Anda di halaman 1dari 12

Tugas Manajemen Industri

Perencanaan Lokasi Pabrik dan Layout/Tata Letak

Oleh
Idlham Kholid
121150096

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2017
Perencanaan Lokasi Pabrik dan Layout/Tata Letak

A. Pengertian Lokasi/Tempat
Menurut Swastha (2002:24) Lokasi adalah tempat dimana suatu usaha atau
aktivitas usaha dilakukan. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah
letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke
tujuan. Faktor lokasi yang baik adalah relatif untuk setiap jenis usaha yang berbeda.
Menurut Kotler (2008:51) Salah satu kunci menuju sukses adalah lokasi, lokasi
dimulai dengan memilih komunitas. Keputusan ini sangat bergantung pada potensi
pertumbuhan ekonomis dan stabilitas, persaingan, iklim politik, dan sebagainya.
Lamb et al., (2001:63) menyatakan bahwa memilih tempat atau lokasi yang baik
merupakan keputusan yang penting, karena:
1. Tempat merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat
mengurangi fleksibilitas masa depan usaha.
2. Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan di masa depan. Area yang dipilih
haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga ia dapat
mempertahankan kelangsungan hidup usaha.
3. Lingkungan setempat dapat saja berubah setiap waktu, jika nilai lokasi
memburuk, maka lokasi usaha harus dipindahkan atau ditutup.
Lokasi menurut Lupiyoadi (2009:42), berhubungan dengan di mana perusahaan
harus bermarkas dan melakukan operasi atau kegiatannya. Dalam hal ini ada tiga jenis
interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu:
1. Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan): apabila keadaannya seperti
ini maka lokasi menjadi sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih
tempat dekat dengan konsumen sehingga mudah dijangkau, dengan kata lain
harus strategis.
2. Pemberi jasa mendatangi konsumen: dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting,
tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampaian jasa harus tetap
berkualitas.
3. Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung: berarti penyedia
jasa dan konsumen berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telepon,
komputer, atau surat. Dalam hal ini lokasi menjadi sangat tidak penting selama
komunikasi antara kedua pihak terlaksana dengan baik.

B. Konsep Dasar Tentang Desain Pabrik


Perancangan tata letak pabrik pada dasarnya meupakan proses pengurutan dari
suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan
sebagai berikut:
1. Pemilihan Lokasi
Menentukan suatu tempat atau lokasi yang tepat untuk suatu perisahaan
atau perkantoran atau lokasi untuk tujuan tertentu, dengan memperhitungkan
kelebihan dan kekurangan lokasi tersebut.
2. Opeation Process Chart (OPC)
Suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang
dialami oleh bahan baku yag meliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan.
Pembuatan OPC ini merupakan tahap pertama dalam urutan untuk
merencanakan tata letak pabrik. Pada OPC ini berisi informasi mengenai:
Deskripsi proses bagi setiap kegiatan/aktivitas, Waktu penyelesaian masing-
masing kegiatan, Peralatan/mesin yang digunakan, Persentase scrap dari
aktivitas.
3. Routing Sheet
Langkah selanjutnya dalam merencanakan tata letak pabrik adalah
pembuatan routing sheet. Routing sheet ini digunakan untuk: Menghitung
jumlah mesin yang diperlukan, Menghitung jumlah part yang harus
dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan.
4. Multi Product Process Chart (MPPC)
Setelah kita memahami OPC dan Routing Sheet maka langkah
selanjutnya adalah pengisian tabel MPPC dimana dalam pengisiannya terlebih
dahulu mengetahui OPC dan Routing Sheet.
5. Menentukan Gudang
Dalam hal ini gudang terbagi atas 2 bagian, yaitu gudang untuk receiving
dan shipping, dimana pada masing-masing gudang tersebut dihitung tempat
yang paling memungkinkan dengan perhitungan pada bahan atau material
yang akan ditempatkan, ditambah dengan allowance yang diperlukan. Dilihat
dari cara penyimpanannya terdiri atas dua bagian, yaitu rak dan tumpukan.
6. Ongkos Material Handling (OMH)
Aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu
yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas
pemindahan bahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu
memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam operasi. Kemudian harus
diperhatikan tipe layout yang akan digunakan.
7. From To Chart (FTC)
From to chart merupakan penggambaran tentang berapa total ongkos
material handling, OMH, dari suatu bagian aktivitas menuju aktivitas yang
lainnya dalam suatu pabrik. FTC diisi berdasarkan data dari OMH.
8. Outflow-Inflow
Outflow ialah untuk melihat koefisien ongkos yang keluar dari suatu
mesin dan inflow ialah untuk melihat koefisien ongkos yang masuk dari ke
mesin.
9. Tabel Skala Prioritas (TSP)
TSP adalah menentukan urutan prioritas berdasarkan data yang
diperoleh dari OutFlow atau InFlow (pilih salah satu).
10. Activity Relationship Diagram (ARD)
ARD adalah menerapkan hasil dari TSP ke dalam suatu diagram untuk
menyusun tingkat kedekatan berdasarkan prioritas yang telah dibuat.
11. Activity Relationship Chart (ARC)
Dalam industri pada umumnya terdapat sejumlah kegiatan atau aktivitas
yang menunjang jalannya suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas
tersebut saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, dan
yang paling penting diketahui bahwa setiap kegiatan tersebut membutuhkan
tempat untuk melaksanakannya. Aktifitas atau kegiatan tersebut diatas dapat
berupa aktivitas produksi, administrasi, assembling, inventory, dll. Teknik
yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antar aktifitas yang
ada adalah Activity Relationship Chart.
12. Area Alocation Diagram (AAD)
Area Alocation Diagram merupakan lanjutan dari ARC. Dimana dalam
ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan
demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas
yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan
antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas
tersebut. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area
Alocation Diagram.
13. Template
Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak
pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah
dibuat.

C. Beberapa Pertimbangan di dalam Penentuan Lokasi


Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi industri,
di antaranya sebagai berikut:
1. Bahan mentah
Merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam kegiatan
industri, sehingga keberadaannya harus selalu tersedia dalam jumlah yang
besar demi kelancaran dan keberlanjutan proses produksi.
2. Modal
Modal yang digunakan dalam peoses produksi merupakan hal yang
sangat penting. Hal ini kaitannya dengan jumlah produk yang akan dihasilkan,
pengadaan bahan mentah, tenaga kerja yang dibutuhkan, teknologi yang akan
digunakan, dan luasnya sistem pemasaran.
3. Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan tulang punggung dalam menjaga kelancaran
proses produksi, baik jumlah maupun keahliannya. Adakalanya suatu industri
membutuhkan tenaga kerja yang banyak, walaupun kurang berpendidikan.
4. Sumber energi
Kegiatan industri sangat membutuhkan energi untuk menggerakkan
mesin- mesin produksi, misalnya: kayu bakar, batubara, listrik, minyak bumi,
gas alam, dan tenaga atom/nuklir. Suatu industri yang banyak membutuhkan
energi, umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energi
tersebut.
5. Transportasi
Kegiatan industri harus ditunjang oleh kemudahan sarana transportasi
dan perhubungan.
6. Pasar
Pasar sebagai komponen yang sangat penting dalam mempertimbangkan
lokasi industri, sebab pasar sebagai sarana untuk memasarkan atau menjual
produk yang dihasilkan.
7. Teknologi yang digunakan
Penggunaan teknologi yang kurang tepat dapat menghambat jalannya
suatu kegiatan industri.
8. Perangkat hukum
Perangkat hukum dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan
sangat penting demi menjamin kepastian berusaha dan kelangsungan industri,
antara lain tata ruang, fungsi wilayah, upah minimum regional (UMR),
perizinan, sistem perpajakan, dan keamanan.
9. Kondisi lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud ialah segala sesuatu yang ada di
sekitarnya yang dapat menunjang kelancaran produksi.
D. Jenis Jenis Tata Letak
1. Posisi material tetap, mesin-mesin pindah-pindah (pabrik pesawat terbang,
membangun gedung). Ciri produknya sangat khusus, menurut pesanan. Sifat
proses produksinya proyek tunggal (unik). Volume produksinya sangat rendah,
biasanya satu periode.
2. Job Shop, tata letak menurut proses (bengkel, rumah sakit). Ciri produknya
khusus, menurut pesanan. Sifat proses produksinya fleksibel. Volume
produksinya relatif rendah, lebih banyak persediaan setengah jadi.
3. Batch Processing, antara tata letak menurut proses dengan produk. Ciri
produknya banyak produk berbeda-beda. Sifat proses produksinya kebutuhan
bahan dan pekerja kurang pasti. Volume produksinya horizon perencanaan
relatif pendek.
4. Lintas Produksi, tata letak menurut produk (pabrik mobil, cafetaria). Ciri
produknya bersaing lewat ciri-ciri khusus dan pelayanan. Sifat proses
produksinya proses ongkos pekerja lebih besar. Volume produksinya relatif
panjang.
5. Proses Kontinyu, yang berlanjut (pengilangan minyak, pembangkit listrik). Ciri
produknya bersaing lewat distribusi dan harga. Sifat proses produksinya
prosentase ongkos pekerja lebih kecil, kebutuhan bahan dan pekerja lebih besar.
Volume produksinya relatif panjang, lebih banyak persediaan barang jadi.

E. Pengertian Tata Letak


Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang
membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Perencanaan tata
letak merupakan satu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk
mengembangkan suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif sehingga dapat
tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis.
F. Tujuan Perencanaan Tata Letak
Tujuan perencanaan layout/ tata letak yang baik yaitu:
1. Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik
2. Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
3. Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
4. Meminimumkan hambatan pada kesehatan
5. Meminimumkan usaha membawa bahan
Efektifitas dari pengaturan tata letak suatu kegiatan produksi dipengaruhi oleh
beberapa faktor, sebagai berikut:
1. Penanganan material
Perencanaan tata letak harus memperhatikan gerakan dari material atau
manusia yang bekerja. Gerakan material akan berdampak pada biaya
penanganan material, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan
bagi biaya produksi.
2. Utilisasi ruang
Utilisasi ruang dan energi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan
dalam perencanaa tata letak. Perkembangan teknologi memungkinkan
penataan mesin-mesin tidak dalam arah horizontal, berada dalam satu lantai,
melainkan dapat ke arah vertikal.
3. Mempermudah pemeliharaan
Perawatan mesin selain berpengaruh terhadap mutu produk juga
berpengaruh terhadap usia mesin. Tata letak mesin harus menyediakan ruang
gerak yang cukup bagi pemeliharaan mesin.
4. Kelonggaran gerak
Perencanaan tata letak tidak saja untuk memperoleh efisiensi ruang
tetapi juga harus memperhatikan kelonggaran gerak bagi operatot /karyawan.
Selain meningkatkan kepuasan karyawan atas kondisi kerja, kelonggaran
gerak dapat mengurangi kecelakaan kerja.
5. Orientasi produk
Jenis produk yang dibuat sangat berpengaruh dalam perencanaan tata
letak. Misalanya, produk ukuran besar dan berat, atau memelukan perhatian
khusus dalam penangannya, umumnya menghendaki suatu tata letak yang
tidak membuat produk dipindah-pindah. Sebaliknya, produk yang berukuran
kecil dan ringan yang dengan mudah dapat diangkut akan menjadi lebih
ekonomis apabila diproduksi dengan suatu tata letak yang berdasarkan proses.
6. Perubahan produk atau desain produk
Perencanaan tata letak juga memperhatikan perubahan jenis produk atau
disain produk. Bagi perusahaan yang jenis produk atau desainnya sering
berubah, tata letak mesin harus sefleksibel mungkin dalam mengadaptasi
perubahan.

G. Jenis Tata Letak


Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak dikelompokkan dalam tiga
jenis, yaitu:
1. Tata Letak Proses (process layout)
Penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi
yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Misalnya mesin-mesin
bubut dikumpulkan pada daerah yang sama, sedemikian pula mesin-mesin
potong diletakkan pada bagian yang sama.
Mesin-mesin ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan
dapat digunakan untuk berbagai jenis produk
Model ini cocok untuk discrete production dan bila proses produksi
tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat jenis produk yang berbeda. Jenis
tata letak proses dijumpai pada bengkel-bengkel, rumah sakit, universitas atau
perkantoran. Kelebihan dan kelemahan tata letak proses terlihat dalam tabel
berikut:
Kelebihan Kelemahan
Meningkatkan kebutuhan material
handling karena aliran proses yang
Memungkinan utilitas mesin yang tinggi
beragam serta tidak dapat digunakan ban
berjalan
Memungkinkan penggunaan mesin-
mesin yang multiguna sehingga dapat
Pengawasan produksi yang lebih sulit
dengan cepat mengikuti perubahan jenis
produksi
Memperkecil terhentinya produksi yang Meningkatnya persediaan barang dalam
diakibatkan oleh kerusakan mesin proses
Sangat fleksibel dalam mengalokasikan Total waktu produksi per unit yang lebih
personel dan peralatan lama
Investasi yang rendah karena dapat
Memerlukan skill yang lebih tinggi
mengurangi duplikasi peralatan
Pekerjaan routing, penjadwalan dan
akunting biaya yang lebih sulit, karena
Memungkinkan spesialisasi supervise
setiap ada order baru harus dilakukan
perencanaan/perhitungan kembali

2. Tata Letak Produk (product layout)


Apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi
dalam jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang
sama sejak dari awal sampai akhir. Kelebihan dan kelemahan tata letak produk
terlihat dalam tabel berikut:
Kelebihan Kelemahan
Kerusakan pada sebuah mesin dapat
Aliran material yang simpel dan langsung
menghentikan produksi
Perubahan desain produk dapat
Persediaan barang dalam proses yang
mengakibatkan tidak efektifnya tata letak
rendah
yang bersangkutan
Total waktu produksi per unit yang Biasanya memerlukan investasi
rendah mesin/peralatan yang besar
Tidak memerlukan skill tenaga kerja Karena sifat pekerjaaanya yang monoton
yang tinggi dapat mengakibatkan kebosanan
Pengawasan produksi yang lebih mudah
Dapat menggunakan mesin khusus atau
otomatis
Dapat menggunakan ban berjalan karena
aliran material sudah tertentu

3. Tata Letak Posisi Tetap (fixed position layout)


Dipilih karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan
produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan. Tata letak seperti ini
terdapat pada pembuatan kapal laut, pesawat terbang, lokomotif atau proyek-
proyek konstruksi. Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Tetap terlihat dalam
tabel berikut :
Kelebihan Kelemahan
Gerakan personal dan peralatan yang
Berkurangnya gerakan material
tinggi
Adanya kesempatan untuk melakukan Dapat terjadi duplikasi mesin dan
pengkayaan tugas peralatan
Sangat fleksibel, dapat mengakomodasi
Memerlukan tenaga kerja yang
perubahan dalam desain produk, bauran
berketrampilan tinggi
produk maupun volume produksi
Dapat memberikan kebanggaan pada Biasanya memerlukan ruang yang besar
pekerja karena dapat menyelesaikan serta persediaan barang dalam proses
seluruh pekerjaan yang tinggi
Memerlukan koordinasi dalam
penjadwalan produksi
Daftar Pustaka

Sanjaya, Ade. 2015. Pengertian Lokasi Definisi Tempat dalam Menentukan Usaha
Bisnis. Diakses dari http://www.landasanteori.com pada 24 November 2017.
Indra, Dedi. 2015. Perencanaan Lokasi Pabrik dan Tata Letak Alat Industri. Diakses
dari http://nagarutama.blogspot.co.id pada 24 November 2017.
Anonim. 2009. Perencanaan Tata Letak. Diakses dari http://kuliah-
manajemen.blogspot.co.id pada 24 November 2017.