Anda di halaman 1dari 17

BAB I

REVIEW JURNAL

I.1 LATAR BELAKANG


Begitu banyaknya kasus pelanggaran hak cipta yang terjadi di Indonesia,
tentunya merupakan suatu hal yang meresahkan para pencipta suatu karya. Suatu
bentuk kreativitas seseorang yang harusnya dihargai, justru dijadikan sebagai
kesempatan untuk mencari keuntungan bagi berbagai pihak yang tidak bertanggung
jawab. Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnik/suku bangsa dan
budaya serta kekayaan di bidang seni dan sastra dengan pengembangan-
pengembangannya yang memerlukan perlindungan hak cipta terhadap kekayaan
intelektual yang lahir dari keanekaragaman tersebut. perkembangan di bidang
perdagangan, industri, dan investasi telah sedemikian pesat sehingga memerlukan
peningkatan perlindungan bagi pencipta dan pemilik hak terkait dengan tetap
memperhatikan kepentingan masyarakat luas.
Di era globalisasi saat ini dengan berbagai teknologi yang sudah semakin maju,
setiap orang dapat memanfaatkan teknologi saat ini dengan mudah untuk melakukan
usaha guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi dengan kemajuan teknologi
saat dapat dengan mudah melakukan Pembajakan terhadap hasil karya orang lain dan
di jual untuk mendapatkan keuntungan dari hasil pembajakan hasil karya orang lain.
Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan bahwa pembajakan merupakan
pelanggaran hak cipta, dikatakan pelanggaran hak cipta karena telah melanggar hak
eksklusif dari pencipta atau pemegang hak cipta. Hak eksklusif adalah hak yang semata-
mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh
memanfaatkan seperti mengumumkan atau memperbanyak hak tersebut tanpa izin
pemegangnya. Dalam pengertian mengumumkan atau memperbanyak adalah
termasuk didalamnya kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, menjual, menyewa dan
mengomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun.
Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan
salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut
serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk
membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan
hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika
setelah ciptaan tersebut dibuat.

1
Atas pemikiran tersebut, maka penulis menyusun makalah Hak Cipta ini
dengan memberikan penjelasan mengenai berbagai hal yang menyangkut hak cipta
seperti pengaturan dan pengertian hak cipta, subyek dan obyek hak cipta serta
pendaftaran hak cipta.
I.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengaturan dan pengertian hak cipta?
2. Apa subyek dan obyek hak cipta?
3. Bagaimana cara pendaftara hak cipta?
I.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengaturan dan pengertian hak cipta.
2. Untuk mengetahui subyek dan obyek hak cipta.
3. Untuk mengetahui cara pendaftaran hak cipta.

2
BAB II

KASUS

Tren ojek online mengalami peningkatan beberapa tahun belakangan ini seiring
meningkatnya kebutuhan akan transportasi yang cepat di Jakarta. Kemudahan dan kecepatan
waktu pesan ojek via aplikasi serta kecepatan waktu tempuh (travel time) menjadi faktor kunci
banyaknya peminat ojek online. Selain itu, kepastian dan murahnya tarif menjadi daya tarik
yang mampu memikat ribuan masyarakat untuk beralih ke moda transportasi ini.

Dulu, Gojek belum menyediakan aplikasi untuk melayani pelanggan, masih terbatas
pada layanan via telepon maupun sms. Namun kini, melalui kecanggihan teknologi komunikasi
membuat gojek mencoba menghubungkan pelanggan dengan driver (tukang ojek) baik untuk
pengiriman barang maupun untuk jasa transportasi. Strategi diversifikasi ini cukup berhasil
dalam menarik minat pelanggan, dimana gojek menawarkan suatu layanan pengiriman barang
dan transportasi ojek untuk segmen pasar masyarakat jakarta yang membutuhkan kecepatan
(baik pengiriman dokumen maupun transportasi) ditengah kemacetan ibukota. Inovasi ini
cukup menarik mengingat sebelumnya, misalnya, pengiriman barang paling cepat adalah
layanan antar 1 hari untuk paket, sementara Gojek dapat memenuhinya dalam hitungan jam.
Begitu juga dengan transportasi, dimana biasanya pelanggan yang mencari ojek di pangkalan
terdekat, maka dengan Gojek pelanggan cukup menghubungi Gojek dan driver akan
menjemput di tempat pelanggan berada. Pengembangan demi pengembangan dilakukan hingga
saat ini Gojek telah memiliki mobile application yang dengan mudah dapat dioperasikan pada
handphone masyarakat. Layanan yang ditawarkan juga semakin beragam, dari transportasi
(ojek), pengiriman barang hingga pesan-antar makanan (Go-food). Penggunaan mobile
application untuk Gojek tentunya merubah model bisnis Gojek. Revenue stream Gojek tidak
lagi hanya berasal dari pelanggan, namun Gojek juga bisa mendapatkan revenue dari provider
data. Permintaan pun terus meningkat ditandai dengan jalanan Jakarta yang dibanjiri oleh
Armada Gojek.

Munculnya pesaing bagi Gojek tentunya akan memberikan pilihan lebih banyak kepada
pelanggan sehingga daya tawar pelanggan (bargaining power of consumer) meningkat. Perang
harga pun tak dapat lagi dihindari. Gojek dengan promo tarif Rp. 15.000 (kemudian turun
menjadi 10.000) dan Grab Bike dengan promo awal Rp. 5.000 (kemudian naik menjadi Rp.
10.000), serta Blu-Jek yang menawarkan layanan gratis (freemium) selama 30 hari pertama
operasi. Faktor kunci keberhasilan pun menjadi berubah seiring meningkatnya persaingan di

3
industri ini. Harga menjadi faktor kunci utama dalam memenangkan persaingan dan pelanggan
pun menjadi sensitif terhadap harga. Uniknya, kecepatan respon serta keramahan driver juga
menjadi faktor kunci yang tak kalah penting untuk mempertahankan pelanggan.

Tantangan yang perlu dihadapi oleh Gojek sebagai pionir adalah bagaimana
mempertahankan kualitas layanan dan memenangkan persaingan tanpa terjebak dengan perang
harga yang justru akan membuat bisnis ini ke dalam red ocean. Inovasi menjadi kunci penting
dalam mengembangkan layanan dalam menciptakan keunggulan kompetitif perusahaan,
sehingga menerapkan transcient competitive advantage strategy bisa jadi salah satu cara untuk
dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Transcient competitive advantage strategy
merupakan strategi yang diterapkan dengan menganggap persaingan tidak harus berada pada
satu industri yang sama namun dapat lintas industri (arena) sehingga memberikan ruang yang
cukup luas untuk inovasi. Competitive advantage dalam konsep transcient competitive
advantage strategy mengasumsikan tidak ada keunggulan yang bertahan selamanya, sehingga
mengelola gelombang demi gelombang competitive advantage menjadi tantangan dalam
penerapan strategi ini.

4
BAB III

PEMBAHASAN ATAU ANALISIS KASUS

Dalam dunia bisnis terdapat dua macam area, red ocean dan blue ocean. Di dalam red
ocean sendiri merupakan gambaran persaingan bisnis yang ada saat ini dan ruang pasar yang
sudah dikenal sedangkan blue ocean menciptakan ruang pasar yang baru yang belum dimasuki
oleh pesaing sebelumnya atau belum dikenali. Secara umum, kini banyak perusahaan yang
ingin memasuki area blue ocean namun mengalami kendala karena tidak bisa menciptakan
pasar baru melalui produk yang memiliki nilai tambah baru bagi konsumen. Sesungguhnya,
blue ocean strategy adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk keluar dari samudra
merah persaingan berdarah dengan cara menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya,
sehingga kata kompetisi pun menjadi tidak relevan. Strategi samudra biru berfokus pada
menumbuhkan permintaan dan menjauh dari kompetisi dengan menciptakan suatu nilai dan
keunikan yang tidak sembarang unik, namun juga merupakan pangsa pasar yang
menguntungkan.

Salah satu perusahaan yang berhasil masuk ke dalam area blue ocean adalah Gojek.
Gojek didirikan pada tahun 2011 oleh seorang pemuda yang sangat kreatif yang bernama
Nadiem Makarim. Beliau mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT Go-jek
Indonesia yang bertujuan untuk menghubungkan ojek dengan penumpang ojek. Beliau melihat
para ojek pangkalan hanya menghabiskan waktu seharian dan belum tentu mendapatkan
pelanggan. Jadi beliau membuat perusahaan ini, untuk membantu para tukang ojek
mendapatkan penumpangnya dengan lebih cepat dan efisien.

Gojek berhasil masuk ke dalam area blue ocean karena Gojek menciptakan strategi
yang mampu memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dalam waktu yang relatif cepat
dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam bentuk aplikasi-aplikasi
yang bisa digunakan oleh konsumen pada dewasa ini. Banyaknya aplikasi yang ditawarkan
oleh Gojek (Go-Send, Go-Ride, Go-Food, Go-Mart, Go-Busway, Go-Box, Go-Clean, Go-
Glam, serta Go-Massage) membuat Gojek semakin banyak memiliki konsumen.

III.1 Visi, Misi Gojek


(a) Visi:
Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia, memberikan
kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari
seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan layanan

5
fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Indonesia
kedepannya
(b) Misi :
1. Menjadikan PT Go-Jek Indonesia sebagai jasa transportasi tercepat
dalam melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.
2. Menjadikan PT Go-Jek Indonesia sebagai acuan pelaksanaan
kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan
menggunakan kemajuan teknologi.
3. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan
dan sosial.
4. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada
pelanggan.
III.2 Analisis Lingkungan Eksternal Gojek

Faktor-Faktor Eksternal Bobot Skor Skor


Bobot
Peluang (Opportunities)
Ojek adalah salah satu jasa transportasi yang paling 0.32 4 1.28
dicari di indonesia untuk menghindari kemacetan.

6
Banyaknya masyarakat yang menginginkan jasa 0.28 3 0.84
transportasi yang praktis, aman, dan nyaman.
Banyaknya masyarakat yang menginginkan adanya 0.14 2 0.28
jasa antar makanan yang bisa mereka gunakan ketika
mereka malas untuk membelinya sendiri.
Masih sedikitnya pesaing sejenis yang memberikan 0.11 2 0.22
peluang untuk menguasai pasar.
Ancaman (Threats)
Munculnya pesaing-pesaing sejenis. 0.10 3 0.30
Harga yang ditawarkan pesaing lebih murah. 0.10 2 0.20
Seringnya terjadi gesekan dengan ojek 0.15 4 0.60
konvensional, yang mengakibatkan terancamnya
driver Go-Jek.
Total 1.00 3.72
Lingkungan eksternal merupakan lingkungan yang berada di luar kendali dari
suatu perusahaan dimana selalu terjadi kejadian-kejadian yang tidak bisa dihindari
oleh perusahaan sehingga perusahaan perlu melakukan suatu upaya identifikasi dan
evaluasi tren yang disebut dengan analisis lingkungan eksternal. Tujuan dari analisis
lingkungan eksternal adalah untuk mengembangkan sebuah daftar terbatas dari
peluang yang dapat menguntungkan sebuah perusahaan dan ancaman yang harus
dihindari oleh perusahaan. Dalam pengembangan strategik perusahaan, analisis
lingkungan eksternal dibutuhkan untuk menentukan dari mana dan untuk apa hasil
analisis itu dipergunakan. Dalam perusahaan Gojek ini, ada dua lingkungan eksternal
yang harus di analisis, yaitu lingkungan umum (faktor ekonomi, faktor sosial, faktor
teknologi, dan faktor demografi) dan lingkungan industri yang berkaitan dengan
pesaing. Berikut merupakan tabel analisis lingkungan eksternal untuk perusahaan
Gojek :

Berdasarkan hasil analisis matriks EFAS pada tabel diatas, menunjukkan bahwa
faktor yang menjadi peluang utama perusahaan Gojek adalah kesuksesan dalam

7
menjadikan ojek sebagai satu jasa transportasi yang paling dicari di Indonesia untuk
menghindari kemacetan, dengan nilai tertimbang tertinggi sebesar 1,28 sedangkan
ancaman utamanya adalah seringnya terjadi gesekan dengan ojek konvensional, yang
mengakibatkan terancamnya driver Go-Jek dengan nilai tertimbang sebesar 0,60.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel, maka dapat diperoleh total bobot skor
sebesar 3,72. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Gojek telah mampu merespon
faktor eksternal dengan memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman.

III.3 Analisis Lingkungan Internal Gojek


Lingkungan internal perusahaan memiliki kemampuan untuk merubah suatu
perusahaan menjadi apa yang dicita-citakan oleh manajemen. Analisis lingkungan
internal merupakan proses pengidentifikasian terhadap faktor-faktor yang menjadi
kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Pada perusahaan Gojek ini, lingkungan
internal yang harus di analisis, yaitu operasi, transaksi keuangan, jumlah armada
driver, layanan, produk jasa, penggunaan aplikasi yang diterapkan. Berikut
merupakan tabel analisis lingkungan internal untuk perusahaan Gojek :
Faktor-Faktor Internal Utama Bobot Peringkat Skor
Bobot
Kekuatan (Strength)
Gojek memiliki software atau aplikasi yang bisa di 0.11 3 0.33
download oleh siapa saja.
Tidak hanya memiliki jasa transportasi, tetapi juga 0.13 4 0.52
ada 8 jasa lainnya.
Banyaknya jumlah armada driver gojek sehingga 0.10 4 0.40
bisa melayani konsumen dengan cepat.
Gojek sudah mendirikan kantornya di beberapa kota 0.05 4 0.20
besar di Indonesia, sehingga tidak hanya melayani
konsumen di daerah Jabodetabek.
Pembayaran yang tidak harus dilakukan dengan 0.02 3 0.06
menggunakan uang cash tapi bisa menggunakan
Gojek kredit jadi lebih praktis.
Gojek hampir tersedia 24 jam. 0.15 4 0.60
Tersedianya banyak produk jasa untuk memudahkan 0.10 4 0.40
konsumen.

8
Kelemahan (Weakness)
Aplikasi yang sering bermasalah misalnya ketika 0.07 2 0.14
digunakan sering kali diminta untuk memasukkan email
berulang kali yang dianggap sangat mengganggu.
Aplikasi yang masih belum bisa menjaga privasi 0,10 1 0,10
konsumen sehingga sering terjadi teror.
Peta yang sering kali tidak akurat dalam menentukan 0.17 3 0.51
lokasi.
Total 1.00 3.26

Berdasarkan hasil analisis matriks IFAS pada tabel diatas, menunjukkan bahwa
faktor yang menjadi kekuatan utama perusahaan Gojek adalah Gojek hampir tersedia
24 jam sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen, dengan nilai tertimbang
tertinggi sebesar 0,60 sedangkan kelemahan utama adalah peta yang sering kali tidak
akurat dalam menentukan lokasi dengan nilai tertimbang sebesar 0,51 dan diperoleh total
bobot skor sebesar 3,26. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Gojek memiliki
posisi internal yang kuat karena telah mampu menggunakan kekuatan dan mengatasi
kelemahan dengan cukup baik.

III.4 Matriks EFAS & IFAS Gojek


Berikut ini merupakan gambar matriks EFAS & IFAS yang berasal dari hasil
analisis tabel EFAS & IFAS :

III.5 Posisi Bisnis Gojek & Alternatif Strateginya

9
Dalam matriks EFAS IFAS terlihat bahwa posisi perusahaan Gojek pada masa
ini berada pada sel I yang menunjukkan bahwa perusahaan Gojek berada pada posisi
tumbuh dan berkembang. Perusahaan Gojek berada pada posisi ini karena Gojek
mampu memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimilikinya serta Gojek terus
berinovasi dari sisi layanan sehingga potensinya dari masa ke masa selalu mengalami
pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Alternatif strategi yang dapat
ditempuh adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan
pengembangan produk jasa) serta strategi integrasi (integrasi ke depan, integrasi ke
belakang, dan integrasi horizontal).
III.6 Strategi Tingkat Bisnis Gojek
Gojek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek professional yang berusaha
menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya.
Gojek tumbuh sebagai startup yang menjanjikan di Indonesia. Dilihat dari strategi di
tingkat bisnis yang disebutkan oleh Michael Porter (1998) dalam buku manajemen
strategik (David, 2015) baik itu strategi kepemimpinan biaya (low cost), strategi
diferensiasi, maupun strategi fokus sebenarnya perusahaan Gojek pada awalnya
menggunakan strategi kepemimpinan biaya (low cost) dan strategi diferensiasi.
Strategi kepemimpinan biaya perusahaan Gojek dapat dilihat dari penetapan tarif yang
cukup murah bagi pengguna jasanya. Sedangkan strategi diferensiasi perusahaan
Gojek yang membedakannya dengan ojek online lainnya (pesaing) dapat dilihat dari
adanya keunikan pada produk jasa yang ditawarkan dimana selain jasa utama
Gojek memberikan jasa layanan transportasi dimana Gojek kini memiliki 8
produk jasa yang bisa membantu konsumen dalam pengantaran barang, pengantaran
makanan, jasa belanja, dan lain sebagainya dimana keunikan ini tidak dimiliki oleh
pesaingnya. Namun, semakin berkembangnya perusahaan Gojek ini membuat para
manajer puncak harus memilih salah satu dari kedua strategi yang pernah diterapkan
oleh perusahaan Gojek, dan perusahaan Gojek memilih untuk menggunakan strategi
kepemimpinan biaya (low cost) karena perusahaan menyasar ceruk pasar yang sensitif
terhadap adanya perubahan harga sehingga harga dalam hal ini menjadi faktor utama
dalam keberhasilan mempertahankan konsumen. Dengan menggunakan strategi
kepemimpinan biaya (low cost) membuat konsumen lebih mempercayai perusahaan
Gojek dalam hal pelayanan jasa baik jasa angkutan, jasa pengantaran barang atau
makanan, dan jasa lainnya dikarenakan selain biaya yang dikenakan kepada konsumen
relatif terjangkau, kecepatan dalam pengantaran barang atau makanan ke tempat
10
konsumen serta keramahan driver semakin membuat konsumen tertarik terhadap jasa
yang diberikan oleh Gojek.
III.7 Implementasi Strategi Gojek
Implementasi strategi adalah proses dimana manajemen mewujudkan
strateginya dalam bentuk program, prosedur, dan anggaran. Dalam kasus Gojek ini
implementasi strateginya diwujudkan dalam bentuk program e-business dimana
Gojek menerapkan functional business system (Implementasi Kebijakan Fungsional)
yang terbagi dalam lima komponen yaitu strategi pemasaran (marketing), strategi
operasi (operation), strategi manajemen sumber daya manusia (human resource
management), strategi keuangan (finance/accounting), dan pilihan strategi terbaik
(routing and shipping). Sistem tersebut digunakan untuk memberikan sejumlah
informasi yang berhubungan dengan bisnis dalam suatu perusahaan terhadap para
stakeholder yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Kelima komponen tersebut
dijalankan melalui sebuah sistem terintegrasi yang di maintenance melalui aplikasi
dan software perusahaan Gojek.
(a) Strategi Pemasaran (Marketing)
Marketing adalah suatu proses penyusunan komunikasi terpadu yang
bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam
kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran
dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh
menjadi keinginan manusia. Kegiatan marketing yang dilakukan perusahaan
Gojek yaitu Customer Relationship Management (CRM)
CRM Gojek dilakukan untuk membina dan menjaga hubungan baik
antara konsumen dengan pihak manajemen. Pemahaman yang mendalam
terhadap konsumen akan mampu menghasilkan respon yang cepat terhadap
perubahan preferensi konsumen sehingga akan mampu meningkatkan
pendapatan perusahaan. Untuk mendukung CRM, Gojek senantiasa
memberikan frequent-flyer dalam dua bahasa yang berisi tentang informasi-
informasi terkini perusahaan kepada konsumen yang loyal melalui e-mail. Hal
ini selain bersifat apresiasi juga bersifat marketing dan pengelolaan loyalitas
konsumen.
(b) Strategi Operasi (Operation)
Operasi adalah serangkaian kegiatan terpadu yang dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan sehingga perusahaan dapat
11
mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Serangkaian kegiatan operasi yang
dilakukan perusahaan Gojek yaitu Supply Chain Management.
Supply Chain Management merupakan sebuah proses dimana produk
diciptakan dan disampaikan kepada konsumen. Dalam kasus ini, karena Gojek
merupakan sebuah perusahaan jasa, maka Supply Chain Management yang
dilakukan Gojek merupakan suatu konsep manajemen dimana perusahaan
berusaha memanfaatkan teknologi komunikasi berbasis internet untuk
mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, baik para driver (pekerja),
konsumen, dan juga para stakeholder yang berhubungan dalam kegiatan
transaksi.
(c) Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management)
Human Resource Management merupakan prosedur sistematik untuk
mengumpulkan dan menyimpan data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi
tentang sumber daya manusia. Dalam merekrut karyawan, Gojek masih
menggunakan cara manual yakni requirement perusahaan masih dilakukan
dengan cara menyeleksi CV para pelamar dan diambil apabila sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan perusahaan. Setelah karyawan diterima barulah
Gojek membuat Human Resource Management, yaitu sebuah sistem yang
terbagi atas staffing, training & development, dan compensation
administration.
Dalam tahap staffing yang pertama adalah employee records yaitu
proses pencatatan biodata driver yang telah resmi bekerja di Gojek. Data para
driver tersebut akan dimasukkan kedalam database perusahaan. Yang kedua
adalah workforce planning / scheduling merupakan program yang terintegrasi
antara perusahaan dan driver melalui aplikasi dimana akan ada jadwal orderan
penumpang yang telah masuk akan dikirimkan ke aplikasi yang digunakan
oleh driver.
Dalam tahap training & development yang pertama adalah skill
assesment yaitu saat pertama kali driver diterima, setelah mengikuti pelatihan
mereka akan diberikan test melalui komputer yang berisi pertanyaan tentang
tata cara mengemudi, rambu-rambu lalu lintas dan sebagainya. Yang kedua
adalah performance evaluation yaitu proses evaluasi para driver melalui saran
dan keluhan dari konsumen yang disampaikan melalui email perusahaan.
Dalam tahap compensation administration terdapat payroll control yaitu suatu
12
proses untuk mengetahui apakah gaji karyawan sudah dibayarkan atau belum.
Gaji akan diproses dikarenakan ada sistem bagi hasil yang akan di proses pada
bagaian accounting & finance.
(d) Strategi Keuangan (Finance/Accounting)
Sistem akuntansi dari Gojek tersusun dari fasilitas order processing
yaitu fasilitas yang memungkinkan untuk konsumen melakukan pemesanan
jasa, kemudian data yang telah diperoleh dari form yang tertera akan
menentukan jumlah pembayaran. Jumlah pembayaran tersebut termasuk ke
dalam fasilitas billing yang kemudian akan dibukukan menjadi general ledger.
Bukti dari pembayaran yang telah dilakukan oleh konsumen akan tertera pada
cash receipt yang kemudian akan terakumulasikan pada general ledger.
Pemesanan yang dilakukan oleh konsumen terhadap mitra dari Gojek akan
masuk ke dalam sistem cash disbursement-account payable tergantung kepada
jenis pembagian untung yang telah disepakati oleh pihak Gojek dan mitra yang
bersangkutan. Pembagian keuntungan yang telah masuk ke dalam perjanjian
kedua belah pihak akan termasuk ke dalam sistem general ledger Gojek.
Hal yang membedakan Gojek dengan perusahaan pelayanan jasa lainnya
terletak pada mekanisme pembayaran upah atau gaji dari driver. Pembagian
upah terbagi menjadi 80% yang diberikan kepada driver dan 20% yang masuk
ke dalam keuntungan perusahaan. Upah yang merupakan hak driver dapat
diperoleh secara harian atau bulanan tergantung kepada keinginan. Seluruh
arus kas yang telah dicatat di general ledger akan dituang ke dalam financial
reporting.
(e) Pilihan Strategi Terbaik (Routing and Shipping)
Routing merupakan proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui
oleh paket untuk dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Sedangkan shipping merupakan proses pengiriman barang secara fisik via
darat, laut, atau udara yang membutuhkan proses routing.
Gojek dalam praktisnya sudah menggunakan program e-business dalam
proses shipping dikarenakan dalam proses pemesanan layanan tersebut sudah
berbasis teknologi informasi dalam bentuk smartphone. Sehingga konsumen
dan pihak perusahaan dapat terintegrasi secara real-time dalam kegiatan
transaksi tersebut. Sedangkan dalam proses routing tersebut perusahaan
menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System). Hal tersebut
13
memberikan keuntungan pada berbagai pihak baik konsumen, driver, maupun
perusahaan.
Jika tersedia sumber daya fisik atau proses bisnis yang saat ini dapat
didigitalisasikan, maka disitulah kesempatan program e-business dapat
diimplementasikan. Perusahaan Gojek dapat mengandalkan aplikasi e-
business untuk reengineer proses bisnis internal, implementasi sistem e-
commerce terhadap konsumen, memajukan kolaborasi perusahaan antara tim
bisnis dan kelompok kerja. Gojek menghubungkan antara pengguna jasa
dengan tukang ojek melalui aplikasi Gojek yang dapat diakses melalui
smartphone. Para pelanggan cukup mengunduh aplikasi tersebut dan memesan
lewat ponsel. Dengan aplikasi tersebut, konsumen dapat mengetahui kisaran
tarif yang harus dibayar, dan juga bisa melacak keberadaan ojek yang dipesan
melalui GPS yang ada di aplikasi ataupun menghubunginya langsung. Sistem
pembayaran Gojek tidak hanya bisa dilakukan secara tunai tapi juga dapat
dilakukan secara non tunai dengan sistem kredit yang bisa di top up melalui
aplikasi.
III.8 Evaluasi Strategi Gojek
Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer
sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi
strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi. Aktivitas evaluasi strategi Gojek
bisa menunjukkan perlunya langkah untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan
tertentu, seperti menghadapi persaingan bisnis dengan ojek online lainnya.
Keuntungan evaluasi strategi mempunyai daya jangkau yang lebih luas, sebab hasil
akhir dari proses tersebut bisa jadi adalah strategi yang akan membawa perkembangan
pada perusahaan Gojek dengan kemajuan teknologi.
Dalam mengevaluasi strategi yang ada di dalam perusahaan Gojek dapat
menggunakan SERVO Analysis yang terdiri dari Strategy, Environment, Resource,
Values dan Organization.
(1) Strategy
Gojek di dalam menjalankan kegiatan bisnisnya memiliki strategi yang berguna
untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Harga dan kualitas dari
jasa yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh perusahaan
Gojek. Selain itu, perusahaan Gojek juga terus menjaga ketepatan waktu dalam

14
pengestimasian jasa agar konsumen tidak merasa kecewa dan memberikan
kepercayaannya kepada Gojek.
(2) Environment
Lingkungan bagi sebuah perusahaan merupakan hal yang perlu diperhatikan
karena hal tersebut sangat berpengaruh pada kondisi perusahaan. Kondisi pada
lingkungan internal sebuah perusahaan sudah termasuk dalam 4 elemen SERVO
lainnya, yaitu Strategy, Resources, Value dan Organization. Sedangkan
lingkungan external terjadi di luar perusahaan yang dapat berubah sewaktu-waktu
dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja dan lingkungan makro.
a. Lingkungan Kerja, terdiri dari persaingan, driver, dan pelanggan.
b. Lingkungan makro, terdiri dari segi sosial perusahaan Gojek,
perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan
pemerintah
(3) Resource
Sumber daya di dalam perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena
apabila tidak ada sumber daya di dalam perusahaan maka perusahaan tersebut
tidak akan bisa menjalankan kegiatan bisnisnya. Terdapat beberapa jenis sumber
daya yang terdapat di dalam perusahaan Gojek, yaitu :
a. Sumber daya manusia (driver)
b. Sumber daya keuangan (pelanggan dan direktur utama)
(4) Values
Sebagai Perusahaan jasa yang sangat menjunjung tinggi nilai sebuah kualitas
jasa yang diberikan, Gojek memberikan nilai terhadap kualitas jasa yang baik
seperti :
a. Kehandalan
Gojek mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat,
dan dapat dipercaya, tepat waktu seperti pelayanan 90 minute
delivery anywhere in the city
b. Daya Tanggap
Gojek siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan
pelanggan karena gojek melakukan sistem online dalam hal
pelayanannya juga menyediakan pinjaman dana untuk konsumen
yang menggunakan jasa belanja.
c. Assurance (Jaminan)
15
Dalam pelayanannya Gojek berusaha untuk membuat konsumen
merasa aman dalam hal pemakaian jasa Gojek, dan juga selalu sopan
terhadap konsumen, seperti: transparent pricing, free shower cap and
masker, serta selalu mengutamakan kejujuran dan kepercayaan
d. Emphaty
Dalam hal ini Gojek berusaha menjadikan konsumen seperti pathner
dan juga menciptakan hubungan relasional yang baik dengan
pelanggan.
e. Tangible
Gojek selalu memberikan fasilitas fisik yang memadai juga
perlengkapan dan sarana komunikasi yang baik untuk driver ataupun
pelanggan sebagai contoh fasilitas yang digunakan Gojek adalah
sistem online (aplikasi) yang bisa di instal di smartphone.
(5) Organization
Terdapat 3 komponen di dalam organisasi, yaitu :
a. Intangibility (Tidak berwujud), jasa tidak dapat dilihat, dirasa,
diraba, didengar atau dicium sebelum jasa itu dibeli.
b. Unstorability (Tidak dapat disimpan), jasa tidak mengenal
persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.
c. Customization (Kustomisasi), jasa sering kali didesain khusus untuk
kebutuhan pelanggan.

Berdasarkan hasil evaluasi strategi, Gojek telah memenuhi ketiga klasifikasi


dalam analisis organisasi. Hal ini dikarenakan Gojek mampu di nikmati ketika
pelanggan membeli jasa yang ditawarkan, kemudian Gojek juga tidak mengenal
peyimpanan dari produk yang telah dihasilkan. Terakhir, Gojek memang di desain
untuk mempermudah masyarakat di kota bahkan seluruh Indonesia, untuk menyediakan
jasa transportasi, pengantaran barang, maupun membantu membelikan barang yang di
inginkan oleh pelanggan

16
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Kadir, Muhammad. 2007. Kajian Hukum Ekonomi Hak Kekayaan Intelektual. Bandung:
Penerbit Citra Aditya Bakti.

Djumhana, Muhammad dan R. Djubaedillah. 2003. Hak Milik Kekayaan Intelektual (HAKI).
Bandug : PT. Citra Aditya Bakti.

Rachmadi Usman, S.H.2003. Hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual (Perlindungan dan
Dimensi Hukumnya di Indonesia). Bandung : PT.Alumni

17