Anda di halaman 1dari 13

PERHITUNGAN PERENCANAAN

Kriteria Perencanaan :

Berikut ini nilai dari tiap parameter yang dijadikan sebagai desain kriteria dalam perhitungan bak aerasi
dari berbagai literatur. Kriteria desain bak aerasi lumpur aktif berdasarkan literatur dapat dilihat pada
Tabel 1.1.

Tabel 1.1 Desain Kriteria Bak Aerasi Lumpur Aktif

Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber


Umur Sel Lumpur c 5,0 - 15,0 Hari Qasim, 1985.
volumetric loading VL 0,8 2,0 kg BOD/m3.hari Qasim, 1985.
Rasio makanan terhadap
kg.BOD/kg.MLVSS.hari
mikroorganisme F/M 0,2 - 0,6 Qasim, 1985.
MLVSS X 3000 - 6000 mg/l Qasim, 1985.
Koefesien resirkulasi (R) R 0,25 - 1 - Qasim, 1985.
Waktu Detensi Td 3,0 - 5,0 Jam Tchobanoglous 2004
Koefesien pertumbuhan Y 0,4 0,8 mgVSS/mg BOD Tchobanoglous, 2004
Koefesien Kerusakan sel Kd 0,3 0,6 mgVSS/mg bsCOD Tchobanoglous, 2004
Kedalaman Tangki Aerasi h tangki 3,0 - 5,0 m Qasim, 1985
Freeboard H 0,3 0,6 m Qasim, 1985
Konsentrasi O2 XO2 1,5 - 2 mg/L Tchobanoglous, 2004
Volume udara Vu 1,5 - 4,5 - Tchobanoglous, 2004
Effisiensi penyisihan BOD BOD 85-95 % Tchobanoglous, 2004
Effisiensi penyisihan SS SS 85-95 % Qasim, 1985

Data Perencanaan :

Berikut adalah data perencanaan air buangan lumpur aktif sebagai berikut:

Tabel 1.2 Data Perencanaan

Parameter Satuan Data


L/detik 550
Q rata-rata pengolahan m3/detik 0,55
m3/hari 47520
BOD in (So) mg/L = Data awal x 60%
= 163 mg/L x 60% = 97,8
BOD out (Se) mg/L 30
TSS in mg/L = TSS awal x % belum
tersisihkan
= TSS awal x 40%
= 160 mg/L x 40% = 64
TSS out mg/L 30 mg/L
Parameter Satuan Data
Koefisien
VSS/BOD 0,5
pertumbuhan sel (Y)
Koefisien kerusakan
/hari 0,05
sel (Kd)
c hari 8
MLVSS (Xc) mg/L 3300
Sludge Return (Xr) mg/L SS 10000
kg/m3
Berat jenis udara () 1,2
(STP)
Jumlah bak buah 5 (4 beroperasi, 1 standby)
Kedalaman bak m 4

1. Volume Reaktor
c . Q x . Y (SoSe)
Vr = Xc (1+Kd c)

Dimana :
Vr = volume reaktor (m3)
c = umur lumpur (hari)
Q = debit air limbah influent (m3/detik)
So = konsentrasi BOD5 dalam influent, mg/l (g/m3)
S = konsentrasi BOD5 dalam effluent, mg/l (g/m3)
Kd = koefisien kerusakan sel
x = konsentrasi MLVSS (mg/L)

c . Q x . Y (SoSe)
Vr =
Xc (1+Kd c)

8 hari x 47520 m3 /hari x 0,5 x (97,830)mg/lt


Vr = = 2789,49 m3
3300 mg/lt (1+0,05 hari1 x 8 hari)

a. Menghitung masing masing volume reaktor


Direncanakan jumlah bak aerasi : 4 unit beroperasi dan standby 1 unit, maka volume
tiap bak :
Vr
Volume tiap bak = jumlah bak

2789,49 m3
Volume tiap bak = = 697,37 m3
4
b. Menghitung luas permukaan bak
Direncanakan kedalaman bak = 4 m, sehingga luas permukaan bak adalah :
Vr tiap bak
As = h
697,37 m3
As = = 174,34 m2
4m

Direncanakan P : L = 3 : 2, maka P = 3/2 L


As = panjang x lebar
As = (3/2 x lebar) x lebar
As = 3/2 x lebar2
As x 2 0,5
- Menghitung Lebar = ( )
3
174,34 m2 x 2 0,5
Lebar = ( ) = 10,78 m 11 m
3

- Menghitung Panjang = (2 x lebar)


3
Panjang = 2 x 10,78 m = 16,17 m 17 m

c. Volume reaktor
Panjang x lebar x kedalaman = (17 x 11 x 4) m = 748 m

2. Lumpur yang harus dibuang setiap hari (Yobs)


Y
Yobs =
1+(Kd c)
0,5 mgVSS/mgBOD
Yobs = = 0,36 mg VSS/mg BOD
1+(0,05 x 8 hari)

a. Menghitung pertambahan massa MLVSS (Px)


Px = Q . Yobs (So Se)
m3 mg
Px = 47520 x 0,36 x (97,8 30)
hari L
m3 mg 1000 lt 1 kg
Px = 1159868,16 x x = 1159,87 kg/hari
hari lt 1 m3 1000000 mg

b. Menghitung pertambahan massa MLSS (Pxss)


Asumsi VSS = 80% SS
Px
PXSS =
0,8
1159,87 kg/hari
PXSS = = 1449,84 kg/hari
0,8
c. Menghitung jumlah lumpur yang harus dibuang
Lumpur dibuang = PXSS SS terbuang di effluent
Lumpur dibuang = PXSS (TSS out x Q)
kg mg m3 1000 lt 1 kg
Lumpur dibuang = 1449,84 hari (30 x 47520 hari x x 1000000 mg)
lt 1 m3

= 24,24 /

3. Laju Pembuangan Sludge


Asumsi Q = Qe (kehilangan air dari sludge dewatering dari penguapan diabaikan)
dan VSS effluent = 80% SS
Xe = 80% x TSS Out
= 80% x 30 mg/L
= 24 mg/L

Vr.X
c = Qw.X+ Qe.Xe

c (Qw.X + Qe.Xe) = Vr.X


(Vr.X)(c .Qe.Xe)
Qw = c .X
mg m3 mg
(2789,49 m3 x 3300 )(8 hari x 47520 x 24 )
L hari L
Qw = mg
8 hari x 3300
L

Qw = 3,09 m3/hari

4. Rasio Resirkulasi
a. Menghitung debit resirkulasi
Xc (Q+Qres) = 0,8 Xres Qres
Xc Q
Qres =
0,8 XresXc

3300 mg/lt x 0,55 m3 /dt


Qres = 0,8 x 10000 mg/L 3300 mg/L = 0,39 m3/detik

b. Menghitung rasio resirkulasi


Qres
R= Q

0,39 m3 /detik
R = 0,55 m3/detik = 0,71
Nilai rasio resirkulasi diperoleh sebesar 0,71 dan nilai tersebut memenuhi kriteria desain
yaitu 0,25-1. Sehingga nilai yang di peroleh dapat dijadikan dalam suatu perencanan.

5. Waktu Retensi Hidrolis bagi Reaktor


Vr
= Q

2789,49 m3 1 jam
= 0,55 m3 /detik = 5071,79 detik x 3600 detik = 1,41 jam

Umur lumpur yang diperoleh adalah 1,41 jam memenuhi kriteria desain dimana kriteria
desain unuk lumpur aktif adalah 5,0 - 15,0 hari.

6. Kebutuhan Oksigen Berdasarkan BodL


Asumsi : BOD5 = 0,68 BODL

a. Menghitung Massa BODL yag digunakan


Q (SoSe)
BODL = 0,68
0,55 m3 /detik (97,8 30)mg/L
BODL = 0,68
m3 mg 1000 L 1 kg 86400 detik
BODL = 54,84 x x x = 4738,02 kg/hari
detik L 1 m3 1000000 mg 1 hari

b. Menghitung oksigen
Q (SoSe)
Kebutuhan oksigen = 1,42 Px
0,68
Kebutuhan oksigen = 4738,02 kg/hari (1,42 x 1159,87 kg/hari) = 3091,09 kg
O2/hari

Maka kebutuhan oksigen yang didapat berdasarkan BODL adalah 3091,09 kg O2/hari

7. Rasio F/M Dan Volumetric Loading Factor


a. Menghitung rasio F/M
(Q+Qres)(SoSe)
F/M = Xc Vr
m3 86400
(0,55 + 0,39) (97,8 30)mg/L
detik 1 hari
F/M = = 0,59 /hari
3300 mg/L x 2789,49 m3
b. Menghitung volumetric loading factor
So Q
VL = x 10-3
Vr
97,8 mg/L x 47520 m3 /hari mg m3 1
VL = = 1666,06
2789,49 m3 L hari m3
mg 1000 L 1 kg
VL = 1666,06 L hari x = 1,67 kg BOD5/m3.hari
1 m3 1000000 mg

Nilai rasio F/M diperoleh sebesar 0,60 /hari dan volumetric loading factor adalah 1,67 kg
BOD5/m3.hari. Kedua nilai tersebut memenuhi kriteria desain yaitu untuk rasio F/M adalah
0,2 - 0,6 kg.BOD/kg.MLVSS.hari dan kriteria desain volumetric loading factor adalah 0,8
- 2,0 kg BOD5/m3.hari.

8. Kebutuhan Desain Udara


Perhitungan kebutuhan udara, efisiensi transfer oksigen bagi peralatan aerasi yang akan
digunakan diasumsikan 8%. Safety factor sebesar 2 digunakan untuk menghitung volume
desain sebenarnya untuk menghitung blower :
a. Menghitung kebutuhan udara teoritis
Asumsi : udara yang mengandung 23,2% berat O2
Keb O2
Keb. udara teoritis = udara x 0,232
3091,09 kg/hari
Keb. udara teoritis = 1,2 kg/m3 x 0,232 = 11103,05 m3/hari

b. Menghitung kebutuhan udara sebenarnya pada efisiensi transfer 8%


Keb udara teoritis
Keb udara sebenarnya = 0,08

11103,05 m3 /hari
Keb udara sebenarnya = = 138788,12 m3/hari
0,08

m3 1 hari
= 138788,12 hari x 1440 menit = 96,38 m3/menit

c. Kebutuhan desain udara


Asumsi safety factor = 2
Kebutuhan desain udara = safety factor x kebutuhan udara sebenarnya
Kebutuhan desain udara = 2 x 96,38 m3/menit = 192,76 m3/menit
Maka di peroleh kebutuhan desain udara adalah 192,76 m3/menit
9. Periksa Volume Kebutuhan Udara Dengan Menggunakan Nilai Sebenarnya
a. Menghitung kebutuhan udara per unit volume
Keb udara sebenarya
Keb udara/unit volume = Q

138788,12 m3 /hari
Keb udara/unit volume = = 2,92 m3/m3
47520 m3 /hari

b. Menghitung udara per kilogram BOD yang disisihkan


Keb udara sebenarnya
Keb udara per kg BOD = (SoSe)Q

Keb udara per kg BOD =

138788,12 m3 /hari
= (97,8 30)mg/L x 47520 m3 /hari = 0,04308 L/mg

L m3 1000000 mg
= 0,04308 mg x 1000 L x = 43,08 m3/kg BOD5 yang disisihkan
1 kg

10. Perhitungan Sistem Surface Aerator


Tabel 5-33 buku Metcalf & Eddy untuk dimensi tipikal tangki aerasi yang digunakan
untuk mechanical surface aerator.

Tabel 1.3 Typical Aeration Tank Dimensions For Mechanical Surface Aerators
Tank Dimensions
Aeration Size U.S Customary SI Units
Hp kW Depth, ft Width, ft Depth, m Width, m
10 7,5 10 12 30 40 3 3,5 9 12
20 15 12 14 35 50 3,5 4 10 15
30 22,5 13 15 40 60 4 4,5 12 18
40 30 12 17 45 65 3,5 5 14 20
50 37,5 15 18 45 75 4,5 5,5 14 23
75 55 15 20 50 85 4,5 6 15 26
100 75 15 20 60 90 4,5 6 18 27
Sumber : Tchobanoglous & Burton, 2004

Direncananakan 5 buah tangki (4 beroperasi 1 standby), masing-masing dengan dimensi :


Kedalaman tangki = 4 cm 13,12 ft
Panjang tangki aerator = 17 m 56 ft
Lebar tangki aerator = 11 m 36 ft
Berdasarkan tabel 1.3 Typical Aeration Tank Dimensions For Mechanical Surface
Aerators menurut Tchobanoglous dan Burton (2004) untuk dimensi lebar 11 m dan
kedalaman tangki 4 m maka perencanaan ini menggunakan aerator dengan daya 20 Hp.
Daerah kerja aerator = 10 m x 10 m = 100 m2 maka :
- Luas tangki aerator = P x L
= 17 m x 11 m = 187 m2

- Masing-masing bak yang dibutuhkan =
187 2
= = 1,87 2 buah
100 2

- Total aerator untuk 5 bak = 2 buah x 5 bak = 10 buah

Jadi aerator yang dibutuhkan dalam perencanaan ini pada masing-masing tangki aerasi
yang dibutuhkan adalah 2 buah aerator dan jumlah total aerator yang dibutuhkan untuk 5
unit tangki adalah 10 buah aerator dengan daya 20 Hp.

11. Konstruksi Inlet


Konstruksi inlet terdiri dari saluran segi empat sepanjang lebar tangki aerasi. Aliran inflow
memasuki saluran pada bagian tengah dengan menggunakan pipa cast iron. Dalam saluran
terdapat orifice untuk mendistribusikan aliran influen sepanjang lebar bak aerasi.
- Qinf = Q= 47.520 m3/hari
- Qres = R x Qinf = 0, 71 x 47.520 m3/hari = 33.739,2 m3/hari
- Qtot = Qinf + Qres = (47.520 + 33.739,2) m3/hari = 81.259,2 m3/hari
3 1
81.259,2
- (dengan satu bak dikuras) = 86400
= 0,23 m3/hari
4

Diketahui :
- Lebar saluran inlet = 60 cm
- Panjang saluran = Lebar bak = 11 m x 5 bak = 55 m
- Tinggi muka air dalam saluran = 1 m
1 2
- Banyaknya orifice = 20 buah, dengan dimensi 23 cm x 23 cm = 529 cm2 x 10.000 2

= 0,0529 m2
3 1
81.259,2
- Debit tiap orifice = 86400
= 0,047 m3/detik
20
- CD = 0,6
2

- Kehilangan tekanan H = [ ]
2

3
2
0,047
H = [
] = 0,11 m
0,6 0,0529 2 2 9,81

Maka diperoleh nilai kehilangan tekanan yaitu sebesar 0,11 m

12. Konstruksi Outlet


Konstruksi outlet menggunakan rectangular weir, dengan panjang weir sama dengan lebar
bak, yaitu 11 m. Lebar saluran outlet = 2 m.

Dari perhitungan yang telah dilakukan, maka bak activated sludge dapat didesain dengan 5 bak
aerator (4 beroperasi dan 1 standby), dimana setelah melakukan hasil perhitungan diperoleh
dimensi bak yang akan direncanakan sebagai berikut :
Tabel 1.4 Rekapitulasi Perhitungan Unit Activated Sludge
No Parameter Satuan Nilai
1 Volume Reaktor m3 2789,49
2 Jumlah Bak buah 4 unit
beroperasi dan
standby 1 unit
3 Volume Tiap Bak Reaktor m3 697,37
4 Luas Permukaan Bak m2 174,34
5 Lebar Bak Aerator m 11
6 Panjang Bak Aerator m 17
7 Lumpur yang harus dibuang mg VSS/mg BOD 0,36
setiap hari (Yobs)
8 Pertambahan massa MLVSS (Px) kg/hari 1159,87
9 Pertambahan massa MLSS kg/hari 1449,84
(PXSS)
10 Lumpur yang dibuang kg/hari 24,24
11 Debit Pembuangan Sludge (Qw) m3/hari 3,09
12 Debit resirkulasi (Qres) m3/detik 0,39
13 Rasio Resirkulasi (R) - 0,71
14 Umur lumpur () jam 1,41
15 Massa BODL yag digunakan kg/hari 4738,02
16 Kebutuhan Oksigen Berdasarkan kg O2/hari 3091,09
BodL
17 Rasio F/M kg BOD/kgVSS.hari 0,59
18 Volumetric Loading Factor (VL) kg BOD5/m3.hari 1,67
19 Kebutuhan udara teoritis m3/hari 11103,05
3
20 Kebutuhan udara sebenarnya m /menit 96,38
No Parameter Satuan Nilai
21 Kebutuhan desain udara m3/menit 192,76
22 Kebutuhan udara per unit m3/m3 2,92
volume
23 Kebutuhan udara per kilogram m3/kg BOD5 yang 43,08
BOD disisihkan
24 Ukuran Aerator Hp 20
25 Jumlah Aerator buah 10 buah aerator
untuk 5 bak
aerasi dan 2
buah aerator per
bak
26 Q total m3/hari 81.259,2
27 Lebar saluran inlet cm 60
28 Lebar saluran inlet m 55
29 Tinggi muka air dalam saluran m 1
30 Banyak Orifice buah 20
31 Ukuran Orifice cm 23 x 23
32 Debit tiap Orifice m3/detik 0,047
33 Kehilangan Tekanan (H) m 0,11
32 Lebar Saluran Outlet m 2
Sumber : Hasil Perhitungan, 2017

Tabel 1.5 Kriteria Desain Bak Pengendap II


Parameter Besaran Satuan Sumber
Overflow rate 16 40 Tchobanoglous, 2004
m3/m2.hari
8 16
Solid loading 0,5 5 kg/m2.jam Tchobanoglous, 2004
Weir loading 125 500 m3/m2.hari Tchobanoglous, 2004
Kedalaman bak 3,5 5 m Qasim, 1985
Diameter bak 3 60 m Tchobanoglous, 2004
Slope dasar bak 1/16 1/6 - Tchobanoglous, 2004
Waktu detensi (Td) 26 Jam Tchobanoglous, 2004

Data Perencanaan :

Berikut adalah data perencanaan air buangan lumpur aktif sebagai berikut:

Tabel 1.6 Desain Kriteria Bak Aerasi Lumpur Aktif

Parameter Satuan Data


L/detik 550
Q rata-rata m3/detik 0,55
m3/hari 47520
m3/jam 1980
Qw produksi lumpur m3/hari 3,09
TSS in mg/L = TSS awal x % belum
tersisihkan
Parameter Satuan Data
= TSS awal x 40%
= 160 mg/L x 40% = 64
Pengeruk lumpur tipe travelling flight
Banyak bak
buah 5 (4 beroperasi, 1 standby)
pengendap
Kedalaman m 3
Rasio resirskulasi (R) 0,71
V saluran effluen m/detik 0,8

Perhitungan :
1. Menghitung Q
47.520 3 /
- Q tiap bak = = 11.880 m3/hari
4
- Q in = (1+R)Qtiapbak-Qw
= ((1+0,71) x 11.880 m3/hari) 3,09 m3/hari
= 20.311,71 m3/hari
Diperoleh Qin atau debit yang masuk ke dalam bak pengendap II adalah 20.311,71 m3/hari

2. Luas bak pengendap, A, diameter bak pengendap, D, dan luas bak sebenarnya Aact
20.311,71 3 /
Aact = = 3 = 812,47 m2 634,74
25
2

4 4 812,47 2
D= = = 32,16 m 32,2 m 28,43 = 29

1
Aact = 4 x (32,2 m) 2 = 814,33 m2 660,52

3. Overflow rate, OR
20.311,71 3 /
OR = = = 24,94 m3/m2.hari 30,75
814,33 m2

4. Waktu detensi, td
24 24 814,33 m2 3
Td = = 3
= 2,9 jam 2,3
20.311,71

Waktu detensi yang direncanakan di bak pengendap II adalah 2,9 jam

5. Bilangan Reynold, Nre


m3
24,94 .hari 3
m2
Nre = = 1062 86400
= 865,97 1067,71


Bilangan Reynold yang direncanakan dalam bak pengendap II sesuai dengan kriteria
desain dimana alirannya harus laminer dengan bilangan < 2000.

6. Kontrol overflow bak pengendap bila satu bak tidak beroperasi


47.520 3 /
Q = 1 = = 11.880 m3/hari
4
3 3
11.880 3 /
4 4
= = = 10,94 m3/m2.hari 13,49
814,33 2
7. Kontrol Solid Loading
3 103
20.311,71 64 3 6
10
Solid Loading = = = 1,60 kg/m2 1,92
814,33 2
1
= 1,60 kg/m2 x 24 = 0,07 kg/m2 jam
Solid loading yang direncanakan pada bak pengendap II yang diperoleh adalah 0,07
kg/m2 jam sedangkan kriteria desain untuk solid loading yaitu 0,5 5 kg/m2 jam. Artinya
nilai yang diperoleh tidak memenuih kriteria desain.

8. Kedalaman akhir bak pengendap


Kedalaman akhir bak pengendap = kedalaman zona sedimentasi (Z0) + freeboard
= 3 m + (20% x 3 m) = 3,6 m
32,2 m
t = 2 x tan 10 = 2 x tan 10 = 2,8 m

9. Debit resirkulasi
Qres = R x Qin = 0,71 x 20.311,71 m3/hari = 14.421,31 m3/hari

10. Banyaknya lumpur yang harus dialirkan ke pengolahan lumpur oleh masing-masing bak
pengendap
QR = Qres + Qw
= 14.421,31 m3/hari + 3,09 m3/hari = 14.424,4 m3/hari

11. Banyaknya lumpur yang harus dialirkan ke tangki stabilisasi sebagai sludge return, QRtotal
QRtotal = (Jumlah bak yang dirancang) x QR
= 4 buah x 14.424,4 m3/hari = 57.697,6 m3/hari

12. Inlet
Inlet berupa pipa 16 inch yang menyalurkan pengolahan dari bak aerasi ke tengah bak
pengendap II.

13. Outlet
Digunakan sistem pelimpah
Qpelimpah = Qin Qres Qw
= 20.311,71 m3/hari 14.421,31 m3/hari 3,09 m3/hari
= 5.887,31 m3/hari
Direncanakan jarak antar pelimpah l = 12 cm
- Jumlah pelimpah, n
n = keliling lingkaran/l = /0,12 = ( x 32,2) /0,12 m = 842,99 843 buah
- Debit tiap pelimpah
Qpelimpah
= = m3/hari

- Tinggi air diatas pelimpah, h
2
Qpelimpah 5
h= ( 1,4 ) = m = cm

14. Saluran pembawa effluent


- Q rata-rata tiap bak = Q/jumlah bak = 47.520 m3/hari / (4) = 11.880 m3/hari
- Luas penampang basah saluran, A
Qrata2tiapbak
A= = m2

- Kedalaman air pada effluent launder, d
A
d==m
- Jari-jari hidrolis, P
A
R = 2+1 = m
- Slope, S (n = kekasaran manning = 0,013)
2
S = ( )
2/3