Anda di halaman 1dari 10

TUGAS AKHIR

MERANCANG JARINGAN SMALL OFFICE


MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi

mata kuliah

JaringanKomputer

Oleh:

Dicky Lazuardi

10508121

SI- 09

JURUSAN SISTEM INFORMATIKA

FAKULTAS TEKHNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

2014
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada saat ini teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan bagi hampir setiap individu

manusia. Setiap individu sangat membutuhkan informasi dalam waktu singkat karena pada zaman

sekarang ini waktu sangatlah berharga. Dengan adanya teknologi informasi, pengiriman informasi

dapat dilakukan dengan cepat dan efisien tanpa tergantung dengan jarak dan waktu. Sehingga dapat

membantu pekerjaan-pekerjaan manusia di berbagai bidang yang sangat membutuhkan informasi

dengan cepat. Salah satunya teknologi jaringan komputer. Jaringan komputer membuat satu komputer

dapat berbagi informasi dengan komputer lain baik secara jaringan kabel maupun nirkabel.

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media

pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program

ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah

berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan

alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun

skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

- Fitur Packet Tracer

Packet Tracer terbaru yaituCisko Packet Tracer versi6.0.1. Dalam versi ini dapat

mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, and EIGRP, sampai tingkat

yang dibutuhkan pada kurikulumCCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini

bertujuan untuk kelas CCNA. Taget Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real,

namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat

aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan
untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 5.3, beberapa fitur ditambahkan,

termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk

kurikulum CCNP.

- Digunakan di pendidikan

Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco

Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini

digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.

BAB 3

PERANCANGAN

A. ALAT DAN BAHAN

1. PC atau Laptop untuk mengoperasikan Cisco Packet Tracer.

2. Aplikasi Cisco Packet Tracerr untuk mensimulasikan jaringan.

3. Router dapat menggunakan Mikrotik RB1100 (1 buah) seharga Rp 4.261.000,spesifikasi.

4. Switch menggunakan Cisco catalyst 2950 seharga $995 , (2 buah).

5. Access Point menggunakan Router Board Mikrotik 951 seharga Rp 385.000 (1 buah).

6. Laptop Asus A43E-VX325D (8 buah) seharga Rp 4.600.000, spesifikasi.

7. PC HP Pavilion P2-1150L (11 buah) seharga Rp 5.350.000.

8. IP printer EPSON TM-T81 (3 buah) seharga Rp 2.280.300.

9. Koneksi internet Speedy 1Mbps (2 buah) Rp 645.000/bulan.


10. Server IBM System x3100M4-62A (1 buah) Rp 10.857.000.

11. Kabel UTP cat5e (2 roll) Rp 1.060.000.

- GAMBAR DAN DENAH RUANGAN


- MENDESAIN & MERANCANG JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN

CISCO PACKET TRACER DARI ARSITEKTUR JARINGAN HINGGA

KONFIGURASINYA

Sehingga saat melakukan instalasi dan konfigurasi perangkat di lapangan, sudahdapat

memilikigambaran dan panduan, untuk memudahkan dan mempercepat proses instalasi.


B. PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER SMAAL OFFICE

1. Langkahawalmembuatdesainjaringan

2. Klikpada Router0 danmasuk tab CLI. Set konfigurasi-nya

Lantai 2 menggunakan network 20.20.20.0/27 danterhubungmelalui interface fast ethernet 0/1

Lantai 1 menggunakan network 10.10.10.0/27 danterhubungmelalui interface fast ethernet 0/0


linevty 0 4 = diset agar router dapatditelnet, 0 4 menunjukanberapamaksimal telnet yang
dapatdilakukansecarabersamaan.
enable secret cisco = apabilakitaakanmasukke enable, akandiminta password. Dan password yang
telahdisetadalah cisco
no shut = digunakanuntukmenghidupkan interface tersebut.

3. Set IP pada End Device (PC dan Printer) berada dalam satu network yang sama, dan
gateway menggunakan IP pada interface router yang terhubung.

4. Apabila jumlah host banyak, tentunya cukup merepotkan untuk mengeset IP satu persatu

pada end device. Untuk itu kita bisa menconfig router agar berperan sebagai DHCP sever.

Sebagai contoh kita akan mengkonfigurasi interface yang berada di lantai2


5. Masuk ke IP configuration end device dan pilih DHCP. Tunggu beberapa saat dan PC akan

mendapatkan IP dari router.

6. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada Access Point, kondisikan AP untuk mendapat IP

DHCP pada router.

Set IP address AP yang satu jaringan dengan network yang berada di lantai 2. Matikan fungsi DHCP

server pada AP, karena end device yang terhubung ke AP telah mendapat DHCP dari router yang

telah dikonfigurasi sebelumnya. Lalu klik save setting. Seperti gambar dibawah ini
7. Setting end device wireless agar bisa terkoneksi ke AP

- Pilih laptop, laluganti module menjadi wireless card. Agar modulbisadigantimatikan power

laptop terlebihdahulu.

- Klik tab Desktop, danpilih PC Wireless laluklik connect. Akan muncul SSID dari AP laluklik

connect. Bilatelahterjadikoneksimakaakanmunculketerangan Adapter is Active


8. Untuk memastikan apakah semua jaringan terkoneksi,

lakukan tes ping dari Laptop ke printer / PC yang berada dalam network yang sama dan network

berbeda.

Dan selesai.