Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN MALARIA

No. Dokumen : 157.81/SOP/7.2.1.3/III /2017


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 7 Maret 2017
Halaman : 1/2

PUSKESMAS Ns.Lidia Ira Wati, S.Kep

MANGGOPOH Nip.198511222011012006

Pengertian Malaria adalah suatu infeksi penyakit akut maupun kronik yang disebakan
oleh parasit Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan
ditemukannya bentuk aseksual dalam darah dengan gejala demam,
menggigil, anemia dan pembesaran limpha
Tujuan Sebagai acuan bagi petugas Program Malariadi dalam penatalaksaan kasus
malaria di Puskesmas Manggopoh.
Kebijakan SK Kepala Puskesmas Manggopoh Nomor : /SK/ / /2017 Tentang
Jenis-jenis Pelayanan.
Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013
Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria
Alat dan Bahan 1. Buku catatan
2. Pena
Prosedur 1. Menayakan keluhan pasien seperti demam yang hilang timbul, pada saat
demam hilang disertai dengan menggigil, berkeringat, dapat disertai
dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian, nafsu makan
menurun,sakit perut, mual muntah, dan diare.
2. Tanyakan faktor resiko nya yaitu :
a. Riwayat menderita malaria sebelumnya
b. Tinggal di daerah yang endemis malaria
c. Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemic malaria
d. Riwayat mendapat transfusi darah
3. Melakukan pemeriksaan fisik :
a. Ukur BB, TD, suhu badan.
b. Adanya tanda patognomonis :
1) Pada periode demam :
Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu tubuh
meningkat dapat sampai di atas 40C dan kulit kering
Pasien dapat juga terlihat pucat
Nadi teraba cepat
Pernafasan cepat (takipnue)
PENANGANAN MALARIA
PUSKESMAS No. Dokumen : 157.81/SOP/7.2.1.3/III/2017
Ns.Lidia Ira Wati, S.Kep
MANGGOPOH No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 7 Maret 2017
Nip.19851122201101 2006

Halaman : 2/2
2) Pada periode dingin dan berkeringat:
Kulit teraba dingin dan berkeringat
Nadi teraba cepat dan lemah
Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan
kesadaran
c. Kepala : konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis,dan pada
malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk (rujuk)
d. Toraks : terlihat pernapasan cepat
e. Abdomen : teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga
ditemukan asites
f. Ginjal : bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman, oligouri
atau anuria (rujuk)
g. Ekstremitas : akral teraba dingin merupakan tanda tanda syok
(stabilkan dan rujuk)
4. Menegakan diagnosis : diagnosis ditegakan berdasarkan anamnesa (trias
malaria panas-menggigil-berkeringat) pemeriksaan fisik, dan ditemukan
parasit plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah
tebal/tipis.
5. Edukasi keluarga dan pasien bahwa kasus malaria berat, prognosisnya
kurang baik. Pencegahan malaria dilakukan dengan menghindari gigitan
nyamuk dengan kelambu, menghindari aktivitas di luar rumah pada
malam hari, mengobati pasien hingga sembuh dengan pengawasan minum
obat.

Diagram Alir -

Unit Terkait Loket


Poli Umum
Laboratorium
Apotek
Rekaman No Isi Perubahan Tanggal Mulai
Historis Diberlakukan
Perubahan