Anda di halaman 1dari 1

Farmakokinetik

Parasetamol diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. Konsentrasi


tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu setengah jam dan masa paruh plasma antara 1-3
jam (Katzung, B.G, 2004). Pada parasetamol, kadar serum puncak dicapai dalam 30-60
menit. Waktu paruh kira-kira 2 jam. Obat ini tersebar ke seluruh cairan tubuh. Pengikatan
obat ini pada protein plasma beragam, hanya 20%-50% yang mungkin terikat pada
konsentrasi yang ditemukan selama intoksikasi akut ( Darsono , I. 2002).
Setelah dosis terapeutik, 90%-100% obat ini ditemukan dalam urin selama hari
pertama, terutama setelah konjugasi hepatik dengan asam glukoronat (sekitar 60%), asam
sulfat (sekitar 35%), atau sistein (sekitar 3%), sejumlah kecil metabolit hasil hidroksilasi dan
deaseilasi juga telah terdeteksi. Sebagian kecil parasetamol mengalami proses N-hidroksilasi
yang diperantarai sitokrom P450 yang membentuk N-asetil-p-benzokuinoneimin, yang
merupakan suatu senyawa antara yang sangat reaktif dan berpotensi menjadi metabolit
berbahaya Pada dosis normal bereaksi dengan gugus sulfhidril dari glutation menjadi
substansi nontoksik. Namun, setelah ingesti parasetamol dosis besar, metabolit ini terbentuk
dalam jumlah yang cukup untuk menghilangkan glutation hepatic (Katzung, B.G, 2004).

Efek Samping
Parasetamol sendiri memiliki efek samping yaitu (Tjay, T.H, 2002) :
1. Reaksi alergi terhadap parasetanol jarang terjadi. Manifestasinya berupa eritem atau
urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa.
2. Pengunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati
3. Anemia hemolitik, terutama pada pemakaian kronik. Anemia hemolitik dapat terjadi
berdasarkan mekanisme autoimmune, defisiensi enzim G6PD dan adanya metabolit
yang abnormal..
4. Penggunaan semua jenis analgesik dosis besar secara menahun terutama dalam
kombinasi dapat menyebabkan nefropati analgetik

SUMBER :
Tjay, T.H. 2002. Obat-obat Penting . Edisi ke-5. Cetakan Pertama. Jakarta : PT Elex Media
Komputindo
Darsono, I., 2002. Diagnosis dan Terapi Intoksikasi Salisilat dan Parasetamol. Available
From: http://cls.maranatha.edu. (Accessed: 19 November 2017)
Katzung, B.G. 2004. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba Medika