Anda di halaman 1dari 4

A.

Analisis Wacana
1. Definisi Analisis Wacana
2. Konsep Utama Analisis Wacana
3. Analisis Wacana Teun A. Van Dijk

Analisis wacana Van Dijk meliat penelitian analisis wacana tidak cukup hanya didasarkan
pada analisis atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik produksi. Di sini perlu
dilihat pula bagaimana suatu teks diproduksi, sehingga dapat diketahui bagaimana teks bisa
seperti itu. model analisis wacana van Dijk ini adalah model yang sering dipakai dalam
penelitian karena model van Dijk bisa dikatakan yang paling lengkap karena mengelaborasi
elemen-elemen wacana sehingga dapat digunakan secara praktis. Model van Dijk ini sering
disebut sebagai kognisi sosial.1

Dalam buku Aims of Critical Discourse Analysis, Van Dijk memberi pengertian mengenai
analisis wacana yakni;

Critical Discourse analysis has become the general label for a study of text and talk,
emerging from critical linguistics, critical semiotics, and in general from socio-politically
conscious and oppositional way of investigating language, discourse, and communication. As
in the case many fields, approaches, and subdisciplines in language and discourse studies,
however, it is not easy precisely delimit the special principles, practices, aims, theories or
methods of CDA.2
Analisis model van Dijk melihat bagaimana struktur sosial, dominasi, dan kelompok
kekuasaan yang ada dalam masyarakat dan bagaimana kognisi atau pikiran dan kesadaran yang
membentuk dan berpengaruh terhadap teks tertentu. Wacana oleh van Dijk digambarkan
mempunyai tiga dimensi atau bangunan:teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Inti dari model
ini adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana ke dalam satu kesatuan analisis.

A. Teks

Van Dijk melihat suatu teks terdiri atas beberapa struktur atau tingkatan yang masing-masing
bagian saling mendukung. Ia membaginya ke dalam tiga tingkatan. Pertama, struktur makro. Ini
merupakan makna global atau umum dari suatu tes yang dapat diamati dengan melihat topik atau
tema yang dikedepankan dalam suatu berita. Kedua, superstruktur. Ini merupakan struktur wcana
yang berhubungan dengan kerangka suatu teks, bagaimana bagian-bagian teks tersusun ke dalam
berita secara utuh. Ketiga, struktur mikro. Adalah makna wacana yang dapat diamati dari bagian
kecil dari suatu teks yakni kata, kalimat, preposisi, anak kalimat, parafrase, dan gambar.

1
Eriyanto, Analisis Wacana; Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta: LkiS, 2001), h. 221.
2
Teun Van Dijk, Aims of Critical Discourse Analysis, (Japan Discourse, 1965) Vol. 1, h. 17
Tabel. Struktur Analisis van Dijk

Struktur Makro
Makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik atau tema yang diangkat oleh suatu
teks.
Superstruktur
Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan, isi, penutup, dan kesimpulan.
Struktur Mikro
Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan kata, kalimat, dan gaya yang
dipakai oleh suatu teks.

Struktur atau elemen wacana yang dikemukakan Van Dijk dapat digambarkan sebagai berikut.3

Tabel. Elemen Analisis Wacana Van Dijk

Struktur Wacana Hal yang Diamati Elemen


Stuktur Makro Tematik (apa yang dikatakan) Topik
Superstruktur Skematik (bagaimana Skema
pendapat disusun dan
dirangkai)
Struktur Mikro Sintaksis (bagaimana pendapat Bentuk kalimat, koherensi,
disampaikan) kata ganti
Struktur Mikro Stilistik (pilihan kata apa yang Leksikon
dipakai)
Struktur Mikro Retoris (bagaimana dan Grafis, metafora, ekspresi.
dengan cara apa penekanan
dilakukan)

1. Tematik
2. Skematik
3. Semantik (Latar, Detil, Maksud, Pra Anggapan)
4. Sintaksis (Keherensi, Bentuk Kalimat, Kata Ganti)
5. Stilistik (Leksikon)
6. Retoris (Grafis, Metafora)

B. Kognisi Sosial
C. Analisis Sosial

Menurut Van Dijk, dalam analisis mengenai masyarakat ini, ada dua poin yang penting:
kekuasaan (power), dan akses (acces).

3
Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Waana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing,
(Bandung: Remaja Rosda Karya, cet. Keempat April 2006), h. 10.
1. Praktek Kekuasaan
2. Akses Memengaruhi Wacana
Van Dijk menyatakan bahwa wacana itu sebenarnya adalah bangun teoritis yang abstrak
(The abstract theoritical construct) dengan begitu wacana belum dapat dilihat sebagai
perwujudan fisik bahasa. Adapun perwujudan wacana adalah teks.4

4
Abdul Rani, Analisis Wacana Sebuah Kajian (Malang: Bayu Media, 2004), h. 4.