Anda di halaman 1dari 5

Ketahui Penyebab Keringat Dingin yang Anda Alami

Keringat Dingin merupakan suatu kondisi yang tidak normal yang ditandai dengan keluarnya keringat
terkadang berlebihan dan tubuh malah terasa kedinginan, karena tidak normal maka harus dicari apa
penyebab keringat dingin itu, jangan-janga merupakan penyakit yang berbahaya sehingga anda harus
segera mencari bantuan medis.

Secara normal tubuh akan mengeluarkan keringat ketika suhu lingkungan terasa panas, sumpek, di
bawah terik matahari, atau setelah berolahraga (latihan) dan pada saat itu juga badan terasa gerah,
keluarnya keringat itu berfungsi menjaga kulit agar tidak kering dan menjaga kelembabannya.

Keringat dingin biasanya muncul malam hari (keringat malam) yang tiba-tiba keluar terkadang
berlebihan yang tidak disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas ataupun aktifitas fisik (olahraga atau
latihan) sehingga tubuh terasa kedinginan termasuk keringat pada telapak tangan, ketiak, dan kaki.
Istilah medis keringat dingin adalah diaforesis. Keringat dingin merupakan respon tubuh terhadap stres,
yang disebut fight or flight response.

Penyebab Keringat Dingin

Penyebab tersering keringat dingin adalah stres, kecemasan, atau kepanikan mental dan emosional,
tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan gangguan pada tubuh. Keringat dingin mungkin
merupakan gejala dari kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera dievaluasi dalam kondisi
darurat, seperti serangan jantung atau reaksi alergi yang parah.

Penyebab Keringat Dingin: Gangguan Jantung dan Pembuluh darah

Perubahan fungsi jantung dan tekanan darah yang dapat menyebabkan keluar keringat dingin meliputi:

Serangan jantung atau angina pektoris (nyeri dada)


Perdarahan internal

Kadar oksigen darah yang rendah

Hipoglikemia (gula darah rendah), terutama bila disebabkan oleh reaksi insulin

Hipotensi (tekanan darah rendah)

Syok septik (infeksi sistemik) dan bentuk-bentuk syok lainnya.

Penyebab Keringat Dingin: Kondisi atau penyakit lainnya.

Kondisi umum dan gangguan emosional yang dapat menyebabkan keringat dingin antara lain:

Anafilaksis (reaksi alergi parah yang mengancam nyawa)

Demam

Heat exhaustion

Hiperhidrosis (keringat berlebih)

Infeksi dan penyakit menular, seperti pneumonia, tuberkulosis, peritonitis (infeksi selaput yang
mengelilingi perut), dan pielonefritis (infeksi ginjal)

Batu ginjal

Menopause

Nyeri berat

Stres, kecemasan dan gangguan kecemasan, seperti serangan panik

Toxic shock syndrome

Muntah

Gejala lain yang menyertai

Keringat dingin seringkali disertai dengan gejala lain yang bermacam-macam tergantung pada penyakit
atau kondisi yang mendasarinya.

Gejala yang menyertai keringat dingin antara lain:


Kecemasan atau stres

Rasa nyeri atau sakit

Panas dingin

Pusing

Mual dan muntah

Kulit pucat

Kelemahan (lemas)

Diagnosis Keringat Dingin

Untuk mendiagnosis penyebab keringat dingin, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala-
gejala apa saja yang anda alami. Antara lain:

Sudah berapa lama mengalami keringat dingin?

Apakah saat ini Anda mengalami stres atau kecemasan tentang sesuatu dalam hidup Anda, seperti
relasi, pekerjaan atau keuangan?

Apakah Anda sedang sakit?

Apakah Anda baru saja digigit oleh serangga, atau baru saja makan jenis makanan atau minuman yang
sebelumnya belum pernah?

Apakah Anda mengalami demam atau gejala lain dari infeksi?

Apa gejala lain yang mungkin Anda alami?

Kapan Harus Ke Dokter?

Keringat dingin diantaranya dikaitkan dengan kondisi serius atau mengancam nyawa, seperti angina,
TBC, atau serangan jantung. Oleh karena itu mengatasi keringat dingin yang tepat itu dengan cara
menghubungi dokter sesegera mungkin untuk identifikasi penyebab kemudian dilakukan pemilihan
terapi yang sesuai.
Pada beberapa kasus, keringat dingin menunjukkan kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus
segera dievaluasi dalam kondisi darurat. Oleh karena itu segera bawa ke IGD, jika seseorang memiliki
gejala-gejala yang mengancam jiwa berikut ini, dengan atau tanpa keringat dingin:

Perubahan kewaspadaan atau tingkat kesadaran, seperti pingsan atau tidak berespon

Perubahan status mental atau perubahan perilaku tiba-tiba, seperti kebingungan, delirium, lesu,
halusinasi dan delusi

Nyeri dada atau rasa sesak, dada terasa seperti ditekanan atau diremas, menjalar punggung atas,
rahang, bahu, atau lengan

Kesulitan bernapas, sesak napas.

Jantung berdebar (Palpitasi)

Warna kebiruan pada kulit, bibir atau kuku (sianosis)

Demam tinggi

Kejang

Nyeri hebat

Tenggorokan sesak atau pembengkakan wajah, lidah atau mulut

Perdarahan yang tidak terkontrol

Muntah darah, buang air besar berdarah

Setelah penyebab keringat dingin diketahui, berikutnya dilakukan rencana pengobatan secara khusus
untuk Anda, sehingga dapat membantu mengurangi komplikasi potensial yang mungkin saja terjadi,
antara lain:

Aritmia jantung dan serangan jantung

Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit

Shock, koma, dan kegagalan organ

Sepsis

Penyebaran infeksi
Jadi, jangan anggap remeh keringat dingin, karena diantara penyebabnya ada penyakit atau kondisi yang
dapat mengancam nyawa, oleh karena itu sikap responsif sangat berperan penting.