Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal tentang Terapi Aktivitas Kelompok
Pada Pasien Dengan Masalah Gangguan Jiwa: Harga Diri Rendah (HDR). Tujuan penulis
membuat proposal ini adalah dalam rangka memenuhi tugas pada mata kuliah Keperawatan
Jiwa. Dalam penyusunan proposal ini penulis banyak menemukan kesulitan maupun
hambatan dalam hal materi yang akan dibahas, buku referensi yang akan digunakan,
keterbatasan buku referensi yang ada di perpustakaan, dan keterbatasan waktu dalam
penyusunan proposal ini. Walaupun ditemukan kesulitan maupun hambatan dalam
penyusunan proposal ini, penulis tetap berusaha dan bekerja keras untuk menghadapi
berbagai kesulitan maupun hambatan tersebut, sehingga proposal ini dapat terselesaikan
dengan baik dan maksimal.
Selain mengikuti bimbingan dan arahan penulis juga memperoleh bantuan dan dukungan
dari orang tua penulis di dalam menyusun proposal ini, baik dukungan secara material
maupun non material. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah
mendukung dan membantu, sehingga proposal ini dapat terselesaikan, di antarannya:
1. Yeti Resnayati, S.Kp., M.Kes., selaku Ketua Jurusan Keperawatan.
2. Ulty Desmarnita, S.Kp., Ns., M.Kes., selaku Ketua Prodi D III Keperawatan.
3. Dra.Noorkasiani, M.Kes., selaku dosen pembimbing mata kuliah Keperawatan Jiwa
yang telah memberikan bimbingan maupun arahan mengenai materi yang akan di
bahas dalam proposal ini.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran serta koreksi yang bersifat membangun
dari para pembaca proposal ini untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Jakarta, September 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 1


DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 2
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) ....................................................... 3
PADA PASIEN DENGAN MASALAH GANGGUAN JIWA: HARGA DIRI RENDAH
(HDR) ........................................................................................................................................ 3
A. Tujuan ............................................................................................................................. 3
B. Dasar Pemikiran .............................................................................................................. 3
C. Jenis TAK ....................................................................................................................... 5
D. Sasaran/Kriteria Pasien ................................................................................................... 6
E. Metode dan Alat Bantu ................................................................................................... 7
F. Urutan Langkah-Langkah ............................................................................................... 7
G. Penilaian Kemampuan Pasien ....................................................................................... 11
H. Strategi Pelaksanaan ..................................................................................................... 13
I. Pengorganisasian........................................................................................................... 15
J. Setting ........................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 17

2
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

PADA PASIEN DENGAN MASALAH GANGGUAN JIWA: HARGA


DIRI RENDAH (HDR)

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Klien mampu mengenali gangguan harga diri yang dialami.
b. Klien mampu meningkatkan harga diri agar rentang respon konsep diri juga
meningkat.

2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya.
b. Klien mampu mengidentifikasi pengalaman berulang dalam pikiran klien.
c. Klien mampu mengidentifikasi hal0hal positif di dalam dirinya.

B. Dasar Pemikiran
1. Pengertian
Harga diri rendah merupakan komponen konsep diri. Harga diri merupakan
perasaaan yang berasal dari penerimaan diri sendiri tanpa syarat walaupun
melakukan kesalahan, kekalahan, kegagalan, tetap merasa penting dan berharga
(Stuart, 2007). Pada pasien dengan gangguan jiwa dengan kasus gangguan harga
diri sulit menerima diri sendiri dan menjalin hubungan personal dengan orang lain.
Bila situasi ini tidak ditangani dengan baik maka akan muncul harga diri rendah
yang sangat kronis. Atas dasar tersebut, maka kami mengganggap dengan Terapi
Aktivitas Kelompok (TAK) klien dengan gangguan harga diri rendah dapat
tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang
mengikuti terapi ini adalah klien yang sudah mampu membuka diri pada realitas
sehingga saat TAK klien dapat bekerja sama dan tidak mengganggu anggota
kelompok lain.

3
2. Faktor Penyebab
a. Berikut ini merupakan faktor penyebab (umum) dari harga diri rendah antara
lain:
1) Situasional
Yang terjadi trauma secara tiba-tiba misalnya pasca operasi, kecelakaan
cerai, putus sekolah, PHK, perasaan malu karena terjadi (korban perkosaan,
dipenjara, dituduh KKN).
2) Privacy yang kurang diperhatikan, misal pemeriksaan fisik yang
sembarangan, pemasangan alat yang tidak spontan (mencukur pubis
pemasangan kateter).
3) Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tecapai karena
dirawat atau sakit atau penyakitnya.
4) Kelakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misal berbagai
pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan berbagai tindakan tanpa
pemeriksaan.
5) Kronik
Perasaan negatif terhadap diri sudah berlangsung lama yaitu sebelum sakit
atau dirawat. Klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif, kejadian sakit
yang dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya.

b. Ada pula penggolongan faktor penyebab terjadinya HDR (Harga diri rendah)
digolongkan menjadi dua golongan:
1) Faktor Predisposisi (faktor yang mendasarai atau mempermudah terjadinya
HDR). Faktor yang mempengaruhi HDR adalah penolakan orang tua,
harapan orang tua yang tidak realistic. Tergantung pada orang tua dan ideal
diri yang tidak realistic. Misalnya: orang tua tidak percaya pada anak,
tekanan dari teman, dan kultur sosial yang berubah.

2) Faktor Presipitasi (faktor pencetus HDR)


a) Ketegangan peran (ketidaknyamanan peran)
b) Stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami dalam peran atau
posisi
c) Konflik peran, ketidaksesuaian peran dengan apa yang diinginkan
d) Peran yang tidak jelas

4
e) Kurangnya pengetahuan individu tentang peran
f) Peran yang berlebihan
g) Menampilkan seperangkat peran yang kompleks
h) Perkembangan transisi
i) Perubahan norma dengan nilai yang taksesuai dengan diri
j) Situasi transisi peran
k) Bertambah/ berkurangnya orang penting dalam kehidupan individu
l) Transisi peran sehat-sakit
m) Kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, fungsi, penampilan,
prosedur pengobatan dan perawatan

3. Tanda dan Gejala


Menurut beberapa pendapat para ahli gejala dan tanda seseorang merasa harga
dirinya rendah dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Perasaan malu pada diri sendiri akibat penyakit dan akibat terhadap tindakan
penyakit. Misalnya malu dan sedih karena rambut menjadi rontok (botak) karena
pengobatan akibat penyakit kronis seperti kank
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri misalnya ini terjadi jika saya tidak ke RS
menyalahkan dan mengejek diri sendiri
c. Merendahkan martabat misalnya, saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya
memang bodoh dan tidak tahu apa-apa.
d. Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri, klien tak mau bertemu orang
lain, lebih suka menyendiri.
e. Percaya diri kurang, klien sukar mengambil keputusan yang suram mungkin
memilih alternatif tindakan.
f. Mencederai diri dan akibat HDR disertai dengan harapan yang suram mungin
klien ingin mengakhiri kehidupan.

C. Jenis TAK
Terapi Aktifitas Kelompok berdasarkan masalah keperawatan jiwa yang paling
banyak ditemukan dikelompok sebagai berikut :
1. TAK sosialisasi (untuk klien dengan menarik diri yang sudah sampai pada tahap
mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan sehat secara fisik).

5
2. TAK stimulasi sensori (untuk klien yang mengalami gangguan sensori).
3. TAK orientasi realita (untuk klien halusinasi yang telah mengontrol halusinasinya,
klien waham yang telah dapat berorientasi kepada realita dan sehat secara fisik).
4. TAK stimulasi persepsi : halusinasi (untuk klien dengan halusinasi)
5. TAK peningkatan harga diri (untuk klien dengan HDR)
6. TAK penyaluran energi (untuk klien perilaku kekerasan yang telah dapat
mengekspresikan marahnya secara konstruktif, klien menarik diri yang dapat
berhubungan dengan orang lain secara bertahap dan sehat secara fisik).

Terapi aktifitas kelompok yang digunakan klien utk HDR


Terapi keperawatan yang dapat diberikan pada klien sendiri bisa dalam bentuk:
1. Terapi Kognitif. Terapi ini bertujuan untuk merubah pikiran negatif yang dialami
oleh klien dengan harga diri rendah kronis ke arah berpikir yang positif. Pada
keluarga terapi yang diperlukan dapat berupa triangle terapy yang bertujuan untuk
membantu keluarga dalam mengungkapkan perasaan mengenai permasalahan yang
dialami oleh anggota keluarga sehingga diharapkan keluarga dapat mempertahankan
situasi yang mendukung pada pengembalian fungsi hidup klien.
2. Pada masyarakat juga perlu dilakukan terapi psikoedukasi yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah harga diri rendah kronis
yang merupakan salah satu bagian dari masalah gangguan jiwa di masyarakat.

D. Sasaran/Kriteria Pasien
1. Kriteria
a. Klien yang sehat fisik
b. Klien dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah
c. Klien yang memiliki perasaan negatif pada dirinya
d. Kooperatif

2. Proses seleksi
a. Berdasarkan observasi klien sehari-hari dan Adanya kesepakatan dengan klien
b. Berdasarkan informasi dan diskusi dengan perawat ruangan mengenai perilaku
klien sehari-hari
c. Hasil diskusi kelompok
d. Berdasarkan asuhan keperawatan

6
E. Metode dan Alat Bantu
1. Metode
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran

2. Alat Bantu
a. Sesi 1
1) Spidol sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK
2) Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK

b. Sesi 2
1) Spidol dan papan tulis/ whiteboard/flipchart
2) Sesuaikan dengan kemampuan yang akan dilatih
3) Kertas daftar kemampuan positif pada sesi 1
4) Jadwal kegiatan sehari- hari dan pulpen

F. Urutan Langkah-Langkah
1. Sesi 1 : Identifikasi Hal Positif pada Diri
a. Tujuan
1) Klien dapat mengidentifikasi pengalaman yang tidak menyenangkan.
2) Klien dapat mengidentifikasi halpositif pada dirinya.

b. Setting
1) Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
2) Ruangan nyaman dan tenang

c. Langkah Kegiatan
1) Persiapan
a) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan gangguan
konsep diri : harga diri rendah.
b) Membuat kontrak dengan klien.
c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.

7
2) Orientasi
a) Salam terapeutik
(1) Salam dan terapis pada klien.
(2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
(3) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama).
b) Evaluasi / validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini .
c) Kontrak
(1) Terapis menjalankan tujuan kegiatan ,yaitu bercakap cakap tentang
hal positif diri sendiri .
(2) Terapis menjalaskan aturan main berikut:
(a) Jika ada klien yang meninggalkan kelompok,harus meminta izin
kepada terapis.
(b) Lama kegiatan 45 menit.
(c) Setiap kali mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai .

3) Tahap kerja
a) Terapis memperkenalkan diri: nama lengkap dan nama panggilan serta
memakai papan nama.
b) Terapis membagikan kertas dan spidol pada klien.
c) Terapis meminta tiap klien menulis pengalaman yang tidak
menyenangkan.
d) Terapis memberi pujian atas peran serta klien.
e) Terapis membagikan kertas yang kedua.
f) Terapis meminta tiap klien menulis hal positif tentang diri sendiri:
kemampuan yang dimiliki ,kegiatan yang biasa dilakukan dirumah dan
dirumah sakit.
g) Terapis meminta klien membacakan hal positif yang sudah ditulis secara
bergiliran sampai semua klien mendapatkan bergiliran.
h) Terapis memberi pujian pada setiap peran serta klien.

8
4) Tahap terminasi
a) Evaluasi
(1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mangikuti TAK
(2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b) Tindak lanjut
Terapis meminta klien menulis hal positif lain yang belum tertulis
c) Kontrak yang akan datang
(1) Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu melatih hal positif diri
yaitu melatih hal positif diri yang dapat diterapkan dirumah sakit dan
dirumah .
(2) Menyepakati waktu dan tempat

2. Sesi 2 : Melatih Positif Pada Diri


a. Tujuan
1) Klien dapat menilai hal positif diri yang dapat digunakan.
2) Klien dapat memilih hal positif diri yang dapat dilatih.
3) Klien dapat melatih hal positif diri yang telah dilatih.
4) Klien dapat menjadwalkan penggunaan kemapuan yang telah dilatih.

b. Setting
1) Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
2) Sesuaikan dengan kemempuan yang akan dilatih.
3) Ruangan nyaman dan tenang.

c. Langkah Kegiatan
1) Persiapan
a) Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 1.
b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2) Orientasi
a) Salam terapeutik
(1) Salam dari terapis kepada klien
(2) Klien dan terapis pakai papan nama

9
b) Evalauasi / validasi
(1) Menanyakan perasaan klien saat ini.
(2) Menanyakan apakah ada tambahan hal positif klien.
c) Kontrak
(1) Terapis menjeleskan tujuan kegiatan , yaitu melatih hal positif pada
klien.
(2) Terapis menjelaskan aturan main berikut:
(a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta
izin kepada terapis
(b) Lama kegiatan 45 menit
(c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3) Tahap kerja
a) Terapis meminta semua klien membaca ulang daftar kemampuan positif
pada sesi 1 dan memilih satu untuk dilatih.
b) Terapis meminta klien menyebutkan pilihannya dan ditulis di
whiteboard.
c) Terapis meminta klien untuk memilih satu dari daftar whiteboard .
Kegiatan yang paling banyak dipilih diambil untuk dilatih.
d) Terapis melatih cara pelaksanaan kegiatan / kemampuan yang dipilih
dengan cara berikut:
(1) Terapis memperagakan
(2) Klien memperagakan ulang
(3) Berikan pujian sesuai dengan keberhasilan klien .
e) Kegaiatan a sampai dengan d, dapat diulang untuk kemampuan/ kegiatan
yang berbeda.

4) Tahap terminasi
a) Evaluasi
(1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
(2) Terapis memberikan pujian kepada kelompok.
b) Tindak lanjut
Terapis meminta klien memasukkan kegiatan yang telah dilatih pada
jadwal kegiatan sehari-hari.

10
c) Kontrak yang akan datang
(1) Menyepakati TAK yang akan datang untuk hal positif lain.
(2) Menyepakati waktu dan tempat sampai aspek positif selesai dilatih.

G. Penilaian Kemampuan Pasien


1. Sesi 1 : Identifikasi Hal Positif pada Diri
a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi : harga diri rendah sesi 1, kemampuan
klien yang diharapkan adalah menuliskan pengalaman yang tidak menyenagkan
dan aspek positif (kemampuan yang dimiliki). Formulir evaluasi sebagai
berikut:
Sesi 1
Stimulasi Persepsi : Harga Diri Rendah
Kemampuan menulis pengalaman yang tidak menyenangkan
dan hal positif diri sendiri

No Nama Klien Menulis pengalaman yang Menulis hal positif diri


tidak menyenangkan sendiri
1
2
3
4
5
6
7
8

Petunjuk :
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
2) Untuk tiap klien,beri nilai pada tiap kemampuan menulis pengalaman yang
tidak menyenangkan dan aspek positif diri sendiri . Beri tanda jika klien
mampu dan tanda x jika klien tidak mampu .

11
b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Contoh: Klien mengikuti sesi 1, TAK stimulasi peraepsi
harga diri rendah. Klien mampu menuliskan tiga hal pengalaman yang tidak
menyenangkan, mengalami kesulitan hal positif diri. Anjurkan klien menulis
kemampuan dan hal positif dirinya dan tingkatkan reinforcement (pujian).

2. Sesi 2 : Melatih Positif Pada Diri


a. Evaluasi
Evaluasi dilakuakan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi harga diri rendah sesi 2, kemampuan klien
yang diharapkan adalah memiliki satu hal positif yang akan dilatih dan
memperagakannya. Formulir evaluasi sebagai berikut:
Sesi 2
Stimulasi Persepsi : Harga Diri
Kemampuan melatih kegiatan positif
No Nama klien Membaca daftar Memilih satu hal Memperagakan
halpositif positif yang akan kegiatan positif
dilatih

Petunjuk :
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama .
2) Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan membaca ulang daftar
hal positif dirinya, memilih satu hal positif untuk dilatih dan memperagakan
kegiatan positif tersebut . Beri tanda jika klien mampu dan tanda x jika
klien tidak mampu .

12
b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan
proses keperawatan tiap klien. Contoh : klien mengikuti sesi 2, TAK stimulasi
persepsi: harga diri rendah. Klien telah melatih merapikan tempat tidur.
Anjurkan dan jadwalkan agar klien melakukannya serta berikan pujian.

H. Strategi Pelaksanaan
Pertemuan : I (satu)
Hari / tanggal : Senin, 14 Mei 2012
Nama Klien : Bpk A, Ibu B, Bpk C, Ibu D, ibu E
Ruangan : 403

1. Proses Keperawatan
a. Kondisi klien
1) Data Subyektif :
Klien mengatakan belum pernah mengikuti terapi aktivitas kelompok
2) Data Obyektif :
Klien terlihat ragu-ragu saat membicarakan TAK

b. Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

c. Tujuan Khusus
1) Klien dapat mengidentifikasi pengalaman yang tidak menyenangkan
2) Klien dapat mengidentifikasi hal positif pada dirinya

2. Strategi Komunikasi
a. Orientasi
1) Salam Terapeutik
Selamat Pagi, bapak/ibu ?
2) Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan bapak/ibu pagi ini ?

13
Apakah bapak dan ibu masih ingat dengan saya dan janji kita kemarin,
yaitu tentang kegiatan terapi kelompok dari kami
3) Kontrak
Bapak/ibu, perkenalkan kami dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta
3 hari ini akan melaksanakan TAK yaitu melatih positif pada diri, Kita akan
melaksanakan TAK ini selama 45 menit di ruang ini yaitu di ruangan 403,
Tujuan dilaksanakan TAK ini yaitu supaya bapak/ibu dapat bercakap-cakap
tentang hal positif diri sendiri yang ada di dalam diri bapak/ibu sekalian,
Jika bapak/ibu ingin meninggalkan tempat ini, bapak/ibu harus meminta izin
kepada saya, tetapi saya berharap bapak/ibu mengikuti kegiatan ini dari awal
sampai selesai

b. Tahap kerja
Baiklah bapak/ibu kegiatan ini kita mulai, Kami akan membagiakan kertas
pertama dan spidol, bapak/ibu coba tuliskan pengalaman yang tidak
menyenangkan, Bagus sekali bapak/ibu sudah mengisi kertas yang kami
bagikan. dan sekarang kami akan membagikan kertas yang kedua. di kertas yang
kedua ini bapak/ibu tuliskan hal positif tentang bapak/ibu miliki dan
kemampuan yang bapak/ibu miliki, Karena bapak/ibu sudah selesai menulis
hal positif yang bapak/ibu miliki, mari kita mulai untuk membacakan hal positif
yang sudah bapak/ibu tulis, dimulai dari Bapak A, silahkan bapak. kemudian
sekarang Ibu B, silahkan dibacakan ibu. Lanjut ke Bapak C, kemudian Ibu D
dan yang terakhir Ibu E, Terimakasih bapak/ibu karena sudah membacakan
hal positif yang bapak ibu miliki, dan semua yang bapak/ibu bacakan itu sangat
bagus

c. Tahap terminasi
1) Evaluasi
Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah mengikuti kegiatan ini?
2) Tindak lanjut
Mungkin dari bapak dan ibu masih banyak memiliki hal yang positif yang
belum ditulis, untuk itu sekarang bapak dan ibu boleh menulisnya

14
3) Kontrak yang akan datang
Bapak/ibu sekalian nanti akan ada kegiatan aktifitas kelompok seperti ini
lagi dengan kegiatan yaitu melatih hal positif diri yang dapat diterapkan
dirumah sakit dan di rumah.

I. Pengorganisasian
1. Leader
Bertugas:
a. Memimpin jalannya acara terapi aktivitas kelompok
b. Memperkenalkan anggota terapi aktivitas kelompok
c. Menetapkan jalannya tata tertib
d. Menjelaskan tujuan diskusi
e. Dapat mengambil keputusan dengan menyimpulkan hasil diskusi pada
kelompok terapi diskusi tersebut .
f. Kontrak waktu
g. Menimpulkan hasil kegiatan
h. Menutup acara

2. Co leader
Bertugas:
a. Mendampingi leader jika terjadi bloking
b. Mengoreksi dan mengingatkan leader jika terjadi kesalahan
c. Bersama leader memecahkan penyelesaian masalah

3. Observer
Bertugas:
a. Mengobservasi persiapan dan pelaksanaan TAK dari awal sampai akhir
b. Mencatat semua aktifitas dalam terapi aktifitas kelompok
c. Mengobservasi perilaku pasien

4. Fasilitator
Bertugas:
a. Membantu klien meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan

15
b. Mendampingi peserta TAK
c. Memotivasi klien untuk aktif dalam kelompok
d. Menjadi contoh bagi klien selama kegiatan

5. Anggota
Bertugas:
a. Menjalankan dan mengikuti kegiatan terapi

J. Setting

Keterangan:
L : Leader
Co L : Co-Leader
Obs : Observer
F : Fasilitator
K : Klien

16
DAFTAR PUSTAKA

Devi Merry Evendi. 2012. Proposal TAK HDR.


https://devimerryevendi.wordpress.com/2012/05/03/proposal-tak-hdr/. Diakses tanggal 26
September 2017 Pukul 20.50 WIB
Feri Malinda. 2011. Terapi Aktifitas Kelompok: Harga Diri Rendah.
http://ferimalinda.blogspot.co.id/2011/02/terapi-aktifitas-kelompok-harga-diri.html.
Diakses tanggal 26 September 2017 Pukul 20.55 WIB
Gede Agus Artana. 2010. Proposal TAK . http://agus-artana.blogspot.co.id/2010/12/proposal-
tak.html. Diakses tanggal 26 September 2017 Pukul 20.45 WIB
Udayati Made. 2012. Terapi Aktivitas Kelompok Persepsi/Kognitif: HDR.
https://udayatimade.blogspot.co.id/2012/05/terapi-aktivitas-kelompok.html. Diakses
tanggal 26 September 2017 Pukul 21.00 WIB

17

Anda mungkin juga menyukai