Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN UJIAN PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI

KELAS A

Disusun Oleh:
Kenneth Christian Nathanael
165090700111010

LABORATURIUM KOMPUTASI
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
DAFTAR ISI

02 Penentuan Golden Ratio pada Telur Ayam


04 Lorem Ipsum dolor Sit Amet
07
.. .

1
Penentuan Pusat Gempa (Epicentrum) Gempa Bumi dengan
Menggunakan Metode Inversi Non-Linier dengan Program
MATLAB
Kenneth Christian Nathanael
165090700111010

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan daerah subduksi antara 2 lempeng besar yaitu lempeng
Australia di bagian selatan dan lempeng Eurasia di bagian utara. Dampaknya, Indonesia
menjadi negara yang memiliki potensi sering terjadi gempa bumi. Oleh sebab itu
diperlukan suatu metode untuk menentukan pusat gempa bumi (Episenter) untuk
menganalisis resiko dan dampak dari gempa bumi. Melalui program MATLAB, dapat
dibuat suatu program khusus untuk menentukan pusat gempa bumi dengan memasukan
variabel terukur dari pencatatan dari stasiun-stasiun seismograf yang terdapat di kawasan
terjadinya gempa bumi.
Penentuan episenter gempa bumi dengan memakai Metode Inversi Non-Linier
Bentuk Pendekatan Global (Metoda Grid Search). Metode tersebut merupakan solusi dari
Inversi Non Linier. Pusat gempa tektonik terletak pada tempat dengan terjadinya
akumulasi energi. Gesekan dan gerakan yang terjadi pada batuan akan mengakibatkan
adanya penumpukan energi pada daerah tersebut,sehingga suatu saaat akan pecah dan
terjadilah gempa.
Akumulasi energi yang terjadi pada daerah dengan pertemuan kedua lempeng
yang memiliki perbedaann massa jenis atau biasa disebut konvergen,selain itu juga
karena dua lempeng yang saling menjauh atau biasa disebut sebagai divergen dan dua
lempeng tektonika yang saling berpapasan.
Titik pusat gempa bumi yang letaknya terdapat di bawah permukaan bumi
disebut titik hyposenter,sedangkan proyeksinya yang tegak lurus dan di permukaan bumi
disebut dengan episenter.
Untuk menentukan posisi episenter gempa bumi dengan memakai software
programming MATLAB, yang hasilnya diperoleh solusi inversi non linier yang akan
diplot dalam bentuk kurva dan kontur fungsi obyektif hasil interpolasi yang tersebar
secara random.

2
B. Solusi Analitik
Pencatatan gempa dilakukan pada minimal 3 tempat pencatat gempa atau 3 stasiun
hal tersebut dilakukan untuk untuk memperoleh pusat gempa dan episenternya,apabila bisa
diketahui secara tepat.. Pada seismogram, gelombang primer tercatat pada fase pertama dan
gelombang sekunder tercatat pada fase kedua. Selisih waktu pencatatan gelombang primer
dan gelombang sekunder dijadikan dasar dasar untuk menghitung jarak pusat gempa
(episentrum). Untuk menghitung eror dari pencataatan gempa tersebut maka digunakan selisih
waktuh tempuh hasil perhitungan dengan hasil observasi.Selain perhitungan tersebut terdapat
pula rumus laska,rumus ini menjelaskan hubungan antara jarak episentrum dengan selisih
gelombang primer serta gelombang sekunder. Persamaan tersebut dapat digambarkan pada
persamaan dibawah ini :

D = [(S-P)-1] x 1 megameter
Keterangan:
D = Jarak episentrum (km)
S = Saat gelombang sekunder tercatat pertama kali dalam seismograf (menit)
P = Saat gelombang primer tercatat pertama kali dalam seismograf (menit)
1 megameter = 1.000 Km

Ketika melakukan eksperimen di lapangan, data pengukuran maupun paremeter model


akan dibatasi pada suatu interval tertentu. Pada permukaan bumi terdapat lapisan-lapisan
dimana lapisan tersebut memiliki sifat fisis yang nilainya adalah seragam. Diambil sebuah
contoh lapisan dengan densitas x memiliki ketebalan x. Oleh karena itu disebut sebagai
penyederhanaan obyek lapangan atau biasa disebut sebagai parameterisasi. Apabila
dihubungkan dengan metode inversi maka dapat dikatakan jika metode inversi memandang
model itu adalah diskrit dan juga parameter yang diskrit dibandingkan dengan model dan
parameter yang kontinyu. Hal tersebut disebut sebagai teori inversi diskrit.

Dalam kasus tersebut waktu tempuh pada t, nilainya tidak berbanding lurus dengan
parameter model tetapi berbanding terbalik. Hubungan tersebut disebut sebagai non-linear
terhadap v. Parameter model c = 1/v. Masalah tersebut dapat digambarkan pada persamaan
berikut.

3
Hubungan dari persamaan diatas disebut sebagai hubungan yang liniear.Persamaan
tersebut akan memenuhi bentuk d = Gm. Transformasi dari nilai tersebut disebut sebagai
linearisasi parameter. Dan proses menuju kesana dinamakan linearisasi.
Gm = d
dimana d merupakan data yang dinyatakan dalam vektor kolom sedangkan m
merupakan model parameter yang juga dinyatakan dalam vektor kolom, dan G disebut matrik
kernel. Matlab telah menyediakan sebuah baris perintah untuk menghitung elemen-elemen m,
yaitu
m=inv(G*G)*G*d

GTGm = GTd

Apabila suatu masalah inversi akan direpresentasikan kedalam persamaan d = Gm,


maka ia persamaan tersebut disebut sebagai linear. Dapat dijalankan suatu prosedur yang
sederhana untuk memperoleh nilai m dari data observasi. Dalam kasusnya tidak semua data
observasi berhimpit pada satu garis lurus. Apabila dilakukan sebuah fitting terhadap semua
titik data observasi yang terletak pada satu garis, maka garis yang diperoleh disebut sebagai
garis regresi. Contohnya ketika terdapat satu set data observasi yang ditulis sebagai (x1,
y1),(x2, y2),...,(xn, yn), garis regresi dinyatakan sebagai
y = a0 + a1x
Apabila persamaan diatas ditambah pengaruh eror maka :
yi = a0 + a1xi + ei
dimana ei disebut error, residual, atau sering juga disebut misfit ataupun kesalahan suatu
prediksi .Pada setiap data observasi untuk kasus inversi biasanya overdetermined apabila garis
regresinya tidak berhimpit pada setiap data observasi. Untuk menyelesaikannya maka
digunakanlah metode least square untuk meminimalkan eror yaitu dengan menentukan nilai ao
dan juga a1 nya sehingga didapatkan jumlah kuadrat error yang minimal

C. Solusi Numerik
Untuk menentukan secara numerik maka ada pengubahan dan didapat

4
+1 = +2
0 100
D. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari percobaan adalah
1. Titik pusat gempa bumi (
2. Lorem Ipsum is therefore
3. Lorem Ipsum is therefore
E. Program dan Analisa

5
Untuk menyelesaikan persoalan diatas maka hal pertama yang dilakukan adalah proses
input data, disini terdapat data kecepatan Vp = 4 kemudian ada data longitude dan lattitude
pada masing-masing stasiun. Selanjutnya membuat meshgrid atau tebakan awal untuk
melakukan duplikat matriks X dan Matriks Y setelah itu dilakukan hubungan data dengan
parameter model dan juga dilakukan proses inversi.
Hasil waktu tiba dari perhitungan kemudian dibandingkan dengan hasil observasi untuk
mendapatkan delta T yang mana hal tersebut merupakan eror.Setelah itu dengan
menggunakan metode least square maka jarak antara t hasil perhitungan dengan t hasil
observasi dilakukan minimumisasi.

F. Kesimpulan
Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin
words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the
word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes
from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The
Extremes

6
7