Anda di halaman 1dari 7

Tugas Mutu Pelayanan Kebidanan

Program Menjaga Mutu Internal dan Eksternal

Disusun Oleh :

1. Astri Anggraeni P NIM 10.242.002


2. Eka Novita Sari NIM 10.242.005
3. Iklil Izza Huriyya NIM 10.242.012
4. Indah Budiarti NIM 10.242.013
5. Ranum Muntazia NIM 10.242.025
6. Regina Locita P NIM 10.242.026
7. Selly Fitria Irawan NIM 10.242.029
8. Umi Lutfatu F NIM 10.242.034
9. Vrita Mita Liana A NIM 10.242.037
10. Yoya Dwi F NIM 10.242.002

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO
TAHUN 2012
Program Menjaga Mutu

I. Pendahuluan
Menurut Standar ISO 8402, Mutu diartikan sebagai gambaran dan karakteristik
menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan
kebutuhan yang ditentukan atau tersirat.
Pengertian mutu : suatu strategi dasar bisnis yang menghasilkan barang dan jasa yang
memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen internal dan eksternal, serta memberikan
keuntungan kepada pemegang saham. (Hj.Nurmawati, 3 : 2010)

K = Kualitas
Rumus mutu : K = P/E P = Produk/jasa
E = Harapan konsumen
Menurut Philip B. Crosby
Mutu adalah derajat dipenuhinya persyaratan yang ditentukan dan kesesuaian terhadap
kebutuhan.
Menurut Yosehh M.Juran :
- Perencanaan mutu siapa pelanggan, apa kebutuhannya.
- Pengendalian mutu mengindentifikasi kinerja.
- Peningkatan mutu membentuk infrastruktur dan Tim untuk melaksanakan
peningkatan mutu.
Menurut DEPKES RI
kinerja yang menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan si satu
pihak dapat menimbulkan kepuasan pada pasien sesuai tingkat kepuasan rata-rata penduduk
serta dipihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan Standar dankode etik.

Persepsi mutu
Dari banyak perngertian mutu diatas, dapat kita lihat bahwa banyak factor yang
mempengaruhi persepsi orang terhadap mutu. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Sesuai dengan kebutuhan pemakai.
b. Harga produk (berkaitan dengan nilai uang yang dikeluarkan).
c. Waktu penyerahan sesuai dengan keinginan/kebutuhan dari pelanggan
d. Kehandalan
e. Kemudahan pemeliharaan
II. Program Menjaga Mutu
1.1 Pengertian
Pengertian program menjaga mutu terdiri dari beberapa bentuk antara lain adalah :
a. Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang berkesinambungan, sistematis dan
objektif dalam memantau dan menilai pelayanan yang diselenggarakan dibandingkan
dengan standar yang telah ditetapkan, serta menyelesaikan masalah yang ditemukan
untuk memperbaiki mutu pelayanan (Maltos & Keller, 1989).
b. Program menjaga mutu adalah suatu upaya terpadu yang mencakup identifikasi dan
penyelesaian masalah pelayanan yang diselenggarakan, serta mencari dan
memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan
(The American Hospital Association, 1988).
c. Program menjaga mutu adalah suatu program berlanjut yang disusun secara objektif dan
sistematis dalam memantau dan menilai mutu dan kewajaran pelayanan, menggunakan
berbagai peluang yang tersedia untuk meningkatkan pelayanan yang diselenggarakan
serta menyelesaikan berbagai masalah yang ditemukan (Joint Commission on
Acreditation of Hospitals, 1988).

1.2 Tujuan
Tujuan Program Menjaga Mutu secara umum dapat dibedakan atas dua macam. Tujuan
tersebut adalah:
a. Tujuan Umum
Tujuan umum Program Menjaga Mutu adalah untuk lebih meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus Program Menjaga Mutu dapat dibedakan atas lima macam yakni:
1. Diketahuinya masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarkan,
2. Diketahuinya penyebab munculnya masalah kesehatan yang diselenggarakan,
3. Tersusunnya upaya penyelesaian masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan
kesehatan yang ditemukan,
4. Terselenggarakan upaya penyelesaian masalah dan penyebab masalah mutu
pelayanan kesehatan yang ditemukan,
5. Tersusunnya saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan.
(Sarwono, 2009 : 18)
1.3 Bentuk Program Menjaga Mutu
Tergantung dari unsure pelayanan kesehatan yanglebih diprioritaskan sebagai sasaran,
Tetapi jika ditinjau dari kedudukan organisasi yang diserahkan tanggungjawab melaksanakan
Program Menjaga Mutu, bentuk Program Menjaga Mutu dapat dibedakan atas dua macam:
Ditinjau dari kedudukan organisasi pelaksana program :
a. Program Menjaga Mutu Internal
Program Menjaga Mutu Internal (Internal Quality Assurance) dilaksanakan oleh
suatu organisasi yang dibentuk di dalam institusi kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Yang dimaksud dengan Program
menjaga mutu internal adalah bentuk kedudukan organisasi yang
bertanggungjawab menyelenggarakan Program Menjaga Mutu berada di dalam
institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
Untuk ini di dalam institusi pelayanan kesehatan tersebut dibentuklah suatu
organisasi secara khusus diserahkan tanggung jawab akan menyelenggarakan
Program Menjaga Mutu.
Jika ditinjau dari peranan para pelaksananya, secara umum dapat dibedakan
atas dua macam:
a) Para pelaksana program menjaga mutu adalah para ahli yang tidak
terlibat dalam pelayanan kesehatan (expert group) yang secara khusus
diberikan wewenang dan tanggung jawab menyelenggarakan program
menjaga mutu.
b) Para pelaksana program menjga mutu adalah mereka yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan (team based),jadi semacam
gugus kendali mutu,sebagaimana yang banyak dibentuk didunia
industry.
Dari dua bentuk organisasi yang dapat dibentuk ini, yang dinilai paling baik
adalah bentuk yang kedua, karena sesungguhnya yang paling bertanggungjawab
menyelenggarakan program menjaga mutu seyogyanya bukan orang lain melainkan
adalah mereka yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan itu sendiri.

b. Program Menjaga Mutu Eksternal (External quality assurance)


Pada bentuk ini kedudukan organisasi yang bertanggungjawab menyelenggarakan
program menjaga mutu berada diluar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
Untuk ini, biasanya untuk suatu wilayah kerja tertentu dan/atau untuk kepentingan tertentu,
dibentuklah suatu organisasi, diluar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan,
yang diserahkan tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan, yang diserahkan
tanggung jawab menyelenggarakan program menjaga mutu, misalnya suatu badan
penyelenggara program asuransi kesehatan, yang untuk kepentingan programnya,
membentuksuatu unit program menjaga mutu, guna memantau, menilai serta mengajukan
saran-saran perbaikan mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh berbagai
institusipelayanan kesehatan yang tergabung dalam program yang dikembangkannya.
Pada program menjaga mutu eksternal seolah-olah ada campur tangan pihak luar untuk
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh suatu institusi pelayanan kesehatan, yang
biasanya sulit diterima.

Jika dibandingkan antara program menjaga mutu internal dengan program menjaga
mutu eksternal maka program menjaga mutu internal yang lebih baik, karena program
menjaga mutu akan lebih mudah tercapai (penyelenggaranya terlibat langsung).
Juga untuk dapat menyelenggarakan program menjaga mutu eksternal dibutuhkan
sumber daya yg tidak sedikit (dalam banyak hal sulit dipenuhi)
(Sarwono, 2009 : 28-9)

1.4 Manfaat
Apabila program menjaga mutu dapat dilaksanakan, banyak manfaat yang akan
diperoleh. Secara umum beberapa manfaat yang dimaksudkan adalah:
a) Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan.
Peningkatan efektifitas yang dimaksud di sini erat hubungannya dengan dapat
diselesaikannya masalah yang tepat dengan cara penyelesaian masalah yang benar.
Karena dengan diselenggarakannya program menjaga mutu dapat diharapkan pemilihan
masalah telah dilakukan secara tepat serta pemilihan dan pelaksanaan cara penyelesaian
masalah telah dilakukan secara benar.
b) Dapat lebih meningkatkan efesiensi pelayanan kesehatan.
Peningkatan efesiensi yang dimaksudkan disini erat hubungannya dengan dapat
dicegahnya penyelenggaraan pelayanan yang berlebihan atau yang dibawah standar.
Biaya tambahan karena pelayanan yang berlebihan atau karena harus mengatasi
berbagai efek samping karena pelayanan yang dibawah standar akan dapat dicegah.
c) Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Peningkatan penerimaan ini erat hubungannya dengan telah sesuainya pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat sebagai
pemakai jasa pelayanan. Apabila peningkatan penerimaan ini dapat diwujudkan, pada
gilirannya pasti akan berperan besar dalam turut meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat secara keseluruhan.
d) Dapat melindungi pelaksana pelayanan kesehatan dari kemungkinan munculnya
gugatan hukum.
(Sarwono, 2009 : 29)
DAFTAR PUSTAKA

Nurmawati, 2010. Mutu Pelayanan Kebidanan hal 13-14. Jakarta : CV.Trans Info Media

Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP

Widjono, Djoko . 1999. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Surabaya : Airlangga


University Press