Anda di halaman 1dari 4

RANGKUMAN MATA KULIAH

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Disusun Oleh :
Husnul Khatimah Hapid A31115004
Indah Mutiarasari US A31115029
Megawati A31115303
Dinah Diyanah Burhan A31115506

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2017/2018
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) adalah serangkaian prosedur
manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan,
pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan
Pemrintah Pusat.

Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat diatur dalam Peraturan Menteri


Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Peraturan Menteri
Keuangan tersebut berlaku untuk suluruh unit organisasi pada Pemrerintah Pusat
dan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan
Dekonsentrasi atau Tugas Pembantuan yang dananya bersumber dari APBN serta
pelaksanaan Anggaran Pembiayaan dan Perihitungan. Tetapi Peraturan Menteri
Keuangan tersebut tidak berlaku untuk:

a. Pemerintah Daerah uang sumber dananya berasal dariAPBD


b. Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah yang terditi
dari:

DASAR HUKUM SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT


a. Penyelenggaraan sistem akuntansi pemerintah pusat berbasis
double entry memiliki dasar hukum sebagai berikut:
b. 1. Keputusan Presiden RI No. 17 Tahun 2000, khususnya Bab VI
tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran.
c. 2. Keputusan Menteri Keuangan No. 476/KMK.O1/1991 tanggal
24 Mei 1991 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah.
d. 3. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1135/KMK.O1/1992
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Akuntansi Keuangan
Negara (BAKUN)
e. 4. Surat Menteri Keuangan RI No. S-984/KMK.018/1992 perihal
Pengesahan Daftar Perkiraan Sistem Akuntansi Pemerintah
TUJUAN SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT

Tujuan SAPP adalah untuk menyediakan informasi keuangan yang diper-


lukan dalam hal perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan,
pengendalian anggaran, perumusan kebijaksanaan, pengambil keputusan dan
penilaian kinerja pernerintah dan sebagai upaya untuk mempercepat penyajian
Perhitungan Anggaran Negara (PAN), serta memudahkan pemeriksaan oleh
aparat pengawasan fungsional secara efektif clan efisien.

Di samping itu, SAPP juga dirancang untuk mendukung transparansi La-


poran Keuangan Pemerintah dan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah dalam
mencapai pemerintahan yang baik, yang meliputi Akuntabilitas, Manajerial dan
Transparansi. Akuntabilitas yang dimaksud adalah meningkatkan kualitas
akuntabilitas (pertanggungjawaban) pemerintah atas pelaksanaan anggaran.
Dalam hal manajerial adalah menyediakan informasi keuangan yang diperlukan
untuk perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pengendalian
anggaran, perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan dan penilaian
kinerja pemerintah. Sedangkan menyangkut transparansi adalah memberikan
keterbukaan pelaksanaan kegiatan pemerintah kepada rakyat untuk mewujudkan
pemerintahan yang baik.

KERANGKA UMUM SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat disampaikan kepada DPR sebagai


pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN. Sebelum disampaikan kepada DPR,
laporan keuangan pemerintah pusat tersebut diaudit terlebih dahulu oleh pihak
BPK. Laporan keuangan pemerintah pusat terdiri dari:

a. Laporan Realisasi Anggaran

Konsolidasi Laporan Realisasi Anggaran dari seluruh Kementerian


Negara/Lembaga yang telah direkonsiliasi. Laporan ini menyajikan
informasi realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan
pembiayaan, sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran yang masing-masing
diperbandingkan dengan anggaran dalam satu periode.
b. Neraca Pemerintah
Neraca Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi Neraca SAI dan
Neraca SAKUN (Sistem Akuntansi Kas Umum Negara). Laporan in
menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah pusat berkaitan
dengan aset, utang dan ekuitas dana pada tanggal/tahun anggaran
tertentu.
c. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi Laporan
Arus Kas dari seluruh Kanwil Ditjen PBN. Laporan ini menyajikan
informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang
diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non
keuangan, pembiayaan dan non anggaran.

d. Catatan atas Laporan Keuangan


Merupakan penjelasan atau perincian atau analisis atas nilai suatu
pos yang tersaji di dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca
Pemerintah dan Laporan Arus Kas dalam rangka pengungkapan yang
memadai.