Anda di halaman 1dari 4

Reflective Paper: Sambel Layah

Ismah Zainunnisa Santika


(14/367700/EK/20097)

Sambel Layah merupakan bagian dari Sambel Layah Group yang bergerak di bidang
bisnis kuliner. Sambel Layah memiliki konsep warung makan sederhana yang menyajikan
makanan sehari-hari. Menu yang ditawarkan seputar olahan ayam, ikan, dan berbagai jenis
lauk lainnya. Sejak pertama kali berdiri di Purwokerto pada 4 April 2013, hingga kini Sambel
Layah sudah memiliki lebih dari 60 outlet yang tersebar di sekitar wilayah Jawa Tengah. Di
Yogyakarta sendiri, terdapat 7 outlet Sambel Layah. Selain itu, di Yogyakarta terdapat pula
salah satu lini bisnis baru Sambal Layah Group, yakni Jago Jowo. Jago Jowo ini merupakan
rumah makan yang menyasar kelas menengah keatas dengan menyajikan menu khas Jawa
dengan bahan-bahan premium. Lini bisnis lain dari Sambal Layah Group adalah Sambel
Gebyur yang berkonsep warung tenda pinggir jalan serta warung #wkwk yang berkonsep
kafe anak muda.
Pada 3 November 2017 lalu, Ibu Yunita, alumni Magister Manajemen FEB UGM,
yang merupakan Owner sekaligus Human Resource Director Sambel Layah berkesempatan
berbagi cerita bagaimana Sambel Layah dirintis dalam acara Pegadaian Goes to Campus
2017 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Sambel Layah dirintis
bersama dengan adik Beliau yang sudah memiliki background pengusaha kuliner yang sukses
dengan rumah makan yang merupakan bagian dari bisnis waralaba Bebek H.Slamet di
Purwokerto. Dengan background bisnis kuliner tersebut, Ibu Yunita dan adiknya
memutuskan untuk membuat bisnis kuliner tersendiri. Dalam pemilihan bisnis kuliner
tersebut, selain didorong faktor adanya pengalaman di bidang bisnis kuliner, prospek pasar
menjadi pertimbangan utama. Bisnis kuliner yang juga merupakan segmen penyumbang
produk domestik bruto (PDB) terbanyak dalam sektor industri kreatif ini dinilai selalu akan
memiliki pasar.
Dalam membangun bisnis kuliner Sambel Layah ini, Ibu Yunita menerapkan model
marketing 4Ps. Pertama, dalam pemilihan produk, Sambel Layah memilih produk makanan
sehari-hari dengan menawarkan berbagai macam sambel sesuai selera target market yang
memungkinkan pelanggan untuk mendatangi Sambel Layah sesering mungkin. Kemudian,
dipilihlah lokasi-lokasi strategis sebagai lokasi warung makan Sambel Layah. Strategi inilah
yang kemudian menjadi pembeda Sambel Layah dengan kompetitornya. Sambel Layah
menyasar segmen pasar menengah-kebawah yang berada di wilayah-wilayah suburban,
bukan di wilayah tengah perkotaan. Daerah yang dipilih sebagai lokasi Sambel Layah
diantaranya Giwangan, Kaliurang atas, Babarsari, Sidokarto, Gedong Kuning, Bantul, dan
Ngampilan. Posisi Sambel Layah dibandingkan dengan kompetitornya digambarkan dalam
Strategic Group Map berikut.

HIGH

Geographic Coverage
LOW HIGH

Sambel
Layah Aldan SS

LOW
Price

Kemudian, dalam penetapan harga, sesuai dengan segmen pasar yang dituju, yakni
menengah-kebawah, maka pricing yang ditentukan adalah low. Dalam strategi promosi, low
price menjadi andalan Sambel Layah sebagai bahan promosi. Saat grand opening Sambel
Layah di Yogyakarta, spanduk besar di berbagai jalan dipasang yang mempromosikan bahwa
Sambel Layah menyediakan paket nasi ayam dan es teh dengan gelas besar hanya seharga
8.500 rupiah. Pemilihan kalimat promosi yang emphasizing bahwa benar hanya dengan Rp
8.500 pelanggan dapat menikmati paket nasi ayam dan es teh tersebut tanpa syarat dilakukan
untuk menarik minat pelanggan karena dianggap bahwa rumah makan lain seringkali
memberikan promosi harga murah yang bersyarat. Oleh karena itu, penggunaan kalimat yang
menekankan low price Sambel Layah yang tanpa syarat dinilai akan menjadi faktor penarik
konsumen. Pemilihan warna logo brand Sambel Layah pun dilakukan dengan berbagai
pertimbangan sehingga menghasilkan logo yang menarik. Dikarenakan menariknya logo
Sambel Layah ini, Ibu Yunita menuturkan bahwa beliau sempat diundang oleh Institut Seni
Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk mengisi kuliah tamu terkait desain visual dalam branding
produk. Logo tersebut dikatakan memiliki warna-warna yang sangat sesuai untuk menggugah
selera makan pelanggan Sambel Layah.
Bisnis Sambel Layah saat ini tengah berada di kondisi yang stabil. Setelah melewati
periode pertumbuhan bisnisnya, Sambel Layah mulai menaikkan sedikit demi sedikit pricing
produknya. Paket nasi ayam dan es teh yang semula seharga Rp 8500, kini telah mencapai
harga Rp 11.000 per porsi. Seiring bisnis yang semakin stabil, strategi banting harga yang
dilakukan di masa promosi tidak lagi dipergunakan. Namun, di sisi lain Sambel Layah terus
meningkatkan kualitas untuk mempertahankan pelanggan. Sebelumnya, ayam dalam menu
Sambel Layah dipasok dari supllier rumah pemotongan ayam, kemudian didistribusikan ke
seluruh cabang Sambel Layah di Jawa Tengah dan Yogyakarta dan di masing-masing cabang
itulah ayam akan dibumbui dan dimasak untuk kemudian disajikan. Namun, dalam upaya
meningkatkan kualitas dan standardisasi produk, proses pemberian bumbu dan pemasakan
dilakukan sekaligus di rumah pemotongan ayam. Oleh karena itu, ayam yang didistibusikan
ke seluruh cabang Sambel Layah memiliki standar rasa yang sama dan meningkatkan
standardisasi produk di seluruh cabang Sambel Layah.
Selain itu, dalam kondisi stabil ini, Sambal Layah mengandalkan lini produk nasi box
untuk mempertahankan profit margin yang tinggi karena dalam sekali pesanan, jumlah nasi
box yang dipesan dapat mencapai angka ribuan. Sebagai insentif bagi karyawan Sambal
Layah dan untuk meningkatkan pendapatan dari lini produk nasi box, Sambel Layah
memberikan 10% dari nilai pesanan nasi box bagi karyawan yang berhasil menarik pelanggan
pemesan nasi box. Strategi sumber daya manusia Sambel Layah lain yang digunakan adalah
dengan menyediakan makan gratis dengan menu beragam dan enak. Makan gratis ini
diberikan untuk menjaga agar karyawan tidak memakan sendiri produk-produk yang dijual
kepada pelanggan.
Penerapan strategi marketing 4Ps yang dilakukan Ibu Yunita dalam membangun
bisnis Sambel Layah telah berhasil membawa Sambel Layah sebagai pemain dalam sektor
kuliner. Pemilihan strategi pricing yang low dan lokasi di daerah suburban merupakan poin
penting yang mendorong suksesnya cabang Sambel Layah di Yogyakarta. Upaya Sambel
Layah untuk mendorong penjualan produk nasi box pun merupakan langkah yang cerdik
dibandingkan kompetitornya yang tidak berfokus pada produk nasi box. Hal ini kemudian
mampu memberikan Sambel Layah kesempatan untuk generate profit yang tinggi dan
menjadi cash cow bagi Sambel Layah Group.
Sumber

Jurnal Post, t.thn. Rahasia di balik kesuksesan rumah makan Sambal Layah. [Online]
Available at: http://www.jurnalpost.com/rahasia-di-balik-kesuksesan-rumah-makan-
sambal-layah/3769/
[Diakses 26 November 2017].
Sambel Layah, t.thn. Alamat Sambel Layah Area Yogyakarta. [Online]
Available at: https://pesansambellayah.blogspot.com/2017/06/alamat-sambel-layah-
area-Yogyakarta.html
[Diakses 26 November 2017].