Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nistagmus adalah osilasi ritmik repetitif yang involunter satu atau kedua mata di
satu atau semua lapang pandangan. Dapat berupa kongenital atau yang didapat, yang
mengenai seluruh usia. Penelitian di menunjukkan bahwa prevalensinistagmus sebanyak
24 per 10.000 populasi. Pada kelompok 18 tahun kebawah, prevalensi nistagmus sebesar
16.6 per 10,000 populasi terutama sebagianbesar nistagmus berhubungan dengan
albinisme. Pada kelompok dewasa,
prevalensi diperkirakan 26.5 per 10.000 dengan kelompok terbesar yang
berhubungan dengan penyakit neurologi. Nistagmus dapat terjadi karena proses fisiologis
maupun .Nistagmus fisiologis dapat timbul akibat rotasi okuler dalam upaya memfiksasi
gambar tepat pada retina dan mempertahankan pandangan yang jelas. Yang termasuk
nistagmus fisiologis adalah nistagmus end-gaze, nistagmus optokinetik,nistagmus
refleks vestibulo-okuler. Sedangkan, nistagmus patologis merupakan nistagmus yang
mengakibatkan kelebihan gerakan pada gambar retina yang menetap yang menurunkan
ketajaman penglihatan dan menghasilkan gerakan-gerakan objek khayalan (osilopsia).
Kelompok utama pada nistagmus kongenital adalah nistagmus kongenital dengan
kelainan sensorik, tanpa kelainan sensorik, nistagmus laten dan nistagmuslaten yang
bermanifestasi. Sedangkan, kelompok nystagmus yang didapat, terjadi terutama pada
kelainan neurologi dan vestibular. Terkecuali nistagmus vestibuler,yang paling sering
disebabkan disfungsi kanalis semisirkularis telinga dalam,nistagmus sering diakibatkan
dari perkembangan abnormal atau malfungsipatologi dari area pada otak yang
mengontrol pergerakan mata dan stabilitasposisi mata atau kelainan jalur aferen.
Bentuk gelombang nistagmus dapat berupa pendular, dimana gerakan-gerakan di
setiap arah memiliki kecepatan, amplitudo, dan durasi yang sama.Bentuk gekombang
yang lain mungkin menyentak, dimana gerakan lambat di satu arah diikuti oleh gerakan
korektif cepat untuk kembali ke posisi semula(komponen cepat). Distribusi nistagmus di

1
antara kelompok etnik menunjukkan proporsi yanglebih tinggi pada populasi Kaukasian
dibandingkan dengan Asia dan populasi Negro.
Pada suatu penelitian retrospektif, pada populasi 70,000 anak, prevalensidari
klinis nistagmus ditemukan 1 pada 2859 anak. Bagaimanapun juga, melaporkan insiden
per tahun yakni 1 dalam 350 sampai 1 dalam 6550.Kejadian nistagmus pada populasi
anak strabismik lebih tinggi, sampai 50%. Mengingat bahwa nistagmus merupakan
penyakit neurooftalmologi yanglumayan sering terjadi pada anak-anak, maka dari itu,
penulisan makalah inidibuat untuk memberikan informasi tentang gambaran nistagmus,
klasifikasi,etiologi, patofisiologi, tatalaksana dan mengetahui prognosisnya.

B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Nistagmus ?
2. Jelaskan anatomi nistagmus ?
3. Jelaskan fisiologi nistagmus ?
4. Sebutkan klasifikasi dari nisagmus ?
5. Apakah etiologi dari nistagmus ?
6. Jelaskan patofisiologi dari nistagmus ?
7. Apa saja gejala dari nistagmus ?
8. Jelaskan pemeriksaan pada nistagmus ?
9. Apa yang dimaksud dengan manajemen pada nistagmus ?
10. Jelaskan pemeriksaan penunjang pada nistagmus ?
11. Bagaimana prognosa nistagmus ?

C. Maksud dan tujuan


1. Untuk mengetahui defisini nistagmus.
2. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi nistagmus.
3. Untuk mengetahui etiologi pada nistagmus.
4. Untuk mengetahui patofisiologi nistagmus.
5. Untuk mengetahui apa saja gejala pada nistagmus.
6. Apa saja pemeriksaan pada nistagmus ?
7. Jelaskan pemeriksaan pada nistagmus ?

2
8. Apa yang dimaksud dengan manajemen pada nistagmus ?
9. Jelaskan pemeriksaan penunjang pada nistagmus ?
10. Bagaimana prognosa nistagmus ?

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Nistagmus
Nistagmus adalah suatu kondisi dimana visi mata membuat berulang0ulang
gerakan yang tidak terkendali, sering mengakibatkan berkurangnya penglihatan.
Gerakan-gerakan ini mata disengaja dapat terjadi dari sisi ke sisi, ata dan bawah, atau
dalam pola melingkar. Akibatnnya, kedua mata tidak dapat terus stabil pada objek
yang dilihat. Nystagmus bisa disertai dengan posisi kepala yang tidak biasa dan
kepala mengangguk dalam upaya untuk mengimbangi kondisi tersebut.
Pergerakan mata tersebut mungkin terjadi secara terus menerus atau secara
berkala dan berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Kecuali kondisi
itu mempengaruhi pengelihatan mereka atau ada orang lain yang mem-
beritahukannya. Orang - orang dengan nistagmus mungkin tidak sadar mereka
mengalami kondisi ini.

B. ANATOMI

Enam otot mata ektraokuler yang mengontrol pergerakan mata. Rektus medialis
dan lateralis mengerakan mata pada arah horizontal sehingga masing masing
menghasilkan aduksi dan abduksi. Otot oblikus superior menyebabkan depresi dalam
posisi aduksi dan oblikus inferior menyebabkan elevasi dalam posisi aduksi. Semua
otot vertikalis memiliki aksi sekunder tambahan(intorsi dan ekstorsi, pergerakan
sirkuler mata).

Tiga saraf kranialis yang mempersarafi semua otot ini (okulomotorius, troklearis
dan abdusen) yang nukleusnya berada pada batang otak, bersama dengan jaras yang
menghubungkan mereka dengan nucleus- nucleus lain(missal vestibularis) dan
dengan pusat melihat (melihat horizontal di pons dan melihat vertical di otak tengah).
Semuanya mengkoordinasi pergerakan bola mata.

4
Pusat kortikal luhur mengontrol kecepatan mata mengikuti target yang
bergerak(mengejar), dan pergerakan cepat yang dibutuhkan untuk melihat ke posisi
lain(sakadik). Pusat pusat ini juga mempengaruhi nucleus-nukleus di batang otak.
Hubungan antar kedua nucleus memastikan gerakan kedua mata terkoordinasi.

Secara klinis, kelainan pergerakan mata dikelompokan dalam 4 subbagian (yang


tidak benar-benar terpisah):

1. Pada Strabismus non paralitik

2. Pada Strabismus paralitik

3. pada palsi gerak bola mata

4. pada kelainan-kelainan nucleus-nukleus batang otak atau input vestibular juga


dapat mengakibatkan suatu bentuk pergerakan mata alternating balik yang
disebut nistagmus.

C. Fisiologi
Nystagmus dapat didefinisikan sebagai osilasi periodik okular berirama mata.
Osilasi mungkin sinusoidal dan amplitudo kira-kira sama dan kecepatan (nystagmus
pendular) atau, lebih umum, dengan tahap memulai lambat dan fase korektif cepat
(nystagmus jerk).
Nystagmus dapat terjadi unilateral atau bilateral, tapi, ketika nystagmus muncul
sepihak, lebih sering asimetris bukan benar-benar sepihak. Nystagmus mungkin
konjugasi atau disconjugate (dipisahkan). Ini bisa horizontal, vertikal, Torsional
(rotary), atau kombinasi dari gerakan-gerakan ini ditumpangkan pada satu sama lain.
Nystagmus mungkin bawaan atau diperoleh. Ketika diakuisisi, paling sering
disebabkan oleh kelainan input vestibular. Bentuk kongenital mungkin berhubungan
dengan kelainan jalur aferen visual (nystagmus sensorik).
Untuk memahami mekanisme yang nistagmus mungkin terjadi, penting untuk
membahas cara-cara yang sistem saraf mempertahankan posisi mata. Centration
foveal dari suatu obyek dari hal ini diperlukan untuk mendapatkan tingkat tertinggi

5
ketajaman visual. Tiga mekanisme yang terlibat dalam menjaga centration foveal dari
objek bunga: fiksasi, refleks vestibulo-okular, dan integrator saraf.
Fiksasi di posisi utama meliputi kemampuan sistem visual untuk mendeteksi
penyimpangan dari gambar foveating dan sinyal gerakan mata yang sesuai korektif
untuk refoveate citra hal. Sistem vestibular erat dan secara kompleks yang terlibat
dengan sistem oculomotor.
Refleks vestibulo-okular adalah sistem yang kompleks dari interkoneksi saraf
yang mempertahankan foveation obyek selama perubahan posisi kepala. Para
proprioceptors dari sistem vestibular adalah kanal berbentuk setengah lingkaran dari
telinga bagian dalam. Tiga semicircular canals yang hadir di setiap sisi, anterior,
posterior, dan horisontal. Semicircular canals merespon perubahan dalam percepatan
sudut karena rotasi kepala.
Mekanisme ketiga adalah integrator saraf. Ketika mata dihidupkan dalam posisi
ekstrim dalam orbit, fasia dan ligamen yang menangguhkan mata mengerahkan
kekuatan elastis untuk kembali ke posisi utama. Untuk mengatasi gaya ini, kontraksi
tonik dari otot-otot luar mata diperlukan. Sebuah jaringan tatapan-memegang disebut
integrator saraf menghasilkan sinyal. Otak kecil, jalur vestibular naik, dan inti
oculomotor merupakan komponen penting dari integrator saraf.

D. Klasifikasi
Ada lebih dari 40 berbagai jenis nystagmus tetapi mereka biasanya digolongkan ke
dalam dua kategori dasar:
1. Nystagmus hadir sejak awal dalam kehidupan, dikenal sebagai nystagmus onset
awal, atau kongenital nystagmus, sering menyertai kehilangan penglihatan yang
diperoleh pada atau segera setelah lahir dan mungkin salah satu tanda pertama
bahwa seorang anak memiliki kehilangan penglihatan. Antara lain:
a. Nistagmus congenital sesorik. Disini pergerakan memiliki kecepatan yang
sama pada kedua arah(nistagmus pendular) atau merupakan jerk nistagmus.
Nistagmus ini berhubungan dengan penglihatan buruk(missal katarak
congenital, albinisme).

6
b. Nistagmus congenital motorik merupakan jerk nistagmus yang timbul saat
lahir pada anak tanpa defek visual.

2. Nystagmus yang berkembang di kemudian hari disebut Acquired nystagmus.


Secara patologis,
a. Jerk nistagmus terdapat pada:
1) Pada penyakit serebelar, dimana nistagmus memburuk jika di arahkan ke
sisi lesi. Pergerakan cepat mengarah ke sisi lesi.
2) Pada pengunaan beberapa obat(barbiturate)
3) Pada kerusakan labirin dan hubungan pusatnya di mana terjadi jerk
nystagmus halus. Fase cepat dari pergerakan menjauhi lesi dan biasanya
hanya ada pada tahap akut.
b. Upbeat nistagmus(fase cepat ke atas) umunya dihubungkan dengan penyakit
batang otak. Bias juga di dapat pada keracunan, missal pada konsumsi alcohol
berlebih.
c. Downbeat nistagmus didapatkan pada pasien dengan lesi fosa posterior di
dekat sambungan servikomedular(missal malformasi chiari di mana jaringan
serebral melewati foramen magnum). Juga bisa didapatkan pada pasien
dieliminisasi dan keadaan kearacunan.
d. Nistagmus terbangkitkan oleh pandangan/gaze-evoked nystagmus terdapat
pada pasien dengan palsi saraf atau kelemahan otot ekstraokular pada saat
melihat kea rah otot yang terkena. Fase cepat dari pergerakan berada dalam
lapangan kerja otot yang lemah.
e. Pasien dengan nistagmus di dapat mengeluhkan bahwa lingkungan visual
terus menerus bergerak(osilopsia).

E. Etiologi dan Klinis


1. Etiologi
a. Awal onset nystagmus: Pediatric nystagmus mungkin disebabkan oleh
masalah dengan mata atau jalur visual terkemuka dari otak ke mata. Jenis
nystagmus biasanya pertama yang diamati antara 6 minggu dan 8 minggu

7
umur dan dapat dikaitkan dengan albinisme, saraf optik masalah atau masalah
retina katarak kecil, coloboma. Ada kemungkinan menjadi faktor genetik dan
dalam kenyataannya dokter baru-baru ini mengumumkan sebuah terobosan
dalam penemuan gen yang terkait dengan nystagmus yang memegang janji
besar untuk perawatan masa depan. Banyak pasien tidak memiliki mata
apapun, otak atau masalah kesehatan lainnya dan dalam kasus-kasus kondisi
ini dikenal sebagai nystagmus idiopatik bawaan (yang berarti bahwa
nystagmus dimulai awal dan penyebabnya tidak diketahui). Nystagmus yang
terkait dengan albinisme memiliki karakteristik yang mirip dengan nystagmus
idiopatik tetapi biasanya tidak hadir sampai setelah usia 2 bulan. Nystagmus
juga dapat ditemukan pada anak-anak dengan sindrom Downs.

b. Acquired nystagmus: Nystagmus dapat diperoleh di kemudian hari karena


disfungsi saraf seperti cedera kepala, multiple sclerosis atau tumor otak.
Nystagmus juga bisa disebabkan oleh lesi di otak kecil, daerah batang otak
tempat saraf kranial vestibular timbul atau lebih di sepanjang jalur vestibular

Nystagmus bisa warisan ataupun akibat dari masalah sensorik atau neurologis.
Nystagmus sering terjadi dengan kondisi mata seperti katarak kecil, albinisme,
atrofi saraf optik, coloboma, dll. Dalam beberapa kasus nystagmus terjadi
untuk alasan yang tak dikenal (idiopatik). Hal ini juga dapat berkembang di
kemudian hari kadang-kadang sebagai akibat dari kecelakaan atau penyakit
(misalnya multiple sclerosis atau stroke), terutama yang mempengaruhi sistem
motor, ketika itu dikenal sebagai nistagmus acquired.

Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga


bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak.

2. Klinis

Karakteristik gerakan mata yang cepat dan memiringkan kepala (AHP) dapat
diamati. Penurunan ketajaman visual dan bidang visual berkurang. Individu dapat

8
melihat gambar ganda (diplopia), atau memiliki gangguan pendengaran dikaitkan
dengan gangguan keseimbangan dan orientasi (sistem vestibular).

Nystagmus dikaitkan dengan visus kurang, konstan gerakan mata yang semakin
memburuk dengan lelah atau stres, fluktuasi visus, kadang-kadang dengan
mengangguk kepala dan sering kepala diarahkan pada suatu sudut dan mata dimenuju
ke satu sisi (ini memperlambat gerakan, menyediakan titik nol dan memungkinkan
untuk penglihatan yang lebih baik).

Pasien dengan nystagmus sering memiliki masalah visus lain seperti Silindris
yang memerlukan resep kacamata dan strabismus. Penurunan untuk visus berkenaan
dgn penggunaan teropong adalah umum dengan nystagmus onset dini dan gangguan
persepsi kedalaman secara tidak langsung pada banyak pasien.

Kehadiran disk optik pucat, atau riwayat kehilangan penglihatan yang progresif,
harus menunjukkan bahwa nystagmus tersebut diperoleh dan mungkin karena
neoplasma melibatkan sistem visual.

F. Patofisiologi
Patofisiologi Nystagmus, Congenital

Beberapa pasien yang tercatat memiliki onset nystagmus saat lahir. Para
infantil jangka mungkin lebih akurat daripada bawaan dan termasuk nystagmus
yang menyajikan dalam 6 bulan pertama kehidupan. Gangguan ini klasik telah
dibagi menjadi aferen nystagmus (defisit sensorik), yang disebabkan gangguan
penglihatan, dan eferen (idiopatik infantil) nystagmus, yang karena oculomotor
kelainan, dengan sebagian besar kasus yang sensorik pada asal. Hal ini diyakini
bahwa nystagmus ini mencerminkan suatu kegagalan integrasi sensorimotor
awal.

Data dari rekaman gerakan mata telah meyakinkan menunjukkan bahwa


bentuk gelombang saja tidak metode yang dapat diandalkan untuk membedakan
antara 2 entitas. Oleh karena itu, penting bahwa semua bayi dengan nystagmus
dievaluasi secara menyeluruh untuk tujuan sensorik primer. Selain itu, baru-baru

9
ini telah mengemukakan bahwa 3 berikut subtipe tambahan nystagmus infantil
ada: (1) nystagmus berhubungan dengan albinisme, (2) nystagmus laten dan
nyata laten, dan (3) spasmus nutans.

Patofisiologi nistagmus yang didapat

Sebuah gangguan yang mempengaruhi salah satu dari 3 mekanisme yang


mengontrol gerakan mata dapat menyebabkan nystagmus. Kedua gangguan
fokal dan difus dapat menyebabkan nystagmus. Karakteristik nystagmus, juga
sebagai tanda-tanda dan gejala terkait membantu melokalisasi lesi.

a. Vestibular nystagmus

Nystagmus vestibular mungkin pusat atau perifer. Fitur yang membedakan


penting antara nystagmus pusat dan perifer meliputi: nistagmus perifer
adalah searah dengan fase cepat lesi sebaliknya; nistagmus sentral mungkin
searah atau dua arah; nystagmus vertikal murni atau puntir menunjukkan
lokasi pusat; nystagmus vestibular sentral tidak dibasahi atau menghambat
dengan fiksasi visual, tinnitus atau tuli sering hadir dalam nystagmus
vestibular perifer, tetapi biasanya tidak ada dalam nystagmus vestibular
sentral. Menurut hukum Alexander, para nystagmus berhubungan dengan
lesi perifer menjadi lebih jelas dengan tatapan ke sisi komponen cepat
pemukulan, dengan nystagmus pusat, arah komponen cepat diarahkan ke sisi
pandangan (misalnya, kiri-pemukulan di tatapan kiri, kanan mengalahkan
dalam pandangan kanan, atas-pemukulan di upgaze).

b. Nystagmus Downbeat
Didefinisikan sebagai nistagmus dengan pemukulan fase cepat dalam arah
ke bawah. Nystagmus biasanya adalah intensitas maksimal saat mata yang
melenceng dan sedikit inferior temporal. Dengan mata dalam posisi ini,
nystagmus diarahkan miring ke bawah. Pada kebanyakan pasien,
pembuangan fiksasi (misalnya, dengan Frenzel kacamata) tidak
mempengaruhi kecepatan fase lambat hingga batas tertentu;. Namun,
frekuensi saccades dapat mengurangi. Kehadiran nystagmus Downbeat

10
sangat sugestif dari gangguan persimpangan craniocervical (misalnya
malformasi Arnold-Chiari). Kondisi ini bisa juga terjadi pada lesi bilateral
dari flocculus cerebellar dan lesi bilateral dari fasciculus membujur medial,
yang membawa masukan optokinetic dari kanalis semisirkularis posterior ke
inti saraf ketiga. Hal ini juga dapat terjadi bila nada dalam jalur dari
semicircular canals anterior relatif lebih tinggi dari nada dalam kanalis
semisirkularis posterior. Dalam keadaan seperti itu, aktivitas saraf relatif
terlindung dari semicircular canals anterior menyebabkan gerakan lambat
mengejar ke atas mata dengan saccade, cepat ke bawah korektif.

c. Upbeat nystagmus
Nystagmus Upbeat didefinisikan sebagai nistagmus dengan fase cepat
mengalahkan dalam arah ke atas. Daroff dan Troost dijelaskan 2 jenis yang
berbeda [. Tipe pertama terdiri dari nystagmus amplitudo besar yang
meningkatkan intensitas dengan tatapan ke atas. Tipe ini dapat menandakan
lesi dari vermis anterior otak kecil. Tipe kedua terdiri dari nystagmus
amplitudo kecil yang menurun intensitasnya dengan tatapan ke atas dan
peningkatan intensitas dengan tatapan ke bawah. Tipe ini dapat menandakan
lesi medula . Kondisi ini dapat terjadi ketika nada dalam jalur dari kanalis
semisirkularis posterior relatif lebih tinggi dari nada dalam semicircular
canals anterior, dan dapat terjadi dari lesi pada saluran tegmental ventral atau
conjunctivum brachium, yang membawa masukan optokinetic dari anterior
berbentuk setengah lingkaran kanal ke inti saraf ketiga.
d. Torsional (rotary) nystagmus
Torsional (rotary) nystagmus mengacu pada gerakan putar dari dunia
sekitar sumbu anteroposterior nya. Nystagmus torsional dititikberatkan pada
pandangan lateral. Nystagmus Sebagian akibat disfungsi dari sistem
vestibular memiliki komponen torsi yang ditumpangkan ke nystagmus
horisontal atau vertikal. Kondisi ini terjadi dengan lesi dari kanalis
semisirkularis anterior dan posterior pada sisi yang sama (misalnya, sindrom
meduler lateral). Lesi medula lateral yang dapat menghasilkan torsi

11
nistagmus dengan fase cepat diarahkan jauh dari sisi lesi. Jenis nistagmus
dapat ditekankan oleh stimulasi otolithic dengan menempatkan pasien di
pihak mereka dengan sisi utuh ke bawah (misalnya, jika lesi di sebelah kiri,
nystagmus ini ditekankan ketika pasien ditempatkan di sisi kanan).

e. Pendular nystagmus
Nystagmus Pendular adalah nystagmus multivectorial (yaitu, horisontal,
vertikal, lingkaran, elips) dengan kecepatan yang sama dalam setiap arah
yang mungkin mencerminkan batang otak atau disfungsi cerebellar.
Seringkali, ada ditandai asimetri dan disosiasi antara mata. Amplitudo
nystagmus dapat bervariasi dalam posisi yang berbeda dari pandangan.

f. Horizontal nystagmus
Nystagmus horisontal adalah baik diakui menemukan pada pasien dengan
penyakit sepihak belahan otak, terutama dengan besar, lesi posterior. Ini
sering adalah amplitudo rendah. Pasien tersebut menunjukkan penyimpangan
kecepatan konstan dari mata menuju belahan bumi utuh dengan saccade
cepat diarahkan ke sisi lesi.

g. Seesaw nystagmus
Nystagmus Seesaw adalah osilasi pendular yang terdiri dari elevasi dan
intorsion dari satu mata dan depresi dan extorsion mata sesama yang
bergantian setiap setengah siklus. Bentuk mencolok dan tidak biasa
nystagmus dapat dilihat pada pasien dengan lesi chiasmal, menunjukkan
hilangnya masukan visual yang silang dari serat decussating dari saraf optik
di tingkat kiasme sebagai penyebab atau lesi di otak tengah rostral. Jenis
nistagmus tidak dipengaruhi oleh stimulasi otolithic.

h. Gaze-evoked nystagmus
Nystagmus Gaze-membangkitkan dihasilkan oleh pemeliharaan percobaan
posisi mata ekstrim. Ini adalah bentuk paling umum dari nystagmus. Gaze-

12
evoked nystagmus adalah karena sinyal posisi mata kekurangan jaringan
integrator saraf. Dengan demikian, mata tidak dapat dipertahankan pada
posisi orbit eksentrik dan ditarik kembali ke posisi utama oleh pasukan
elastis pada fascia orbital. Kemudian, perbaikan saccade bergerak mata
kembali ke posisi eksentrik di orbit. Pandangan-evoked nystagmus dapat
disebabkan oleh lesi struktural yang melibatkan jaringan integrator saraf,
yang tersebar antara vestibulocerebellum itu, medula (wilayah inti prepositus
hypoglossi dan inti vestibular berdekatan medial [NPH / MVN]), dan inti
interstitial Cajal (INC). Pasien sembuh dari kelumpuhan pandangan
melewati masa di mana mereka dapat memandang ke arah dari cerebral
sebelumnya, tetapi mereka tidak dapat mempertahankan pandangannya ke
arah itu, karena itu, mata melayang perlahan-lahan kembali ke posisi utama
diikuti dengan perbaikan saccade . Ketika hal ini berulang-ulang, tatapan-
tatapan-membangkitkan atau paretic hasil nystagmus. Nystagmus Gaze-
membangkitkan sering ditemui pada pasien sehat; dalam hal ini, hal itu
disebut titik akhir nystagmus. Akhir-point nystagmus biasanya dapat
dibedakan dari pandangan-evoked nystagmus disebabkan oleh penyakit,
dalam bahwa yang pertama memiliki intensitas yang lebih rendah dan lebih
penting lagi, tidak terkait dengan kelainan okular bermotor lainnya.

i. Spasmus nutans
Spasmus nutans adalah suatu kondisi yang jarang terjadi dengan triad
klinis nystagmus, kepala mengangguk-angguk, dan tortikolis. Onset adalah
dari usia 3-15 bulan dengan hilangnya oleh 3 atau 4 tahun. Jarang, mungkin
hadir untuk usia 5-6 tahun. Nystagmus ini biasanya terdiri dari amplitudo
kecil, osilasi frekuensi tinggi dan biasanya bilateral, tetapi bisa bermata,
asimetris, dan variabel dalam posisi yang berbeda dari pandangan.

j. Periodik alternating nystagmus


Nystagmus alternating periodik adalah, konjugasi brengsek nystagmus
horisontal dengan fase cepat mengalahkan satu arah untuk jangka waktu

13
sekitar 1-2 menit. Nystagmus ini memiliki fase netral intervensi berlangsung
10-20 detik, nystagmus mulai mengalahkan dalam arah yang berlawanan
selama 1-2 menit, kemudian, proses berulang. Mekanisme yang diduga
adalah gangguan dari vestibulo-okular saluran di persimpangan
pontomedullary .

k. Abducting nystagmus of internuclear ophthalmoplegia


Abducting nystagmus of internuclear ophthalmoplegia (INO) adalah,
seperti namanya, nystagmus di mata menculik kontralateral ke fasciculus
membujur medial (MLF) lesi.

G. Gejala Nistagmus
Hasil nistagmus dari ketidakstabilan atau gangguan dari sistem yang bertanggung
jawab untuk mengontrol gerakan mata ke otak mata. Ketika nistagmus berkembang
pada anak usia dini, dapat disebabkan oleh masalah dengan jalur visual dari mata
keotak. Seringkali anak tidak memiliki mata lain atau masalah medis. Nistagmus
diperoleh, yang terjadi dikemudian hari, bisa menjadi gejala dari kondisi lain seperti
stroke, multiple sclerosis atau pukulan kekepala. Penyebab lain nystagmus meliputi:
1. Kurangnya pengembangan kontrol gerakan mata yang normal pada awal
kehidupan
2. Albinisme
3. Kesalahan bias yang sangat tinggi misalnnya rabun jauh (myopia) atau
astigmatisme
4. Katarak kongenital
5. Radang telinga bagian dalam
6. Obat-obat seperti obat anti antiepilepsi
7. Penyakit sistem saraf pusat

H. Pemeriksaan Nistagmus

Pemeriksaan nistagmus dilakukan waktu memeriksa gerakan bola mata. Waktu


memeriksa bola mata , harus diperhatikan apakah ada nistagmus. Nistagmus adalah

14
gerakan alternating-balik bola mata yang involunter dan ritmik. Untuk maksud ini
maka penderita disuruh melirik terus ke satu arah(misalnya ke kanan, ke kiri, ke atas,
bawah) selama jangkawaktu 5 atau 6 detik. Jika ada nistagmus hal ini akan terlihat
dalam jangka waktu tersebut. Akan tetapi, mata jangan terlalu jauh dilirikan, sebab
hal demikian dapat menimbulkan nistagmus pada orang yang normal(end position
nystagmus, nistagmus posisi ujung)

Bila dijumpai ada nistagmus harus diperiksa:

1. Jenis gerakanya : penduler(gerakan alternating balik yang sama cepatnya), ada


komponen cepat dan lambat,jerk nystagmus. Jerk nystagmus ini dapat
horizontal atau vertical atau rotatoar(gerak putar alternating balik). Nistagmus
penduler (komponen gerak sama cepatnya) dapat dijumpai pada penderita dengan
visus yang buruk sejak dari bayi, kelainan di macula, koriotenitis, kekeruhan
media mata, albinisme, atau merupakan kelainan herediter (dengan visus yang
baik).
2. Bidang gerakanya:horizontal, vertical, rotatoar atau campuran.
3. Frekuensinya: (cepat atau lambat).
4. Amplitudonya besar atau kecil, kasar atau halus).
5. Arah gerakanya yaitu arah dari komponen cepatnya. Bila dikatakan nistagmus
horizontal kanan, ini berarti komponen cepatnya ialah ke horizontal kanan.
Sebetulnya lesi berada di sebelah komponen lambatnya,. Karena komponen
lambat inilah yang esensial pada nistagmus. Timbulnya nistagmus ialah karena
lemahnya mata untuk mengadakan deviation conjugee yang volunteer.
6. Derajatnya : derajat 1 : nistagmus muncul bila melirik kea rah komponen cepat;
Derajat II: juga ada jika melihat ke depan; derajat III: juga ada bila melirik kea
rah komponen lambat.
7. Lamanya : apakah menetap(permanen), atau berlalu(menghilang setelah beberapa
waktu, hari atau, minggu)

15
Di samping itu perlu pula diselidiki hal berikut:

1. Apakah nistagmusnya fisiologis atau patologis, end position nystagmus dapat


fisiologis.
2. Apakah congenital atau didapat(acquired).
3. Apakah vestibuler (perifer, yaitu kelainannya pada = labirin, nervus VIII) atau
sentral.
4. Apakah ada nistagmus sikap(nistagmus posisional, positional nystagmus)
ialah nistagmus yang terjadi atau bertambah hebat pada posisi tertentu dari
kepala.

Nistgmus vestibular adalah nistagmus yang disertai rasa puyeng (vertigo).


Pada kerusakan di labirin terjadi nistagmus dengan komponen cepat ke arah
kontralateral dari lesi, sedang arah dari salah satu-tunjuk (past pointing) dan jatuh
ke sisi lesi. Nistagmus vestibuler biasanya tidak menetap, menghilang setelah
beberapa waktu, nistagmus sentral dapat menetap dan berlalu (menghilang setelah
beberapa waktu).

Nistagmus vestibular dapat bersifat horizontal dan horizontal rotatoar.


Nistagmus horizontal dapat bersifat vertical atau rotatoar. Nistagmus vertical
menunjukan adanya lesi di batang otak, yaitu di daerah mesensefalon atau
medulla oblongata. Nistagmus horizontal dapat terlihat pada lesi di tegmentum
pons dan mesensefalon. Nistagmus horizontal-rotatoar atau rotatoar dapat
dijunpai pada lesi di medulla oblongata(siringobulbi, sindrom wellenberg.

I. Manajemen

Tidak ada obat untuk nystagmus itu sendiri, tetapi pengobatan dapat diarahkan
pada penyebab yang mendasarinya. Misalnya, tumor batang otak mungkin
membutuhkan pembedahan. Nystagmus disebabkan oleh toksisitas obat dapat
mengatasi ketika dosis obat dikurangi atau obat dihentikan. Perawatan termasuk lensa
korektif, prisma atau operasi dapat membantu meningkatkan ketajaman visual,
meningkatkan penampilan individu, dan / atau mengurangi nystagmus.

16
Karena lensa kontak bergerak dengan mata, mereka memungkinkan mata untuk fokus
melalui pusat optik lensa setiap saat dan karena itu lebih efektif daripada kacamata
untuk mengoreksi penglihatan jika titik nol ada. Sensasi yang menyertai gerakan kecil
dari lensa kontak pada mata telah ditunjukkan dalam beberapa studi untuk membantu
mengurangi nystagmus.

Prisma dapat digunakan ketika seseorang memiliki masalah dengan pekerjaan


atau mengemudi. Dalam kasus ini, prisma menghilangkan AHP dan meningkatkan
ketajaman visual. Para prisma umumnya ditempatkan dengan puncak menuju titik nol
dari setiap mata, sehingga mata bergerak ke posisi primer. Penggunaan prisma terbatas
pada individu dengan visi yang efektif di kedua mata (visi berkenaan dgn teropong).
Kekurangan prisma termasuk berat badan meningkat kacamata prisma dan penampilan
canggung.

Pembedahan dapat memperbaiki AHP dengan mengarahkan mata ke arah


pergeseran kepala. Ini menggeser titik nol ke posisi lurus ke depan. Operasi melibatkan
memanjang dan melemahkan empat otot horisontal sekitar mata. Prosedur pembedahan
lain memperpendek otot horisontal luar (recti lateral) mata dalam rangka mendorong
konvergensi, yang menghambat nystagmus tersebut. Prosedur ini hanya dapat
dilakukan pada individu dengan visi berkenaan dgn teropong. Komplikasi dari operasi
termasuk over AHP, visi ganda, dan kesulitan menggerakkan mata ke arah tertentu.

Sebuah terapi baru melibatkan suntikan zat beracun (toksin botulinum) ke dalam
otot-otot tertentu yang bertanggung jawab untuk memutar mata untuk meminimalkan
gerakan abnormal terkait dengan nystagmus. Hasil jangka pendek, dan komplikasi yang
terkait dengan perawatan ini termasuk efek buruk pada gerakan mata lain dan
kemungkinan perkembangan penglihatan ganda (diplopia) atau kelopak mata terkulai
(ptosis).

J.Pemeriksaan Penunjang

Beberapa tes digunakan untuk mendiagnosa atau mengesampingkan berbagai


jenis nystagmus. Seorang individu mungkin diminta untuk melihat ke berbagai arah
pada perintah (perintah gerakan) untuk menguji gerakan mata dan fiksasi. Individu

17
mungkin akan diminta untuk menahan kepala masih sewaktu menggunakan mata untuk
mengikuti sasaran yang bergerak (mengejar tes sistem). Dalam tes nystagmus atau
OKN optokinetic, individu memegang kepala masih sementara target menonton
bergerak secara bersamaan dalam arah yang berbeda. OKN pengujian membantu
mendiagnosa nystagmus kongenital dan dapat menunjukkan apakah gerakan okular
biasa masih utuh.

Tes gerakan lain mata (electronystagmography atau ENG) diarahkan untuk


menemukan keseimbangan mungkin dan orientasi (sistem vestibular) kelainan atau
disfungsi saraf. Manuver "kepala uji Doll" atau oculocephalic sebagian melibatkan
memiliki pasien menggerakkan kepala dalam satu arah sementara mata memutar dalam
arah yang berlawanan. Tes ini menilai apakah bagian dari batang otak yang terlibat
dalam transmisi gerakan mata masih berfungsi. Pengujian kalori yang digunakan pada
sistem vestibular dan mengevaluasi bagaimana mata bereaksi ketika air hangat atau air
es dituangkan ke satu telinga sekaligus. Neuroimaging pengujian dilakukan (MRI atau
CT) untuk menentukan apakah nystagmus yang diperoleh mungkin melibatkan saraf
utama (saraf kranial kedelapan) atau batang otak yang mempengaruhi jalur
keseimbangan. Jika keracunan obat diduga, tingkat darah obat dan pengujian untuk
penggunaan narkoba ilegal dapat diindikasikan.

K. Prognosa

Nystagmus kongenital biasanya merupakan keadaan yang ringan . Hal ini tidak
dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikurangi dengan kacamata atau lensa
kontak. Visus koreksi terbaik bagi sebagian besar individu dengan nystagmus
kongenital adalah antara 20/40 dan 20/70, tapi koreksi 20/20 adalah mungkin bagi
beberapa orang. Nystagmus berhubungan dengan spasmus nutans menyelesaikan
secara spontan sebelum anak mencapai usia sekolah.

Prognosis untuk nystagmus acquired tergantung pada penyebabnya. Jika kondisi


ini disebabkan efek samping dari obat, dengan cara mengurangi atau mengganti obat
yang digunakan selama sakit sehingga akhirnya nystagmus tersebut dapat hilang.

18
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Identitas

Nama : Tn. D
Umur/jenis kelamin : 30 tahun/Laki-laki
Status : Kawin
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam
Alamat : jl akasia timur no 2
Dx Medis : Nistagmus

2. Riwayat Kesehatan
a) Keluhan utama
Terasa pusing, mata tidak bisa fokus
b) Riwayat kesehatan sekarang
c) Riwayat kesehatan terdahulu
d) Riwayat kesehatan keluarga
Tidak ada yang mengalami riwayat penyakit yang sama dengan klien.

3. Pemeriksaan fisik mata


a) Alis mata
1) Normal Simetris
2) Kondisi bulu mata (rontok atau sengaja di cabut)
3) Suruh klien menaikan dan menurunkan alis ( mengetahui Otot & saraf Fasialis)
b) Kesimetrisan

19
1) Warna seperti kulit sekitar, halus
2) Posisi mata secara normal paralel satu sama lain.
3) Bulu mata masuk (Enteropion, keluare ksteropion)
4) Normal bisa menutup bola mata
5) Catat jika ada lesi (ukuran,bentuk,warna, cairan yg keluar)
6) Perhatikan bulu mata, normal menyebar rata dan melengkung keluar.
7) Perhatikan pola kedipan bilateral (n : 20x/mnt)
c) Kornea
1) Normal berkilau, transparan & halus
2) BIla di uji sensitifitas dg kapas akan mengedip
d) Iris dan pupil
1) Pola iris harus jelas dengan pantulan warna yang sama (sebutkan warna iris)
2) Pupil normal untuk orang Indonesia berwarna hitam, bundar, teratur sebanding dlm
ukuran ( diameter 3 s/d 7 mm)
3) Bandingkan kanan dan kiri, normal sama besar (isokor), mengecil (miosis, ex; o/k
obat; morfin), amat kecil (pin point), melebar ( medriasis; o/k
koma,alkohol,DM,uremia, epilepsy).
4) Uji reflek pupil thd cahaya langsung serentak; normal bila diberi sinar akan
mengecil
e) Lensa
1) Normal jernih dan transparan, pada org tua kdg ada cincin putih seputar iris (Arkus
senilis)
2) Palpasi Mata
3) Sebagian dillakukan bersamaan dengan Inspeksi
4) Dllk dengan tujuan untuk menget.adanya nyeri tekan,besar benjolan dalam,
konsistensi, peningkatan TIO,
5) Hanya dilakukan pada palpebra.
f) Gerakan mata
1) Normal dapat mengikuti 8 arah mata angina
2) Pemeriksaan dengan Alat (px. Penunjang Dasar)

20
3) Snellen Card (langsung Praktek dan perhatikan jarak periksa dan tahapan
pemeriksaan serta cara penulisan visus)
g) Pemeriksaan lapang pandang
1) Px.Lapang pandang Kontroversi
2) Px. Dengan Amsler Grid. (sentral 200)
4. Diagnostik
a. CT-Scan untuk menentukan apakah nystagmus yang diperoleh mungkin melibatkan
saraf utama (saraf kranial kedelapan) atau batang otak yang mempengaruhi jalur
keseimbangan
b. MRI untuk menentukan apakah nystagmus yang diperoleh mungkin melibatkan saraf
utama (saraf kranial kedelapan) atau batang otak yang mempengaruhi jalur
keseimbangan
c. OKN, mendiagnosa nystagmus kongenital dan dapat menunjukkan apakah gerakan
okular biasa masih utuh.
d. ENG menemukan keseimbangan mungkin dan orientasi (sistem vestibular) kelainan
atau disfungsi saraf

B. Diagnosa keperawatan
1. Resiko injuri berhubungan dengan kurangannya perkembangan kontrol gerakan mata

2. Kecemasan berhubungan dengan Stress, perubahan status kesehatan, perubahan konsep


diri, kurang pengetahuan akan penyakit

3. Intoleransi aktifitas berhubungan gangguan penglihatan

4. Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan

C. Intervensi
No NOC NIC
DX
1. Setelah dilakukan tindakan keperawatan a. Batasi aktifitas seperti
selama 2x 24 jam : Klien tidak mengalami menggerakan kepala tiba-tiba

21
injury dengan kriterian hasil: b. Sediakan lingkungan yang aman
untuk pasien
a. Klien terbebas dari cedera c. Hindarkan lingkungan yang
berbahaya (misalnya
b. Klien mampu menjelaskan memindahkan perabotan)
cara/metode untuk mencegah d. Berikan penerangan yang cukup
injury/cedera e. Anjurkan keluarga untuk
menemani pasien.
c. Klien mampu menjelaskan factor
f. Pindahkan barang-barang yang
risiko dari lingkungan/perilaku
dapat membahayakan
personal
g. Berikan penjelasan pada pasien
dan keluarga atau pengunjung
d. Mampumemodifikasi gaya hidup
adanya perubahan status
untukmencegah injury
kesehatan dan penyebab
penyakit.

2. Kontrol kecemasan a. Gunakan pendekatan yang


menenangkan
Setelah dilakukan asuhan selama 2x 24 jam b. Berikan informasi factual
, klien kecemasan teratasi dengan kriteria tindakan yang akan dilakukan
hasil: c. Libatkan keluarga untuk
mendampingi klien
a. Klien mampu mengidentifikasi d. Identifikasi tingkat kecemasan
dan mengungkapkan gejala e. Bantu pasien mengenal situasi
cemas. yang menimbulkan kecemasan
f. Dorong pasien untuk
b. Mengidentifikasi,
mengungkapkan perasaan,
mengungkapkan dan
ketakutan, persepsi
menunjukkan tehnik untuk
mengontol cemas

22
c. Postur tubuh, ekspresi wajah,
bahasa tubuh dan tingkat aktivitas
menunjukkan berkurangnya
kecemasan

3. Setelah dilakukan tindakan keperawatan a. Observasi adanya pembatasan


selama 2x 24 jam , Pasien bertoleransi klien dalam melakukan aktivitas
terhadap aktivitas dengan Kriteria Hasil :
b. Monitor nutrisi dan sumber
a. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik energi yang adekuat
tanpa pusing , dan ketidak
nyamanan c. Monitor pasien akan adanya
kelelahan fisik dan emosi secara
b. Mampu melakukan aktivitas sehari berlebihan
hari secara mandiri
d. Bantu untuk memilih aktivitas
c. Keseimbangan aktivitas dan konsisten yang sesuai dengan
istirahat kemampuan fisik, psikologi dan
sosial

4. Setelah dilakukan tindakan keperawatan


selama 2x 24 jam : Defisit perawatan diri a. Monitor kemempuan klien untuk
teratas dengan kriteria hasil: perawatan diri yang mandiri.
b. Monitor kebutuhan klien untuk
a. Klien terbebas dari bau badan alat-alat bantu untuk kebersihan
diri, berpakaian, berhias, toileting
b. Menyatakan kenyamanan terhadap dan makan.
kemampuan untuk melakukan c. Sediakan bantuan sampai klien
perawatan diri mampu secara utuh untuk

23
c. Dapat melakukan perawatan diri dengan melakukan self-care.
bantuan d. Dorong klien untuk melakukan
aktivitas sehari-hari yang normal
sesuai kemampuan yang dimiliki.
e. Dorong untuk melakukan secara
mandiri, tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu
melakukannya.
f. Ajarkan klien/ keluarga untuk
mendorong kemandirian, untuk
memberikan bantuan hanya jika
pasien tidak mampu untuk
melakukannya.
g. Berikan aktivitas rutin sehari-
hari sesuai kemampuan.

D. Implementasi
No Implementasi keperawatan Respon TTD
DX perawat
1. a. membatasi aktifitas a. Pasien merasa nyaman
seperti menggerakan terhadap lingkungan
kepala tiba-tiba b. Pasien mengikuti anjuran
b. menyediakan lingkungan c. Klien merasa lebih baik (
yang aman untuk pasien membatasi pengunjung
c. Menghindarkan yang datang)
lingkungan yang d. Klien merasa lebih baik (
berbahaya (misalnya memberikan penerangan

24
memindahkan perabotan) yang cukup)
d. Memberikan penerangan e. Klien dan keluarga
yang cukup kolbarotif
e. menganjurkan keluarga f. Klien mengikuti anjuran
untuk menemani pasien.
f. memindahkan barang-
barang yang dapat
membahayakan
g. memberikan penjelasan
pada pasien dan keluarga
atau pengunjung adanya
perubahan status
kesehatan dan penyebab
penyakit.

2. a. mengguunakan a. pasien merasa lebih baik


pendekatan yang b. pasien tidak cemas dengan
menenangkan tindakan yang akan
b. memberikan informasi dilakukan
faktual mengenai c. keluarga kolaboratif
tindakan yang anakn d. pasien merasa lebih baik
dilakukan e. pasien merasa nyaman
c. melibatkan keluarga f. pasien merasa lebih baik
untuk mendampingi
klien
d. mengidentifikasi
tingkat kecemasan
e. membantu pasien
mengenal situasi yang
menimbulkan

25
kecemasan
f. mendoorong pasien
untuk mengungkapkan
perasaan, ketakutan,
persepsi

3. a. mengobservasi adanya a. klien terobservasi (klien


pembatasan klien dalam membatasi aktivitasnya)
melakukan aktivitas b. klien berusaha mengikuti
c. klien terobservasi (klien
b. Memonitor nutrisi dan membatasi aktifitas fisik
sumber energi yang yang berat dan mengatur
adekuat emosi)
d. klien merasa lebih baik
c. memonitor pasien akan
adanya kelelahan fisik
dan emosi secara
berlebihan

d. membantu untuk
memilih aktivitas
konsisten yang sesuai
dengan kemampuan
fisik, psikologi dan
sosial

4. a. Memonitor kemampuan a. Klien merasa lebih baik


klien untuk perawatan (kemampuan klien untuk
diri yang mandiri. perawatan diri yang
b. Memonitor kebutuhan mandiri)
klien untuk alat-alat b. Klien merasa lebih baik

26
bantu untuk kebersihan (kebutuhan kebersihan klien
diri, berpakaian, berhias, terpenuhi)
toileting dan makan. c. Klien merasa lebih nyaman
c. menyediakan bantuan d. Klien mengikuti anjuran
sampai klien mampu e. Klien mengikuti anjuran
secara utuh untuk f. Klien dan keluarga
melakukan self-care. mengikuti anjuran
d. medorong klien untuk g. Klien mengikuti anjuran
melakukan aktivitas
sehari-hari yang normal
sesuai kemampuan yang
dimiliki.
e. mendorong untuk
melakukan secara
mandiri, tapi beri
bantuan ketika klien
tidak mampu
melakukannya.
f. mengajarkan klien/
keluarga untuk
mendorong kemandirian,
untuk memberikan
bantuan hanya jika
pasien tidak mampu
untuk melakukannya.
g. memberikan aktivitas
rutin sehari- hari sesuai
kemampuan.

27
E. Evaluasi
No DX Catatan Perkembangan TTD perawat
1. S: -
O: klien tidak cedera
A: masalah resiko injury teratasi
P: Observasi lingkungan klien
2. S: klien merasa sudah tidak cemas
O: pasien terlihat lebih tenang
A: masalah klien teratasi
P: observasi terjadi kecemasan
berulang , pertahankan kondisi klien
sekarang
3. S: Pasien mengatakan bisa melakukan
aktifitas dengan baik
O: pasien mampu melakukan aktivitas
secara mandiri
A: masalah pasien teratasi
P: intervensi dihentikan
4. S: Pasien mengatakan mampu
melakukan perawatan diri secara
mandiri
O: pasien terlihat segar , wangi
A: masalah pasien teratasi
P: intervensi dihentikan

28
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Nystagmus adalah satu goncangan atau penghentakan yang terjadi
tanpa disengaja pada mata. Ini sangat menganggu untuk penglihatan
penyebabnya oleh masalah dengan mata atau jalur visual terkemuka dari
otak ke mata. Atau karena, disfungsi saraf seperti cedera kepala, multiple
sclerosis atau tumor otak.
Penyebab lain nystagmus adalah Kurangnya pengembangan
kontrol gerakan mata yang normal pada awal kehidupan, Albinisme,
Kesalahan bias yang sangat tinggi misalnnya rabun jauh (myopia) atau
astigmatisme, Katarak kongenital, Radang telinga bagian dalam, Obat-
obat seperti obat anti antiepilepsi, Penyakit sistem saraf pusat. Nystagmus
dapat terjadi disejak anak-anak atau dapat terserang di usia yang lebih
dewasa.

B. Saran
Nystagmus dapat terjadi sejak anak-anak atau dapat terserang di
usia yang lebih dewasa. Pasien-pasien dengan nystagmus sering kali
mempunyai satu posisi kepala yang tidak biasa, posisi dimana penglihatan
mereka menjadi lebih baik. Spesialis-spesialis low vision atau spesialis-
spesialis nystagmus lain bisa membantu dalam treatment atau terapi dan
memberikan dorongan emosional untuk tetap bertahan hidup dengana atau
tanpa alat bantu penglihatan.

29
DAFTAR PUSTAKA

http://www.healthofchildren.com/N-O/Nystagmus.html

Lumbantobing, S.M 2008. Neurologi klinik pemeriksaan fifk dan mental, Jakarta:fakultas
kedokteran Indonesia

http://www.healthofchildren.com/N-O/Nystagmus.html

http://emedicine.medscape.com/article/1199177-overview

http://www.mdguidelines.com

www.klikdokter.com

http://www.nystagmusnet.org/Info.htm

James, bruce.dkk.2006. lecture notes oftalmologi edisi kesembilan.Jakarta: Erlangga

Sidharta, Priguna.1999. tata pemeriksaan klinis dalam neurologi.jakarta:dian rakyat.

30