Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Veteriner September 2015 Vol. 16 No.

3 : 432-438
ISSN : 1411 - 8327
Terakreditasi Nasional SK. No. 15/XI/Dirjen Dikti/2011

Studi Histologi dan Histomorfometri


Daging Sapi Bali dan Wagyu
(HISTOLOGYCAL AND HISTOMORPHOMETRY STUDY
OF BALI CATTLE AND WAGYU BEEF)

Ni Ketut Suwiti1, I Putu Suastika1,


Ida Bagus Ngurah Swacita2, I Nengah Kerta Besung3

1
Lab Histologi Veteriner 2Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner,
3
Lab Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan,
Universitas Udayana, Jln. Sudirman, Denpasar, Bali
Telp/Fax. (0361) 223791, E-mail : nksuwiti@yahoo.co.id

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri daging sapi bali
dan sapi wagyu. Sampel berupa daging sapi bali dan sapi wagyu diambil dari otot mata rusuk (rib eye),
difiksasi dan diembbeding dalam paraffin diproses hingga menjadi sediaan histologi, dengan ketebalan
sayatan 4-5 m dan diwarnai dengan hematoxylin eosin(HE).Mikroskop binokular digunakan untuk
pengamatan struktur histologi daging. Hasil penelitian menunjukkan, struktur histologi daging terdiri
dari: sel/serabut otot, jaringan lemak, dan jaringan ikat. Serabut otot daging sapi wagyu memiliki
ukuran yang lebih besar dan panjang, tersusun secara lebih teratur dibandingkan serabut otot daging
sapi bali. Selain itu ditemukan sel lemak intramuskuler dan jaringan ikat interlobulus daging sapi
wagyu yang sangat sedikit dan tipis.Garis gelap terang pada otot daging sapi bali lebih jelas dibandingkan
dengan daging sapi wagyu. Rataan diameter serabut otot daging sapi bali (45,001,94 m), nyata lebih
lebih kecil (P<0,01) dibandingkan daging wagyu (75,001,82 m), demikian juga dengan ukuran sel lemak
daging sapi bali (90,102,13m) lebih kecil (P<0,01) dibandingkan daging sapi wagyu (195,002,57 m).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat perbedaan struktur histologi dan
histomorfometri antara daging sapi bali dan sapi wagyu

Kata-kata kunci :struktur histologi, histomorfometri,daging, sapi bali,dagimg sapi wagyu.

ABSTRACT

The objective of this study was to detect histological structure and histomorphometry of bali cattle
and wagyu beef. The samples were collected from rib eye muscle of wagyu and bali cattle. The tissue
samples were fixed, dehydrated and embedded in paraffin and 4-5 mm sections, for histological examination
and stained with Haematoxilin-Eosin (HE). The light binocular microscope was used to identify the samples.
The study showed that the beef histological structure consisted of: cells / muscle fibers, fatty and connective
tissues. The muscle fibers of wagyu were observed larger, regular, and longer compared to the Bali cattle.
Additionally, intramuscular fat cells and connective tissue interlobulus were found less and thinner than
the Bali cattle. In the area of muscle where the longitudinal cut was done, its observed that the presence of
I and A bands in Bali cattle beef were clearer compared to the wagyu. The diameter muscle fibers of bali
cattle beef (45.00 1.94 m), was smaller (P < 0.01) compared to the wagyu (75.001.82 m), as well as fat
cell size of bali cattle beef (90.10 2.13 m) and wagyu beef (195.002.57m). In conclusion, the structure
of histology and histomorphometry of rib eye muscle in Bali cattle were different to the wagyu.

Keywords: histological structure, histomorphometry, beef, Bali cattle, wagyu cattle,

PENDAHULUAN sapi bali. Citarasa daging sapi bali tidak disukai


dengan tingkat kealotan yang tinggi. Keadaan
Keberadaan sapi bali di Indonesia untuk tersebut menyebabkan wisatawan asing
produksi daging sangat diandalkan. Namun, cendrung mengkonsumsi daging impor, seperti
sebagai daerah tujuan wisata, wisatawan asing daging sapi wagyu(Suwiti et al., 2013).
yang datang ke Bali tidak mengkonsumsi daging Daging wagyu adalah daging yang diha-

432
NK. Suwiti, et al Jurnal Veteriner

silkan oleh jenis sapi wagyu yang dikembangkan pengamatan terdadap keberadaan lemak
di Kobe, Jepang. Sapi tersebut diternakan intramuskuler, jaringan ikat dan serabut otot,
selama 300 hingga 600 hari, dihindarkan dari dilanjutkan dengan pengamatan histomor-
stres dengan manajemen pemeliharaan yang fometri, meliputi pengukuran terhadap serabut
baik dan perawatan kesehatan yang rutin. Sapi otot dan sel lemak.
wagyu mampu menghasilkan daging yang
berkualitas, rasanya lezat alami dan mem-
punyai keempukan/marbling yang sangat METODE PENELITIAN
bagus. Daging wagyu mempunyai karakter
persebaran lemak otot yang banyak dan merata, Penelitian ini menggunakan dua jenis
dengan pola urat menyerupai marmer, terdiri daging, yakni daging sapi bali dan sapi wagyu.
atas lemak tak jenuh (omega-3 dan omega-6) Daging diperoleh dari pasar swalayan di Kota
sehingga baik untuk kesehatan. Di Provinsi Denpasar. Sampel daging diambil dari otot mata
Bali tingkat kesukaan wisatawan asing rusuk (rib eye) masing-masing sebanyak 20
terhadap daging wagyu lebih tinggi, diban- sampel, dipotongdadu dengan ukuran 1x1x1 cm,
dingkan dengan daging sapi bali. Hal tersebut dan difiksasi dengan cara potongan daging
disebabkan daging sapi wagyu mempunyai tersebut dimasukan kedalam botol yang telah
keempukan (tenderness), dan kegurihan diisi formalin10%.
(juiciness) yang lebih baik(Suwiti et al., 2013).
Keempukan dan kegurihan daging Pembuatan Preparat Histologi
merupakan faktor yang memengaruhi tingkat Pembuatan sediaan histologi dilakukan
kesukaan konsumen terhadap daging, yang dengan memasukkan jaringan yang telah
ditentukan oleh keberadaan jaringan ikat dan difiksasi dalam formalin 10% selama 24 jam
jaringan lemak intramuskuler yang terdapat diiris (trimming) agar dapat dimasukkan dalam
didalam daging (Belket al., 2001). Jaringan ikat kotak untuk diproses dalam tissue processor.
tersebut merupakan jaringan yang berfungsi Tahap berikutnya, jaringan tersebut dimasukan
menyokong jaringan dan organ sedangkan ke dalam alkohol 70%, alkohol 80%, alkohol 90%,
keberadaan lemak, berfungsi sebagai alkohol 96%, toluene 1 dan toluene 2 masing-
pembungkus otot, mempertahankan keutuhan masing selama dua jam. Selanjutnya jaringan
daging, dan meningkatkan keempukan daging, dimasukkan ke dalam paraffin cair dengan suhu
serta memberikan citarasa ketika dipanaskan/ 56C selama dua jam sebanyak dua kali.
dimasak (Bertrand et al., 2001; Huertaet al., Jaringan kemudian diambil dengan pinset,
1993). dilanjutkan dengan pemblokan menggunakan
Secara histologi daging adalah otot hewan parafin blok. Tahap selanjutnya dilakukan
yang tersusun oleh serabut otot yang sangat pemotongan (cutting) menggunakan mikrotom
kecil, berupa sel memanjang yang disatukan dengan ketebalan 4-5 m. Jaringan yang telah
oleh jaringan ikat, membentuk berkas ikatan dipotong dikembangkan di atas air dalam
yang pada kebanyakan daging jelas kelihatan penangas air (waterbath), kemudian ditangkap
bedanya antara lemak pembuluh darah dan urat dengan gelas objek. Selanjutnya dilakukan
saraf (Irwandiet al., 2003;Suwiti, 2008).Daging pewarnaandengan hematoxylin eosin(HE).
terdiri atas jaringan ikat yang tersusun atas Pengamatan terhadap gambaran histologi
serabut otot yang berbentuk silindris dan dilakukan pada lima lapang pandang dengan
memiliki diameter yang beragam. Selain itu mikroskop cahaya pembesaran objektif 10, 45,
daging mengandung air, protein, jaringan dan 100 kali. Variabel gambaran histologi yang
lemak dan jaringan ikat (Bergeretal., 1998). diamati meliputi susunan serabut otot dan sel
Tingkat keempukan dan kegurihan adalah lemak, komponen jaringan ikat, dan lemak in-
dua faktor yang berpengaruh terhadap tingkat tramuskuler. Pengamatan histomor-fometri
kesukaan dalam mengkonsumsi daging (Suwiti dilakukan dengan mengukur diameter serabut
et al., 2013). Selain dengan uji organoleptik, otot dan lemak dengan pembesaran 100 kali.
kedua faktor tersebut dapat dipe-lajari dengan Hasil pengukuran dikalibrasi dengan cara skala
melakukan pengamatan struktur histologi, mikrometer yang tertera pada lensa okuler skala
meliputi : ukuran, diameter dan susunan 10 dihimpitkan dengan skala 15 sehingga terjadi
serabut otot. Penelitian ini bertujuan koreksi indek objektif mikrometer sebesar 15x10
membandingkan struktur histologi daging sapi m/10 = 15 m, sehingga setiap skala pengu-
bali dan sapi wagyu, dengan melakukan kuran yang diperoleh dikalikan dengan 15 m.

433
Jurnal Veteriner September 2015 Vol. 16 No. 3 : 432-438

Analisis Data muskulus dan ditunjang oleh jaringan ikat.


Data yang diperoleh berupa struktur Serabut otot daging sapi wagyu lebih
histologi daging dianalisis secara deskriptif panjang dan lebih besar dibandingkan daging
kualitatif, sedangkan data histomorfometri dari sapi bali. Serabut otot terkesan renggang karena
parameter diameter serabut otot dan sel lemak adanya banyak jaringan lemak interlobularis
ditabulasikan dalam bentuk rataan simpangan (Gambar2), sedangkan serabut otot daging sapi
baku (SB). bali ditemukan banyak jaringan ikat
interlobularis sehingga jaringan terlihat padat
(Gambar2). Keempukan daging dapat
HASIL DAN PEMBAHASAN ditentukan oleh susunan serabut otot,
banyaknya perimisium yang ditemukan,
Struktur Histologi Daging Sapi Bali dan keadaan ini menyebabkan daging sapi bali
Sapi Wagyu kurang empuk dibandingkan dengan daging
Struktur histologi daging sapi bali dan sapi wagyu. Hasil penelitian ini sesuai dengan
wagyu yang diambil dari otot mata rusuk berupa Peterdan Purslowo,(2005) yang menyatakan,
jaringan otot skelet pada penampang melintang sarkomer otot berhubungan dengan keempukan
dan membujur disajikan pada Gambar 1 dan 2. daging.Otot dengan sarkomer panjang lebih baik
Struktur histologi daging sapi bali dan sapi dibandingkan sarkomer yang pendek, dan
wagyu pada potongan melintang terdiri dari dua panjang sarkomer otot dapat dipengaruhi oleh
komponen : sel atau serabut otot disebut myosit/ umur, dan bangsa sapi.
myofibers dan substansia seluler yang Terlihat adanya garis-garis melintang
merupakan jaringan ikat (kolagen,elastis, dan (gelap dan terang) yang sebenarnya merupakan
retikuler). Jaringan ikat disusun oleh serabut stria/discus, garis gelap dan terang ini lebih
dan sel, sel yang sifatnya tetap ataupun sel yang jelas dijumpai pada daging sapi bali (Gambar 2
sifatnya sementara, seperti : sel mesenchim, sel insert). Garis gelap dan terang, sebagai band
retikuler. Jaringan ikat disusun atas serabut I, A dan band H, band I banyak ditemukan pada
kolagen dan serabut elastis dengan anyaman sarkomer di filamen aktin, sedangkan band A
tidak teratur serta jaringan lemak berbentuk ditemukan baik pada filamen actin maupun
bulat atau lonjong dengan satu tetes lemak yang myosin, sangat melebar dan gelap. Band H
besar (unilokuler), akibatnya inti sel terdesak terletak diantara band A dan I dan hanya
ditepi dengan sitoplasmanya sangat tipis. Setiap ditemukan myosin. Pergerakan otot yang aktif
serabut otot dikelilingi oleh endomisium yaitu dan breedhewan dapat berpengaruh terhadap
suatu jaringan ikat halus dengan serabut keberadaan actin dan myosin dalam filamen
retikuler dan kapiler.Sejumlah serabut otot (Caceci, 2007; Nazan dan Muslu, 2007)..
dibungkus oleh jaringan ikat padat dengan Jaringan ikat pada daging disebut jaringan
banyak serabut kolagen disebut fasikulus, interlobulularis. Pada sapi wagyu hampir tidak
sedangkan pembungkusnya disebut perimisium. ditemukan jaringan ikat, keadaan tersebut yang
Di luar perimisium diisi oleh jaringan ikat menyebabkan keempukan dan kegurihan
longgar. Beberapa fasikulus bergabung daging sapi wagyu lebih bagus dibandingkan
membentuk muskulus dan dibalut oleh jaringan dengan daging sapi bali. Pada daging sapi wagyu
ikat padat disebut epimisium, sedangkan fasia jaringan ikat diganti dengan jaringan lemak
terdapat disekitarnya (Gambar 1) dan lemak diantara serabut otot (lemak
Struktur histologi daging sapi bali dan intramuskularis), dengan jumlah yang sangat
wagyu pada potongan membujur (Gambar.2) banyak. Jaringan ikat interlobularis daging
disusun oleh komponen serabut otot dan sapi bali sangat banyak, menyebabkan daging
substansia seluler. Serabut otot sekelet tersusun menjadi lebih padat dan alot (Suryatiet al.,2004;
dalam berkas pararel dengan arah kontraksi, Shanks et al., 2002).
bentuknya panjang, dengan inti satu atau lebih Menurut Kesmen et al., (2012) strukutur
terletak ditepi, berbatasan dengan sarkoplasma. histologi serabut otot daging pada ayam dan
Susunan serabut otot membentuk muskulus kalkunadalah sama. Sementara itu daging sapi
ditunjang oleh jaringan ikat.Pada penampang wagyu serabut ototnya tersusun sangat teratur
membujur tampak sel berdampingan, dan lebih panjang dibandingkan serabut otot sapi
menunjukkan batas antar sel tidak jelas bali, dan diantara serabut otot tersebut
menyerupai syncitium dengan inti sel di ditemukan jaringan lemak (Gambar 2). Pada
tepi.Susunan serabut otot tersebut membentuk daging sapi bali, kebanyakan serabut otot

434
NK. Suwiti, et al Jurnal Veteriner

(B1) (B2)

(W1) (W2)
Gambar 1. Struktur histologi potongan melintang daging sapi bali (B1; 10xdan B2; 45x), sapi
wagyu (W1:10xdan W2:45x),serabut otot (1) jaringan lemak (2) dan jaringan ikat
interlobularis (3) lemak intra muskuler (4).

Ba Wa

Gambar 2. Struktur histologi potongan membujur daging sapi bali (Ba) :10 kali dan sapi wagyu
(W) insert 100 kali. serabut otot (1) jaringan lemak (2) dan jaringan ikat (3), inti sel
otot (4) garis gelap terang (5).

435
Jurnal Veteriner September 2015 Vol. 16 No. 3 : 432-438

dikelilingi oleh endomisium, suatu jaringan ikat Tabel 1. Diametersel lemak dan serabut otot
halus dengan serabut retikuler dan kapiler. sapi bali dan sapi wagyu
Perimisium tersusun atas jaringan ikat longgar,
demikian juga fasikulus dan bergabung No Sel lemak(m) Sel otot(m)
membentuk muskulus yang dibalut oleh Sampel
jaringan ikat pekat, sehingga daging sapi bali Wagyu Bali Wagyu Bali
mayoritas disusun oleh jaringan otot dan
jaringan ikat, dan menjadikannya lebih alot 1 194 86 73 45
(Jonker et al., 2008; Riley et al., 2003). 2 193 93 72 43
Jaringan lemak terutama lemak 3 195 91 78 47
intramuskuler pada daging sangat penting 4 196 89 76 48
karena berpengaruh terhadap tingkat kesukaan 5 190 88 75 46
konsumen. Secara histologi daging sapi wagyu 6 198 92 76 42
didominasi oleh jaringan lemak terutama lemak 7 198 91 74 44
intramuskuler (Gambar 1), sedangkan pada 8 196 92 77 43
daging sapi bali lemak tersebut nyaris tidak 9 194 90 75 46
ditemukan. Lemak tersebut berfungsi sebagai 10 198 89 74 46
pembungkus otot dan mempertahankan 11 195 89 75 48
keutuhan daging terutama saat dimasak 12 196 86 76 44
sehingga berpengaruh terhadap kualitas 13 197 92 75 46
daging.Lemak intramuskuler memberikan 14 196 89 73 46
kegurihan yang lebih baik. Daging yang 15 193 94 75 43
mempunyai kandungan lemak intramuskuler 16 198 92 78 46
tinggi cendrung mempunyai daya ikat air (DIA) 17 192 84 74 45
yang tinggi, karena lemak tersebut akan 18 194 93 76 42
melonggarkan mikrostruktur daging sehingga 19 196 89 76 47
memberi kesempatan kepada protein daging 20 195 93 72 43
untuk mengikat air (Huerta et al., 1993; Total 3904 1802 1500 900
Weaber dan Lusk, 2010). Keadaan tersebut yang Rataan 195,202,17 90,102,69 75,001,72 45,001,89
menyebabkan struktur histologi daging sapi
wagyu sel-sel ototnya terlihat lebih longgar
dibandingkan sapi bali. Kemampuan daging sapi kedua daging berbeda. Serabut otot
untuk menahan air merupakan sifat penting kerangka dapat sangat panjang, mencapai
karena dapat meningkatkan kualitas daging. seluruh panjang otot dengan diameter 10-120
Daging sapi bali mempunyai kadar air dan m (Caceci, 2007) Serabut yang panjang ini
lemak yang rendah, dengan serat daging yang berasal dari kumpulan sel-sel mononuklear
rapat dan padat. (myoblast) ke dalam satu serabut, sehingga
tampak memiliki banyak inti yang mengambil
Histomorfometri Daging Sapi Bali dan posisi di tepi dengan lemak subsarkolema
Sapi Wagyu (Dellmann dan Brown, 1992). Selai galur atau
Histomorfometri jaringan otot meliputi breed dan jenis hewan (spesies), faktor lain yang
pengukuran diameter : otot dan sel lemak daging dapat berpengaruh adalah keadaan gizi (state
sapi bali dan wagyu, dan hasilnya disajikan pada of nutrition), umur, jenis kelamin dan
Tabel 1. perlakuan terhadap hewan tersebut (Lawrie
Pada Tabel 1 ditunjukan bahwa daging 2003).Keadaan tersebut sangat beralasan karena
daging sapi bali mempunyai ukuran diameter sapi wagyu disamping berbeda breed dengan
serabut otot dan sel lemak yang lebih kecil (P d sapi bali, sapi tersebut diternakan dalam
0,01) dibandingkan dengan sapi wagyu. Caceci keadaan sangat nyaman bahkan diberikan
(2007) menyatakan, diameter serabut otot perlakuan musik untuk menghindarkan dari
skeletal ukurannya mencapai 100 m. Demikian stres, sedangkan sapi bali tidak mendapat
juga dengan panjang serabut otot pada perlakuan tersebut bahkan peternak cenderung
pemotongan membujur, tampak serabut otot menggu-nakannya sebagai sapi pekerja di sawah
daging sapi wagyu beraturan dengan ukuran atau ladang. Keadaan tersebut dapat
yang lebih besar dan panjang. Perbedaan menyebabkan daging sapi balimenjadi
bentuk dan ukuran tersebut disebabkan bangsa bertambah alot. Pakan berpengaruh terhadap

436
NK. Suwiti, et al Jurnal Veteriner

keadaan gizi ternak. Sapi wagyu diberikan SIMPULAN


pakan sangat khusus dengan formulasi ransum
dan diberi penambahan biji-bijian, sehingga Struktur histologi urat daging mata rusuk
menghasilkan daging yang berkualitas. sapi bali dan wagyu terdiri atas :serabut otot,
Umur berpengaruh terhadap struktur jaringan lemak dan jaringan ikat. Serabut otot
histologi daging,sapi wagyu dipotong pada umur daging sapi wagyu tersusun lebih beraturan dan
muda (3-6 bulan) sedangkan sapi bali dipotong lebih panjang dibandingkan daging sapi bali.
pada umur dewasa mencapai 4-5 tahun. Ditemukan banyak sel lemak intramuskuler
Keadaan ini menyebabkan jaringan ikat sapi dengan jaringan ikat interlobulus sedikit dan
bali tumbuh dengan sempurna dan menjadikan tipis. Garis gelap dan terang daging sapi bali
daging bertambah alot. Saat pemotongan sapi lebih jelas dibandingkan daging sapi wagyu.
bali mengalami perlakuan yang kurang Rataan diameter serabut otot dan sel lemak
memperhatikan kesejahteraan hewan daging sapi bali lebih kecil dibandingkan daging
(kesrawan), dan menjadikan sapi stres wagyu.
(Soejoedono, 2004). Cekaman dapat mempunyai
efek yang buruk terhadap warna, tekstur,
citarasa dan keempukan (eating quality) dan SARAN
daya simpan (keeping quality) daging dan
keterterimaan konsumen (consumer Perlu dilakukan penelitian untuk
acceptability), (William dan Facwett, 1976). mengetahui gambaran histologis daging yang
Perlakuan tersebut menyebabkan struktur berasal dari otot dan spesies hewan yang
histologi daging sapi bali dan sapi wagyu berbeda.
berbeda.
Daging adalah otot hewan yang tersusun
dari serat-serat yang sangat kecil, berupa sel UCAPAN TERIMAKASIH
memanjang yang disatukan oleh jaringan ikat,
membentuk berkas ikatan yang pada Penulis mengucapkan terimakasih kepada
kebanyakan daging jelas kelihatan lemak Dirjen Dikti melalui penelitian Hibah Unggulan
pembuluh darah dan urat syaraf (Belk et al., Perguruan Tinggi Universitas Udayana, yang
2001). Bangsa sapi juga turut memengaruhi telah memberikan pendanaan penelitian, dan
tekstur daging (Bertrand et al.,2001).Sementara kepada Bapak Rektor melalui LPPM Unud,
itu Lawrie (2003) menyatakan, ukuran berkas yang telah memfasilitasi penelitian.
serabut otot tidak hanya ditentukan oleh jumlah
serat tetapi juga ditentukan oleh ukuran
serat.Tekstur daging meningkat bersamaan DAFTAR PUSTAKA
dengan penambahan umur hewan.Ukuran dan
diameter lemak daging sapi wagyu lebih besar Berger RG, Mageau RP, Schwab B, Johnston
dibandingkan daging sapi bali, keadaan ini yang RW. 1998. Detection of poultry and pork in
menyebabkan daging sapi wagyu mempunyai cooked and canned meat foods by enzyme-
keempukan dan tekstur yang lebih baik linked immunosrbent assays J Assoc off
dibandingkan daging sapi bali. Ukuran dan Anal Chem 71(2) : 406-409
jumlah serabut otot menentukan tekstur daging,
Belk KE,GeorgeMH, TatumJD, HiltonGG,
keberadaannya dipengaruhi oleh jenis kelamin.
MillerRK, KoohmaraieM, ReaganJO,
Ternak jantan memiliki jumlah dan ukuran
SmithGC. 2001. Evaluation of the tendertec
serabut otot lebih besar dibandingkan dengan
beef grading instrument to predict the
ternak betina, demikian juga dengan semakin
tenderness of steaks from beef carcasses. J
meningkatnya umur ternak akan berpengaruh
Anim Sci 79:688-697.
terhadap tekstur daging (Soejoedono, 2004).
Namun pada daging kerbau umur ternyata BertrandJK, GreenRD, HerringWO, MoserDW.
tidak berpengaruh terhadap diameter otot 2001. Genetic evaluation for beef carcass
(Nuraini et al., 2013).Tekstur daging merupakan traits. J. Anim. Sci. (E. Suppl): E190-E200.
faktor yang paling penting dalam menentukan
DelmannHD, Brown E. 1992. Text Book of
kualitas daging (Yuni et al., 2012).
Veterinary Histology.Philadelphia LEA and
Febiger. Pp. 246-275.

437
Jurnal Veteriner September 2015 Vol. 16 No. 3 : 432-438

Huerta-Leidenz NO, Cross HR, Savell JW. Lunt Riley DG, Chase Jr CC, HammondAC, WestRL,
DK, 1993. Comparison of the fatty acids JohnsonDD, OlsonTA, ColemanSW.
composition of subcutaneus adiposa tissue 2003.Estimated genetic parameters for
from mature Brahman and Hereford cows. palatability traits of steaks from Brahman
J Anim Sci 71:625. cattle.J Anim Sci 81:54-60.
Irwandi J, SaeedM, Torda E, Zaki H. 2003. Shanks BC, Wolf DM, Maadock RJ. 2002.
Determination of lard in mixture of body Technical note : The effect of freezing warner
fats of muthen and cow by fourier transform bratzker shear force values of beef
infraredspectroscopy. J Food Sci 52(2): 833- longissimuss steak across several post
838 mortem aging periods. JAnim Sci80:212-
2125.
Lawrie RA. 2003. Meat Science 5 th ed.Oxford.
University of Nottingham.Pp.200-305. Suryati T, Astawan M, Wresdiyati T. 2004. Sifat
fisik daging domba yang diberikan
JunqueiraMD dan Carneiro J. 1980. Basic
perlakuan stimulasi lstrik voltase rendah
Histology.2nd, Rio de Jeneiro, Brazil Editora
dan injeksi kalsium klorida. J of Animal
Guanabara Koogan, SA Pp. 265-277 .
Science 27 (3)
Jonker KM, Tilburg JJ, Hagele GH, de Boer E.
Suwiti NK. 2008. Identifikasi Daging Sapi Bali
2008.Species identification in meat product
dengan Metode Histologis.Majalah Ilmiah
using real-time PCR.J Food Sci77(2):C167-
Peternakan11(1): 31-35
73
SuwitiNK, Suastika P, Swacita IBN, Piraksa
Kesmen Z, Yetiman AE, Sahin F, Yetim H.
W. 2013. Tingkat Kesukaan Wisatawan
2012. Detection of chicken and turkey meat
Asing di Bali terhadap Daging Sapi Bali dan
in meat mixtures by using real-time PCR
Wagyu. Proseding Seminar Nasional Pusat
assays. J Food Sci77(2):167-173.
Kajian Sapi Bali-Unud. Hal42-47 Tgl 24
Nazan DK, Muslu N. 2007. The Histology September 2013.
examination of mus musculus stomach was
William BMD, Don MD, Facwcett W. 1976. Text
expossed to hunger and thirst stress : A
Book of Histology. 8thed.Philadelphia.WB
Study With Light Microscope. J of Biological
Sounders Co.Pp. 89-99
Sciences 10 (17): 2981-2991.
Weaber RL, LuskJL. 2010. The economic value
Nuraini H. Muhamad, WinartoA, Sumantri C.
of improvements in beef tenderness by
2013. Histomorphology and physical
genetic marker selection. AmJ Agr Econ 92:
characteristic of buffalo meat at deffrent sex
1456-1471
Cand age. Media Peternakan 6-13
Yuni E, Sugiyono A,Rohman M, Abidin Z, Aryani
Peter P, Purslowo. 2005. Intramuscular
D. 2012. Identifikasi daging babi
connective tissue and its role in meat
menggunakan metode PCR-RFLP gen
Quality. J of Meat Science 70(3): 435-447
cytokrom b dan PCR primer spesifik gen
Soejoedono RD. 2004. Pelacakan Daging Babi amelogenin. J Agritech(2)4: 370-375.
dengan Teknik PCR.J Veteriner 7(1): 99-
106

438