Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


( GPW 0101 )
ACARA IV
FENOMENA HIDROSFER

Dibuat oleh

Nama : Fikri Rafif Suprayitna


NIM : 16/397537/GE/08416
Waktu : Rabu, 15.00-17.00
Asisten : 1. Ida Trisnawati
2. Fitri Noviyanti

LABORATORIUM KEWILAYAHAN
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
ACARA IV

FENOMENA HIDROSSFER

I. TUJUAN
1. Memahami persebaran pantai di Indonesia
2. Memahami persebaran hutan mangrove di Indonesia
3. Memahami persebaran terumbu karang di Indonesia
4. Memahami ancaman sistem perairan di Indonesia

II. ALAT DAN BAHAN


1. Peta sebaran potensi pantai, mangrove, terumbu karang, ancaman kerusakan
mangrove, ancaman kerusakan terumbu karang, dan bathimetry
2. Alat tulis
3. Pensil warna
4. Peta unit provinsi di indoesia ukuran A3

III. LANDASAN TEORI

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata
hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi
danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan
udara.
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan
secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di
seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu
ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-
titik air dan jatuh sebagai hujan.Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek,
siklus sedang dan siklus panjang.

Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin menuju kedaratan.
Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di atas daratan. Air hujan
tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan dan sebagainya hingga kembali lagi ke
laut.
Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin ke atas daratan.
Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian tertentu, membuat terbentuknya
awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di
pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan
selanjutnya kembali ke lautan. Hidrosfer di muka bumi selanjutnya akan dikelompokkan
menjadi dua, yaitu perairan darat dan perairan laut.
Perairan di daratan tergolong sebagai perairan tawar, yaitu semua perairan yang melintasi
daratan. Air di daratan meliputi air tanah dan air permukaan. Air tanah adalah air yang terdapat
di dalam tanah. Air tanah berasal dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke
dalam tanah dan tertampung pada lapisan kedap air. Air freatis adalah air tanah yang terletak di
atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah.
Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau
jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah.
Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air. Air artesis adalah air tanah yang terletak
jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air. Lapisan di antara dua lapisan kedap air
tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air
retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut
mata air artesis. Air artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya
disebut sumur artesis.
Air permukaan adalah wadah air yang terdapat di permukaan bumi. Bentuk air
permukaan meliputi sungai, danau, rawa. Sungai adalah air hujan atau mata air yang mengalir
secara alami melalui suatu lembah atau di antara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat
lebih rendah (laut,danau atau sungai lain).
IV. LANGKAH KERJA

Identifikasi potensi dan ancaman mengenai aspek


hidrologi diindonesia setiap provinsinya

Memasukan data hasil


identifikasi kedalam tabel

Membuat peta persebaran potensi dan


ancaman dari data tabel

Peta

Peta Potensi
Peta Ancaman

Peta Sebaran Ancaman


Peta Sebaran Potensi Mangrove Kerusakan Mangrove

Peta dan Tabel Sebaran


Peta dan Tabel Sebaran
Ancaman Kerusakan Terumbu
Potensi Terumbu karang
Karang
Peta dan tabel pesebaran pantai
dan batimetri di Indonesia

Input Proses Output

V. HASIL PRAKTIKUM
1. Tabel persebaran pantai dan batrimetri di Pulau Besar di Indonesia
2. Tabel Persebaran dan Jenis mangrove di Pulau Besar di Indonesia
3. Tabel persebaran dan ancaman coralreef di Pulau Besar di Indonesia
4. Peta persebaran pantai dan batrimetri di Pulau Besar di Indonesia (A4)
5. Peta Persebaran mangrove di Pulau Besar di Indonesia (A4)
6. Peta persebaran coralreef di Pulau Besar di Indonesia (A4)
Daftar Pustaka

Christanto, Indrayanti. 2010. Modul geografi Flora dan Fauna.

Ikatan Geografi Indonesia(IGI) danal Im Geografi SMU DKI. 2000. Geografi SMU JILID IA.
Jakarta:Erlangga.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2015 Pasal 1 tentang Tata Cara
Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

Statistik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2014.