Anda di halaman 1dari 3

ni Ciri Khas Nyeri Dada karena Jantung

Kamis, 18 Juli 2013 | 14:23 WIB

1510

Shares

Shutterstock

Ilustrasi

Berita Terkait

Deteksi Risiko Penyakit Jantung Lewat Lingkar Perut Pentingnya Mewaspadai Garam Tersembunyi
Adakah Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung? Mempertahankan Otot Jantung, Mencegah
Kematian Dua Langkah Cegah Penyakit Jantung

KOMPAS.com Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri dada selama hidupnya. Bahkan dalam
setahun setidaknya Anda pernah sekali merasa nyeri dada. Kebanyakan,akan langsung menghubungkan
nyeri dada dengan sakit jantung, apalagi bila nyeri dadanya dirasakan di dada sebelah kiri.

Faktanya, nyeri dada akibat penyakit jantung lebih sedikit frekuensinya dibandingkan nyeri dada bukan
akibat penyakit jantung. Penelitian terkait penyebab nyeri dada pernah dilakukan di Swiss dengan
melibatkan 672 pasien. Pasien-pasien tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Namun setelah
menjalani pemeriksaan, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya sekitar 16 persen.
Penyebab paling banyak ialah masalah otot, yakni sekitar 50 persen.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan terhadap 135 pasien anak-anak berusia 4-17 tahun. Anak-anak
tersebut dibawa berobat karena mengeluhkan nyeri dada. Dari sekian banyak anak tersebut, nyeri dada
yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya ditemukan pada 1 pasien saja. Sisanya nyeri dada
diakibatkan tegang otot, psikis seperti rasa cemas, dan gangguan saluran cerna.

Namun bukan berarti kita tidak boleh anggap remeh nyeri dada. Nyeri dada yang ternyata diakibatkan
jantung dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai ciri-ciri nyeri dada yang
disebabkan jantung amat penting.
Ciri nyeri dada yang disebabkan jantung

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat
subyektif. jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung.
Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan
atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada
berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada
akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka
nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung
belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah
jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya,
Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung
akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak
nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda
berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami
rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu
saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk
penjalaran nyeri dari jantung.
Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang
diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit.
Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat
setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan
menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring
ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan.
Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri
bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru
atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat
seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas,
mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan
karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung.
Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat!

Semoga bermanfaat