Anda di halaman 1dari 4

5.

1 Definisi Bilangan Kabur


Konsep bilangan kabur muncul dalam kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam
aplikasi teori kabur dalam bentuk besaran kurang lebih 10 orang, kira-kira 3 orang,
sekitar 5 km, dsb. Secara intuitif dapat diterima bahwa ungkapan kurang lebih 10 dapat
dinyatakan dengan suatu himpunan kabur pada semesta , di manabilangan 10 mempunyai
derajat keanggotaan sama dengan 1, bilangan 1, dan semakinjauh bilangan itu dari 10 derajat
keanggotaannya semakin mendekati 0.
Secara formal bilangan kabur didefinisikan sebagai himpunan kabur dalam semesta
himpunan kabur dalam semesta himpunan semua bilangan real yang memenuhi empat sifat
berikut:
1. Normal
2. Mempunyai pendukung yang terbatas
3. Semua potongan--nya adalah selang tertutup dalam
4. Konveks

Suatu bilangan kabur bersifat normal, sebab bilangan kabur kurang lebih seyogyanya
mempunyai fungsi keanggotaan yang nilainya sama dengan 1 untuk x = . Ketiga sifat
lainnya diperlukan untuk dapat mendefinisikan operasi-operasi aritmatik (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian) pada bilangan-bilangan kabur.

Bilangan kabur yang paling banyak dipakai dalam aplikasi adalah bilanagn kabur dengan
fungsi keanggotaan segitiga, yang disebut bilangan kabur segitiga, dan bilangan kabur
dengan fungsi keanggotaan trapesium, yang disebut bilangan kabur trapesium. Jelas bahwa
kedua jenis bilangan kabur tersebut memenuhi keempat sifat bilangan kabur seperti
didefinisikan di atas.

Contoh 5.1.1: bilangan kabur kurang lebih 6 dapat dinyatakan sebagai himpunan kabur 6
dengan fungsi keanggotaan segitiga sebagai berikut:

6
1

0 R
6
Gambar 5.1.1. Bilangan kabur 6
5.2 Operasi-operasi pada Bilangan Kabur
Seperti halnya pada bilangan tegas, pada bilangan kabur juga dapat didefinisikan operasi-
operasi aritmatik. Suatu operasi biner pada pada dasarnya adalah suatu pemetaan f :
. Misalnya operasi penjumlahan dua buah bilangan real x dan y yang menghasilkan
bilangan real z, dapat dinyatakan dengan f(x, y) = z atau biasa ditulis x + y = z. Kama pada
prinsip perluasan kita dapat mendefinisikan operasi biner untuk bilangan-bilangan kabur.
Misalkan dan adalah dua buah bilangan kabur dalam semesta . Maka terbentuk
himpunan kabur dalam semesta . Misalkan operasi penjumlahan tegas kita
nyatakan dengan pemetaan f : dengan dengan f(x, y) = z atau x + y = z. Dengan
prinsip perluasan kita definisikan penjumlahan dan , yaitu + , sebagai bilangan kabur
dalam semesta dengan fungsi keanggotaan

+ (z) = (,)
= +
(x, y)

= + =
min { (x), (y)}.

Demikian pula operasi pengurangan bilangan-bilangan kabur dan , yaitu , adalah


bilangan kabur dalam semesta dengan fungsi keanggotaan

(z) = (,)
= +
(x, y)

= =
min { (x), (y)}.

bila bilangan kabur negatif dari , yaitu -, kita definisikan sebagai 0-, maka fungsi
keanggotaannya adalah

(z) = 0 (x) = 0 =
min {1, (x)}
= (-z)
Bila b adalah suatu bilangan real tegas, maka + adalah bilangan kabur dengan fungsi
keanggotaan

+ (z) = + =
min { (x), 1}
= (z-b)
Dan adalah bilangan kabur dengan fungsi keanggotaan

(z) = + =
min { (x), 1}
= (z+b)
Perkalian bilangan kabur dan , yaitu . , adalah bilangan kabur dalam semesta
denganfungsi keanggotaan
. (z) =
=
min { (x), (y)}.

Dan pembagian bilangan kabur dan , yaitu / , adalah bilangan kabur dalam semesta
dengan fungsi keanggotaan

/ (z) = / =
min { (x), (y)}.

Bila a adalah suatu bilangan real tegas yang tidak sama dengan 0, maka . adalah bilangan
kabur dengan fungsi keanggotaan

. (z) = . =
min {1, (y)}

= (z/a)

Contoh 5.2.1: Diberikan himpunan-himpunan kabur 6 dan 2 sebagai berikut:


6 = 0.2/3 + 0.5/4 + 0.8/5 + 1.0/6 + 0.8/7 + 0.5/8 + 0.2/9
2 = 0.3/0 + 0.7/1 + 1.0/2 + 0.7/3 + 0.3/4
Maka:
6 + 2 = 0.2/3 + 0.3/4 + 0.5/5 + 0.7/6 + 0.8/7 + 1.0/8 + 0.8/9 + 0.7/10 + 0.5/11 + 0.3/12 +
0.2/13 = 8
6 2 = 0.2/-1 + 0.3/0 + 0.5/1 + 0.7/2 + 0.8/3 + 1.0/4 + 0.8/5 + 0.7/6 + 0.5/7 + 0.3/8 + 0.2/9
= 4
6 + 2 = 0.2/5 + 0.5/6 + 0.8/7 + 1.0/8 + 0.8/9 + 0.5/10 + 0.2/11
6 = 0.2/-9 + 0.5/-8 + 0.8/-7 + 1.0/-6 + 0.8/-5 + 0.5/-4 + 0.2/-3
6. 2 = 0.3/0 + 0.2/3 + 0.5/4 + 0.7/5 + 0.7/6 + 0.7/7 + 0.5/8 + 0.2/9 + 0.8/10 + 1.0/12 +
0.8/14 + 0.7/15 + 0.5/16 + 0.7/18 + 0.3/20 + 0.7/21 + 0.5/24 + 0.2/27 + 0.3/28 +
0.3/32 + 0.2/36
6 / 2 = 0.2/0.75 + 0.3/1 + 0.3/1.25 + 0.5/1.33 + 0.3/1.5 + 0.7/1.66 + 0.3/1.75 + 0.7/2 +
0.2/2.25 + 0.7/2.33 + 0.8/2.5 + 05/2.66 + 1.0/3 + 0.8/3.5 + 0.5/4 + 0.2/4.5 + 0.7/5 +
0.7/6 + 0.7/7 + 0.5/8 + 0.2/9
Bila dan adalah bilangan-bilangan kabur segitiga dengan fungsi keanggotaan
0 Untuk


(x) = Segitiga (x; c, d, e) = { Untuk

0 Untuk

0 Untuk
Untuk


(x) = Segitiga (x; c, d, e) = { Untuk

0 Untuk
Untuk
Maka untuk suatu [0,1], terdapat 1 dan 2 dengan 1 dan 2
sedemikian sehingga
(1 ) = (2 ) =
Yaitu
1 2
= =

Sehingga 1 = + ( ) dan 2 = + ( ). Misalkan = 1 + 2 , maka


+ = + + ( + ) + .
(+)
Jadi untuk + + , berlaku = (+)(+), sehingga

(+)
+ (x) = min { (1 ), (2 )}= = (+)(+)
1 +2 =

Dengan mengingat bahwa (x) dan (x) naik monoton untuk dan
berturut-turut. Demikian pula terdapat 3 dan 4 dengan 2 dan 4
sedemikian sehingga
(3 ) = (4 ) =
Yaitu
3 4
= =

Sehingga 4 = ( ) dan 4 = ( ). Misalkan = 3 + 4 , maka
+ = + + ( + ) +
(+)
Jadi untuk + + , berlaku = (+)(+), sehingga

(+)
+ (x) = min { (1 ), (2 )}= = (+)(+)
1 +2 =

Dengan mengingat bahwa (x) dan (x) naik monoton untuk dan
berturut-turut. Jelas bahwa + (x) = 0 untuk + atau + . Maka diperoleh
0 Untuk +
(+)
(+)(+) Untuk + +
+ (x) = (+)
Untuk + +
(+)(+)
{ 0 Untuk +
= Segitiga (x; c + f, d + g, e + h)