Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


( GPW 0101 )
ACARA V
FENOMENA BIOSFER

Dibuat oleh

Nama : Fikri Rafif Suprayitna


NIM : 16/397537/GE/08416
Waktu : Rabu, 15.00-17.00
Asisten : 1. Ida Trisnawati
2. Fitri Noviyanti

LABORATORIUM KEWILAYAHAN
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
ACARA V
FENOMENA BIOSFER

I. TUJUAN
1. Memahami karakteristik flora dan fauna serta kondisi dan persebaran
hutan di Indonesia.
II. ALAT DAN BAHAN
1. Data tabel persebaran flora dan fauna
2. Alat tulis
3. Pensil warna
4. Kalkulator
5. Peta unit kabupaten dan provinsi di indonesia ukuran A3
III. LANDASAN TEORI
Biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang
berarti lapisan. Secara sederhana biosfer dapat diartikan sebagai lapisan kehidupan di
bumi. Biosfer merupakan bagian dari bumi yang menjadi tempat organism untuk
bertahan hidup dan melangsungkan kehidupannya. Biosfer mencakup lapisan
atmosfer,litosfer,dan hidrosfer.
Fenomena biosfer adalah peristiwa yang terjadi di lapisan biosfer. Fenomena
tersebut antara lain hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik,
interaksi makhluk hidup, serta interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan.
Biosfer merupakan jenjang kehidupan tinggi di bumi. Biosfer tersusun atas
beberapa jenjang kehidupan sebagai berikut. Individu, Populasi, Komunitas,
Ekosistem, Biom. Biom adalah kumpulan beberapa ekosistem yang terdapat pada
suatu wilayah geografis dengan kondisi iklim sama. Flora dan Fauna yang hidup pada
suatu biom disebut biota.

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna


Persebaran flora dan fauna di permukaan bumi dikaji dalam ilmu biogeografi.
Biogeografi di bedakan menjadi biogeografi sejarah dan biogeografi ekologi.
Biogeorafi sejarah mengkaji persebaran flora dan fauna dari sudut pandang
perkembangan dan evolusi kelompok organism, gerakan lempeng bumi, serta
hubungan ekologi masa lalu dan saat ini. Sementara itu biogeografi ekologi mengkaji
persebaran flora dan fauna dari sudut pandang interaksi antar organisme, interaksi
organisme dengan lingkungan, dan pengaruh interaksinya.

a. Penyebab Persebaran
Faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran flora dan fauna di permukaan bumi
sebagai berikut.
1. Tekanan Populasi
Tekanan populasi berkaitan dengan bertambahnya jumlah populasi suatu spesies.
Peningkatan populasi menyebabkan kebutuhan makanan menjadi semakin sulit untuk
dipenuhi. Oleh karena itu, terjadi migrasi yang menyebabkan persebaran flora dan
fauna.
2. Persaingan Hidup
Persaingan hidup antar organisasi dapat menyebabkan persebaran flora dan fauna.
Fauna yang tidak mampu bersaing dalam memperebutkan wlayah kekuasaan dan
bahan makanan akan melakukan migrasi ke tempat lain.
3. Perubahan Habitat
Perubahan Habitat atau lingkungan tempat tinggal makhluk hidup dapat
menyebabkan makhluk hidup sulit beradaptasi. Ketidak mampuan dalam beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan tersebut dapat memicu migrasi.

b. Sarana Persebaran
Sarana persebaran yang berperan dalam persebaran flora dan fauna di permukaan
bumi sebagai berikut.
1. Manusia
Perilaku manusia baik secara sengaja atau tidak sengaja untuk memindahkan flora dan
fauna dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Contoh persebaran flora
akibat perilaku manusia adalah tanaman teh yang tumbuh di Jawa Barat pada awalnya
berasal dari India.
2. Air
Air menjadi media bagi fauna-fauna untuk berpindah tempat, terutama fauna yang
dapat berenang. Peran air dalam persebaran tumbuhan, yaitu menjadi media
pengangkutan benih. Benih-benih tumbuhan dari suatu tempat dapat hanyut oleh
aliran air dan terbawa ke tempat lain.
3. Udara
Udara dapat menjadi sarana persebaran. Fauna yang memiliki kemampuan terbang
memanfaatkan udara sebagai media untuk bermigrasi. Sementara itu, udara yang
bergerak atau angin berperan dalam menerbangkan biji-bji tanaman ke tempat lain
sehingga membantu proses persebaran flora.
4. Lahan
Lahan merupakan media penting bagi fauna daratan untuk berpindah tempat.
Tumbuhan juga memerlukan kondisi lahan yang cocok untuk dapat tumbuh dan
berkembang.

c. Hambatan Persebaran
1. Hambatan Geografis
Kondisi geografis dapat menghambat persebaran flora dan fauna. Bentangan alam
seperti samudra,padang pasir,sungai,dan pegunungan dapat menghalangi flor dan
fauna untuk berpindah tempat.
2. Hambatan Biologis
Hambatan biologis persebaran flora dan fauna antara lain habitat dan persediaan
makanan habitat yang cocok dan kondisi makanan melimpah akan mencegah flora
dan fauna untuk bermigrasi
3. Hambatan Iklim
Kondisi iklim sangat mempengaruhi persebaran floran dan fauna,terutama kondisi
iklim yang ekstrem. Unsur iklim yang menghambat persebaran flora dan fauna antara
lain suhu udara,kelmbapan udara,dan curah hujan.
4. Hambatan Tanah
Hambatan tananah (edafik) memiliki peran penting bagi persebaran flora dan fauna.
Komponen penting dalam tanah seperti unsure hara,udra,dan kandungn air yang
cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu, kondisi tanah
berpengaruh terhadap kemampuan hewan menggali tanah,terutama hewan yang
tinggal di dalam tanah.
Sistem biom menekan pada dinamika komunitas yang berhubungan dengan
sejarah evolusi geologi, iklim, dan faktor lingkungan lain. Salah satu biom di bumi
Indonesia adalah Hutan hujan. Hutan hujan adalah hutan yang selalu hijau sepanjang
tahun. Hutan Hujan memiliki berbagai jenis pohon, mulai dari pohon besar hinggat
epifit dan liana. Iklim didaerah hutan hujan dicirikan dengan curah hujan,suhu
udra,dan kelembapan udara yang tinggi. Hutan hujan tropis terdapat di
Asia,Afrika,dan Amerika Selatan. Hutan hujan iklim sedang terdapat di
Alaska,Kanada,Asia bagian Utara,dan Eropa ( Utoyo, bambang 2012 ).

IV. LANGKAH KERJA

Data tabel persebaran flora dan


fauna di Indonesia

Klasifikasi luas daratan Klasifikasi lahan kritis


kawasan hutan Peta di Indonesia
diindonesia
Peta dan Tabel
Peta dan Tabel Klasifikasi Klasifikasi lahan
luas daratan kawasan hutan Peta dan Tabel persebaran flora kritis di Indonesia
diIndonesia dan fauna di Indonesia

Input Proses Input

V. HASIL PRAKTIKUM
1. Tabel Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia (terlampir)
2. Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia (terlampir)
3. Tabel klasifikasi Luas Kawasan Hutan di Indonesia
(terlampir)
4. Peta klasifikasi Kawasan Hutan di Indonesia (terlampir)
5. Tabel Klasifikasi Lahan Kritis di Indonesia (terlampir)
6. Peta Klasifikasi Lahan Kritis di Indonesia
(terlampir)