Anda di halaman 1dari 13

REKAYASA IDE

KETERAMPILAN BERBAHASA DALAM REMAJA

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

DOSEN PRNGAMPU : NURHAIRANI,S.Pd., M.Pd

DISUSUN OLEH :

NAMA : TAMIA ANGGRAINI BR BARUS


NIM : 4171141046
PRODI : PENDIDIKAN BIOLOGI
KELAS : BIOLOGI DIK F 2017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat dari Allah SWT saya mampu menyelesaikan
tugas Mini Riset ini guna memenuhi tugas matakuliah Perkembangan Peserta Didik.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan
kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala
kritikan dan saran dari ibu/bapak dosen agar saya tidak membuat kesalahanlagi di tugas-
tugas berikutnya.

Akhir kata saya berharap semoga Mini Riset ini dapat diterima, dan sekali lagi saya
mohon maaf atas kekurangan tugas saya ini.

Medan, 14 November 2017

Tamia Anggraini Br. Barus

2
DAFTAR ISI

KATA PENGENTAR .......................................................................................................... 2

DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 4

1. Latar Belakang ......................................................................................................... 4


2. Rumusan masalah .................................................................................................... 4
3. Tujuan ....................................................................................................................... 4
4. Manfaat ..................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................... 5
1. Keterampilan membaca .......................................................................................... 5
2. Keterampilan menyimak ......................................................................................... 6
3. Keterampilan berbicara .......................................................................................... 8
4. Keterampilan menulis ............................................................................................. 9
BAB III REKAYASA IDE ................................................................................................ 11
BAB IV PENUTUP ............................................................................................................ 12
1. Kesimpulan ......................................................................................................................... 12
2. Saran ................................................................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa merupakan sarana
untuk berkomunikasi antarmanusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini, dalam rangka
memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama
manusia. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan
pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit maupun yang bersifat
abstrak. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dituntut
untuk mempunyai kemampuan berbahasa yang baik. Seseorang yang mempunyai
kemampuan berbahasa yang memadai akan lebih mudah menyerap dan menyampaikan
informasi baik secara lisan maupun tulisan.

Keterampilan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak atau mendengarkan,
berbicara, membaca, dan menulis. siswa harus menguasai keempat aspek tersebut agar
terampil berbahasa. Dengan demikian, pembelajaran keterampilan berbahasa di sekolah tidak
hanya menekankan pada teori saja, tetapi siswa dituntut untuk mampu menggunakan bahasa
sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi. Salah satu aspek berbahasa
yang harus dikuasai oleh siswa adalah berbicara, sebab keterampilan berbicara menunjang
keterampilan lainnya. Keterampilan ini bukanlah suatu jenis keterampilan yang dapat
diwariskan secara turun temurun walaupun pada dasarnya secara alamiah setiap manusia
dapat berbicara. Namun, keterampilan berbicara secara formal memerlukan latihan dan
pengarahan yang intensif. mahasiswa yang mempunyai keterampilan berbicara yang baik,
pembicaraannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya. Berbicara menunjang
keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara mempunyai kesamaan yaitu
sebagai kegiatan produksi bahasa dan bersifat menyampaikan informasi. Kemampuan siswa
dalam berbicara juga akan bermanfaat dalam kegiatan menyimak dan memahami bacaan.

2. Rumusan masalah
a. Apa saja jenis-jenis keterampilan berbahasa?
b. Apa saja hambatan-hambatan keteramilan berbahasa?
c. Bagaimana cara mengatasi hambatan keterampilan berbahasa?

3. Tujuan
a. Mengetahui jenis-jenis keterampilan berbahasa
b. Mengetahui hambatan-hambatan keterampilan berbahasa
c. Mengetahui cara mengatasi hambatan keterampilan berbahasa

4. Manfaat
a. agar dapat mengatasi permasalahan dalam berbahasa
b. agar dapat mengatasi hambatan keterampilan dalam berbahasa

4
BAB II

PEMBAHASAN

Keterampilan berbahasa dalam bahasa indonesia mencakup empat aspek yaitu, (a)
keterampilan membaca (b) keterampilan menyimak, (c) ketetampilan berbicara, dan (d)
keterampilan menulis. Namun dalam uraian ini kami akan membahas keterampilan
berbahasa, permasalahan dan solusi mengatasi permasalahan yang kita alami saat melakukan
empat keterampilan berbahasa. Penjelasan aspek tersebut sebagai berikut.

A. Keterampilan membaca
1. Pengertian membaca
Membaca pemahaman menurut tarigan (1986:56) merupakan sejenis membaca yang
bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards),
resensi kritis (critical review), drama tulis (primed drama), serta pola-pola fiksi (pattenrs of
fiction).
2. Permasalahan dan solusi mengatasi permasalahan ketika membaca:
a. Malas
Malas adalah musuh yang harus kita lawan maka dari itu, hilangkan rasa malas jadilah
membaca itu sebagai kebutuhan primer yang harus kita dapati, dengan itu rasa malas
akan hilang karena kita telah termotivasi.
b. Mengantuk
1) Niatkan untuk belajar
Fokuskan pikiran kamu mau ngerjakan apa, bikin target.
2) Berdoa
Tujuannya biar cepat menyerap materi, tidak diganggu setan, tidak mudah ketiduran,
dan ilmu yang kita peroleh bisa bermanfaat.
3) Cuci muka dan berwudlu
Muka dan badan yang segar bisa membangkitkan kembali semangat belajar kita.
4) Banyak minum air putih
Dehidrasi ringan itu awal hilangnya konsentrasi dan berujung mengantuk.
5) Jangan begadang
Jika mengantuk disebabkan oleh tidur tengah malam atau begadang maka sebaik tidak
tidur terlalu malam, itu tak baik bagi kesehatan juga.
c. Konsentrasi
Ketika kita tidak berkonsentrasi, informasi yang diterima oleh mata yang
diteruskan ke otak tidak mendapat perhatian yang cukup sehingga kita kehilangan
pemahaman atas bahan bacaan dan harus mengulangnya berkali-kali. Pengulangan ini
disebut sebagai regresi.
Kunci untuk mengatasi hambatan ini adalah mencari suasana yang
menyenangkan dan nyaman saat membaca, yang jauh dari kebisingan dan mempunyai
cahaya penerangan yang cukup. Agar bisa menyerap informasi dengan maksimal,
posisi alfa (posisi duduk tegak, rileks, dengan kedua telapan kaki menyentuh lantai)
saat membaca sangat dianjurkan.
d. Pusing karena banyak membaca
Jika anda dalam keadaan pusing, sebaiknya anda tidak pelu membaca banyak istirahat
dengan cukup atau cari hiburan sehingga pikiran anda kembali segar untuk membaca.
e. Sakit mata

5
Kesehatan mata itu sangat penting untuk dijaga maka kita harus
memperhatikan posisi kita ketika membaca, baik dalam keadaan tidur atau tengkurap
sehingga itu akan menyebabkan dampak buruk bagi mata kita. Jika mata kita sudah
lelah dalam membaca maka sebaiknya beristirahatlah jangan terlalu dipaksa ketika
sudah lelah sehingga tidak mengalami sakit mata dalam membaca.
f. Lapar
Jika lapar menjadi hambatan dalam keterampilan membaca, maka solusinya
sebelum kita akan melakukan kegiatan membaca, makan terlebih dahulu sehingga
ketika akan melakukan kegiatan membaca kita tidak terhambat oleh perasaan lapar.
g. Jenuh
Membaca terkadang membaca membuat kita jenuh, bosan, dan lelah. Bahkan ada
yang lebih mudah memahami isi komik dari pada isi buku pelajaran padahal
sebenarnya isi buku pelajran lebih penting dari pada isi komik. Bagaiman kita dapat
mengatasi permasalahan ini? Apakah kita harus berhenti membaca karena sekalipun
kita membaca tetapi dilandasi oleh keterpaksaan, maka kegiatan membaca kita itu
akan sia-sia dan tak menghasilkan apapun. Maka dari itu cara untuk mengatasi
masalah tersebut yakni:
1) Memilih buku bacaan yang menarik dan tidak tebal.
2) Membiasakan diri untuk membaca buku pelajaran.
3) Menata ruang baca sedemikian rupa untuk meningkatkan semangat membaca.
4) Membiasakan membaca minimal 20 sampai 30 menit untuk setiap harinya.
5) Membaca dengan sepenuh hati (jangan dipaksa) karena jika kita membaca
berlandaskan unsur keterpaksaan akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia.
h. Sakit hati
Cari temen ketika anda sedang ada masalah pribadi curahkan semua yang ada
dipikiran anda sehingga anda tidak menggangu dalam pembelajaran membaca.
Sebaiknya anda tidak perlu mencampur adukkan masalah pribadi dengan masalah
pembelajaran, sehingga anda bisa konsisten dalam suatu hal.

B. Keterampilan menyimak

1. Pengertian menyimak
Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesi Menyimak adalah mendengarkan
(mempertahankan apa yang diucapkan orang). Menurut Guntur Tarigan, Menyimak
adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh
perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi,
menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan
oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Menyimak menggunakan indra pendengaran, namun bukan berarti saat mendengar
seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. Sesungguhnya proses menyimak tidak
sekadar mendengar, tetapi lebih dari itu, yaitu mendengar dengan memusatkan
perhatian kepada objek yang disimak. Proses menyimak merupakan kegiatan
mendengarkan yang disengaja dalam rangka mencapai maksud-maksud tertentu.
Maksud-maksud tersebut misalnya, untuk tujuan belajar, mengapresiasi sebuah karya,
mendapatkan informasi khusus, memecahkan masalah, atau untuk memahami aspek-
aspek sebuah bahasa.
2. Permasalahan dan solusi mengatasi permasalahan ketika menyimak:

6
a. Pemahaman
Pemahaman apa yang disimak adalah tujuan utama maka dari itu kita
harus memahami apa yang kita simak dengan berkonsentrasi dalam menyimak
dan hindari apa yang bisa menggangu kita tidak berkonsentrasi dalam
menyimak.
b. Konsentrasi
Yang dimaksud dengan menyimak berkonsentrasi ialah memusatkan
pikiran, perasaan, dan perhatian terhadap bahan simakan yang disampaikan
pembicara. Untuk dapat memusatkan perhatian terhadap bahan simakan yang
disampaikan pembicara dengan baik, penyimak harus dapat menghindarkan
gangguan menyimak, baik yang berasal pada diri anda sendiri ataupun berasal
dari luar. Seperti: orang yang datang terlambat, keanehan-keanehan yang
terjadi antara pembicara dan penyimak, pembicara yang tidak menarik.
c. (kurangnya) motivasi
Cari motivator yang bisa membuat kita termotivasi seperti orang tua,
kerabat dekat, maupun teman. Sehingga kita termotivasi dalam menyimak, dan
harus kita sadari bahwa apa yang disimak kita itu adalah kebutuhan yang harus
kita dapat.
d. Faktor pembicara
Faktor pembicara ini sangat penting dalam menarik perhatian si
penyimak maka dari itu pembicara harus mengetahui apa yang diinginkan oleh
penyimak, dan pembicara harus bisa membaca situasi dan kondisi penyimak.
Jika penyimak mengalami kejenuhan dan kebosanan maka pembicara harus
bisa menghibur atau menarik hati penyimak sehingga penyimak tidak
mengalami kejenuhan dan kebosanan.
e. Pendengaran
Kesiapan kita dalam menyimak itu adalah salah satunya dengan
pendegaran yang kuat, apabila pendengaran kita kurang dalam menyimak
maka kita tidak mendapatkan informasi apa yang kita simak. Maka dari itu
kita harus mempersiapkan diri dan pendengaran kita ketika akan menyimak
pembicaraan orang lain.
f. Situasi dan kondisi
Situasi dan kondisi sangatlah berpengaruh dan menentukan keefektifan
menyimak. Beberapa hal yang haru diperhatikan dalam situasi menyimak:
ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak ahrus menunjang,
waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan
diperhitungkan sebaiknya pasa saat yang tepat misalnya pada pagi-pagi, saat
pendengar masih segar dan rileks, suasana dan lingkungan tenang jauh dari
kebisingan, pemandangan yang tidak mengganggu konsentrasi.
g. Sikap penyimak
Kita harus memiliki sikap menerima terhadap apa yang kita simak, kita
harus senang apa yang kita simak, sebab jika kita menyukai apa yang disimak
maka kita juga akan dengan penuh kesungguhan menyimak pembicara
tersebut.
h. Jenis menyimak
Tarigan membagi jenis menyimak berdasarkan cara penyimakan bahan simakan
menjadi dua jenis yaitu:

7
1. Menyimak intensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami secara
terperinci, teliti, dan mendalam bahan yang disimak. Ada beberapa jenis kegiatan
menyimak intensif, antara lain: (a) menyimak kritis (b) menyimak konsertif (c)
menyimak kreatif (d) menyimak eksploratif (e) menyimak interogatif (f) menyimak
selektif.
2. Menyimak ekstensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami isi
bahan simakan secara sepintas, umum, dalamgaris-garis besar atau butir-butir penting
tertentu.
Jenis-jenis menyimak ekstensif antara lain: (a) menyimak sosial (b) menyimak
sekunder (c) menyimak estetik (d) menyimak pasif.

C. Keterampilan berbicara

1. Pengertian berbicara
Menurut Tarigan, menjelaskan bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan
bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresiakan, menyatakan serta
menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda
yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot
tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan-gagasan atau ide yang dikombinasikan.

2. Permasalahan dan solusi mengatasi ketika berbicara:


a. Kepercayaan diri
(1) percaya pada kemampuan diri sendiri.
(2) berpikir optimis dan positif.
(3) banyak membaca buku.
(4) berlatih di depan cermin.
(5) membiasakan diri berkomunikasi dengan orang lain, dimulai dari keluarga dan
teman dekat. yakin bisa melakukannya.
(6) selalu berdoa kepada Tuhan.
(7) tumbuhkan keberanian dalam diri kita.
b. Pengetahuan
Beberapa faktor yang menyebabkan kita kurang pengetahuan dikarenakan:
1) Daya ingat yang kurang. Cara mengatasinya yaitu dengan sering mengulang atau
berlatih dan memperbanyan membaca.
2) Kurangnya rasa ingin tahu. Ini dikarenakan motivasi yang ada didalam diri kita
kurang dan cara mengatasinya yaitu dengan mencari inspirasi dan terus memotivasi
diri.
3) Ketidak sesuaian antara pemikiran dan bahasa yang digunakan. Sebelum
menyampaikan materi kita harus bisa memahami materi yang akan disampaikan
terlebih dahulu agar audien tidak merasa bingung atau tidak mengerti dengan apa
yang kita sampaikan karena bahasanya yang kurang dimenerti
c. Penyampaian atau cara menyajikan
Agar materi yang akan kita sampaikan diterima denganbaik oleh para
pendengar kita harus punya strategi tersendiri dalam menyampaikan sebuah
pembicaraan ini bertujuan agar para pendengar bisa cepat memahami apa yang kita
sampaikan. Salah satun strateginya adalah dengan cara menyisipkan gurauan-gurauan

8
atau candaan ini damaksudkan agar para pendengar tidak merasa jenuh dan bosan
serta agar suasana tidak terasa kaku dan terlalu serius.

d. Topik atau materi


Topik yang akan di bicarakan harus lah menarik penyimak sehingga penyimak
sungguh-sungguh memerhatikan pembicaraan tersebut. Pilih lah topik yang sedang
banyak di bicarakan, dan pilih lah topik yang memiliki data dan fakta yang objektif.
e. Penguasaan materi
Penguasaan materi dapat ditempuh dengan cara mempelajari, memahami, dan
berusaha menguasai materi materi pembicaraan. Yaitu dengan menelaah berbagai
sumber acuan yang berkaitan dengan topik pembicaraan.
f. Situasi dan kondisi
Situasi dan kondisi sangatlah berpengaruh dan menentukan keefektifan
berbicara. Beberapa hal yang haru diperhatikan dalam situasik berbicara: ruangan atau
tempat berlangsungnya peristiwa berbicara harus menunjang, waktu berlangsungnya
peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pasa saat yang
tepat misalnya pada pagi-pagi, saat pendengar masih segar dan rileks, suasana dan
lingkungan tenang jauh dari kebisingan, pemandangan yang tidak mengganggu
konsentrasi.
g. Penampilan
Persiapkan penampilan anda saat berbicara. Perhatikan penampilan anda dari
bawah sampai atas, sepatu, usahakan bersih, celana, kemeja, usahakan warnanya
selaras dengan dasi dan jas. Rambut rapih, dan lain-lain, ini merupakan faktor penting
sehingga membuat anda pecaya diri dalam berbicara.
h. Diksi atau pengetahuan bahasa
(1) Menggunakan kata-kata yang banyak/ tidak langsung (tidak to the point).
(2) Pembentukan kata baru (pilihan kata yang baru).
(3) Menggunakan kata-kata umum atau sudah dikenal.
(4) Menggunakan gerak tubuh atau mimik untuk meyakinkan maksud yang kita
inginkan.
(5) Menggunakan ekspresi.

D. Keterampilan menulis
1. Pengertian menulis
Menulis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi
pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan
menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan
dengan menggunakan gambar, contoh tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman mesir kuno.
2. Permasalahan dan solusi mengatasi dalam keterampilan menulis:
a. Kebahasaan
Aspek kebahasaan dalam menulis yang disebutkan dalam standar kompetensi yang harus
dikuasai antara lain:
1) Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara
pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar .
2) Menulis surat surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi, bahasa.
3) Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar.

9
4) Mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan
kalimat langsung dan tak langsung.
5) Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah
penulisan naskah drama.
b. Motivasi
Cari motivator yang bisa membuat kita termotivasi seperti orang tua, kerabat dekat,
maupun teman. Sehingga kita termotivasi dalam menulis, dan harus kita sadari bahwa apa
yang kita tulis itu adalah sebuah hasil tulisan kita sendiri dan bangga terhadap karya kita
sendiri.
c. Kreativitas
Kunci untuk dapat menulis adalah memiliki perasaan senang, dan banyak membaca
buku serta menjadi pendengar yang baik. Anak harus diarahkan dulu agar senang membaca
buku. Bila perasaan senang sudah muncul, maka akan muncullah potensi kreativitas.
d. Tidak ada ide
Berikut ini beberapa cara untuk mendapatkan ide agar kita bisa membuat tulisan tanpa
merasa kesulitan dalam mencari ide:
1) Tingkatkan kepekaan diri terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar.
2) Ambil hikmah dan refleksi kan setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita.
3) Terus asalah otak dengan menulis kejadian sehari-hari.
4) Jangan buang ide yang muncul, catatlah, dan buat buku catatan inspirasi.
5) Ketika melihat masalah muncul, berfikirlah kreatif.

10
BAB III
REKAYASA IDE

Keterampilan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak atau


mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. siswa harus menguasai keempat aspek
tersebut agar terampil berbahasa. Dengan demikian, pembelajaran keterampilan berbahasa di
sekolah tidak hanya menekankan pada teori saja, tetapi siswa dituntut untuk mampu
menggunakan bahasa sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi.
Melihat permasalahan keterampilan berbahasa di kalangan remaja ini yaitu kurang
nya percaya diri dan kurangnya pengetahuan dari berbahasa dan materi tentang berbahasa.
Jadi peran guru disini sangat penting yaitu untuk membimbing siswa dalam mempelejari
bahasa dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari, dan peran orang tua disini juga
sangat penting karena anak mempajari bahasa pertama kali dari orang tua, jadi orang tua
harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya.
Dan pada remaja harus mau mengembangkan keterampilan bahasanya, dengan
meningkatkan :
a. Kepercayaan diri
b. Pengetahuan
c. Penyampaian atau cara menyajikan
d. Topik atau materi
e. Penguasaan materi
f. Situasi dan kondisi
g. Penampilan
h. Diksi atau pengetahuan bahasa

11
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keterampilan berbahasa dalam bahasa indonesia mencakup empat aspek yaitu, (a)
keterampilan membaca merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami
standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical
review), drama tulis (primed drama), serta pola-pola fiksi (pattenrs of fiction). (b)
keterampilan menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan
dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh
informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah
disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. (c) ketetampilan berbicara
adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk
mengekspresiakan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. (d)
keterampilan menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi
pada suatu media dengan menggunakan aksara. Permasalahan dalam keempat aspek
keterampilan ini pada hakikatnya itu harus di sadari kebutuhan kita akan belajar, jadi
hambatan-hambatan dalam keterampilan berbahasa di atas itu akan teratasi.

B. Saran

Dalam mengembangkan keterampilan berbahasa indonesia terutama bagi kita yang belum
mengerti tentang cara-caranya pasti akan terasa sulit dalam melakukannya. Setelah kita
membahas mengenai pengertian, masalah dan juga solusinya diharapkan kita bisa
menerapkan dalam kehidupan agar kedepan kita bisa lebih baik dalam mempelajari tentang
bahasa Indonesia.

12
DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, H.G. 1986. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Djago dkk. 1998. Pengembangan keterampilan berbicara. Jakarta: Depdikbud.

Mulyati, yeti, dkk. 2011. Bahasa Indonesia. jakarta: Universitas terbuka.

Siswandi, Herman Joseph. 2006. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Melalui


Metode Diskusi Panel dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Penabur.
Vol 2 (7).

Saifudin, Fakhrur. 2007. Menumbuhkan Keterampilan Bahasa Indonesia Melalui


Pembelajaran Interaksi Di Sekolah Dasar. Jurnal pendidikan. Vol 1 (3).

13