Anda di halaman 1dari 6

Tugas ICT & Cyber Communication

Dosen : Taufiqurrahman,S.IP., M.A.

Disusun Oleh :

Mitariza Migunani 20140530088

Kelas B

Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

2015
Analisis Mengenai Implikasi Sosial Perkembangan
Teknologi Komunikasi dan Informasi

(Game Online)

Solopos.com, JAKARTA Kisah inspiratif kali ini datang dari gadis asal Indonesia yang
bekerja sebagai gamer atau pemain game yang digaji Rp137 juta per tiga bulan. Ia bekerja
sebagai gamer sejak 2008 lalu.

Dikutip dari Detik, Sabtu (15/8/2015), Kisah inspirarif Monica Carolina yang bekerja sebagai
pemain game itu berawal tahun 2008 lalu. Bermain game dengan genre first person shooter
(FPS) adalah hobinya sejak kecil. Saat duduk di bangku SMA, dia mulai rajin mengikuti
berbagai turnamen game dan berhasil meraih juara kedua dalam game Call of Duty 4.

Prestasi itu membuatnya ketagihan untuk berkompetisi melawan para gamer lainnya yang
mayoritas adalah pria. Selama lima tahun berturut-turut mengikuti kompetisi, gadis yang
lebih dikenal dengan nama Nixia ini beserta empat orang timnya yang tergabung dalam NXA
Ladies yang semuanya perempuan berhasil memenangi berbagai kejuaraan.
Pada tahun 2011, ia mendirikan situs bernama Nixia Gamer yang berisi tentang review
peralatan yang digunakannya untuk bermain game dan pengalamannya mengikuti turnamen-
turnamen game. Satu tahun menjalankan website tersebut, mulai banyak brand peralatan
game yang memberikannya sponsor.

Kita dikasih peralatan game seperti laptop, keyboard, dan headset yang nilainya di atas
US$20.000 atau Rp27 juta untuk satu orang. Setiap tiga bulan sekali kita juga mendapat gaji,
kisarannya US$10.000 atau Rp137 juta, ujar Monica.

Menurut Monica, tantangan terbesarnya menjadi gamer wanita adalah ia harus bisa mengejar
skill para gamer pria agar performanya sebanding. Terlebih lagi mengingat persentase gamer
wanita di Indonesia hanya 10% dibandingkan pria.

Makanya saya dan tim harus banyak latihan dan mengasah kemampuan. Biasanya kita
latihan satu pekan tiga kali, minimal tiga sampai lima jam per hari,

Namun, tak selamanya bermain game berjalan dengan mulus. Sebagai wanita, tak jarang ia
memiliki suasana hati yang berubah-ubah. Menurutnya hal ini adalah salah satu kendala
baginya. Namun, ia harus menghadapinya dengan sikap yang profesional dan tetap fokus
latihan demi mempersiapkan turnamen.

Di akhir perbincangan, Monica menilai kebanyakan pemain game memiliki sifat yang sangat
ambisius dan berjiwa kompetitif. Hal inilah menjadi acuan baginya untuk tetap semangat
menjadi seorang gamer wanita profesional meski menjadi kaum minoritas di bidang yang
ditekuninya.

Selain Monica, ada kisah inspiratif gamer pria dari Amerika Serikat yang menjadi kaya
karena game online Gamer muda yang bernama Sumail itu mendapatkan lebih dari US$1
juta atau Rp13,7 miliar.

Dikutip dari Liputan6, Jumat, Tim Evil Geniuses yang berasal dari Amerika Serikat
menyabet gelar juara umum dan membawa pulang uang senilai US$6,6 juta atau Rp91,7
miliar, setelah mengalahkan CDEC dari Tiongkok dalam pertandingan final yang sengit, 8
Agustus 2015 lalu.
Salah satu bintang dari Evil Geniuses adalah anak muda berusia 16 tahun bernama Sumail.
Berkat pencapaiannya, lelaki berdarah Pakistan ini menjadi gamer termuda yang
mendapatkan US$1 juta atau Rp13,7 miliar di kejuaraan eSports.

Kemenangan timnya di kompetisi tersebut membuatnya menerima uang US$1,6 juta atau
sekitar Rp22,6 miliar. Sumail pindah ke Illinois, Amerika Serikat, 2014 lalu untuk meniti
karier di dunia game profesional.

Sebelumnya, Februari 2015 lalu, ia merupakan bagian dari tim Evil Geniuses yang
memenangi Kompetisi Dota 2 Asia di Tiongkok, dengan mengantongi uang senilai US$1,2
juta atau sekitar Rp16,6 miliar.

http://www.solopos.com/2015/08/16/kisah-inspiratif-monica-carolina-gamer-cantik-yang-
digaji-rp137-juta-633386

Berdasarkan berita di atas tidak hanya sisi negatif saja yang bisa kita ambil dari game online
bahwasannya game online juga memiliki implikasi sosial.

Analisis saya adalah game online tidak melulu tentang hal-hal negative tetapi bisa menjadi
pandangan lain yaitu memiliki hal yang baik juga, salah satu hal yang baik adalah akibat
seringnya bermain game online anak dapat meningkatkan fokus dalam hal apapun, ini di
buktikan dengan bermain game itu di butuhkan konsentrasi penuh dan strategi yang baik.
Kompleksitas games memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kognitif
seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Video game telah berkembang ke titik
di mana penggunanya harus mengambil kendali dan berpikir sendiri. Bahkan banyak
permainan yang mendorong untuk menjadi sabar dan kreativ dalam memecahkan sebuah
teka-teki sebelum mereka dapat maju ke tahap berikutnya.

Selain dapat meningkatkan fokus game online dapat di jadikan kerjaan sampingan. Kenapa
bisa seperti itu, karena game online mampu mengeluarkan penghasilan dengan cara menjual
senjata yang telah di dapatkan dengan cara bermain game, lalu bisa menjual tokoh dalam
suatu game. Dari sini seorang gamers bisa mempunyai penghasilan sendiri walau tidak
seberapa.
Percaya atau tidak game online mampu menjadi lapangan pekerjaan bagi si pemilik tempat
game online, peminat gamers setiap tahun selalu meningkat maka dari itu semakin banyak
juga tempat game online apa lagi sasarannya adalah mahasiswa atau pelajar yang kadang
jenuh dengan kegiatan sehari-hari.

LPMP Provinsi Jawa Tengan juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan baik ini untuk anak
didiknya, sisi positive dari game ini akan di ambil untuk edukasi.
Penjelasan terkain game edukasi yaitu pemerintahan menetapkan sistem belajar dengan
mudah dan menyenagkan karna apabila kita senang maka pelajaran yang di berikan oleh guru
akan mudah masuk ke otak anak-anak apabila anak-anak merasa bosan jenuh dan bahkan
tidak suka pada suatu mata pelajaran dia akan mengabaikan pelajaran tersebut dan
meninggalkan.

Pemerintahan Jawa Tengah sudah menerapkan Game Edukasi pada matakuliah matematika
yang menurut mereka matakuliah yang membosankan dan membuat jenuh karna matakuliah
ini memang paling di takuti para anak-anak jaman sekarang. Program ini di berikan nama
Pengembangan Game Edukasi Untuk Media Bantu Pembelajaran Drill and Practice Sebagai
Persiapan Siswa.

Game edukasi ini akan membuat siswa SMA yang mengalami kesulitan dalam belajar
matematika akan mudah mempelajarinya dari fun menjadi havefun. Karna dari tahun ketahun
pelajaran matematika menjadi pelajaran yang paling tidak di gemari, solusi ini sangat baik
untuk anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar sisi positive dari game telah di
manfaatkan oleh Pemerintah Jawa Tengah. Mereka berharap selain matakuiah matematika
juga seharusnya di buatkan Game Edukasi juga agar mempermudah juga bagi siswa yang
sulit dalam mata pelajaran yang lain.

Sumber dari http://www.lpmpjateng.go.id/web/index.php/arsip/karya-tulis-ilmiah/795-


pengembangan-game-edukasi-untuk-media-bantu-pembelajaran-drill-and-practice-sebagai-
persiapan-siswa

Tidak lepas juga dari sisi negative dari game orang tua juga harus mengawasi pemakaian
game yang terlalu berlebihan akan menimbulkan efek yang negatif bagi anak-anak yang
kurang kontol dari orangtua. Sisi buruk juga harus di perhatikan karna game bukan jadi
patokan kebaikan dalam segala hal. Pintar dalam menyeleksi game yang baik untuk anak.