Anda di halaman 1dari 6

KETENTUAN POLITIK HUKUM

DALAM UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Soetanto Soepiadhy

Abstract

•i

Studying the content material in "The Comparison ofthe Amendment ofRepublic of Indonesia's 1945

Constitution and theProposalof Constitution Commission", there is included thearticle supplement inthe

proposal of Constitution Commission; they are: articles 24D, 24E, 24F, and 24G. It indicates that the

Constitution shouldbe made morecompletely andperfectly. Particularly, theprovision of article 24Fis an

article abouttheLegalPolitics explaining that thestatearranges anddevelopsthenationallegalsystemby maintaining and respecting the variability oflegalvalues andlegalsources living within thesociety.

The legalpolitics (rechtpolitiek) according toPadmo Wahjono inhisbookentitled Indonesia Negara

Berdasarkan atas Hukum, is: 1)fundamentalpolicy; 2) lawdirection, form, and content; and 3) thatwill be

formed.

The national legalsystem consistofa number ofelements orcomponents, some of them currently

exists and functions, but some other still need to be created.

Theamendment of 1945 Constitution (Firstly 1999, Secondly2000, Thirdly2001, and Fourthly2002)

does notregulate about thelegalpolitics. The proposal ofConstitution Commission, that is toinclude the

provision ofarticle 24Finto the constitution, because oflegalpolitics vacuum within 1945 Constitution.

Keywords: legalpolitics.

A.

Pendahuluan

Lebih kurang lima tahun yang lalu, Ketua

Komisi Konstitusi, Sri Soemantri Martosoewignjo,

telah menyampaikan Hasil Kajian terhadap Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah

diselesaikan oleh Komisi Konstitusi. Hasil kajian -

sebagai tugas sesuai dengan amanat yang

diberikan oleh MPR—tersebut diserahkan secara

resmi kepada Badan Pekerja Majelis Permusya-

waratan Rakyat (MPR) pada tanggal 6 Mei 2004,

dalam Rapat Pleno Badan Pekerja MPR.

Pengkajian terhadap perubahan Undang- Undang Dasar Negara RepublikIndonesia 1945 di

atas, berdasarkan Ketetapan MPR Nomor l/MPR/

2002 tentang Pembentukan Komisi Konstitusi; dan

Keputusan MPR Nomor 4/MPR/2003 tentang

Susunan,

Kedudukan,

Kewenangan,

dan

Keanggotaan Komisi Konstitusi.

Tugas Komisi Konstitusi, yakni melakukan

pengkajiansecara komprehensiftentang perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945 (selanjutnya disingkat UUD 1945).

MenurutKeputusan MPRdi atas, dalam melakukan

tugas, Komisi Konstitusi hams berpedoman pada

Pembukaan UUD 1945. Komisi Konstitusi bekerja

dengan tetap berpegang kepada dasar dan arah

Pembukaan UUD 1945, tanpa bermaksud

mengkeramatkannya, dan menjadi kesepakatan

untuk tidak diubah. Dalam tulisan iniyang menjadi

permasalahan,

apakah Undang-Undang Dasar

100 YustisiaEdisi Nomor 78 Sept-Desember2009

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur tentang ketentuan politik hukum?

B. Sejarah dan Perubahan UUD 1945 Sejarah pembentukan UUD 1945 memang

didesain oleh para pendirinegara (Badan Penyelidik

Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/

BPUPKI,Panitia Persiapan Kemerdekaan Indone-

sia/PPKI) sebagai UUD yang "bersifat sementara",

karena dibuat dan ditetapkan dalam suasana

ketergesa-gesaan. Soekarno selaku Ketua PPKI

pada tanggal 18 Agustus 1945 menegaskan sifat

kesementaraan UUD 1945 sebagai berikut:

bahwa Undang-Undang Dasar yang kitabuat

sekarang ini, adalah Undang-Undang Dasar

sementara. Kalau boleh saya memakai

perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar

kilat. Nanti kalau kita telah bernegara di dalam

suasana yang lebihtenteram, kitatentu akan mengumpulkan kembali Majelis

Permusyawaratan Rakyat yang dapat

membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempuma. Tuan-tuan tentu

mengerti, bahwa ini adalah sekedar Undang-

Undang Dasar sementara, Undang-Undang

Dasar kilat, bahwa barangkali boleh dikatakan

pula, inilah revolutiegrondwet Nanti kita

membuat Undang-Undang Dasar yang lebih

sempuma dan lengkap. (Sekretariat Negara

RepublikIndonesia, 1998:186).

Ketentuan Politik Hukum dalam Undang-