Anda di halaman 1dari 3

METODE PELAKSANAAN

I. PENDAHULUAN
Agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang
telah ditetapkan, maka kami menyusun metode pelaksanaan kerja ini untuk memberikan gambaran
yang komprehensif mengenai rencana pelaksanaan pekerjaan tersebut di atas. Metode kerja ini
juga disusun dan disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada.

II. RUANG LINGKUP PEKERJAAN PERSIAPAN.


Yang dimaksud pekerjaan persiapan disini adalah kegiatan/ pekerjaan awal yang harus dilakukan
untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menunjang pekerjaan-pekerjaan
pokok, yakni pembangunan lampu penerangan jalan umum.

Pekerjaan ini meliputi kegiatan sebagai berikut:


1) Persiapan SDM sesuai yang dipersyaratkan dan dibutuhkan
Kesiapan tenaga ahli dan teknisi dibidang kelistrikan khususnya penerangan jalan, serta tenaga
administrasi, keuangan dan logistik sudah siap kerja saat penandatanganan kontrak. Tenaga ahli dan
teknisi dibidang kelistrikan diperlukan untuk mempersiapkan sistem penerangan jalan umum yang
benar serta perangkat/material yang berkualitas baik. Tenaga teknis ini akan mensupervisi
pelaksanaan pekerjaan. Tenaga logistik, administrasi dan keuangan akan melakukan
pemesanan/pembelian material/perangkat sehingga menjamin ketersediaan material / perangkat
agar sesuai dengan waktu yang diperlukan. Disamping itu diperlukan juga keteraturan administrasi
pekerjaan.

2) Persiapan survei lokasi letak pemasangan lampu penerangan


Survei ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan gambar DED (Detail Engineering
Design). Jika diperlukan, akan dilakukan pengukuran jarak untuk menetapkan letak pemasangan
tiang. Disamping itu untuk memeriksa perangkat /material apa saja yang harus dipasang dilokasi
tersebut serta bagaimana situasi sekitar lokasi. Pengamatan situasi ini perlu antara lain untuk
antisipasi mempermudah pengiriman material. Juga antisipasi kebutuhan peralatan kerja untuk
mempermudah pekerjaan.

3) Mempersiapkan gambar kerja secara rinci.


Atas hasil survei, apabila ada ketidak sesuaian antara DED yang diterima dengan kondisi di lapangan,
maka akan dilakukan koreksi atas DED yang diterima. Setelah itu dipersiapkan gambar instalasi
untuk keperluan perijinan ke PLN. Gambar kerja akan menjadi acuan kerja pelaksana pekerjaan.

4) Persiapan Pembelian material.


Apabila dari hasil survei diperoleh bahwa Daftar Kuantitas dan Harga (BOQ) yang diterima pada saat
lelang tidak ada perubahan, maka kontraktor segera menyusun kebutuhan material dan perangkat
yang harus segera dipesan. Jika ada koreksi atas BOQ, maka segera dilakukan pembahasan dengan
pengawas proyek untuk disepakati melakukan koreksi seperlunya.

III. BAHAN DAN PERALATAN


Material instalasi antara lain terdiri dari Stainless belt, stopping buckle, alcoa bandleid konektor,
Semen dan pasir, Begel klem dan aksesorisnya, kabel NYY, LVT C, Mur baut, terminal kabel, rel MCB,
gland kabel,.
Pembelian dilakukan langsung ke pabrikan atau ke distributor dan toko perangkat listrik kecuali
untuk Armature SON-T yang harus dipesan terlebih dahulu ke Distributor di Jakarta/Surabaya.

IV. RUANG LINGKUP PELAKSANAAN PEKERJAAN


Ruang Lingkup Pekerjaan Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan Pekerjaan Elektrikal
terdiri dari penarikan Kabel Udara, Pemasangan Lampu, , pemasangan/pergeseran KWH Meter
dan Pentanahan (Grounding System).
1) Pemasangan kabel jaringan pada tiang PJU

Penarikan kabel jaringan udara dari tiang ke tiang memperhatikan beberapa persyaratan :
- Tidak sejajar dengan kabel-kabel telekomunikasi dengan jarak kurang dari 1 meter.
- Bila terdapat persilangan dengan kabel_kabel telekomunikasi, maka jarakminimum kedua
kabel harus 30 cm.
- Penarikan jaringan PJU tidak keluar dari batas-batas supply gardu distribusi
- PLN
- Jarak dari titik terendah rentang kabel terhadap pemukaan tanah minimal 5 meter
- Pada setiap persimpangan jalan, penyambungan dari ujung-ujung jaringan harus
menggunakan tap connector sesuai standard

Dari kedua arah (atau mungkin juga lebih), Kabel LVTC dipegang oleh pengikat kabel. Sementara
terkait dengan bracket yang terikat dengan tiang lampu dengan menggunakan stainless steel strip.
Diantara kabel LVTC akan diberikan spare/ cadangan kabel sekitar 50 cm. Kabel cadangan ini
sangat diperlukan untuk mempermudah perbaikan apabila terjadi kabel putus. Jika terjadi
kabel putus, makaperbaikan cukup melibatkan gawang yang mengalami kerusakan, tidak perlu
mengganggu gawang yang lain. Namun jika tidak disediakan cadangan kabel, apabila terjadi kabel
putus, besar kemungkinannya harus menarik dari gawang yang bersebelahan.

2) Pemasangan kabel infoor


Kabel infoor adalah kabel penghubung antara JTR (jaringan tegangan rendah) PLN ke APP atau
KWH meter. Kabel infoor tersambung ke JTR dengan menggunakan Alcoa Bandleid Konektor.
Untuk lebih menjamin keamanan dan estetika, maka kabel infoor akan dibungkus dengan pipa
infoor dimana pipa infoor menempel pada tiang dengan bantuan stainless belt dan stopping belt.
Pada ujung atas pipa infoor dipasang T pralon untuk menghindarkan masuk nya air hujan kedalam
pipa infoor.
Pada ujung bawah, pipa infoor disambung dengan pipa flexible yang masuk ke box panel distribusi.

3) Perakitan dan pemasangan box panel distribusi


Perangkat yang terpasang pada box panel meliputi :
a) KWH meter dan MCB dari PLN
b) Surge Arrester
c) Timer kontaktor/semikontroler
d) Terminal kabel
e) MCB distribusi
f) Terminal pentanahan

Kecuali KWH meter dan MCB yang dipasang oleh PLN, perangkat lainnya dipasang/dirakit terlebih
dahulu pada bagian tersendiri pada box panel.
Kabel infoor akan disambungkan oleh petugas PLN ke KWH meter. Kabel output dr KWH meter
akan terhubung ke Terminal Kabel.
Dari Terminal Kabel masuk ke terminal Timer Konektor. Saluran netral dari Terminal Kabel
terhubung dengan netral dari Timer Kontaktor.

MCB Distribusi terdiri dari 2 (dua) unit, masing-masing unit mencatu kesatu arah.
Box panel dilengkapi dengan Terminal Pentanahan. Semua saluran netral, baik dari ouput KWH
meter, Timer Kontaktor, jaringan PJU, disambungkan dengan Terminal Pentanahan, untuk
selanjutnya dikoneksikan dengan pentanahan.
Pada sisi bagian dalam pintu box panel dilengkapi dengan gambar wiring diagram yang menunjukkan
jumlah beban dan jaringan PJU yang dilayani oleh Panel tersebut
Ketinggian box panel sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah, dengan tujuan agar angka penunjukkan
KWH meter bisa mudah dilihat, disamping untuk tujuan pengaman dan perawatan.

4) Pemasangan pentanahan.
Ground Rod diameter minima 16 mm ditanam dan diperkirakan sudah bisa memberikan
pentanahan yang baik, kurang dari 10 Ohm. Dengan angka resistansi yang kecil akan lebih
menjamin keandalan operasionil perangkat listrik, karena berkurangnya antara lain gangguan
elektrostatik.

Antara Ground Rod dengan Terminal Pentanahan di box panel, dihubungkan dengan konduktor
BC minimal penampang 16 mm. Untuk keamanan dan estetika, kawat baja pentanahan dibungkus
dengan pipa paralon.

5) Pemasangan stang dan Armature lengkap Lampu


- Stang lampu dengan diameter 2 inchi dipasang pada bagian atas tiang dengan menggunakan
pengikat 2 (dua) unit begel klem. Besarnya begel klem ke tiang lampu disesuaikan dengan
diameter tiang.
- Sebelum stang lampu dipasang, armature/kap lampu lengkap dengan kabel NYY dipasang pada
stang dengan baik dan kokoh dan setelah itu dilakukan pengetesan penyalaan lampu terlebih
dahulu

6) Pekerjaan Akhir
Setelah penyambungan pada Jaringan Tegangan Rendah dilakukan, kemudian dilakukan pengetesan
pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti bahwa semua pelaksanakan pekerjaan
telah benar-benar baik dan apabila terdapat kekurangan dapat segera dilakukan perbaikan
perbaikan.

Tamiang Layang, 07 November 2017

Penawar
PT.TABELA HARATI TEKNIK,

FERRY YEREMIA
Direktur