
4. Ganti kompor gas Bulan April Yang ada hampir rusak Rp 450ribu
B. Gas, Listrik, 1. Gas 3 kg 6 kali sebulan Beli di warung sendiri Rp 15000
Air, 2. Listrik Setiap bulan Dibayarkan di desa Rp 45.000
Komunikasi
3. Air Setiap bulan Iuran air desa Rp 15.000
4. Pulsa Telepon Bapak Setiap bulan Rp. 50000
5. Pulsa Telepon Ibu Setiap bulan Rp. 50000
C. Pajak 1. PBB Rumah September Hanya PBB Rumah Rp 70000
2. Pajak Sepeda Motor Desember 200000
Setelah diperoleh daftar apa saja yang harus
disediakan uangnya, maka kita dapat membuat tabel
belanja bulanan rumah tangga menjadi tabel rencana
pengeluaran bulanan dalam satu tahun seperti
berikut..
Tabel Rencana Pengeluaran Bulanan

Jenis Pengeluaran Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
1. Beras 315 315 315 315 315 315 315 315 315 315 315 315

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 51


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
2. Gula dan kopi 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200
3. Susu 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
4. Daging sapi 280 280 280 280 280 280 280 280 280 280 280 280
5. Ikan segar 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
6. Ikan asin 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
7. Buah 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
8. Sayuran 240 240 240 240 240 240 240 240 240 240 240 240
9. Bumbu dan garam 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
10. 1Pakaian Bapak 400
11. Pakaian Ibu 400
12. Pakaian Anak 1 400
13. Pakaian Anak 2 400
14. Pakaian Anak 3 600
15. Pakaian Anak 4 600
16. Pendidikan Anak 3 800 300 300 300 300 300 300 300 800 300 300 300
17. Pendidikan Anak 4 800 300 300 300 300 300 300 300 800 300 300 300
18. Hajatan & Perkawinan 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200
19. Sodakoh 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
20. Sumbangan kematian 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
21. Sumbangan sosial lain 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
22. Persiapan Iedul Fitri 2000
23. Perbaikan ringan 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
24. Membeli lap rumah 50
25. Membeli alat pel lantai 15
26. Ganti kompor gas 450
27. Gas 3 kg 90 90 90 90 90 90 90 90
90 90 90 90
28. Listrik 45 45 45 45 45 45 45 45
45 45 45 45
29. Air 15 15 15 15 15 15 15 15
15 15 15 15
30. Pulsa Telepon Bapak 50 50 50 50 50 50 50 50
50 50 50 50
31. Pulsa Telepon Ibu 50 50 50 50 50 50 50 50
50 50 50 50
32. PBB Rumah 70
33. Pajak Sepeda Motor 0 200
A. Rencana Pengeluaran 3935 2935 3000 3385 2935 2935 2935 2935 8805 2935 2935 3135
B. Alokasi Bulanan 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000
C. Saldo Ahir Bulan 65 1130 2130 2745 3810 4875 5940 7005 2200 3265 4330 5195

Dari tabel di atas terlihat bahwa hasil


penghematan besar-besaran menyebabkan Rumah Tangga

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 52


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Bapak Acang masih memiliki sisa uang di akhir
tahun sebesar Rp 5,2 juta. Dengan demikian maka
sisa penghematan tersebut masih dapat digunakan
untuk tabungan di tahun berikutnya.

Ternyata kita masih dapat menghemat keuangan kita


jika kita merencanakannya dengan baik dan
melakukan upaya pengurangan belanja yang tidak
penting.

Bagian paling bawah dari tabel di atas menunjukkan


perhitungan saldo akhir bulan. Cara menghitungna
adalah sebagai berikut:

Saldo akhir bulan ini (C1) = Alokasi Bulanan


Bulan Ini (B1)
(dikurangi) Rencana
Pengeluaran bulan
ini (A1),

Atau secara Ringkas sebagai berikut:

C1 = B1 A1
Saldo akhir bulan depan (C2)= Alokasi Bulanan
Bulan Depan (B2)
(dikurangi) Rencana
Pengeluaran bulan
depan(A2) (ditambah)

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 53


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
saldo akhir bulan
ini (C1),

Atau secara Ringkas sebagai berikut:

C2 = B2 A2 + C1
Begitu seterusnya sampai kita peroleh saldo
akhir tahun yang berarti dapat dihitung dari
deretang C1 sampai dengan C12.

Orang-orang modern atau para ahli keuangan


mengatakan bahwa tabel di atas disebut sebagai
tabel cash flow alias arus tunai.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 54


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Bagian 4: Menuju Masa Depan


Keuangan Kita
Di bagian depan sudah diuraikan mengenai bagaimana
kita harus menahan diri dari keinginan untuk
menghabiskan uang. Kita diharapkan untuk selalu
menggunakan uang secara bijak, rasional dan
proporsional. Kita juga harus mengutamakan
kebutuhan daripada keinginan. Artinya bahwa kita
harus selalu menentukan skala prioritas atau yang
utama. Setelah itu kita diajak untuk membuat
perencanaan penggunaan uang di rumah tangga kita.

Di bagian ini kita diajak untuk memulai kebiasaan


baik mengenai penggunaan uang dan tujuannya di
masa depan.

Pertama:

Mencermati dan Mengkaji Tujuan Keuangan Masa Depan

Anggaplah tujuan keuangan yang telah ditetapkan


pada bagian 3 sebagai peta jalan bagi masa depan
keuangan yang ingin kita capai. Tujuan keuangan
yang membuat kita tetap maju di jalur yang kita
buat sendiri ke arah kehidupan yang ingin kita
miliki, sekarang dan nanti.

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 55


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
Tujuan keuangan (tujuan apapun dalam hal ini)
didasarkan pada prioritas yang telah kita buat.
Tentu saja, sebagai manusia ada beberapa prioritas
dasar yang kita semua anggap sebagai masalah
kelangsungan hidup sederhana termasuk air, makanan
dan tempat tinggal. Jadi, prioritas keuangan
pertama harus mendukung prioritas kelangsungan
hidup.

Kedua:

Membuat langkah strategis untuk mencapai tujuan

Langkah strategis yang dimaksud dalam hal ini


adalah membuat terobosan-terobosan nyata agar
kelangsungan hidup seperti disebut di atas dapat
dicapai dengan mudah, sedikit resiko dan
menghasilkan apa yang dituju.

Contoh langkah strategis yang dibuat oleh Bapak


Acang adalah dengan membuat diversifikasi usaha.
Bapak Acang memilih dan melaksanakan berbagai
usaha selain usahatani sebagai induknya. Tujuan
membuat berbagai macam usaha tersebut adalah untuk
mempertahankan ketersediaan uang bagi rumah
tangganya di masa depan.

Ada berbagai cara strategis lainnya yang dapat


dilakukan dan tentunya berbeda bagi setiap orang.
Silakan memilih, selama hasil yang diperoleh
Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 56
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan
sesuai dengan upaya yang telah dilakukan. Yang
penting adalah, halal, tidak melawan hukum, resiko
dapat dengan mudah ditangani dan tidak membuat
kondisi keuangan kita terbengkalai.

Ketiga:

Tinjaulah kembali dan kaji ulang rencana keuangan


yang sudah dibuat.

Peninjauan kembali (review) dan mengkaji ulang


(evaluasi)

Sebulan setelah perencanaan keuangan yang kita


buat dilaksanakan, kita harus meninjau dan
mengkaji kembali:

Apakah sudah sesuai dengan tujuan keuangan


kita?

Apakah banyak hal yang belum dimasukkan


dalam rencana kita?

Apakah ketersediaan uang dapat dijamin di


bulan berikutnya?

Apakah akan terjadi kekurangan?

Darimana kita akan memenuhi jika terjadi


kekurangan?

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 57


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Apakah rencana yang sudah dibuat dapat


dipertahankan untuk bulan selanjutnya?

Apakah rencana tersebut dapat dipertahankan


dalam setahun?

Bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab oleh


kita sendiri dengan pengalaman kita sendiri. Dasar
acuan pada bagian 1 dan 2 dapat digunakan sebagai
bahan pembanding.

Keempat:

Renungkanlah langkah-langkah pengelolaan keuangan


yang telah kita lakukan

Setelah tiga bulan sampai satu tahun kita lakukan


pengelolaan sesuai dengan petunjuk yang telah
dibuat, renungkanlah.

Apakah sudah ada perubahan mengenai gaya hidup


kita?

Apakah sudah ada perubahan kearah penggunaan


keuangan yang lebih efisien?

Apakah sudah mampu memilih dan memilah


pengeluaran sesuai prioritas dan kebutuhan?

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 58


Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Pedesaan

Apakah masih diperlukan pelatihan dan


pembelajaran dari pihak lain?

Bagimana dengan hasil usaha yang kita miliki,


apakah sudah mampu memenuhi segala kebutuhan
keuangan kita?

Setelah direnungkan, jika terjadi kesalahan


ambillah langkah perbaikan secepatnya. Jangan
berbuat kesalahan yang sama dan jadikan kesalahan
yang terjadi sebagai pelajaran berharga.

Terakhir dan Utama:

Bersukurlah selalu selalu kepada Allah SWT. Karena


kepada Dia-lah kita semua akan kembali.

Bersyukurlah atas semua nikmat dan berkah yang


dianugrahkan-Nya kepada kita semua.

Semoga bermanfaat

Endih Herawandih & Lilis Heri Miscicih Halaman 59