Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)
GASTRITIS

S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

BANYUWANGI
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Tema : GASTRITIS
Sasaran : Masyarakat Joyosari
Hari / Tanggal : jumat,15 september 2017
Tempat : Rumah Tn.S dusun joyosari desa olehsari
Waktu : 30 menit

A. Analisa Situasi
Kebanyakan masyarakat kurang memahami dan mengerti akan tentang
penyakit gastritis atau penyakit maag ini. Hal ini dipengaruhi oleh faktor dari
kurangnya tingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat, dan pola makan yang
salah. Oleh karena itu, kami selaku mahasiswa STIKES Banyuwangi akan
melakukan penyuluhan tentang penyakit gastritis..

B. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan masyarakat
mengetahui dan mengerti tentang penyakit gastritis
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan masyarakat
mampu :
1. Menjelaskan pengertian tentang penyakit gastritis dengan baik dan
benar
2. Menjelaskan tentang penyebab penyakit gastritis
3. Menyebutkan gejala penyakit gastritis
4. Menyebutkan cara pengobatan penyakit gastritis
5. Menjelaskan cara pencegahan penyakit gastritis
C. Pokok Bahasan
1. Pengertian tentang penyakit gastritis
2. Penyebab penyakit gastritis
3. Gejala penyakit gastritis
4. Cara pengobatan
5. Pencegahan penyakit gastritis
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Alat Bantu
1. Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audien


1 Pembukaan 5 Mengucapkan salam Menjawab salam
menit Memperkenalkan diri Memperhatikan
Menyampaikan maksud dan Memperhatikan
tujuan
Menyampaikan pokok bahasan Memperhatikan
Menanyakan pokok bahasan Menjawab
pada audien

2 Isi 10 Menjelaskan pengertian Memperhatikan


menit penyakit gastritis
Menjelaskan penyebab Memperhatikan
penyakit gastritis
Menyebutkan gejala penyakit Memperhatikan
gastritis
Menyebutkan cara pengobatan Memperhatikan
gastritis
Menjelaskan pencegahan Memperhatikan
penyakit gastritis

3 Pertanyaan 10 Memberikan kesempatan pada Bertanya


menit audien untuk bertanya
Memberikan kesempatan pada Bertanya
audien lain untuk menanggapi

4 Penutup 5 Memberikan kesempatan ber- Menjawab


menit tanya kepada audien yang
belum paham
Memberikan kesimpulan dan Mendengar
saran
Ucapan terima kasih Memperhatikan
Memberikan salam Menjawab salam

G. Evaluasi
Pada tahap evaluasi ini diberikan tanya jawab secara lisan kepada audien:
1. Menjelaskan pengertian tentang penyakit gastritis,dengan bahasanya
sendiri
2. Menjelaskan tentang penyebab gastritis,dengan bahasanya sendiri
3. Menyebutkan gejala penyakit gastritis,dengan bahasanya sendiri
4. Menyebutkan cara pengobatan penyakit gastritis,dengan bahasanya sendiri
5. Menjelaskan cara pencegahan penyakit gastritis,dengan bahasanya sendiri

H. Lampiran
Materi
Leaflet
Daftar hadir
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi
Gastritis adalah inflamasi (pembengkakan) dari mukosa lambung termasuk
gastritis erosiva yang disebabkan oleh iritasi, refluks cairan kandung empedu
dan pankreas, haemorrhagic gastritis, infectious gastritis, dan atrofi mukosa

B. Penyebab Gastritis
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab gastritis. Beberapa penyebab
utama dari gastritis adalah Infeksi, iritasi dan reaksi autoimun. Infeksi dapat
terjadi baik itu oleh bakteri ataupun virus. Iritasi dapat disebabkan oleh
banyak hal, seperti obat-obatan, alkohol, ekskresi asam lambung
berlebihan,muntah kronis dan menelan racun.

C. Gejala
Walaupun banyak kondisi yang dapat menyebabkan gastritis, gejala dan
tanda tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya. Gejala-
gejala tersebut antara lain :
Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat
menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan
Mual
Muntah
Kehilangan selera
Kembung
Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
Kehilangan berat badan
D. Pengobatan
Bila seorang pasien di diagnosa terkena gastritis, biasanya dilanjutkan
dengan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui secara jelas penyebabnya.
Pemeriksaan tersebut meliputi :
Pemeriksaan darah. Tes ini digunakan untuk memeriksa adanya
antibodi H. pylori dalam darah. Hasil tes yang positif menunjukkan
bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam
hidupnya, tapi itu tidak menunjukkan bahwa pasien tersebut terkena
infeksi. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia, yang
terjadi akibat pendarahan lambung akibat gastritis.
Pemeriksaan pernapasan. Tes ini dapat menentukan apakah pasien
terinfeksi oleh bakteri H. pylori atau tidak.
Pemeriksaan feces. Tes ini memeriksa apakah terdapat H. pylori dalam
feses atau tidak. Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya
infeksi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feces.
Hal ini menunjukkan adanya pendarahan pada lambung.
Endoskopi saluran cerna bagian atas. Dengan tes ini dapat terlihat
adanya ketidaknormalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin
tidak terlihat dari sinar-X. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan
sebuah selang kecil yang fleksibel (endoskop) melalui mulut dan masuk
ke dalam esophagus, lambung dan bagian atas usus kecil. Tenggorokan
akan terlebih dahulu dimati-rasakan (anestesi) sebelum endoskop
dimasukkan untuk memastikan pasien merasa nyaman menjalani tes ini.
Jika ada jaringan dalam saluran cerna yang terlihat mencurigakan, dokter
akan mengambil sedikit sampel (biopsy) dari jaringan tersebut. Sampel
itu kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Tes ini
memakan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit. Pasien biasanya tidak
langsung disuruh pulang ketika tes ini selesai, tetapi harus menunggu
sampai efek dari anestesi menghilang, kurang lebih satu atau dua jam.
Hampir tidak ada resiko akibat tes ini. Komplikasi yang sering terjadi
adalah rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat menelan endoskop.
Ronsen saluran cerna bagian atas. Tes ini akan melihat adanya tanda-
tanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya. Biasanya akan diminta
menelan cairan barium terlebih dahulu sebelum dilakukan ronsen. Cairan
ini akan melapisi saluran cerna dan akan terlihat lebih jelas ketika di
ronsen.
E. Pencegahan
Makan secara benar. Hindari makanan yang dapat mengiritasi terutama
makanan yang pedas, asam, gorengan atau berlemak. Yang sama
pentingnya dengan pemilihan jenis makanan yang tepat bagi kesehatan
adalah bagaimana cara memakannya. Makanlah dengan jumlah yang
cukup, pada waktunya dan lakukan dengan santai.
Hindari alkohol. Penggunaan alkohol dapat mengiritasi dan mengikis
lapisan mukosa dalam lambung dan dapat mengakibatkan peradangan
dan pendarahan.
Jangan merokok. Merokok mengganggu kerja lapisan pelindung
lambung, membuat lambung lebih rentan terhadap gastritis dan borok.
Merokok juga meningkatkan asam lambung, sehingga menunda
penyembuhan lambung dan merupakan penyebab utama terjadinya
kanker lambung. Tetapi, untuk dapat berhenti merokok tidaklah mudah,
terutama bagi perokok berat. Konsultasikan dengan dokter mengenai
metode yang dapat membantu untuk berhenti merokok.
Lakukan olah raga secara teratur. Aerobik dapat meningkatkan
kecepatan pernapasan dan jantung, juga dapat menstimulasi aktifitas
otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus
secara lebih cepat.
Kendalikan stress. Stress meningkatkan resiko serangan jantung dan
stroke, menurunkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memicu
terjadinya permasalahan kulit. Stress juga meningkatkan produksi asam
lambung dan melambatkan kecepatan pencernaan. Karena stress bagi
sebagian orang tidak dapat dihindari, maka kuncinya adalah
mengendalikannya secara effektif dengan cara diet yang bernutrisi,
istirahat yang cukup, olah raga teratur dan relaksasi yang cukup.
Ganti obat penghilang nyeri. Jika dimungkinkan, hindari penggunaan
AINS, obat-obat golongan ini akan menyebabkan terjadinya peradangan
dan akan membuat peradangan yang sudah ada menjadi lebih parah.
Ganti dengan penghilang nyeri yang mengandung acetaminophen.
Ikuti rekomendasi dokter
DAFTAR PUSTAKA

http://qforq.viviti.com/entries/general/gastritis
http://fifi-hasan.blog.friendster.com/2007/08/gastritis/