Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO

NAMA/NPM : AHMAD SYARIF FAHLEVI (145310887)

LOKAL/KELOMPOK :G/8

SEMESTER :7

MATA KULIAH : ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO

PERTANYAAN

1. Kontribusi apakah yang diberikan model index tunggal untuk mengatasi perhitungan
yang kompleks dalam penggunaan model Markowitz ? Bertanya (Leonardo) Menjawab
(Akil Fuzfa)

2. Jelaskan pentingnya konsep koefisien korelasi dan kovarian dalam diversifikasi


portofolio? Bertanya (Rica Hardianti) Menjawab (Barusmanjaya)

3. Sebutkan sumber-sumber resiko yang anda ketahui dan pengaruh masing-masing resiko
terhadap return invetasi? Bertanya (Ricky) Menjawab (Fazlur Rahman)

4. Jelaskan bagaimana cara mengukur resiko portofolio dan berikan contoh? Bertanya
(Monica Pandiangan) Menjawab (Ahmad Syarif Fahlevi)

5. Apakah ada rumus yang lebih simple dari rumus pada contoh 8.9 ? Bertanya (Debora
Sinaga) Menjawab (Alfajri Ismet)

JAWABAN

1. Kontribusi yang diberika model indeks tunggal untuk mengatasi perhitungan yang
kompleks dalam penggunaan model Markowitz:
Penyederhanaan dalam model indeks tunggal bisa menyederhanakan perhitungan
risiko portofolio markowitz yang sangat kompleks menjadi perhitungan sederhana ke
dalam dua komponen yaitu, risiko pasar dan risiko keunikan perusahaan. Bahkan, varian
(1993) menyatakan bahwa model indeks mmodel tunggal sharpe mampu mengurangi
dimensi permasalahan portofolio secara dramatis dan membuat perhitungan portofolio
menjadi sangat sederhana.
Penggunaan model indeks tunggal memerlukan penaksiran beta dari saham-saham
yang akan dimasukkan ke dalam porfolio, dalam menentukan beta, kita dapat
menggunakan sebuah judgement, di samping itu kita bisa menggunakan beta historis
untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang
akan datang.

2. Pentingnya konsep koefisien korelasi dan kovarian di dalam diversifikasi portofolio:

- Pentingnya konsep koefisien korelasi di dalam diversifikasi portofolio yaitu


menjelaskan sejauh mana return dari suatu sekuritas terkait satu dengan yang lainnya.

- Sedangkan kovarian dalam diversifikasi yaitu dapat menunjukkan hubungan antara


arah pergerakan dari nilai-nilai return dari masing-masing sekuritas. Jika kovarian
bergerak ke arah positif maka dua variabel tersebut akan bergerak ke arah yang sama,
sebaliknya jika kovarian bergerak ke arah negatif maka kedua variabel tersebut akan
bergerak ke arah yang berlawanan.

3. Sumber-sumber risiko dan pengaruh masing-masing risiko tersebut terhadap return


investasi yaitu:
- Risiko Investasi merupakan kemungkinan perbedaan anta return actual yang diterima
dengan return harapan.
Sumber risiko dan pengaruhnya terhadap return investasi sbb:
o Risiko suku bunga merupakan risiko yang timbul akibat perubahan tingkat
bunga yang berlaku di pasar. Biasanya risiko ini berjalan berlawanan dengan
harga-harga instrument pasar modal. Artinya jika suku bunga naik maka
return investasi yang terkait dengan suku bunga juga akan naik.

o Risiko pasar merupakan risiko yang timbul akibat kondisi perekonomian


Negara yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian
lain.

o Risiko inflasi merupakan risiko yang mempengaruhi erat daya


beli, apabila tingkat inflasi naik maka akan mengurangi kekuatan daya beli
rupiah yang telah diinvestasikan.

o Risiko bisnis merupakan risiko yang timbul akibat menurunnya profitabilitas


perusahaan emiten.

o Risiko financial risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk


menggunakan utang dalam pembiayaan modalnya. Semakin besar proporsi
utang yang digunakan perusahaan, semakin besar risiko financial yang
dihadapi perusahaan.
o Risiko likuiditas risiko ini berkaitan dengan kemampuan saham yang
bersangkutan untuk dapat segera diperjualbelikan tanpa mengalami kerugian
yang berarti.

o Risiko nilai tukar mata uang merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh
perubahan nilai tukar mata uang domestic (misalnya rupiah) terhadap mata
uang Negara lain (misalnya dolar Amerika Serikat).

o Risiko Negara Risiko ini juga disebut risiko politik, karena sangat berkaitan
dengan kondisi perpolitikan suatu Negara. Bagi perusahaan yang beroperasi di
luar negeri, stabilitas politik dan ekonomi Negara bersangkutan sangat penting
diperhatikan untuk menghindari risiko Negara yang terlalu tinggi.

4. Cara mengukur risiko portfolio:


Cara nya yaitu dengan menggunakan deviasi standar yang merupakan kuadrat dari
deviasi standar. Risiko portofolio juga dapat diukur dengan besarnya deviasi standar
atau varian dari nilai-nilai return sekuritas-sekuritas tunggal yang ada di dalamnya.

Dengan demikian, varian return portofolio yang merupakan risiko portofolio


dapat dituliskan sebagai berikut:

Var(Rp) = p2 = E[Rp - E(Rp)]2

Substitusikan return portofolio dan return portofolio ekspektasian ke dalam


persamaan di atas, sehingga menjadi:

p2 = a2 . Var(Ra) + b2 . Var(Rp)
Var(Rp) = + 2ab . Cov(Ra,Rb)
Contoh nya yaitu:
1. Saham A
P Ra-E(Ra) {Ra-E(Ra)}2 P x {Ra-E(Ra)}2
(1) (2) (3) (1) x (3)

0,2 -0,104 0,010816 0,0021632


0,3 -0,004 0,000016 0,0000048
0,4 0,036 0,001296 0,0005184
0,1 0,076 0,005776 0,0005776
Varian A 0,0032640
Standar Deviasi 0,05713
Saham A

2. Saham B

P Rb-E(Rb) {Rb-E(Rb)}2 P x {Rb-E(Rb)}2


(1) (2) (3) (1) x (3)

0,2 0,123 0,015129 0,0030258


0,3 0,013 0,000169 0,0000507
0,4 -0,027 0,000729 0,0002916
0,1 -0,177 0,031329 0,0031329
Varian B 0,0065010
Standar Deviasi Saham 0,08063
B

5. Menurut saya, tidak ada lagi rumus yang lebih simple dari rumus pada contoh 8.9
dikarenakan rumus tersebut sudah sangat sederhana dalam menghitung lebih dari 1
aktiva. Akan tetapi, kita harus sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan rumus
tersebut.